WhatsApp Icon
Sambut Muktamar NU ke 35, UMKM Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan 1.000 Paket Z-Chicken

MOJOKERTO — Lima pelaku usaha Z-Chicken binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan ikut mengambil bagian dalam perhelatan Muktamar ke-35 yang berlangsung mulai 27 Agustus 2026. Mereka menyiapkan sebanyak 1.000 paket nasi kotak Z-Chicken yang akan dibagikan di 10 titik lokasi. 

Setiap hari mulai 27 - 31 Agustus 2026, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut akan mempersiapkan nasi kotak mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan distribusi di sejumlah titik kegiatan.

Keterlibatan Z-Chicken dalam kegiatan berskala besar ini menjadi salah satu gambaran perkembangan UMKM yang dibangun melalui program pemberdayaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Z-Chicken merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang mulai dikembangkan sejak 2021. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi diarahkan agar penerima manfaat mampu membangun dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Kini, setelah beberapa tahun berjalan, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut tidak hanya menjalankan usahanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga mulai mendapatkan kepercayaan untuk mengambil bagian dalam kegiatan masyarakat dengan skala yang lebih besar.

Bagi lima penjual Z-Chicken yang terlibat dalam kegiatan Muktamar ke-35, kesempatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru. Mereka harus menjaga kualitas produk, memenuhi jumlah pesanan, serta memastikan seluruh paket siap didistribusikan sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan.

Penanggung jawab kegiatan, Ayu Isna Khariroh, mengatakan keterlibatan para penjual Z-Chicken dari Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan Muktamar menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa UMKM binaan BAZNAS mampu tumbuh dan mengambil peran dalam kegiatan yang lebih besar.

“Kami ingin Z-Chicken tidak hanya dikenal sebagai program bantuan usaha, tetapi benar-benar menjadi usaha yang tumbuh dan bisa memberikan kontribusi. Kesempatan menyiapkan 1.000 paket untuk kegiatan Muktamar ini menjadi pengalaman penting bagi para penjual,” ujar Ayu.

Menurutnya, tantangan utama bukan hanya menyiapkan makanan dalam jumlah besar, tetapi juga menjaga kualitas dan ketepatan waktu. Karena itu, para pelaku usaha melakukan persiapan agar proses produksi dan distribusi dapat berjalan dengan baik selama lima hari pelaksanaan kegiatan.

Keterlibatan lima pelaku usaha Z-Chicken ini sekaligus menunjukkan arah pemberdayaan zakat yang ingin dibangun BAZNAS Kabupaten Mojokerto: mustahik tidak selamanya berada pada posisi menerima bantuan, tetapi didorong untuk tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu mengambil bagian dalam berbagai kesempatan ekonomi.

Dari program yang berawal sebagai bantuan pemberdayaan pada 2021, kini Z-Chicken mulai menemukan ruangnya sebagai UMKM yang mampu melayani kebutuhan kegiatan dengan jumlah pesanan yang cukup besar.

Muktamar ke-35 pun menjadi momentum tersendiri bagi para pelaku Z-Chicken Mojokerto untuk membuktikan bahwa pemberdayaan zakat bukan hanya tentang memberi modal, tetapi tentang membangun kemampuan hingga penerima manfaat mampu berdiri dengan usahanya sendiri.

26/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kunjungi Kediaman Pak Sutarno, Gus Bupati Serahkan Bantuan Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Kecamatan Trawas

MOJOKERTO — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Bupati Mojokerto mengunjungi kediaman Bapak Sutarno, sekaligus menyerahkan bantuan untuk pembangunan rumah yang lebih layak bagi keluarganya.

Sutarno merupakan warga desa Ngoro yang tinggal Desa Srigading, Ngoro tapi kesehariannya bergaul dengan warga desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Ia tinggal bersama istri dan empat anaknya. Kondisi rumah yang ditempati saat ini tergolong sangat tidak layak huni, dengan bangunan sederhana yang menyatu dengan kandang kambing sehingga kondisi lingkungan rumah kurang sehat dan kurang layak untuk ditempati keluarga.

Dalam kunjungan tersebut(19/8/2026), Bupati Mojokerto didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait, di antaranya Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disdukcapil, Kepala DPRKP2, Camat Trawas, Camat Ngoro, serta Kabag Kesra.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk membantu pembangunan rumah Sutarmo, BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan sebesar Rp25 juta melalui program Rutilahu, yang dilaksanakan bekerja sama dengan MWCNU Trawas.

Tidak berhenti pada bantuan BAZNAS, MWCNU Trawas juga memberikan dukungan bantuan sebesar Rp25 juta. Dengan demikian, kolaborasi tersebut menghadirkan dukungan total sebesar Rp50 juta untuk membantu mewujudkan rumah yang lebih layak bagi keluarga Sutarmo.

Bupati Mojokerto, Gus Barra bersama kepala perangkat daerah juga memastikan bahwa keluarga pak sutarno mendapatkan program-program dari pemerintah terkait hal mendasar dalam bidang kesehatan, sosial dan pendidikan. 

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menyampaikan “Program Rutilahu ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat kembali kepada masyarakat. Namun yang lebih penting, program ini tidak berjalan sendiri. Ketika BAZNAS, MWCNU, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak bersama, bantuan yang diberikan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya semakin besar,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan MWCNU Trawas menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memperkuat peran kelembagaan di tingkat kecamatan.

Kondisi Sutarmo sebelumnya menunjukkan keterbatasan ekonomi yang cukup berat. Ia bekerja sebagai buruh tani dan merawat beberapa kambing milik orang lain, dengan penghasilan yang tidak tetap dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Sutarmo menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada Gus Bupati, BAZNAS, MWCNU, dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Sutarmo.

Kunjungan Bupati Mojokerto bersama jajaran OPD terkait sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tertangani, sementara lembaga seperti BAZNAS dan organisasi masyarakat turut menghadirkan sumber daya serta kepedulian dari masyarakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun ekosistem zakat yang tidak hanya kuat dalam penghimpunan, tetapi juga nyata dalam menghadirkan manfaat.

Satu rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Tetapi bagi keluarga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan, rumah yang layak adalah tempat tumbuhnya kesehatan, kenyamanan, dan harapan baru.

20/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kambing Bergulir Tumbuh Berkelanjutan, Program Kampung Akhlak Perkuat Kemandirian dan Keagamaan Mustahik

Mojokerto — Program Kampung Akhlak melalui Zakat Community Development (ZCD) terus mendorong peningkatan kesejahteraan penerima manfaat secara menyeluruh, tidak hanya melalui penguatan ekonomi, tetapi juga melalui pendampingan sosial dan keagamaan.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, tim pendamping melakukan monitoring perkembangan ternak kambing milik penerima manfaat Program Kambing Bergulir di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan dilakukan kepada Bapak Suwito, salah satu anggota kelompok penerima manfaat program.

Dari hasil monitoring, perkembangan ternak menunjukkan hasil yang cukup baik. Bapak Suwito yang pada awal program menerima 1 ekor kambing indukan, kini telah berkembang menjadi 6 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, 2 ekor telah terjual, sementara 1 ekor kambing betina telah melahirkan 1 cempe dan 2 ekor kambing lainnya dalam kondisi bunting.

Sementara itu, indukan awal yang diterima dari program juga telah berhasil digulirkan kepada penerima manfaat berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme Kambing Bergulir mulai menciptakan efek berantai, di mana manfaat program tidak berhenti pada satu keluarga, tetapi terus diperluas kepada penerima manfaat lainnya.

Selain melakukan monitoring ternak, pendamping juga melakukan silaturahmi dan dialog bersama Bapak Suwito dan keluarga. Pendampingan tersebut mencakup kondisi keluarga serta perkembangan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan Program Kampung Akhlak.

Dalam aspek keagamaan, terdapat perkembangan positif pada Bapak Suwito. Ia menyampaikan bahwa saat ini semakin rutin mengikuti salat berjamaah di masjid dan aktif mengikuti kegiatan belajar mengaji bersama kelompok lansia. Setelah melalui proses belajar secara bertahap, kemampuan membaca Al-Qur'an beliau kini telah berkembang hingga mampu membaca Al-Qur'an.

Bapak Suwito juga aktif mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Semangat serupa turut ditunjukkan oleh istrinya yang saat ini masih belajar membaca Al-Qur'an melalui buku Iqra'. Meskipun masih berada pada tahap awal, semangat untuk terus belajar menjadi bagian penting dari proses penguatan kehidupan keagamaan keluarga.

Perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan melalui ZCD tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan penerima manfaat, tetapi juga membangun kemandirian, kepedulian sosial, serta penguatan spiritual keluarga.

Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan melalui monitoring perkembangan ternak, khususnya terhadap dua ekor kambing yang sedang bunting, sekaligus mendorong penerima manfaat untuk menjaga kesehatan ternak, kualitas pakan, dan kebersihan kandang.

Pendamping juga akan melanjutkan pembinaan sosial dan keagamaan keluarga agar semangat mengikuti kegiatan keagamaan serta belajar membaca Al-Qur'an dapat dipertahankan secara konsisten.

Melalui Program Kampung Akhlak, ZCD terus berupaya menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan: ternak berkembang, ekonomi tumbuh, manfaat bergulir, dan akhlak semakin kuat.

14/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni untuk Keluarga Syamsul Ma’arif di Payungrejo

MOJOKERTO — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan dalam pelaksanaan program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) BAZNAS Kabupaten Mojokerto Tahun 2026. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, pembangunan rumah milik Bapak Syamsul Ma’arif dan Ibu Winarti, warga Dusun Blumbang RT 01/RW 07, Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai dilaksanakan.

Rumah yang sebelumnya merupakan bangunan sederhana berbahan bambu tersebut akan dibangun kembali agar keluarga penerima manfaat dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Pembangunan ini mendapatkan dukungan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui bantuan sebesar Rp25 juta. Namun, pelaksanaannya tidak hanya bertumpu pada bantuan dana. Sejumlah pihak turut mengambil bagian melalui semangat gotong royong.

Relawan BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama Pemerintah Desa Payungrejo, keluarga penerima manfaat, serta warga dan tetangga sekitar terlibat langsung dalam proses awal pembangunan. Mereka bergotong royong membongkar rumah lama dan melakukan penggalian tanah untuk pondasi.

Bahkan, dukungan masyarakat juga hadir dalam bentuk material. Salah seorang warga turut memberikan bantuan lima sak semen untuk mendukung proses pembangunan rumah tersebut.

Keterlibatan masyarakat ini menunjukkan bahwa program Rutilahu bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan. Di dalamnya terdapat kepedulian dan kebersamaan warga untuk membantu sesama agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih baik.

Relawan BAZNAS Kecamatan Kutorejo, Ali Muntoha, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Bukan hanya membantu tenaga, tetapi ada juga yang memberikan material. Ini menunjukkan bahwa ketika ada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, warga dengan sendirinya ikut merasa memiliki dan ingin membantu,” ungkap Ali.

Menurutnya, gotong royong seperti ini juga membuat bantuan BAZNAS memiliki daya ungkit yang lebih besar. Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada nilai nominal, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat.

Sementara itu, Bapak Syamsul Ma’arif, penerima manfaat program Rutilahu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian BAZNAS serta kepedulian warga sekitar.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan semua warga yang sudah membantu. Tidak menyangka banyak yang ikut membantu, mulai dari membongkar rumah sampai menggali pondasi. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Syamsul.

Pembangunan rumah Syamsul Ma’arif dan Winarti menjadi salah satu wujud nyata bahwa zakat yang dihimpun melalui BAZNAS dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung.

Lebih dari sekadar membangun rumah, program Rutilahu juga mempertemukan zakat, kepedulian lembaga, dan kekuatan gotong royong masyarakat dalam satu ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir gotong royong. Dan dari gotong royong, sebuah keluarga kembali memiliki harapan.

13/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Anugerahkan Tokoh Penggerak Zakat dan Mitra Strategis pada HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit

Mojokerto — BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam membangun budaya zakat dan memperkuat kolaborasi sosial di Kabupaten Mojokerto. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto, di kantor PERUMDAM Mojopahit, Jalan Pahlawan, Mojosari, Selasa (11/8/2026).

Dua penghargaan diberikan BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada kesempatan tersebut. Pertama, Anugerah Tokoh Penggerak Zakat 2026 yang diberikan kepada Bapak Fayakun Hidayat, Direktur PERUMDAM Mojopahit, atas dedikasi dan kepeloporannya dalam membangun budaya zakat di lingkungan PERUMDAM Mojopahit sekaligus memperkuat sinergi bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Kedua, Anugerah Mitra Strategis BAZNAS 2026 diberikan kepada PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto atas komitmen, konsistensi, dan kolaborasinya dalam penghimpunan zakat dan infak serta pelaksanaan berbagai program sosial bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, dan disaksikan oleh Bupati Mojokerto  Dr. H. Muhammad Albarra, Lc, M. hum, Wakil Bupati Mojokerto dr. Rizal Octavian, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuhroh, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, penghargaan tersebut bukan sekadar apresiasi kepada individu maupun institusi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi bentuk penghormatan terhadap ikhtiar bersama dalam menjadikan zakat sebagai bagian dari budaya kelembagaan sekaligus instrumen untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Direktur PERUMDAM Mojopahit, Fayakun Hidayat, SH., menyampaikan bahwa zakat dan infak merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu terus ditumbuhkan di lingkungan perusahaan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Bagi kami, penghargaan ini bukan semata-mata untuk pribadi maupun PERUMDAM, tetapi menjadi pengingat bahwa apa yang kita miliki juga terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama dengan BAZNAS akan terus diperkuat agar kontribusi zakat dan infak dari lingkungan PERUMDAM dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa PERUMDAM Mojopahit merupakan salah satu mitra yang telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung gerakan zakat di Kabupaten Mojokerto.

“Kami memberikan penghargaan ini karena ada keteladanan yang layak diapresiasi. Pak Fayakun tidak hanya menunaikan zakat, tetapi juga ikut membangun budaya zakat di lingkungan lembaga yang beliau pimpin. Demikian pula PERUMDAM Mojopahit, yang secara konsisten sejak tahun 2019 telah membangun sinergi bersama BAZNAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat tidak akan berkembang hanya dengan mengandalkan lembaga amil. Dibutuhkan tokoh-tokoh yang memberikan keteladanan dan lembaga-lembaga yang bersedia menjadi mitra strategis.

“Zakat akan menjadi kekuatan besar ketika tumbuh menjadi budaya bersama. Karena itu, BAZNAS tidak ingin berjalan sendiri. Kami ingin mempertemukan orang-orang yang memiliki kepedulian, lembaga yang memiliki komitmen, dan program yang benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tambahnya.»

Sinergi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Mojopahit selama ini tidak berhenti pada penghimpunan zakat dan infak. Kolaborasi juga diarahkan pada pelaksanaan program sosial dan pemberdayaan masyarakat, sehingga dana yang dihimpun dapat kembali kepada masyarakat Mojokerto dalam bentuk program yang terukur dan tepat sasaran.

Momentum HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari capaian pelayanan dan kinerja organisasi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Melalui penghargaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semakin banyak tokoh dan lembaga yang tergerak untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari budaya kelembagaan.

11/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh

Berita Terbaru

Sambut Muktamar NU ke 35, UMKM Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan 1.000 Paket Z-Chicken
Sambut Muktamar NU ke 35, UMKM Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan 1.000 Paket Z-Chicken
MOJOKERTO — Lima pelaku usaha Z-Chicken binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan ikut mengambil bagian dalam perhelatan Muktamar ke-35 yang berlangsung mulai 27 Agustus 2026. Mereka menyiapkan sebanyak 1.000 paket nasi kotak Z-Chicken yang akan dibagikan di 10 titik lokasi. Setiap hari mulai 27 - 31 Agustus 2026, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut akan mempersiapkan nasi kotak mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan distribusi di sejumlah titik kegiatan. Keterlibatan Z-Chicken dalam kegiatan berskala besar ini menjadi salah satu gambaran perkembangan UMKM yang dibangun melalui program pemberdayaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Z-Chicken merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang mulai dikembangkan sejak 2021. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi diarahkan agar penerima manfaat mampu membangun dan mengembangkan usaha secara mandiri. Kini, setelah beberapa tahun berjalan, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut tidak hanya menjalankan usahanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga mulai mendapatkan kepercayaan untuk mengambil bagian dalam kegiatan masyarakat dengan skala yang lebih besar. Bagi lima penjual Z-Chicken yang terlibat dalam kegiatan Muktamar ke-35, kesempatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru. Mereka harus menjaga kualitas produk, memenuhi jumlah pesanan, serta memastikan seluruh paket siap didistribusikan sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan. Penanggung jawab kegiatan, Ayu Isna Khariroh, mengatakan keterlibatan para penjual Z-Chicken dari Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan Muktamar menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa UMKM binaan BAZNAS mampu tumbuh dan mengambil peran dalam kegiatan yang lebih besar. “Kami ingin Z-Chicken tidak hanya dikenal sebagai program bantuan usaha, tetapi benar-benar menjadi usaha yang tumbuh dan bisa memberikan kontribusi. Kesempatan menyiapkan 1.000 paket untuk kegiatan Muktamar ini menjadi pengalaman penting bagi para penjual,” ujar Ayu. Menurutnya, tantangan utama bukan hanya menyiapkan makanan dalam jumlah besar, tetapi juga menjaga kualitas dan ketepatan waktu. Karena itu, para pelaku usaha melakukan persiapan agar proses produksi dan distribusi dapat berjalan dengan baik selama lima hari pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan lima pelaku usaha Z-Chicken ini sekaligus menunjukkan arah pemberdayaan zakat yang ingin dibangun BAZNAS Kabupaten Mojokerto: mustahik tidak selamanya berada pada posisi menerima bantuan, tetapi didorong untuk tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu mengambil bagian dalam berbagai kesempatan ekonomi. Dari program yang berawal sebagai bantuan pemberdayaan pada 2021, kini Z-Chicken mulai menemukan ruangnya sebagai UMKM yang mampu melayani kebutuhan kegiatan dengan jumlah pesanan yang cukup besar. Muktamar ke-35 pun menjadi momentum tersendiri bagi para pelaku Z-Chicken Mojokerto untuk membuktikan bahwa pemberdayaan zakat bukan hanya tentang memberi modal, tetapi tentang membangun kemampuan hingga penerima manfaat mampu berdiri dengan usahanya sendiri.
BERITA26/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Kunjungi Kediaman Pak Sutarno, Gus Bupati Serahkan Bantuan Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Kecamatan Trawas
Kunjungi Kediaman Pak Sutarno, Gus Bupati Serahkan Bantuan Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Kecamatan Trawas
MOJOKERTO — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Bupati Mojokerto mengunjungi kediaman Bapak Sutarno, sekaligus menyerahkan bantuan untuk pembangunan rumah yang lebih layak bagi keluarganya. Sutarno merupakan warga desa Ngoro yang tinggal Desa Srigading, Ngoro tapi kesehariannya bergaul dengan warga desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Ia tinggal bersama istri dan empat anaknya. Kondisi rumah yang ditempati saat ini tergolong sangat tidak layak huni, dengan bangunan sederhana yang menyatu dengan kandang kambing sehingga kondisi lingkungan rumah kurang sehat dan kurang layak untuk ditempati keluarga. Dalam kunjungan tersebut(19/8/2026), Bupati Mojokerto didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait, di antaranya Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disdukcapil, Kepala DPRKP2, Camat Trawas, Camat Ngoro, serta Kabag Kesra. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kebutuhan di lapangan. Untuk membantu pembangunan rumah Sutarmo, BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan sebesar Rp25 juta melalui program Rutilahu, yang dilaksanakan bekerja sama dengan MWCNU Trawas. Tidak berhenti pada bantuan BAZNAS, MWCNU Trawas juga memberikan dukungan bantuan sebesar Rp25 juta. Dengan demikian, kolaborasi tersebut menghadirkan dukungan total sebesar Rp50 juta untuk membantu mewujudkan rumah yang lebih layak bagi keluarga Sutarmo. Bupati Mojokerto, Gus Barra bersama kepala perangkat daerah juga memastikan bahwa keluarga pak sutarno mendapatkan program-program dari pemerintah terkait hal mendasar dalam bidang kesehatan, sosial dan pendidikan. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menyampaikan “Program Rutilahu ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat kembali kepada masyarakat. Namun yang lebih penting, program ini tidak berjalan sendiri. Ketika BAZNAS, MWCNU, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak bersama, bantuan yang diberikan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya semakin besar,” ungkapnya. Menurutnya, kolaborasi dengan MWCNU Trawas menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memperkuat peran kelembagaan di tingkat kecamatan. Kondisi Sutarmo sebelumnya menunjukkan keterbatasan ekonomi yang cukup berat. Ia bekerja sebagai buruh tani dan merawat beberapa kambing milik orang lain, dengan penghasilan yang tidak tetap dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Sutarmo menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada Gus Bupati, BAZNAS, MWCNU, dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Sutarmo. Kunjungan Bupati Mojokerto bersama jajaran OPD terkait sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tertangani, sementara lembaga seperti BAZNAS dan organisasi masyarakat turut menghadirkan sumber daya serta kepedulian dari masyarakat. Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun ekosistem zakat yang tidak hanya kuat dalam penghimpunan, tetapi juga nyata dalam menghadirkan manfaat. Satu rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Tetapi bagi keluarga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan, rumah yang layak adalah tempat tumbuhnya kesehatan, kenyamanan, dan harapan baru.
BERITA20/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Kambing Bergulir Tumbuh Berkelanjutan, Program Kampung Akhlak Perkuat Kemandirian dan Keagamaan Mustahik
Kambing Bergulir Tumbuh Berkelanjutan, Program Kampung Akhlak Perkuat Kemandirian dan Keagamaan Mustahik
Mojokerto — Program Kampung Akhlak melalui Zakat Community Development (ZCD) terus mendorong peningkatan kesejahteraan penerima manfaat secara menyeluruh, tidak hanya melalui penguatan ekonomi, tetapi juga melalui pendampingan sosial dan keagamaan. Pada Senin, 10 Agustus 2026, tim pendamping melakukan monitoring perkembangan ternak kambing milik penerima manfaat Program Kambing Bergulir di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan dilakukan kepada Bapak Suwito, salah satu anggota kelompok penerima manfaat program. Dari hasil monitoring, perkembangan ternak menunjukkan hasil yang cukup baik. Bapak Suwito yang pada awal program menerima 1 ekor kambing indukan, kini telah berkembang menjadi 6 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, 2 ekor telah terjual, sementara 1 ekor kambing betina telah melahirkan 1 cempe dan 2 ekor kambing lainnya dalam kondisi bunting. Sementara itu, indukan awal yang diterima dari program juga telah berhasil digulirkan kepada penerima manfaat berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme Kambing Bergulir mulai menciptakan efek berantai, di mana manfaat program tidak berhenti pada satu keluarga, tetapi terus diperluas kepada penerima manfaat lainnya. Selain melakukan monitoring ternak, pendamping juga melakukan silaturahmi dan dialog bersama Bapak Suwito dan keluarga. Pendampingan tersebut mencakup kondisi keluarga serta perkembangan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan Program Kampung Akhlak. Dalam aspek keagamaan, terdapat perkembangan positif pada Bapak Suwito. Ia menyampaikan bahwa saat ini semakin rutin mengikuti salat berjamaah di masjid dan aktif mengikuti kegiatan belajar mengaji bersama kelompok lansia. Setelah melalui proses belajar secara bertahap, kemampuan membaca Al-Qur'an beliau kini telah berkembang hingga mampu membaca Al-Qur'an. Bapak Suwito juga aktif mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Semangat serupa turut ditunjukkan oleh istrinya yang saat ini masih belajar membaca Al-Qur'an melalui buku Iqra'. Meskipun masih berada pada tahap awal, semangat untuk terus belajar menjadi bagian penting dari proses penguatan kehidupan keagamaan keluarga. Perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan melalui ZCD tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan penerima manfaat, tetapi juga membangun kemandirian, kepedulian sosial, serta penguatan spiritual keluarga. Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan melalui monitoring perkembangan ternak, khususnya terhadap dua ekor kambing yang sedang bunting, sekaligus mendorong penerima manfaat untuk menjaga kesehatan ternak, kualitas pakan, dan kebersihan kandang. Pendamping juga akan melanjutkan pembinaan sosial dan keagamaan keluarga agar semangat mengikuti kegiatan keagamaan serta belajar membaca Al-Qur'an dapat dipertahankan secara konsisten. Melalui Program Kampung Akhlak, ZCD terus berupaya menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan: ternak berkembang, ekonomi tumbuh, manfaat bergulir, dan akhlak semakin kuat.
BERITA14/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni untuk Keluarga Syamsul Ma’arif di Payungrejo
Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni untuk Keluarga Syamsul Ma’arif di Payungrejo
MOJOKERTO — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan dalam pelaksanaan program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) BAZNAS Kabupaten Mojokerto Tahun 2026. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, pembangunan rumah milik Bapak Syamsul Ma’arif dan Ibu Winarti, warga Dusun Blumbang RT 01/RW 07, Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai dilaksanakan. Rumah yang sebelumnya merupakan bangunan sederhana berbahan bambu tersebut akan dibangun kembali agar keluarga penerima manfaat dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman. Pembangunan ini mendapatkan dukungan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui bantuan sebesar Rp25 juta. Namun, pelaksanaannya tidak hanya bertumpu pada bantuan dana. Sejumlah pihak turut mengambil bagian melalui semangat gotong royong. Relawan BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama Pemerintah Desa Payungrejo, keluarga penerima manfaat, serta warga dan tetangga sekitar terlibat langsung dalam proses awal pembangunan. Mereka bergotong royong membongkar rumah lama dan melakukan penggalian tanah untuk pondasi. Bahkan, dukungan masyarakat juga hadir dalam bentuk material. Salah seorang warga turut memberikan bantuan lima sak semen untuk mendukung proses pembangunan rumah tersebut. Keterlibatan masyarakat ini menunjukkan bahwa program Rutilahu bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan. Di dalamnya terdapat kepedulian dan kebersamaan warga untuk membantu sesama agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih baik. Relawan BAZNAS Kecamatan Kutorejo, Ali Muntoha, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan. “Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Bukan hanya membantu tenaga, tetapi ada juga yang memberikan material. Ini menunjukkan bahwa ketika ada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, warga dengan sendirinya ikut merasa memiliki dan ingin membantu,” ungkap Ali. Menurutnya, gotong royong seperti ini juga membuat bantuan BAZNAS memiliki daya ungkit yang lebih besar. Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada nilai nominal, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat. Sementara itu, Bapak Syamsul Ma’arif, penerima manfaat program Rutilahu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian BAZNAS serta kepedulian warga sekitar. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan semua warga yang sudah membantu. Tidak menyangka banyak yang ikut membantu, mulai dari membongkar rumah sampai menggali pondasi. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Syamsul. Pembangunan rumah Syamsul Ma’arif dan Winarti menjadi salah satu wujud nyata bahwa zakat yang dihimpun melalui BAZNAS dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung. Lebih dari sekadar membangun rumah, program Rutilahu juga mempertemukan zakat, kepedulian lembaga, dan kekuatan gotong royong masyarakat dalam satu ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat. Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir gotong royong. Dan dari gotong royong, sebuah keluarga kembali memiliki harapan.
BERITA13/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Anugerahkan Tokoh Penggerak Zakat dan Mitra Strategis pada HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Anugerahkan Tokoh Penggerak Zakat dan Mitra Strategis pada HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit
Mojokerto — BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam membangun budaya zakat dan memperkuat kolaborasi sosial di Kabupaten Mojokerto. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto, di kantor PERUMDAM Mojopahit, Jalan Pahlawan, Mojosari, Selasa (11/8/2026). Dua penghargaan diberikan BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada kesempatan tersebut. Pertama, Anugerah Tokoh Penggerak Zakat 2026 yang diberikan kepada Bapak Fayakun Hidayat, Direktur PERUMDAM Mojopahit, atas dedikasi dan kepeloporannya dalam membangun budaya zakat di lingkungan PERUMDAM Mojopahit sekaligus memperkuat sinergi bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Kedua, Anugerah Mitra Strategis BAZNAS 2026 diberikan kepada PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto atas komitmen, konsistensi, dan kolaborasinya dalam penghimpunan zakat dan infak serta pelaksanaan berbagai program sosial bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, dan disaksikan oleh Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Albarra, Lc, M. hum, Wakil Bupati Mojokerto dr. Rizal Octavian, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuhroh, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, penghargaan tersebut bukan sekadar apresiasi kepada individu maupun institusi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi bentuk penghormatan terhadap ikhtiar bersama dalam menjadikan zakat sebagai bagian dari budaya kelembagaan sekaligus instrumen untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. Direktur PERUMDAM Mojopahit, Fayakun Hidayat, SH., menyampaikan bahwa zakat dan infak merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu terus ditumbuhkan di lingkungan perusahaan. “Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Bagi kami, penghargaan ini bukan semata-mata untuk pribadi maupun PERUMDAM, tetapi menjadi pengingat bahwa apa yang kita miliki juga terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan,” ungkapnya. Menurutnya, kerja sama dengan BAZNAS akan terus diperkuat agar kontribusi zakat dan infak dari lingkungan PERUMDAM dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa PERUMDAM Mojopahit merupakan salah satu mitra yang telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung gerakan zakat di Kabupaten Mojokerto. “Kami memberikan penghargaan ini karena ada keteladanan yang layak diapresiasi. Pak Fayakun tidak hanya menunaikan zakat, tetapi juga ikut membangun budaya zakat di lingkungan lembaga yang beliau pimpin. Demikian pula PERUMDAM Mojopahit, yang secara konsisten sejak tahun 2019 telah membangun sinergi bersama BAZNAS,” ujarnya. Ia menambahkan, pengelolaan zakat tidak akan berkembang hanya dengan mengandalkan lembaga amil. Dibutuhkan tokoh-tokoh yang memberikan keteladanan dan lembaga-lembaga yang bersedia menjadi mitra strategis. “Zakat akan menjadi kekuatan besar ketika tumbuh menjadi budaya bersama. Karena itu, BAZNAS tidak ingin berjalan sendiri. Kami ingin mempertemukan orang-orang yang memiliki kepedulian, lembaga yang memiliki komitmen, dan program yang benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tambahnya.» Sinergi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Mojopahit selama ini tidak berhenti pada penghimpunan zakat dan infak. Kolaborasi juga diarahkan pada pelaksanaan program sosial dan pemberdayaan masyarakat, sehingga dana yang dihimpun dapat kembali kepada masyarakat Mojokerto dalam bentuk program yang terukur dan tepat sasaran. Momentum HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari capaian pelayanan dan kinerja organisasi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui penghargaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semakin banyak tokoh dan lembaga yang tergerak untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari budaya kelembagaan.
BERITA11/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Jajaki Kolaborasi dengan Lapas Kelas IIB Mojokerto untuk Perkuat Program Pembinaan dan Pemberdayaan
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Jajaki Kolaborasi dengan Lapas Kelas IIB Mojokerto untuk Perkuat Program Pembinaan dan Pemberdayaan
MOJOKERTO – BAZNAS Kabupaten Mojokerto menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto pada Rabu (5/8/2026) di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Pertemuan yang berlangsung pukul 10.30–12.00 WIB ini dihadiri perwakilan Lapas Kelas IIB Mojokerto, yakni Kasi Pembinaan Bambang bersama Syukron. Sementara dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto, rombongan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad didampingi Wakil Ketua I H. Samiadi, Wakil Ketua II Soegeng Mawardi, dan Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Pertemuan berlangsung hangat dengan membahas berbagai peluang kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Mojokerto dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, khususnya dalam mendukung program pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan, kemandirian, serta kesempatan untuk kembali berdaya di tengah masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Kasi Pembinaan Lapas Kelas IIB Mojokerto, Bambang, menyampaikan bahwa sinergi dengan BAZNAS diharapkan dapat memperkuat pembinaan warga binaan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata. "Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan program pembinaan yang lebih produktif dan berkelanjutan, sehingga warga binaan memiliki bekal yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,"ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, BAZNAS selalu terbuka untuk membangun kemitraan dengan berbagai pihak dalam rangka memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. "BAZNAS memiliki komitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang inklusif. Kami melihat adanya potensi kerja sama yang baik dengan Lapas Kelas IIB Mojokerto sehingga ke depan dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan maupun masyarakat secara luas," ungkap Zamroni. Melalui pertemuan ini, kedua lembaga berharap komunikasi dan koordinasi dapat terus berlanjut sehingga berbagai peluang kolaborasi yang telah dibahas dapat diwujudkan dalam program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya pemberdayaan yang berkelanjutan.
BERITA07/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Berawal dari Laporan Relawan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Trawas Siap Bantu Buruh Tani yang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni
Berawal dari Laporan Relawan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Trawas Siap Bantu Buruh Tani yang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni
Mojokerto – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh relawan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Berawal dari informasi masyarakat tentang sebuah rumah yang tidak layak huni di wilayah perbatasan Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Trawas, relawan BAZNAS segera melakukan penelusuran untuk memastikan kondisi calon penerima manfaat. Survei dilakukan oleh Relawan BAZNAS Kecamatan Trawas, Cak Khusairi. Hasilnya, rumah tersebut dihuni oleh Sutarno, seorang buruh tani yang juga merawat kambing titipan milik orang lain. Selama lebih dari lima tahun, ia bersama istri dan tiga anaknya yang masih bersekolah tinggal di rumah tersebut dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Meski telah menerima bantuan PKH dan memiliki KIS, kondisi tempat tinggalnya masih jauh dari kata layak. Secara administrasi, Sutarno merupakan warga desa Ngoro Kecamatan Ngoro. Namun rumah yang ditempatinya saat ini berada di Desa Srigading, Kecamatan Ngoro, yang lokasinya lebih dekat dengan Kecamatan Trawas. Dalam kesehariannya pun ia lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat Desa Seloliman, Kecamatan Trawas. Relawan BAZNAS Kecamatan Trawas, Cak Khusairi, mengatakan bahwa kondisi rumah Sutarno memang membutuhkan perhatian bersama. "Saat kami melakukan survei, kami melihat langsung kondisi rumah yang sudah sangat memprihatinkan. Dengan penghasilan sebagai buruh tani, tentu sangat berat bagi Pak Sutarno untuk memperbaiki rumahnya sendiri. Karena itu kami berharap semakin banyak pihak yang ikut membantu," ujarnya. Informasi tersebut kemudian mendapat perhatian dari pengurus MWCNU Trawas. Bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto, pemerintah desa, para relawan, dan masyarakat sekitar, langkah-langkah gotong royong mulai disiapkan agar keluarga Sutarno dapat segera memiliki rumah yang lebih layak untuk dihuni. Zamroni Ahmad, Ketua Baznas mengatakan : "Kolaborasi ini akan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari sebuah informasi sederhana. Ketika masyarakat, relawan, dan berbagai lembaga bergerak bersama, harapan baru pun hadir bagi keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan". "BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semangat gotong royong seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaat kepedulian dan kebersamaan." tutupnya
BERITA06/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Koordinasi Bersama Sekolah untuk Penetapan Calon Penerima Program Tebus Ijazah 2026
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Koordinasi Bersama Sekolah untuk Penetapan Calon Penerima Program Tebus Ijazah 2026
MOJOKERTO – BAZNAS Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Koordinasi dengan Sekolah untuk Calon Penerima Program Tebus Ijazah Tahun 2026 yang bertempat di Aula Gedung Dekopinda, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini dihadiri oleh 99 kepala sekolah dan guru dari jenjang SMP/MTs serta SMA/SMK/MA se-Kabupaten Mojokerto yang menjadi mitra dalam pelaksanaan program. Kegiatan koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait mekanisme verifikasi, penetapan calon penerima manfaat, serta memastikan proses penyaluran bantuan Tebus Ijazah berjalan tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Melalui sinergi antara BAZNAS dan pihak sekolah, diharapkan siswa yang terkendala mengambil ijazah karena keterbatasan ekonomi dapat segera memperoleh hak pendidikannya. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Tebus Ijazah merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda. Menurutnya, ijazah bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan kunci bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. "Program Tebus Ijazah adalah ikhtiar bersama untuk membuka kembali harapan anak-anak kita. Kami berharap melalui koordinasi ini, seluruh sekolah dapat berperan aktif memastikan bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang membutuhkan. Dengan kolaborasi yang baik, insyaallah tidak ada lagi anak yang terhambat masa depannya hanya karena belum dapat mengambil ijazah," ujar H. Zamroni Ahmad. Ia juga mengapresiasi kehadiran dan komitmen seluruh kepala sekolah serta guru yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Menurutnya, keberhasilan Program Tebus Ijazah tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara BAZNAS, sekolah, pemerintah daerah, serta para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Melalui kegiatan koordinasi ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap proses verifikasi hingga penetapan penerima Program Tebus Ijazah Tahun 2026 dapat berjalan secara objektif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan maupun meraih kesempatan kerja dengan lebih baik.
BERITA05/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Sarjana Pertama Program SKSS BAZNAS Kabupaten Mojokerto Lulus Cumlaude dan Langsung Bekerja, Khadijah Sofia Jadi Inspirasi Kebangkitan Mustahik
Sarjana Pertama Program SKSS BAZNAS Kabupaten Mojokerto Lulus Cumlaude dan Langsung Bekerja, Khadijah Sofia Jadi Inspirasi Kebangkitan Mustahik
MOJOKERTO – BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dengan menyerahkan bantuan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) kepada mahasiswa jenjang Strata 1 (S1). Program ini menjadi salah satu ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu agar mampu meraih masa depan yang lebih baik. BAZNAS Kabupaten Mojokerto turut menghadirkan kisah inspiratif dari Khadijah Sofia Safienta Nur Rahma, mahasiswa penerima Beasiswa SKSS yang berhasil mencatat sejarah sebagai sarjana pertama penerima Program SKSS BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang menyelesaikan pendidikan hingga lulus. Prestasi Khadijah menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu menghadirkan perubahan kehidupan. Selama menempuh pendidikan, Khadijah dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun organisasi. Berkat kerja keras dan dedikasinya, ia berhasil menyelesaikan studi dengan predikat Cumlaude. Bahkan, sebelum prosesi wisuda dilaksanakan, Khadijah telah dipercaya bekerja di sebuah perusahaan, membuktikan bahwa penerima manfaat program SKSS mampu bersaing di dunia kerja sejak dini. Keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa penerima beasiswa lainnya agar terus berprestasi, menjaga semangat belajar, serta memanfaatkan bantuan zakat secara optimal sebagai bekal membangun masa depan. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa kisah Khadijah merupakan buah dari sinergi antara semangat penerima manfaat, dukungan keluarga, dan amanah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS. "Khadijah Sofia Safienta Nur Rahma adalah bukti nyata bahwa zakat tidak hanya membantu seseorang menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu mengubah masa depan. Kami bersyukur karena beliau menjadi lulusan pertama Program SKSS BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang berhasil meraih gelar sarjana dengan predikat Cumlaude dan bahkan telah memperoleh pekerjaan sebelum wisuda. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa penerima SKSS untuk terus berprestasi, menjaga amanah para muzaki, dan kelak menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat serta menjadi muzaki di masa depan." ujar Zamroni Ahmad. Melalui Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus berkomitmen mencetak generasi unggul, mandiri, dan berdaya saing. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan perguruan tinggi, tetapi juga melahirkan agen perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
BERITA04/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Renovasi Mushola Al-Khayat Sebesar Rp5 Juta
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Renovasi Mushola Al-Khayat Sebesar Rp5 Juta
Mojokerto, Selasa (28/7/2026) – BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sarana ibadah melalui penyaluran bantuan renovasi tempat ibadah kepada Mushola Al-Khayat sebesar Rp5.000.000. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto kepada perwakilan panitia renovasi sebagai bentuk dukungan terhadap penyediaan fasilitas ibadah yang lebih layak, nyaman, dan representatif bagi masyarakat. Program Renovasi Mushola Al-Khayat berlokasi di Balai Dusun Kemantren Wetan RT 13 RW 12, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Renovasi ini meliputi perluasan tempat ibadah, pembangunan tempat wudu pria dan wanita, toilet, gudang, serta penyediaan sound system guna meningkatkan kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah maupun berbagai kegiatan keagamaan. Bantuan diterima oleh Bapak Ali Usman selaku Ketua Panitia Renovasi Mushola Al-Khayat. Seluruh panitia berkomitmen mengawal pelaksanaan renovasi agar berjalan sesuai rencana sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Renovasi Mushola Al-Khayat memiliki total kebutuhan anggaran sebesar Rp31.161.000 yang dialokasikan untuk pekerjaan pemasangan keramik mushola, pembangunan atap teras, serta penggantian dan pemasangan pintu baru. Sumber pendanaan renovasi berasal dari kas Mushola Al-Khayat, donasi para dermawan, bantuan dari instansi pemerintah maupun swasta yang tidak mengikat, serta dukungan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Melalui bantuan ini, diharapkan proses Renovasi Mushola Al-Khayat dapat berjalan dengan lancar sehingga masyarakat segera memiliki tempat ibadah yang lebih luas, nyaman, dan representatif. Keberadaan mushola yang memadai juga diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan ibadah, pembelajaran Al-Qur'an, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Dusun Kemantren Wetan dan sekitarnya. Melalui program bantuan renovasi tempat ibadah ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus berkomitmen mengoptimalkan pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah dan tepat sasaran. Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendukung pembangunan sarana keagamaan, memperkuat syiar Islam, serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.
BERITA28/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
Hadirkan Program Pasang Baru Gratis dan Air Gratis bagi Masyarakat Tidak Mampu serta Keluarga Stunting
Hadirkan Program Pasang Baru Gratis dan Air Gratis bagi Masyarakat Tidak Mampu serta Keluarga Stunting
Mojokerto – PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali memperkuat sinergi pelayanan sosial melalui peluncuran Program Pasang Baru Gratis dan Air Gratis 10 m³ per bulan bagi masyarakat tidak mampu serta keluarga yang memiliki balita stunting. Program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih yang layak. Melalui program tersebut, penerima manfaat akan memperoleh fasilitas pemasangan sambungan baru pelanggan standar tanpa biaya, sekaligus pembebasan biaya pemakaian air hingga 10 meter kubik setiap bulan. Apabila penggunaan air melebihi batas tersebut, maka akan dikenakan tarif sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk mengikuti program ini, calon penerima diwajibkan melengkapi beberapa persyaratan administrasi, yaitu fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi rekening listrik, nomor telepon yang dapat dihubungi (jika ada), serta Surat Keterangan Tidak Mampu dari pemerintah desa atau Surat Keterangan Keluarga Stunting dari desa. Seluruh dokumen dapat dikirim melalui layanan WhatsApp sehingga memudahkan proses pendaftaran. Selain persyaratan administrasi, terdapat sejumlah ketentuan teknis yang harus dipenuhi. Sambungan menggunakan pipa dan meter air berdiameter ½ inci dengan panjang pipa maksimal lima meter. Jaringan air harus tersedia di depan rumah, dan jalur pipa tidak diperkenankan melintasi jalan aspal, beton, paving, maupun jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, provinsi, atau nasional. Khusus kategori masyarakat tidak mampu, usia pemohon minimal 50 tahun, tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap setiap bulan, serta dinyatakan layak berdasarkan hasil survei lapangan. Sementara itu, untuk kategori stunting, program diperuntukkan bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi stunting dan memenuhi hasil verifikasi serta survei kelayakan. Program ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Direktur PERUMDAM Mojopahit Tahun 2026 dan menjadi salah satu upaya memperluas akses layanan air bersih kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, H. Lukman Hakim, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara lembaga pelayanan publik dan lembaga pengelola zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi antara PERUMDAM Mojopahit dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kami berharap masyarakat kurang mampu dan keluarga stunting dapat memperoleh akses air bersih yang lebih mudah, sehingga beban pengeluaran rumah tangga dapat berkurang dan kualitas kesehatan keluarga semakin meningkat. Inilah bentuk nyata bahwa zakat dapat bersinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat," ujar H. Lukman Hakim. Masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan pendaftaran atau memperoleh informasi lebih lanjut melalui layanan WhatsApp di nomor 0857-4666-6558.
BERITA23/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Dorong Penyelesaian Kendala RUTILAHU Melalui Musyawarah Lintas Sektoral
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Dorong Penyelesaian Kendala RUTILAHU Melalui Musyawarah Lintas Sektoral
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto menunda sementara pelaksanaan Program Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU) bagi salah satu calon penerima manfaat di Desa Temon, Kecamatan Trowulan. Penundaan dilakukan setelah proses verifikasi menemukan adanya persoalan terkait status kepemilikan tanah yang akan dijadikan lokasi pembangunan. Hasil klarifikasi menunjukkan adanya perbedaan keterangan mengenai kepemilikan sebagian tanah tersebut. Di satu sisi, calon penerima manfaat menyatakan tanah telah menjadi hak keluarganya melalui proses jual beli. Namun di sisi lain, terdapat ahli waris yang menyatakan belum mengetahui maupun menyetujui transaksi tersebut sehingga keberatan apabila tanah digunakan sebagai lokasi pembangunan. Atas kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto mengambil langkah kehati-hatian dengan menunda pelaksanaan pembangunan hingga terdapat kepastian hukum atau kesepakatan dari seluruh pihak. Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi sengketa di kemudian hari sekaligus memastikan setiap program bantuan terlaksana secara tertib administrasi dan tepat sasaran. Menindaklanjuti hal tersebut, BPBD Kabupaten Mojokerto menginisiasi rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan seluruh pihak terkait : DPRKP2, BAZNAS, Pemerintah Desa Temon, Camat Trowulan, PT. MAJATAMA Persero, YBM PLN UPN 3 Mojokerto dan calon penerima manfaat untuk melakukan klarifikasi dan mencari solusi melalui musyawarah. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa BAZNAS berkomitmen menyalurkan bantuan kepada mustahik, namun setiap program harus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan kepastian hukum, transparansi, dan kemaslahatan bersama. BAZNAS berharap musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan sehingga Program RUTILAHU dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi penerima tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
BERITA20/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Verifikasi dan Matangkan Rencana Program Pemberdayaan Kader PKK
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Verifikasi dan Matangkan Rencana Program Pemberdayaan Kader PKK
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto menerima kunjungan Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto dalam rangka pembahasan dan verifikasi usulan Program Bantuan Modal dan Peralatan Usaha bagi kader PKK dari keluarga kurang mampu. Pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada 13 Juli 2026 ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto beserta jajaran, serta perwakilan Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses verifikasi administrasi sekaligus penyamaan persepsi sebelum program dilaksanakan. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa setiap usulan program yang masuk perlu dilakukan verifikasi secara menyeluruh agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran, sesuai ketentuan pendayagunaan zakat, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para penerima manfaat. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan, mulai dari kriteria peserta, bentuk bantuan yang akan diberikan, mekanisme penyaluran, hingga sistem pendampingan pasca pemberian bantuan. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan program dapat berjalan secara maksimal, akuntabel, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi keluarga. Wakil Ketua TP. PKK, Bu Wulan, menyatakan : "Program ini diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha produktif melalui bantuan modal dan peralatan usaha bagi 40 kader PKK yang telah mengikuti pelatihan keterampilan. Diharapkan, keterampilan yang telah dimiliki para peserta dapat berkembang menjadi usaha yang mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga." Melalui sinergi antara BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, diharapkan program pemberdayaan ini dapat terlaksana dengan baik, menjadi ikhtiar bersama dalam mengurangi kemiskinan, serta memperluas manfaat zakat melalui program-program yang produktif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
BERITA13/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
Kolaborasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Majapahit Wujudkan Rumah Layak Huni, Gus Barra Serahkan Langsung kepada Pak Kaspan Warga Desa Greyol
Kolaborasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Majapahit Wujudkan Rumah Layak Huni, Gus Barra Serahkan Langsung kepada Pak Kaspan Warga Desa Greyol
MOJOKERTO – BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama PERUMDAM Majapahit terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU). Sebagai wujud nyata kolaborasi tersebut, dilakukan penyerahan rumah layak huni kepada Pak Kaspan warga Desa Greyol, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Rabu (8/7/2026). Penyerahan rumah dilaksanakan secara langsung oleh Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum.(Gus Barra), didampingi Direktur PERUMDAM Majapahit Fayakun Hidayat, S.H., serta jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yaitu MK. Muhailili, H. Samiadi, dan Soegeng Mawardi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang menyambut penuh rasa syukur atas terwujudnya bantuan rumah layak huni bagi penerima manfaat. Dalam sambutannya, Gus Barra menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Majapahit atas kolaborasi yang telah terjalin dalam menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat kurang mampu. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan BUMD merupakan langkah nyata dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga menjadi pondasi bagi sebuah keluarga untuk hidup lebih sehat, aman, dan bermartabat. Saya berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Kabupaten Mojokerto yang merasakan manfaatnya," ujar Gus Barra. Direktur PERUMDAM Majapahit, Fayakun Hidayat, S.H., mengatakan bahwa keterlibatan PERUMDAM dalam Program RUTILAHU merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat melalui program tanggung jawab sosial. Ia berharap kolaborasi bersama BAZNAS dapat terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi warga yang membutuhkan. "Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari pelayanan yang diberikan, tetapi juga dari kontribusinya kepada masyarakat. Semoga rumah ini membawa kebahagiaan dan semangat baru bagi keluarga penerima manfaat," ungkapnya. Sementara itu, mewakili Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK. Muhailili menyampaikan bahwa Program RUTILAHU merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup mustahik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan para muzaki, para mitra, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PERUMDAM Majapahit dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Amanah tersebut kami salurkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata, salah satunya Program RUTILAHU. Semoga sinergi ini terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kehidupan yang lebih layak," tuturnya. Melalui Program RUTILAHU, BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama PERUMDAM Majapahit berharap dapat terus menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
BERITA13/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO SERAHKAN BANTUAN GUNA MENDUKUNG PEMBINAAN QARI DAN QARIAH
BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO SERAHKAN BANTUAN GUNA MENDUKUNG PEMBINAAN QARI DAN QARIAH
Mojokerto, 8 Juli 2026, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Mojokerto sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan syiar Al-Qur'an serta pembinaan qari, qariah, hafiz, dan hafizah di Kabupaten Mojokerto. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mendukung program-program keagamaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Melalui sinergi dengan LPTQ, diharapkan pembinaan generasi Qur'ani dapat terus ditingkatkan sehingga mampu melahirkan insan-insan yang tidak hanya unggul dalam tilawah dan hafalan Al-Qur'an, tetapi juga berakhlak mulia. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menyampaikan bahwa zakat tidak hanya diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan sosial dan ekonomi, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat aspek keagamaan serta membangun karakter umat melalui berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan LPTQ Kabupaten Mojokerto semakin optimal dalam melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan, pelatihan, dan persiapan menghadapi ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) di berbagai tingkatan. Peduli Sesama, Percaya BAZNAS. BAZNAS Kabupaten Mojokerto – Dari Mojokerto, untuk Mojokerto.
BERITA13/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kota Mojokerto Lakukan Studi Pengelolaan Balai Ternak di Balai Ternak Gembala Sejahtera Kabupaten Mojokerto
BAZNAS Kota Mojokerto Lakukan Studi Pengelolaan Balai Ternak di Balai Ternak Gembala Sejahtera Kabupaten Mojokerto
MOJOKERTO, 6 Juli 2026 – Balai Ternak Gembala Sejahtera Kabupaten Mojokerto menerima kunjungan studi dari jajaran BAZNAS Kota Mojokerto pada Senin (6/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.30 WIB ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan balai ternak berbasis pemberdayaan masyarakat. Kunjungan dipimpin oleh Wakil Ketua BAZNAS Kota Mojokerto, Drs. H. Muhtadi, didampingi staf BAZNAS Kota Mojokerto serta Bapak Wahyudi selaku Lurah Kelurahan Blooto Kota Mojokerto. Kedatangan rombongan disambut oleh anggota Kelompok Balai Ternak Gembala Sejahtera yang kemudian memaparkan berbagai aspek pengelolaan balai ternak. Dalam kegiatan tersebut, rombongan memperoleh penjelasan secara langsung mengenai sistem pengelolaan balai ternak, mulai dari pemeliharaan domba, proses pembuatan pakan, hingga pemanfaatan kotoran domba (kohe) yang diolah menjadi produk yang bernilai guna. Selain itu, peserta juga berdiskusi mengenai tata kelola kelompok serta strategi pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan. Kunjungan ini bertujuan sebagai studi pembelajaran untuk memperoleh referensi dan praktik terbaik yang nantinya akan diterapkan dalam pengembangan Program Balai Ternak di wilayah binaan BAZNAS Kota Mojokerto. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antar-BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Sebagai tindak lanjut, hasil kunjungan dan pembelajaran dari kegiatan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto sebagai bahan koordinasi dan penguatan program Balai Ternak ke depan.
BERITA08/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
PROGRAM TEBUS IJAZAH 2026 RESMI DIBUKA, BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO KEMBALI BANTU PELAJAR KURANG MAMPU
PROGRAM TEBUS IJAZAH 2026 RESMI DIBUKA, BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO KEMBALI BANTU PELAJAR KURANG MAMPU
Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Mojopahit Mojokerto kembali menghadirkan Program Tebus Ijazah Tahun 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap pelajar dari keluarga kurang mampu yang ijazahnya masih tertahan di sekolah akibat tunggakan administrasi. Program ini ditujukan untuk membantu siswa-siswi yang telah lulus namun belum dapat mengambil ijazah karena keterbatasan ekonomi. Melalui program kolaborasi ini, diharapkan para lulusan dapat memperoleh kembali haknya atas ijazah sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan. Penerima manfaat program harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya beragama Islam, merupakan warga Kabupaten Mojokerto, berasal dari keluarga mustahik (fakir/miskin), bukan lulusan tahun 2026, serta memiliki ijazah asli yang masih tertahan di sekolah karena tunggakan administrasi. Selain itu, calon penerima juga belum pernah menerima bantuan tebus ijazah dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan bersedia mengikuti seluruh proses verifikasi yang dilakukan. Pendaftaran program dilaksanakan secara daring pada 6–12 Juli 2026 melalui tautan bit.ly/tebusijazah2026. Selanjutnya, proses verifikasi oleh tim BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan berlangsung pada 13–26 Juli 2026. Pengumuman penerima manfaat direncanakan paling lambat 7 Agustus 2026 melalui akun Instagram @baznaskab.mojokerto, sedangkan penyerahan bantuan akan dilaksanakan paling lambat 15 Agustus 2026. BAZNAS Kabupaten Mojokerto mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk segera mendaftarkan diri dan melengkapi seluruh dokumen administrasi yang dibutuhkan. Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung akses pendidikan dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Kabupaten Mojokerto untuk meraih masa depan yang lebih baik. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi layanan BAZNAS Kabupaten Mojokerto di nomor 0851 3652 4800.
BERITA06/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
Balai Ternak Tirto Mulyo Serahkan Infak Hasil Penjualan Domba Kurban 2026 kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Balai Ternak Tirto Mulyo Serahkan Infak Hasil Penjualan Domba Kurban 2026 kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Mojokerto – Sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan penjualan domba kurban Tahun 2026, Kelompok Balai Ternak Tirto Mulyo, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, menyerahkan infak kelompok kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada Senin (29/6/2026). Penyerahan infak dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan dihadiri oleh Ketua Kelompok Balai Ternak Tirto Mulyo, Bapak Mustaqim, yang didampingi oleh dua orang anggota, yaitu Bapak Pono dan Bapak Ari selaku Sekretaris kelompok. Pada kesempatan tersebut, Kelompok Balai Ternak Tirto Mulyo menyerahkan infak sebesar Rp3.800.000 yang berasal dari sebagian hasil penjualan domba kurban Tahun 2026. Infak tersebut diterima secara langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Bapak MK Muhailili. Bapak MK Muhailili menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kepedulian anggota Balai Ternak Tirto Mulyo yang telah menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk berinfak. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bukti bahwa program pemberdayaan Balai Ternak tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi para peternak, tetapi juga berhasil menumbuhkan kesadaran spiritual, semangat berbagi, serta kepedulian sosial di kalangan anggota kelompok. "Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari meningkatnya pendapatan peternak, tetapi juga dari tumbuhnya budaya berinfak dan berbagi kepada sesama. Hal ini menjadi nilai penting yang terus didorong oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam setiap program pemberdayaan," ungkapnya. Beliau berharap Balai Ternak Tirto Mulyo dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi balai ternak binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto lainnya, seperti Balai Ternak Trawas, Trowulan, Jetis, serta Nawangsari Jatirejo, agar semangat berbagi dan keberkahan usaha terus tumbuh di setiap kelompok. BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan kepada para peternak domba binaan, baik yang tergabung dalam program Balai Ternak maupun yang berada di Kampung Akhlak ZCD Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo. Pembinaan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi mustahik sekaligus membentuk karakter yang religius, produktif, dan peduli terhadap sesama. Melalui penyerahan infak ini, Balai Ternak Tirto Mulyo menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya diwujudkan dalam peningkatan hasil produksi, tetapi juga melalui komitmen untuk berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan misi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam membangun pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan, mandiri, dan penuh keberkahan.
BERITA02/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
Balai Ternak Tirto Mulyo Kembangkan Pertanian Terpadu Berbasis Organik dan Ramah Lingkungan
Balai Ternak Tirto Mulyo Kembangkan Pertanian Terpadu Berbasis Organik dan Ramah Lingkungan
Mojokerto – Balai Ternak Tirto Mulyo binan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, terus memperkuat pengembangan sistem peternakan dan pertanian terpadu berbasis organik. Berbagai aktivitas produktif dilaksanakan bersama anggota kelompok pada Senin (29/6/2026), sebagai upaya menciptakan usaha yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Kegiatan diawali dengan pemanfaatan limbah peternakan melalui pengumpulan kotoran cair (kohe cair) domba. Sebanyak dua galon kohe cair berhasil dikumpulkan dan dibawa ke rumah kompos untuk diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Langkah ini menjadi bagian dari penerapan konsep zero waste, di mana limbah peternakan diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian. Selain itu, anggota kelompok juga melakukan perawatan terhadap 35 ekor ayam Jawa petelur yang saat ini telah memasuki masa produksi. Perawatan rutin dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mempertahankan produktivitas telur sebagai salah satu sumber pendapatan kelompok. Di sektor pertanian, anggota Balai Ternak melakukan pemeliharaan berbagai tanaman hortikultura, seperti kangkung, tomat, cabai, terong, dan bayam. Seluruh tanaman dibudidayakan menggunakan pupuk kompos organik hasil olahan limbah kandang tanpa menggunakan pupuk kimia. Meski cuaca cukup panas, tanaman tetap tumbuh subur. Saat ini terdapat enam guludan yang ditanami berbagai komoditas hortikultura sebagai bagian dari pengembangan pertanian organik berkelanjutan. Melalui sinergi antara peternakan dan pertanian, Balai Ternak Tirto Mulyo terus membangun sistem budidaya yang saling mendukung, mulai dari pemanfaatan limbah menjadi pupuk hingga peningkatan produktivitas ternak dan tanaman. Model ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok sekaligus menjadi contoh pengelolaan pertanian terpadu yang berkelanjutan bagi masyarakat. Sebagai tindak lanjut, kelompok akan melaksanakan pembersihan kandang dan pengangkatan kotoran ternak yang mulai menumpuk agar kebersihan kandang tetap terjaga serta mendukung kesehatan ternak secara optimal.
BERITA01/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Serahkan Laporan Pengelolaan DAM Haji 2026 kepada Kementerian Haji Kabupaten Mojokerto
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Serahkan Laporan Pengelolaan DAM Haji 2026 kepada Kementerian Haji Kabupaten Mojokerto
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyerahkan Laporan Pengelolaan DAM Haji Tahun 2026 kepada Kementerian Haji Kabupaten Mojokerto pada Senin (29/6/2026) pukul 13.00 WIB di Kantor Kementerian Haji Kabupaten Mojokerto. Penyerahan laporan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban sekaligus komitmen BAZNAS dalam mewujudkan tata kelola pengelolaan dana yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Laporan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, dan diterima oleh Plt. Kepala Kementerian Haji Kabupaten Mojokerto, Hilmi Faqih. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Haji dalam mendukung pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Mojokerto. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa penyampaian laporan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah dan kepercayaan publik melalui pengelolaan dana yang profesional serta dapat dipertanggungjawabkan. "Penyampaian laporan ini bukan hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga amanah. Kami berharap sinergi dengan Kementerian Haji Kabupaten Mojokerto terus terjalin dengan baik sehingga pelayanan kepada masyarakat, khususnya jamaah haji, semakin optimal," ujar Zamroni Ahmad. Sementara itu, Plt. Kepala Kementerian Haji Kabupaten Mojokerto, Hilmi Faqih, mengapresiasi komitmen BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam menyampaikan laporan pengelolaan DAM Haji secara tepat waktu dan akuntabel. "Kami menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto atas komitmennya dalam menerapkan tata kelola yang baik. Transparansi dan akuntabilitas seperti ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Semoga kolaborasi antara Kementerian Haji dan BAZNAS terus diperkuat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ungkap Hilmi Faqih. Melalui penyerahan laporan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan Dana Amanah Masyarakat (DAM) Haji, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Haji Kabupaten Mojokerto demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
BERITA30/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.

Lihat Daftar Rekening →