WhatsApp Icon
BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO APRESIASI WARGA BINAAN PENGHAFAL NADZAM IMRITHI DENGAN PEMBERIAN SARUNG

MOJOKERTO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi kepada warga binaan pemasyarakatan yang berhasil menghafal Nadzam Imrithi di Diniyah Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rabu (14/10/2026). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian sarung sebagai bentuk dukungan moral dan penghargaan atas semangat warga binaan dalam mempelajari ilmu agama, memperkuat keimanan, serta memperbaiki diri melalui proses pembinaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, pimpinan Kantor Kementerian Agama Kota dan Kabupaten Mojokerto, pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) Mojokerto, serta Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, S.Pd.I.

Partisipasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, termasuk warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Kepedulian tersebut menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas akhlak, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Apresiasi diberikan kepada warga binaan yang menunjukkan kesungguhan dalam menghafal Nadzam Imrithi, sebuah kitab nazam yang memuat kaidah-kaidah ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. Kegiatan menghafal ini menjadi bagian dari ikhtiar pembinaan keagamaan untuk menumbuhkan kedisiplinan, ketekunan belajar, dan kecintaan terhadap ilmu agama.

Pemberian sarung tidak sekadar menjadi bentuk bantuan, tetapi juga simbol perhatian, penghargaan, dan dukungan agar warga binaan terus bersemangat dalam belajar, beribadah, memperbaiki akhlak, serta membangun karakter yang lebih baik.

Keberhasilan menghafal Nadzam Imrithi menjadi momentum penting bahwa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa hukuman, melainkan juga kesempatan untuk menimba ilmu, memperkuat nilai-nilai spiritual, dan menumbuhkan harapan baru. Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan memiliki bekal ilmu dan karakter positif untuk kembali berperan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, S.Pd.I, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Bagi BAZNAS, kepedulian tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat sosial. Warga binaan juga merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Sarung yang kami berikan mungkin sederhana, tetapi kami berharap menjadi tanda bahwa mereka tetap dihargai dan tidak kehilangan harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat zakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui upaya menghadirkan kemaslahatan, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Apresiasi terhadap warga binaan yang tekun mempelajari dan menghafal ilmu agama merupakan bentuk dukungan terhadap proses perubahan positif yang sedang mereka jalani.

“Ketika seseorang mau belajar, menghafal, dan bersungguh-sungguh mendalami ilmu agama, itu merupakan langkah baik yang patut diapresiasi. Semoga hafalan Nadzam Imrithi ini tidak berhenti pada hafalan semata, tetapi juga menjadi pintu untuk semakin mencintai ilmu, memperbaiki akhlak, dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada warga binaan yang mengikuti pembinaan keagamaan di Diniyah Lapas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang telah memberikan perhatian kepada warga binaan melalui pemberian sarung sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka dalam menghafal Nadzam Imrithi. Dukungan ini sangat berarti dalam proses pembinaan karena dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar, memperdalam ilmu agama, dan memperbaiki diri,” ungkap Arifin Akhmad.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kabupaten Mojokerto, menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang mendorong perubahan perilaku, penguatan karakter, dan tumbuhnya optimisme. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa perhatian sosial dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus berproses menuju kehidupan yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semangat menuntut ilmu, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan semakin tumbuh. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Dengan dukungan yang tepat, warga binaan diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri, memperkuat keimanan, dan kembali ke masyarakat dengan membawa manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.

BAZNAS Menguatkan Indonesia. Zakat Menguatkan Sesama.

14/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kampung Zakat Tawangrejo Resmi Diserahkan, BAZNAS Dorong Kemandirian Mustahik melalui Pemberdayaan Peternakan

MOJOKERTO — Program Kampung Zakat di Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, resmi diserahkan pada Rabu, 30 September 2026. Program yang telah berjalan sejak 20 November 2024 tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi produktif dan pendampingan mustahik.

Program Kampung Zakat Tawangrejo pada awalnya dikembangkan melalui sektor peternakan kambing. Dari program tersebut tercatat sebanyak 32 ekor kambing dan 28 ekor anakan. Dalam proses pengembangannya, terdapat kambing yang mengalami kematian, yakni 7 ekor kambing dan 12 ekor anakan.

Selama pelaksanaan program, para penerima manfaat mendapatkan pengawasan dan pendampingan, terutama melalui penyuluh Kementerian Agama. Pendampingan juga melibatkan sejumlah pihak, termasuk LAZISNU dan Dinas Pertanian, guna memberikan penyuluhan serta membantu penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi peternak.

Dalam pelaksanaannya, LAZISNU turut berperan dalam membantu proses tukar tambah kambing yang mengalami masalah, termasuk ketika terdapat dua mustahik yang mengundurkan diri dari program. Langkah tersebut dilakukan agar aset program tetap dapat dimanfaatkan dan keberlanjutan pemberdayaan tetap terjaga.

Dari sisi pengelolaan keuangan, program Kampung Zakat tercatat memiliki total transaksi sekitar Rp135 juta, dengan dukungan dari BAZNAS sebesar Rp115 juta yang terdiri dari Rp75 juta dan Rp40 juta, serta dukungan Kementerian Agama sebesar Rp20 juta.

Selain sektor peternakan, program juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak 20 pelaku UMKM mendapatkan dukungan dengan nilai sekitar Rp21 juta. Selain itu, terdapat alokasi untuk santunan sebesar Rp5 juta dan bidang pendidikan sebesar Rp5 juta. Setelah berbagai kegiatan dilaksanakan, masih terdapat saldo sekitar Rp6 juta lebih.

Evaluasi pelaksanaan Kampung Zakat menunjukkan bahwa pendampingan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program. Pendampingan efektif selama kurang lebih enam bulan perlu diperkuat dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan pemerintah desa. Ke depan, keberadaan satgas desa dapat menjadi salah satu alternatif untuk memastikan program tetap berjalan setelah masa pendampingan berakhir.

Lebih dari sekadar memberikan bantuan modal atau aset, Kampung Zakat diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat, dari penerima bantuan menjadi masyarakat yang produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan.

Kasi Penzawa Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Imam Musta'in, S.Pd.I., menyampaikan bahwa keberlanjutan Kampung Zakat membutuhkan pendampingan yang konsisten dan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, program tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi harus diikuti dengan pembinaan agar masyarakat mampu mengelola bantuan tersebut secara produktif dan mandiri.

Sementara itu, Waka IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK. Muhailili, menekankan pentingnya perubahan mindset masyarakat dalam keberlanjutan program Kampung Zakat. “Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu berkembang menjadi masyarakat yang mandiri. Karena itu, pendampingan, penguatan usaha, dan sinergi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait harus terus dilakukan,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman Kampung Zakat Tawangrejo dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program pemberdayaan di wilayah lainnya. “Ke depan, kita perlu memperkuat sistem pendampingan dan memastikan ada pihak yang tetap mengawal program setelah masa pendampingan selesai. Dengan demikian, zakat yang disalurkan benar-benar memberikan dampak jangka panjang dan mampu mengubah mustahik menjadi lebih berdaya,” pungkasnya.

08/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Satu Tahun BMM Masjid Baitul Manshur, Nasabah Bertambah dari 50 Menjadi 72

MOJOKERTO — Satu tahun berjalan, Baznas Microfinance Masjid (BMM) Baitul Manshur, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, terus menunjukkan perkembangan. Dari semula 50 nasabah saat diluncurkan pada Oktober 2025, kini jumlah nasabah telah bertambah menjadi 72 orang.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam rapat laporan satu tahun perjalanan BMM Baitul Manshur yang dilaksanakan pada 7 Oktober 2026 di Kantor Takmir Masjid Baitul Manshur.

BMM Baitul Manshur diluncurkan pada Oktober 2025 oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Octovina. Program tersebut mengelola dana sebesar Rp150 juta yang dimanfaatkan untuk mendukung permodalan usaha masyarakat melalui skema pembiayaan mikro berbasis masjid.

Dalam perjalanan satu tahun, jumlah penerima manfaat terus bertambah. Dari 50 nasabah pada awal program, kini berkembang menjadi 72 nasabah. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan yang mudah dan dekat dengan lingkungan mereka.

Takmir Masjid Baitul Manshur menyampaikan bahwa keberadaan BMM tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan usaha, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar masjid untuk hadir dalam persoalan ekonomi jamaah dan masyarakat sekitar.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. BMM ini menjadi salah satu ikhtiar kami agar jamaah yang memiliki usaha bisa mendapatkan dukungan dan berkembang,” ungkap perwakilan Takmir Masjid Baitul Manshur.

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa perjalanan satu tahun BMM Baitul Manshur memberikan gambaran bahwa masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Yang kita lihat bukan hanya bertambahnya jumlah nasabah dari 50 menjadi 72. Yang lebih penting adalah bagaimana dana yang dikelola bisa terus berputar dan memberikan manfaat kepada semakin banyak masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, BMM merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengembangkan pendayagunaan dana zakat dan infak agar tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi instrumen pemberdayaan.

“Harapannya, para penerima manfaat tidak selamanya menjadi penerima. Mereka bisa tumbuh, usahanya berkembang, kemudian pada waktunya mampu mandiri. Jadi, dari masjid kita membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Yang menarik pinjaman sampai limit 3 juta di sini tanpa agunan, cukup keistiqomahan dalam berjamaah dan kesediaan mengikuti pengajian rutinan di masjid. ” tambahnya.

Laporan satu tahun BMM Baitul Manshur sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan program, mengevaluasi pengelolaan dana, serta menyusun langkah pengembangan ke depan.

Dengan bertambahnya jumlah nasabah menjadi 72 orang, BMM Baitul Manshur diharapkan semakin kuat sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis masjid di Kabupaten Mojokerto.

08/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS RI Monitoring Program RLHB 2026 di Kabupaten Mojokerto

MOJOKERTO — BAZNAS RI melakukan monitoring pelaksanaan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) tahun 2026 di Kabupaten Mojokerto (23/9/2026). 

Monitoring berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB dengan mengunjungi sejumlah titik penerima manfaat program RLHB. Tim BAZNAS RI, Siti Sundari, dalam kunjungan tersebut didampingi Amil Pelaksana BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Luqman Baroroh dan Akramin Dirga.

Program RLHB merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat BAZNAS melalui bantuan perbaikan rumah bagi keluarga mustahik agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman.

Pada tahun 2026, program RLHB BAZNAS RI menyasar empat titik di Kabupaten Mojokerto. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.

Siti Sundari, Tim Monitoring BAZNAS RI mengatakan, monitoring lapangan penting dilakukan agar program tidak hanya berhenti pada proses penyaluran bantuan, tetapi dapat dipastikan pelaksanaannya sesuai dengan tujuan program.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana bantuan RLHB ini diterima dan dimanfaatkan oleh mustahik. Rumah bukan hanya soal bangunan, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” ujar Siti Sundari.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan dengan baik di daerah.

Sementara itu, Amil Pelaksana BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Luqman Baroroh, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendampingi pelaksanaan program RLHB sejak proses identifikasi penerima, pembangunan, hingga monitoring.

“Kami berusaha memastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan mustahik. Yang kami harapkan bukan hanya rumahnya menjadi lebih layak, tetapi kehidupan keluarga penerima juga semakin nyaman dan memiliki harapan yang lebih baik,” jelas Luqman.

Ia menambahkan, keberadaan program RLHB menunjukkan bahwa zakat dapat dikelola menjadi program yang memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat.

Monitoring tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi bersama antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program pemberdayaan dan pendayagunaan zakat.

Sebab, bagi mustahik, rumah yang layak bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada tempat untuk pulang, tumbuh, dan menata kembali harapan.

06/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Jatim Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Terima Bantuan

MOJOKERTO — BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,2 juta liter secara serentak di sejumlah wilayah di Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.

Salah satu lokasi penyaluran bantuan berada di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad serta Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto Soegeng Mawardi.

Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya di daerah yang mengalami kesulitan air, agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, warga Kunjorowesi Suyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurut warga, bantuan air bersih sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kondisi sulitnya mendapatkan air.

 “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat membantu warga untuk kebutuhan sehari-hari, karena saat ini mendapatkan air bersih cukup sulit,” ungkap salah seorang warga.

Melalui penyaluran tersebut, BAZNAS berharap bantuan air bersih tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan sinergi dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di Jawa Timur.

05/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh

Berita Terbaru

BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO APRESIASI WARGA BINAAN PENGHAFAL NADZAM IMRITHI DENGAN PEMBERIAN SARUNG
BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO APRESIASI WARGA BINAAN PENGHAFAL NADZAM IMRITHI DENGAN PEMBERIAN SARUNG
MOJOKERTO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi kepada warga binaan pemasyarakatan yang berhasil menghafal Nadzam Imrithi di Diniyah Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rabu (14/10/2026). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian sarung sebagai bentuk dukungan moral dan penghargaan atas semangat warga binaan dalam mempelajari ilmu agama, memperkuat keimanan, serta memperbaiki diri melalui proses pembinaan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, pimpinan Kantor Kementerian Agama Kota dan Kabupaten Mojokerto, pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) Mojokerto, serta Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, S.Pd.I. Partisipasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, termasuk warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Kepedulian tersebut menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas akhlak, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Apresiasi diberikan kepada warga binaan yang menunjukkan kesungguhan dalam menghafal Nadzam Imrithi, sebuah kitab nazam yang memuat kaidah-kaidah ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. Kegiatan menghafal ini menjadi bagian dari ikhtiar pembinaan keagamaan untuk menumbuhkan kedisiplinan, ketekunan belajar, dan kecintaan terhadap ilmu agama. Pemberian sarung tidak sekadar menjadi bentuk bantuan, tetapi juga simbol perhatian, penghargaan, dan dukungan agar warga binaan terus bersemangat dalam belajar, beribadah, memperbaiki akhlak, serta membangun karakter yang lebih baik. Keberhasilan menghafal Nadzam Imrithi menjadi momentum penting bahwa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa hukuman, melainkan juga kesempatan untuk menimba ilmu, memperkuat nilai-nilai spiritual, dan menumbuhkan harapan baru. Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan memiliki bekal ilmu dan karakter positif untuk kembali berperan di tengah masyarakat. Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, S.Pd.I, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. “Bagi BAZNAS, kepedulian tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat sosial. Warga binaan juga merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Sarung yang kami berikan mungkin sederhana, tetapi kami berharap menjadi tanda bahwa mereka tetap dihargai dan tidak kehilangan harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Ia menambahkan, semangat zakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui upaya menghadirkan kemaslahatan, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Apresiasi terhadap warga binaan yang tekun mempelajari dan menghafal ilmu agama merupakan bentuk dukungan terhadap proses perubahan positif yang sedang mereka jalani. “Ketika seseorang mau belajar, menghafal, dan bersungguh-sungguh mendalami ilmu agama, itu merupakan langkah baik yang patut diapresiasi. Semoga hafalan Nadzam Imrithi ini tidak berhenti pada hafalan semata, tetapi juga menjadi pintu untuk semakin mencintai ilmu, memperbaiki akhlak, dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada warga binaan yang mengikuti pembinaan keagamaan di Diniyah Lapas. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang telah memberikan perhatian kepada warga binaan melalui pemberian sarung sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka dalam menghafal Nadzam Imrithi. Dukungan ini sangat berarti dalam proses pembinaan karena dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar, memperdalam ilmu agama, dan memperbaiki diri,” ungkap Arifin Akhmad. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kabupaten Mojokerto, menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang mendorong perubahan perilaku, penguatan karakter, dan tumbuhnya optimisme. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa perhatian sosial dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus berproses menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semangat menuntut ilmu, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan semakin tumbuh. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Dengan dukungan yang tepat, warga binaan diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri, memperkuat keimanan, dan kembali ke masyarakat dengan membawa manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya. BAZNAS Menguatkan Indonesia. Zakat Menguatkan Sesama.
BERITA14/10/2026 | Ayu Isna Khariroh
Kampung Zakat Tawangrejo Resmi Diserahkan, BAZNAS Dorong Kemandirian Mustahik melalui Pemberdayaan Peternakan
Kampung Zakat Tawangrejo Resmi Diserahkan, BAZNAS Dorong Kemandirian Mustahik melalui Pemberdayaan Peternakan
MOJOKERTO — Program Kampung Zakat di Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, resmi diserahkan pada Rabu, 30 September 2026. Program yang telah berjalan sejak 20 November 2024 tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi produktif dan pendampingan mustahik. Program Kampung Zakat Tawangrejo pada awalnya dikembangkan melalui sektor peternakan kambing. Dari program tersebut tercatat sebanyak 32 ekor kambing dan 28 ekor anakan. Dalam proses pengembangannya, terdapat kambing yang mengalami kematian, yakni 7 ekor kambing dan 12 ekor anakan. Selama pelaksanaan program, para penerima manfaat mendapatkan pengawasan dan pendampingan, terutama melalui penyuluh Kementerian Agama. Pendampingan juga melibatkan sejumlah pihak, termasuk LAZISNU dan Dinas Pertanian, guna memberikan penyuluhan serta membantu penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi peternak. Dalam pelaksanaannya, LAZISNU turut berperan dalam membantu proses tukar tambah kambing yang mengalami masalah, termasuk ketika terdapat dua mustahik yang mengundurkan diri dari program. Langkah tersebut dilakukan agar aset program tetap dapat dimanfaatkan dan keberlanjutan pemberdayaan tetap terjaga. Dari sisi pengelolaan keuangan, program Kampung Zakat tercatat memiliki total transaksi sekitar Rp135 juta, dengan dukungan dari BAZNAS sebesar Rp115 juta yang terdiri dari Rp75 juta dan Rp40 juta, serta dukungan Kementerian Agama sebesar Rp20 juta. Selain sektor peternakan, program juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak 20 pelaku UMKM mendapatkan dukungan dengan nilai sekitar Rp21 juta. Selain itu, terdapat alokasi untuk santunan sebesar Rp5 juta dan bidang pendidikan sebesar Rp5 juta. Setelah berbagai kegiatan dilaksanakan, masih terdapat saldo sekitar Rp6 juta lebih. Evaluasi pelaksanaan Kampung Zakat menunjukkan bahwa pendampingan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program. Pendampingan efektif selama kurang lebih enam bulan perlu diperkuat dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan pemerintah desa. Ke depan, keberadaan satgas desa dapat menjadi salah satu alternatif untuk memastikan program tetap berjalan setelah masa pendampingan berakhir. Lebih dari sekadar memberikan bantuan modal atau aset, Kampung Zakat diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat, dari penerima bantuan menjadi masyarakat yang produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan. Kasi Penzawa Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Imam Musta'in, S.Pd.I., menyampaikan bahwa keberlanjutan Kampung Zakat membutuhkan pendampingan yang konsisten dan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, program tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi harus diikuti dengan pembinaan agar masyarakat mampu mengelola bantuan tersebut secara produktif dan mandiri. Sementara itu, Waka IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK. Muhailili, menekankan pentingnya perubahan mindset masyarakat dalam keberlanjutan program Kampung Zakat. “Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu berkembang menjadi masyarakat yang mandiri. Karena itu, pendampingan, penguatan usaha, dan sinergi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait harus terus dilakukan,” ujarnya. Ia berharap pengalaman Kampung Zakat Tawangrejo dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program pemberdayaan di wilayah lainnya. “Ke depan, kita perlu memperkuat sistem pendampingan dan memastikan ada pihak yang tetap mengawal program setelah masa pendampingan selesai. Dengan demikian, zakat yang disalurkan benar-benar memberikan dampak jangka panjang dan mampu mengubah mustahik menjadi lebih berdaya,” pungkasnya.
BERITA08/10/2026 | Ayu Isna Khariroh
Satu Tahun BMM Masjid Baitul Manshur, Nasabah Bertambah dari 50 Menjadi 72
Satu Tahun BMM Masjid Baitul Manshur, Nasabah Bertambah dari 50 Menjadi 72
MOJOKERTO — Satu tahun berjalan, Baznas Microfinance Masjid (BMM) Baitul Manshur, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, terus menunjukkan perkembangan. Dari semula 50 nasabah saat diluncurkan pada Oktober 2025, kini jumlah nasabah telah bertambah menjadi 72 orang. Perkembangan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam rapat laporan satu tahun perjalanan BMM Baitul Manshur yang dilaksanakan pada 7 Oktober 2026 di Kantor Takmir Masjid Baitul Manshur. BMM Baitul Manshur diluncurkan pada Oktober 2025 oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Octovina. Program tersebut mengelola dana sebesar Rp150 juta yang dimanfaatkan untuk mendukung permodalan usaha masyarakat melalui skema pembiayaan mikro berbasis masjid. Dalam perjalanan satu tahun, jumlah penerima manfaat terus bertambah. Dari 50 nasabah pada awal program, kini berkembang menjadi 72 nasabah. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan yang mudah dan dekat dengan lingkungan mereka. Takmir Masjid Baitul Manshur menyampaikan bahwa keberadaan BMM tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan usaha, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar masjid untuk hadir dalam persoalan ekonomi jamaah dan masyarakat sekitar. “Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. BMM ini menjadi salah satu ikhtiar kami agar jamaah yang memiliki usaha bisa mendapatkan dukungan dan berkembang,” ungkap perwakilan Takmir Masjid Baitul Manshur. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa perjalanan satu tahun BMM Baitul Manshur memberikan gambaran bahwa masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Yang kita lihat bukan hanya bertambahnya jumlah nasabah dari 50 menjadi 72. Yang lebih penting adalah bagaimana dana yang dikelola bisa terus berputar dan memberikan manfaat kepada semakin banyak masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, BMM merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengembangkan pendayagunaan dana zakat dan infak agar tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi instrumen pemberdayaan. “Harapannya, para penerima manfaat tidak selamanya menjadi penerima. Mereka bisa tumbuh, usahanya berkembang, kemudian pada waktunya mampu mandiri. Jadi, dari masjid kita membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Yang menarik pinjaman sampai limit 3 juta di sini tanpa agunan, cukup keistiqomahan dalam berjamaah dan kesediaan mengikuti pengajian rutinan di masjid. ” tambahnya. Laporan satu tahun BMM Baitul Manshur sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan program, mengevaluasi pengelolaan dana, serta menyusun langkah pengembangan ke depan. Dengan bertambahnya jumlah nasabah menjadi 72 orang, BMM Baitul Manshur diharapkan semakin kuat sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis masjid di Kabupaten Mojokerto.
BERITA08/10/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS RI Monitoring Program RLHB 2026 di Kabupaten Mojokerto
BAZNAS RI Monitoring Program RLHB 2026 di Kabupaten Mojokerto
MOJOKERTO — BAZNAS RI melakukan monitoring pelaksanaan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) tahun 2026 di Kabupaten Mojokerto (23/9/2026). Monitoring berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB dengan mengunjungi sejumlah titik penerima manfaat program RLHB. Tim BAZNAS RI, Siti Sundari, dalam kunjungan tersebut didampingi Amil Pelaksana BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Luqman Baroroh dan Akramin Dirga. Program RLHB merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat BAZNAS melalui bantuan perbaikan rumah bagi keluarga mustahik agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman. Pada tahun 2026, program RLHB BAZNAS RI menyasar empat titik di Kabupaten Mojokerto. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi penerima. Siti Sundari, Tim Monitoring BAZNAS RI mengatakan, monitoring lapangan penting dilakukan agar program tidak hanya berhenti pada proses penyaluran bantuan, tetapi dapat dipastikan pelaksanaannya sesuai dengan tujuan program. “Kami ingin melihat langsung bagaimana bantuan RLHB ini diterima dan dimanfaatkan oleh mustahik. Rumah bukan hanya soal bangunan, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” ujar Siti Sundari. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan dengan baik di daerah. Sementara itu, Amil Pelaksana BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Luqman Baroroh, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendampingi pelaksanaan program RLHB sejak proses identifikasi penerima, pembangunan, hingga monitoring. “Kami berusaha memastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan mustahik. Yang kami harapkan bukan hanya rumahnya menjadi lebih layak, tetapi kehidupan keluarga penerima juga semakin nyaman dan memiliki harapan yang lebih baik,” jelas Luqman. Ia menambahkan, keberadaan program RLHB menunjukkan bahwa zakat dapat dikelola menjadi program yang memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat. Monitoring tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi bersama antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program pemberdayaan dan pendayagunaan zakat. Sebab, bagi mustahik, rumah yang layak bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada tempat untuk pulang, tumbuh, dan menata kembali harapan.
BERITA06/10/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Jatim Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Terima Bantuan
BAZNAS Jatim Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Terima Bantuan
MOJOKERTO — BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,2 juta liter secara serentak di sejumlah wilayah di Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan. Salah satu lokasi penyaluran bantuan berada di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad serta Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto Soegeng Mawardi. Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. “Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya di daerah yang mengalami kesulitan air, agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” ujarnya. Sementara itu, warga Kunjorowesi Suyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurut warga, bantuan air bersih sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kondisi sulitnya mendapatkan air. “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat membantu warga untuk kebutuhan sehari-hari, karena saat ini mendapatkan air bersih cukup sulit,” ungkap salah seorang warga. Melalui penyaluran tersebut, BAZNAS berharap bantuan air bersih tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan sinergi dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di Jawa Timur.
BERITA05/10/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bangun Sinergitas Lintas Sektoral untuk Optimalisasi Pengelolaan ZIS
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bangun Sinergitas Lintas Sektoral untuk Optimalisasi Pengelolaan ZIS
MOJOKERTO — BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Mojokerto. Kegiatan sinergitas tersebut dilaksanakan pada 23 September 2026 di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi antara BAZNAS dengan unsur Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat, khususnya dalam mendukung optimalisasi potensi ZIS di lingkungan pemerintahan daerah. Melalui keterlibatan lintas OPD, BAZNAS Kabupaten Mojokerto mendorong adanya pemahaman dan komitmen bersama mengenai pentingnya pengelolaan ZIS yang terencana, transparan, dan tepat sasaran. Sinergi ini juga diharapkan dapat memperluas jangkauan penghimpunan sekaligus memperkuat dampak penyaluran ZIS bagi masyarakat yang membutuhkan. Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Nunuk Djatmiko, menyampaikan bahwa sinergitas antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto perlu terus diperkuat agar potensi ZIS dapat dikelola secara lebih optimal. “Kegiatan ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat koordinasi antara BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, termasuk OPD yang ada. Dengan sinergi yang baik, potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dihimpun dan dikelola secara lebih optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Nunuk Djatmiko. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi antarlembaga agar program-program pengelolaan ZIS dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus membangun kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan berbagai pihak. Sinergi lintas sektoral tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem zakat sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan ZIS di Kabupaten Mojokerto.
BERITA29/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
MI Syuhada’ Banjaragung Salurkan Donasi untuk Korban Bencana NTT melalui BAZNAS Kabupaten Mojokerto
MI Syuhada’ Banjaragung Salurkan Donasi untuk Korban Bencana NTT melalui BAZNAS Kabupaten Mojokerto
MOJOKERTO — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Mojokerto. Salah satunya datang dari MI Syuhada’ Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, yang menyalurkan donasi sebesar Rp215.000 untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di NTT. Donasi tersebut diserahkan oleh Bapak Khusnul selaku perwakilan MI Syuhada’ kepada Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi. Selanjutnya, donasi akan dikelola dan disalurkan melalui BAZNAS untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Soegeng Mawardi menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kepercayaan yang diberikan oleh keluarga besar MI Syuhada’ kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto. “Kami mengucapkan terima kasih kepada MI Syuhada’ atas kepedulian dan donasi yang diberikan. Nilai donasi mungkin terlihat sederhana, tetapi semangat berbagi dan kepedulian di baliknya memiliki makna yang besar bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah di NTT. Semoga menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi para penerima,” ujar Soegeng. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya ketika terjadi bencana. Dukungan sekecil apa pun, apabila dilakukan bersama-sama, dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak. BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyampaikan terima kasih kepada MI Syuhada’ dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di NTT.
BERITA24/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
Semester I 2026, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Himpun Rp3,74 Miliar dan Salurkan Rp3,10 Miliar
Semester I 2026, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Himpun Rp3,74 Miliar dan Salurkan Rp3,10 Miliar
MOJOKERTO — BAZNAS Kabupaten Mojokerto mencatat capaian pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) selama Semester I Tahun 2026. Hingga Juni 2026, penghimpunan dana ZIS yang tercatat dalam neraca mencapai Rp3.748.082.286. Angka tersebut mencapai sekitar 50 persen dari target penghimpunan ZIS Tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp7,5 miliar. Target tersebut menjadi bagian dari Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten Mojokerto Tahun 2026. Dari sisi penyaluran, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menargetkan pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp6.506.736.250 sepanjang 2026. Sementara sampai dengan Juni 2026, realisasi penyaluran mencapai Rp3.104.085.549 atau sekitar 47,7 persen dari target tahunan. Dana tersebut disalurkan melalui program pendistribusian, pendayagunaan, serta sejumlah program insidental. Secara keseluruhan, penyaluran tersebut menjangkau 20.211 penerima manfaat, terdiri dari 13.775 penerima melalui program pendistribusian, 151 penerima melalui program pendayagunaan, dan 6.285 penerima melalui program insidental. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan capaian Semester I menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk meningkatkan kinerja pada semester berikutnya. “Target penghimpunan dan penyaluran masih terus kita kejar. Yang paling penting, dana yang dipercayakan masyarakat dapat dikelola secara amanah dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Selain penghimpunan yang tercatat dalam neraca, BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga mencatat penghimpunan off balance sheet melalui UPZ, masjid, dan lembaga keagamaan. Hingga Juni 2026, penghimpunan off balance sheet mencapai Rp83,1 miliar, melampaui target tahunan sebesar Rp21,786 miliar. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk terus memperkuat penghimpunan sekaligus memperluas manfaat zakat bagi masyarakat di Kabupaten Mojokerto.
BERITA23/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Ekosistem BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Ekosistem BAZNAS
MOJOKERTO — BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar Rapat Koordinasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Pekerja Ekosistem BAZNAS Kabupaten Mojokerto sebagai upaya memperkuat perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja yang berada dalam ekosistem BAZNAS. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman sekaligus memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja di lingkungan BAZNAS maupun kelompok pekerja yang selama ini mendapat perhatian melalui program-program sosial BAZNAS. Dalam rapat koordinasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama BPJS Ketenagakerjaan membahas pentingnya perlindungan bagi pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk manfaat perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian. Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan pekerja dalam ekosistem BAZNAS memiliki akses terhadap perlindungan sosial yang memadai. Hal tersebut sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam menghadirkan kemanfaatan zakat dan infak tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui penguatan perlindungan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan adalah program perlindungan bagi marbot masjid di Kabupaten Mojokerto. Program tersebut secara bertahap terus diperluas, dari 200 orang pada 2024 hingga mencapai 400 orang pada 2026 yang iuran jaminan sosial ketenagakerjaannya difasilitasi oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Samiadi, menyampaikan bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin agar pekerja yang berada dalam ekosistem BAZNAS tidak hanya mendapatkan perhatian dalam aspek ekonomi, tetapi juga memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya. Karena itu, sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi langkah penting untuk memperluas manfaat perlindungan sosial,” ujarnya. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak pekerja, khususnya kelompok pekerja rentan, yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui rapat koordinasi ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperkuat sinergi serta mendorong perluasan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja dalam ekosistem BAZNAS. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pekerja dan keluarga mereka, sekaligus memperkuat peran kolaboratif BAZNAS dalam menghadirkan perlindungan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.
BERITA21/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
Dari Buruh Tani untuk Rumah yang Lebih Layak, BAZNAS Hadir di Mojoanyar
Dari Buruh Tani untuk Rumah yang Lebih Layak, BAZNAS Hadir di Mojoanyar
MOJOKERTO — Bagi sebagian orang, rumah mungkin sekadar tempat pulang. Namun bagi Sumitro, seorang buruh tani di Dusun Sadar, Desa Sadar Tengah, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, rumah adalah tempat keluarga berteduh, membesarkan dua orang anak, dan menyimpan harapan tentang kehidupan yang lebih baik. Kini, harapan itu mulai menemukan jalannya. Melalui program Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU), BAZNAS Kabupaten Mojokerto membantu pembangunan rumah Sumitro agar keluarganya dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Proses pembangunan diawali dengan pembongkaran rumah pada Minggu, 14 September 2026. Sejak tahap awal, kegiatan ini turut dibantu sahabat-sahabat Ansor dan Banser Kecamatan Mojoanyar. Mereka bergotong royong membantu pembongkaran dan pembangunan rumah, menghadirkan tenaga serta kepedulian di tengah proses yang tidak ringan. Bagi keluarga Sumitro, pembangunan rumah bukan hanya tentang berdirinya dinding, terpasangnya atap, atau tersusunnya ruang-ruang baru. Lebih dari itu, ada harapan agar anak-anak dapat tumbuh dalam tempat tinggal yang lebih baik, sementara keluarga memiliki ruang untuk menjalani kehidupan dengan lebih tenang. Di sinilah program RUTILAHU menjadi lebih dari sekadar pembangunan fisik. Zakat yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS diupayakan hadir dalam bentuk manfaat yang nyata, menyentuh kebutuhan dasar mustahik, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk saling menguatkan. Gotong royong Ansor dan Banser Mojoanyar menjadi bagian penting dari ikhtiar tersebut. Ketika bantuan zakat bertemu dengan tenaga dan kepedulian warga, pembangunan rumah tidak hanya menjadi pekerjaan bersama, tetapi juga menjadi wujud nyata bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat. Abadi, Relawan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Wilayah Mojoanyar menyampaikan terima kasih kepada sahabat-sahabat Ansor dan Banser Mojoanyar atas dukungan dan kebersamaannya. "Semoga pembangunan rumah Sumitro berjalan lancar, segera selesai, dan menjadi tempat yang menghadirkan ketenteraman serta harapan baru bagi keluarganya.", pungkasnya.
BERITA16/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Mojokerto Rayakan Maulid Nabi dengan Dukung Khitanan Massal 124 Anak
BAZNAS Mojokerto Rayakan Maulid Nabi dengan Dukung Khitanan Massal 124 Anak
MOJOKERTO — Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, BAZNAS Kabupaten Mojokerto turut menghadirkan kepedulian sosial melalui dukungan terhadap khitanan massal yang digelar Masjid Tiban Nurul Huda, Dusun Daleman, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 124 anak mengikuti khitanan massal yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat setempat. Melalui program Bantuan Dakwah dan Advokasi, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyalurkan uang saku kepada seluruh peserta, masing-masing sebesar Rp50.000, dengan total bantuan Rp6.200.000. Penyerahan bantuan dilakukan oleh amil BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Ayu Isna Khariroh, kepada panitia pelaksana khitanan massal Masjid Tiban Nurul Huda. Bagi masyarakat setempat, khitanan massal ini bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga menjadi bentuk kegembiraan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Anak-anak diajak mengenal nilai-nilai keteladanan Rasulullah melalui kegiatan yang menghadirkan kebersamaan, kepedulian, dan perhatian terhadap sesama. Abdul Mu'in, S. Sos, tokoh masyarakat setempat sekaligus ketua panitia kegiatan menyampaikan apresiasi, atas dukungan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, kehadiran BAZNAS memberikan tambahan semangat bagi panitia dan peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Khitanan massal ini kami laksanakan sebagai bagian dari rasa syukur dan kegembiraan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kami ingin peringatan Maulid tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian kepada anak-anak dan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, dukungan BAZNAS menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan yang diikuti 124 anak tersebut. Bantuan uang saku yang diberikan diharapkan dapat menambah kebahagiaan peserta sekaligus menjadi kenang-kenangan dari kegiatan khitanan massal. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang telah memberikan dukungan. Semoga sinergi seperti ini terus terjalin dan kegiatan sosial keagamaan di masyarakat semakin banyak memberikan manfaat,” tambahnya. Melalui dukungan tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berupaya menghadirkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam bentuk kepedulian nyata. Peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menguatkan semangat berbagi dan memperluas kemanfaatan zakat serta infak bagi masyarakat.
BERITA14/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan
SURABAYA — BAZNAS Kabupaten Mojokerto menerima penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan atas kontribusinya dalam mendukung perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui program SERTAKAN (Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda). Penghargaan tersebut diserahkan pada Rabu (9/9/2026) dalam acara Customer Gathering BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel JW Marriott Surabaya. Kegiatan tersebut mengusung tema “Perkuat Kolaborasi, Satukan Energi, Wujudkan Perlindungan yang Lebih Pasti.” Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada kelompok pekerja yang selama ini belum sepenuhnya mendapatkan perlindungan. Melalui kolaborasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto telah memfasilitasi pembayaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 400 marbot masjid se-Kabupaten Mojokerto. Program ini menjadi bagian dari perhatian BAZNAS terhadap kelompok masyarakat yang menjalankan aktivitas sosial-keagamaan, tetapi dalam kesehariannya juga memiliki risiko dalam menjalankan tugas. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa perlindungan terhadap marbot merupakan bentuk kepedulian terhadap mereka yang selama ini ikut menjaga keberlangsungan aktivitas masjid di tengah masyarakat. “Marbot adalah bagian penting dari kehidupan masjid. Mereka hadir setiap hari, menjaga kebersihan, menyiapkan kebutuhan ibadah, dan memastikan masjid tetap hidup. Karena itu, perlindungan terhadap mereka juga menjadi bagian dari kepedulian kita,” ujar Zamroni. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian BAZNAS, tetapi menjadi penanda bahwa kolaborasi antara lembaga zakat dan BPJS Ketenagakerjaan dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Ke depan, kami ingin ikhtiar ini tidak berhenti pada 400 marbot. BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan mulai memfasilitasi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan yang belum mendapatkan perlindungan kerja. Tentu pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan yang ada,” tambahnya. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto, Imam Hariyono Safii, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mendukung perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Kami mengapresiasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang telah mengambil peran dalam memberikan perlindungan kepada 400 marbot masjid. Ini adalah contoh kolaborasi yang sangat baik karena perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang memang membutuhkan perhatian,” ungkap Imam. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pekerja rentan di Kabupaten Mojokerto yang mendapatkan perlindungan. “Semangat SERTAKAN adalah bagaimana seluruh pihak ikut mengambil bagian dalam memastikan pekerja mendapatkan perlindungan. Kami berharap sinergi dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dapat terus diperkuat dan diperluas,” ujarnya. BAZNAS Kabupaten Mojokerto memandang perlindungan jaminan sosial sebagai salah satu bentuk pemberdayaan dan perlindungan mustahik. Dengan adanya jaminan tersebut, masyarakat pekerja rentan diharapkan memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya. Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan ini sekaligus memperkuat semangat BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, agar manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
BERITA11/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan 15.000 Liter Air Bersih untuk Warga Dusun Tlogo Kandangan
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan 15.000 Liter Air Bersih untuk Warga Dusun Tlogo Kandangan
MOJOKERTO — BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada Rabu (9/9/2026), sebanyak 15.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga Dusun Tlogo Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Bantuan air bersih tersebut menjadi bagian dari respons BAZNAS Kabupaten Mojokerto terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih. Distribusi dilakukan langsung ke titik yang telah ditentukan agar bantuan dapat segera dimanfaatkan oleh warga. Sebanyak empat personel BTB terlibat dalam kegiatan distribusi, yakni Mashuda, Maftuhan, Ahmad Fauzi, dan Dirga. Tim memastikan proses penyaluran berjalan dengan tertib serta air dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Samiadi, mengatakan bahwa bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkannya, kehadiran BAZNAS diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung. Bantuan ini merupakan bagian dari amanah dana yang dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” ujar H. Samiadi.» Menurutnya, penanganan persoalan air bersih tidak hanya membutuhkan respons ketika kondisi sudah terjadi, tetapi juga perhatian terhadap kondisi masyarakat secara berkelanjutan. “BAZNAS akan terus berupaya hadir bersama masyarakat. Tentu kemampuan yang ada disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya. Melalui BTB, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus merespons berbagai kondisi kebencanaan dan kebutuhan darurat masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Penyaluran ini sekaligus menjadi wujud nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Turut serta mensuport kegiatan ini, BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Kecamatan Ngoro.
BERITA10/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS RI dan Kemenhaj Bersinergi Dorong Pelaksanaan DAM Haji Jemaah Indonesia 2027 di Tanah Air
BAZNAS RI dan Kemenhaj Bersinergi Dorong Pelaksanaan DAM Haji Jemaah Indonesia 2027 di Tanah Air
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan potensi dan tata kelola pelaksanaan DAM Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Tanah Air. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj RI di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Audiensi tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri Haji dan Umrah RI Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Drs., M.Si., Dirjen Bina Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Rahardjo, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., serta jajaran Kemenhaj RI dan BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan BAZNAS siap memfasilitasi penunaian DAM Haji Indonesia di Tanah Air. Sodik menilai, besarnya potensi DAM dari jemaah haji Indonesia apabila dapat dilaksanakan di Tanah Air akan memberikan dampak positif yang lebih luas. Salah satunya melalui pemanfaatan daging DAM untuk mendukung program perbaikan gizi, termasuk dalam upaya penanganan stunting di Indonesia. "Kalau diperlukan, komite syariah akan kita bentuk untuk mempersiapkan pelaksanaan DAM Haji di Tanah Air. Dengan demikian, apabila diperbolehkan melakukan pemotongan DAM di Tanah Air, tentu akan sangat membantu dan manfaatnya bisa lebih banyak," ujar Sodik. Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, Drs., menyambut baik rencana pelaksanaan DAM Haji di Indonesia, dengan terus memperhatikan terkait dari sisi hukum, syariah, kesehatan hewan, dan regulasi, termasuk fatwa-fatwa. Ia menyampaikan, MUI saat ini mungkin masih dengan fatwa yang ada. Namun, perlu mengkaji metodologi penentuan hukumnya. Sebagaimana disampaikan oleh pihak MUI, fatwa itu bukan kitab suci sehingga bisa disesuaikan atau diperbarui melalui pembahasan metodologi hukum yang tepat. "Mengenai pembayaran DAM, apakah pembayaran dilakukan di Saudi atau di Arab Saudi? Bagi mereka yang meyakini bahwa pembayaran DAM boleh dilakukan di Indonesia ataupun di Arab Saudi, kita mengikuti ketentuan dan keyakinan yang mereka anut. Jadi, ada pilihan apakah dilakukan di Tanah Air atau di Tanah Suci," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyampaikan, selain pelaksanaan DAM di Indonesia, BAZNAS siap menerima daging DAM yang telah diolah di Arab Saudi untuk kemudian dikalengkan dan disalurkan melalui jaringan BAZNAS di berbagai daerah. "Posisi BAZNAS adalah siap menerima daging olahan tersebut untuk dikalengkan dan didistribusikan kepada korban bencana maupun program perbaikan gizi (stunting) di Indonesia," ujar Rizaludin. Rizaludin memperkirakan, apabila skema tersebut dapat direalisasikan, daging DAM yang diolah dan dikemas dapat mencapai sekitar 4-5 juta kaleng. Jumlah tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat besar, terutama untuk masyarakat terdampak bencana dan penerima program perbaikan gizi. Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengendalian dan Evaluasi, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, M.Si., Deputi I BAZNAS RI, H. Arifin Purwakananta, M.Ikom., Stafsus BAZNAS RI, Umar Hadi Gumilar, S.Pd
BERITA09/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Desa Kunjorowesi
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Desa Kunjorowesi
MOJOKERTO — Menghadapi puncak musim kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekurangan air bersih, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang dalam beberapa hari terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau yang semakin panjang. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BAZNAS RI memberikan bantuan air bersih distribusi sebanyak tiga tangki setiap harinya. Dalam pelaksanaannya, penyaluran air bersih dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, yang membantu proses pengiriman dan pendistribusian air kepada masyarakat di Desa Kunjorowesi. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kekeringan. “Kondisi kemarau yang sedang berada pada puncaknya membuat kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS untuk membantu meringankan beban warga, khususnya masyarakat Desa Kunjorowesi yang saat ini mengalami keterbatasan sumber air,” ujar Soegeng Mawardi. Ia menambahkan, kolaborasi dengan BPBD menjadi langkah penting agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan. BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga terus berkomitmen untuk hadir bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi yang membutuhkan kepedulian dan gotong royong,” tambahnya.
BERITA08/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan CSR PERUMDAM Mojopahit untuk 50 Pelaku UMKM
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan CSR PERUMDAM Mojopahit untuk 50 Pelaku UMKM
MOJOKERTO — Kepedulian terhadap penguatan ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pengelola dana sosial. Kali ini, PERUMDAM Mojopahit Mojokerto mempercayakan penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat. Melalui program tersebut, sebanyak 50 pelaku usaha UMKM menerima bantuan gerobak usaha yang dilengkapi dengan bantuan modal masing-masing sebesar Rp500.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu penerima manfaat memperkuat usaha yang telah dijalankan sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga. Program CSR ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara PERUMDAM Mojopahit sebagai pihak yang menyediakan dukungan CSR dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang berperan dalam membantu proses penyaluran kepada penerima manfaat. Kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi antara perusahaan dan lembaga sosial. Dengan dukungan BAZNAS, program CSR diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat diarahkan menjadi program yang memiliki manfaat ekonomi dan berkelanjutan bagi masyarakat. Gerobak usaha yang diberikan dapat dimanfaatkan sebagai sarana berjualan, sementara bantuan modal sebesar Rp500.000 dapat digunakan untuk membeli bahan baku, perlengkapan usaha maupun kebutuhan operasional lainnya. Dengan demikian, bantuan yang diterima diharapkan dapat langsung mendukung aktivitas usaha para penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PERUMDAM Mojopahit yang memilih BAZNAS sebagai mitra dalam penyaluran program CSR tersebut. “Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah yang harus dijaga. BAZNAS berupaya membantu agar program yang diberikan dapat sampai kepada penerima manfaat yang tepat dan memberikan dampak yang nyata. Kami berharap bantuan ini bukan hanya bermanfaat hari ini, tetapi dapat menjadi penguat usaha dan sumber penghasilan bagi keluarga penerima,” ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui sinergi berbagai pihak. Perusahaan memiliki kepedulian dan sumber daya, sementara BAZNAS memiliki pengalaman dalam pengelolaan serta penyaluran program sosial kepada masyarakat. “Ketika kepedulian perusahaan bertemu dengan lembaga yang memiliki jaringan dan pengalaman di masyarakat, program CSR dapat menjadi semakin terarah. Mudah-mudahan kolaborasi dengan PERUMDAM Mojopahit ini terus berkembang dan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” tambahnya. Sementara itu, Direktur PERUMDAM Mojopahit Mojokerto Fayakun Hidayat, S.H., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami dari PERUMDAM Mojopahit sangat mendukung program pemberdayaan masyarakat seperti ini. Kami berharap bantuan gerobak dan modal usaha dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat perekonomian keluarga,” ungkap Fayakun. Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menyalurkan program CSR secara lebih tepat sasaran. “Kami berharap 50 penerima manfaat ini dapat memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya. Usahanya semakin berkembang, pendapatannya meningkat, dan ke depan bisa semakin mandiri,” lanjutnya. Penyaluran 50 gerobak usaha dan bantuan modal tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara PERUMDAM Mojopahit dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Bagi PERUMDAM Mojopahit, CSR bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan manfaat perusahaan di tengah masyarakat. Sementara bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk memastikan dukungan yang diberikan dapat disalurkan secara tepat dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Melalui sinergi ini, diharapkan semakin banyak program pemberdayaan yang dapat dihadirkan, sehingga bantuan sosial tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi turut membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh, berkembang, dan semakin mandiri secara ekonomi.
BERITA03/09/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim Silaturahmi ke Rumah Dinas Bupati Mojokerto, Perkuat Sinergi Zakat untuk Masyarakat
BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim Silaturahmi ke Rumah Dinas Bupati Mojokerto, Perkuat Sinergi Zakat untuk Masyarakat
MOJOKERTO — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. melakukan kunjungan silaturahmi ke Rumah Dinas Bupati Mojokerto, Jumat (28/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Ketua BAZNAS RI didampingi Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., serta Wakil Ketua II BAZNAS Jatim H. A. Afif Amrullah, S.HI., M.EI. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. Pertemuan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 14.30 WIB dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan diisi dengan makan siang bersama dan ramah tamah. Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Jatim, BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas hubungan dan sinergi yang selama ini terbangun antara BAZNAS dengan pemerintah daerah. Menurutnya, zakat memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen yang semakin kuat dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “BAZNAS harus terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Zakat bukan hanya tentang penyaluran bantuan, tetapi bagaimana dana umat dikelola secara amanah dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.” Sodik juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan kesinambungan program BAZNAS di daerah. Menurutnya, setiap program harus diarahkan agar semakin memberikan manfaat nyata kepada mustahik sekaligus mendorong mereka menuju kemandirian. Arah ini sejalan dengan komitmen kepemimpinan BAZNAS RI periode 2026–2031 untuk meningkatkan kualitas lembaga dan melanjutkan berbagai kebaikan yang telah dibangun sebelumnya. Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyambut baik kunjungan Ketua BAZNAS RI beserta jajaran. Ia menilai BAZNAS merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam memperkuat program sosial dan pemberdayaan masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Mojokerto tentu sangat terbuka untuk terus bersinergi dengan BAZNAS. Potensi zakat yang dikelola dengan baik dapat menjadi kekuatan besar untuk membantu masyarakat, terutama dalam bidang sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.” Bupati menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan lembaga, termasuk BAZNAS. Pemerintah Kabupaten Mojokerto sendiri membawa visi menjadikan Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil dan makmur melalui penguatan pelayanan publik, pembangunan sumber daya manusia serta kemandirian ekonomi masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus energi baru bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. “Kunjungan Ketua BAZNAS RI bersama jajaran BAZNAS Jatim ke Kabupaten Mojokerto menjadi momentum yang sangat berarti. Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi penguatan komitmen bersama bahwa pengelolaan zakat harus semakin profesional, amanah dan berdampak.” Menurut Zamroni Ahmad, BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan terus memperkuat program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus mengembangkan pola pemberdayaan agar mustahik tidak selamanya berada pada posisi sebagai penerima bantuan. “Kami ingin zakat benar-benar menjadi kekuatan untuk mengubah kehidupan. Mustahik tidak hanya dibantu untuk keluar dari kesulitan hari ini, tetapi juga didorong agar memiliki masa depan yang lebih mandiri.” Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Setelah makan siang dan ramah tamah, kegiatan ditutup dengan foto bersama Ketua BAZNAS RI, Bupati Mojokerto, jajaran BAZNAS RI, BAZNAS Jatim dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS RI dan BAZNAS Jatim di Kabupaten Mojokerto diharapkan semakin memperkuat koordinasi serta kolaborasi lintas tingkatan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk kemaslahatan masyarakat.
BERITA28/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Sambut Muktamar NU ke 35, UMKM Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan 1.000 Paket Z-Chicken
Sambut Muktamar NU ke 35, UMKM Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan 1.000 Paket Z-Chicken
MOJOKERTO — Lima pelaku usaha Z-Chicken binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan ikut mengambil bagian dalam perhelatan Muktamar ke-35 yang berlangsung mulai 27 Agustus 2026. Mereka menyiapkan sebanyak 1.000 paket nasi kotak Z-Chicken yang akan dibagikan di 10 titik lokasi. Setiap hari mulai 27 - 31 Agustus 2026, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut akan mempersiapkan nasi kotak mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan distribusi di sejumlah titik kegiatan. Keterlibatan Z-Chicken dalam kegiatan berskala besar ini menjadi salah satu gambaran perkembangan UMKM yang dibangun melalui program pemberdayaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Z-Chicken merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang mulai dikembangkan sejak 2021. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi diarahkan agar penerima manfaat mampu membangun dan mengembangkan usaha secara mandiri. Kini, setelah beberapa tahun berjalan, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut tidak hanya menjalankan usahanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga mulai mendapatkan kepercayaan untuk mengambil bagian dalam kegiatan masyarakat dengan skala yang lebih besar. Bagi lima penjual Z-Chicken yang terlibat dalam kegiatan Muktamar ke-35, kesempatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru. Mereka harus menjaga kualitas produk, memenuhi jumlah pesanan, serta memastikan seluruh paket siap didistribusikan sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan. Penanggung jawab kegiatan, Ayu Isna Khariroh, mengatakan keterlibatan para penjual Z-Chicken dari Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan Muktamar menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa UMKM binaan BAZNAS mampu tumbuh dan mengambil peran dalam kegiatan yang lebih besar. “Kami ingin Z-Chicken tidak hanya dikenal sebagai program bantuan usaha, tetapi benar-benar menjadi usaha yang tumbuh dan bisa memberikan kontribusi. Kesempatan menyiapkan 1.000 paket untuk kegiatan Muktamar ini menjadi pengalaman penting bagi para penjual,” ujar Ayu. Menurutnya, tantangan utama bukan hanya menyiapkan makanan dalam jumlah besar, tetapi juga menjaga kualitas dan ketepatan waktu. Karena itu, para pelaku usaha melakukan persiapan agar proses produksi dan distribusi dapat berjalan dengan baik selama lima hari pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan lima pelaku usaha Z-Chicken ini sekaligus menunjukkan arah pemberdayaan zakat yang ingin dibangun BAZNAS Kabupaten Mojokerto: mustahik tidak selamanya berada pada posisi menerima bantuan, tetapi didorong untuk tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu mengambil bagian dalam berbagai kesempatan ekonomi. Dari program yang berawal sebagai bantuan pemberdayaan pada 2021, kini Z-Chicken mulai menemukan ruangnya sebagai UMKM yang mampu melayani kebutuhan kegiatan dengan jumlah pesanan yang cukup besar. Muktamar ke-35 pun menjadi momentum tersendiri bagi para pelaku Z-Chicken Mojokerto untuk membuktikan bahwa pemberdayaan zakat bukan hanya tentang memberi modal, tetapi tentang membangun kemampuan hingga penerima manfaat mampu berdiri dengan usahanya sendiri.
BERITA26/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Kunjungi Kediaman Pak Sutarno, Gus Bupati Serahkan Bantuan Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Kecamatan Trawas
Kunjungi Kediaman Pak Sutarno, Gus Bupati Serahkan Bantuan Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Kecamatan Trawas
MOJOKERTO — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Bupati Mojokerto mengunjungi kediaman Bapak Sutarno, sekaligus menyerahkan bantuan untuk pembangunan rumah yang lebih layak bagi keluarganya. Sutarno merupakan warga desa Ngoro yang tinggal Desa Srigading, Ngoro tapi kesehariannya bergaul dengan warga desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Ia tinggal bersama istri dan empat anaknya. Kondisi rumah yang ditempati saat ini tergolong sangat tidak layak huni, dengan bangunan sederhana yang menyatu dengan kandang kambing sehingga kondisi lingkungan rumah kurang sehat dan kurang layak untuk ditempati keluarga. Dalam kunjungan tersebut(19/8/2026), Bupati Mojokerto didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait, di antaranya Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disdukcapil, Kepala DPRKP2, Camat Trawas, Camat Ngoro, serta Kabag Kesra. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kebutuhan di lapangan. Untuk membantu pembangunan rumah Sutarmo, BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan sebesar Rp25 juta melalui program Rutilahu, yang dilaksanakan bekerja sama dengan MWCNU Trawas. Tidak berhenti pada bantuan BAZNAS, MWCNU Trawas juga memberikan dukungan bantuan sebesar Rp25 juta. Dengan demikian, kolaborasi tersebut menghadirkan dukungan total sebesar Rp50 juta untuk membantu mewujudkan rumah yang lebih layak bagi keluarga Sutarmo. Bupati Mojokerto, Gus Barra bersama kepala perangkat daerah juga memastikan bahwa keluarga pak sutarno mendapatkan program-program dari pemerintah terkait hal mendasar dalam bidang kesehatan, sosial dan pendidikan. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menyampaikan “Program Rutilahu ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat kembali kepada masyarakat. Namun yang lebih penting, program ini tidak berjalan sendiri. Ketika BAZNAS, MWCNU, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak bersama, bantuan yang diberikan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya semakin besar,” ungkapnya. Menurutnya, kolaborasi dengan MWCNU Trawas menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memperkuat peran kelembagaan di tingkat kecamatan. Kondisi Sutarmo sebelumnya menunjukkan keterbatasan ekonomi yang cukup berat. Ia bekerja sebagai buruh tani dan merawat beberapa kambing milik orang lain, dengan penghasilan yang tidak tetap dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Sutarmo menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada Gus Bupati, BAZNAS, MWCNU, dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Sutarmo. Kunjungan Bupati Mojokerto bersama jajaran OPD terkait sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tertangani, sementara lembaga seperti BAZNAS dan organisasi masyarakat turut menghadirkan sumber daya serta kepedulian dari masyarakat. Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun ekosistem zakat yang tidak hanya kuat dalam penghimpunan, tetapi juga nyata dalam menghadirkan manfaat. Satu rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Tetapi bagi keluarga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan, rumah yang layak adalah tempat tumbuhnya kesehatan, kenyamanan, dan harapan baru.
BERITA20/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Kambing Bergulir Tumbuh Berkelanjutan, Program Kampung Akhlak Perkuat Kemandirian dan Keagamaan Mustahik
Kambing Bergulir Tumbuh Berkelanjutan, Program Kampung Akhlak Perkuat Kemandirian dan Keagamaan Mustahik
Mojokerto — Program Kampung Akhlak melalui Zakat Community Development (ZCD) terus mendorong peningkatan kesejahteraan penerima manfaat secara menyeluruh, tidak hanya melalui penguatan ekonomi, tetapi juga melalui pendampingan sosial dan keagamaan. Pada Senin, 10 Agustus 2026, tim pendamping melakukan monitoring perkembangan ternak kambing milik penerima manfaat Program Kambing Bergulir di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan dilakukan kepada Bapak Suwito, salah satu anggota kelompok penerima manfaat program. Dari hasil monitoring, perkembangan ternak menunjukkan hasil yang cukup baik. Bapak Suwito yang pada awal program menerima 1 ekor kambing indukan, kini telah berkembang menjadi 6 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, 2 ekor telah terjual, sementara 1 ekor kambing betina telah melahirkan 1 cempe dan 2 ekor kambing lainnya dalam kondisi bunting. Sementara itu, indukan awal yang diterima dari program juga telah berhasil digulirkan kepada penerima manfaat berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme Kambing Bergulir mulai menciptakan efek berantai, di mana manfaat program tidak berhenti pada satu keluarga, tetapi terus diperluas kepada penerima manfaat lainnya. Selain melakukan monitoring ternak, pendamping juga melakukan silaturahmi dan dialog bersama Bapak Suwito dan keluarga. Pendampingan tersebut mencakup kondisi keluarga serta perkembangan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan Program Kampung Akhlak. Dalam aspek keagamaan, terdapat perkembangan positif pada Bapak Suwito. Ia menyampaikan bahwa saat ini semakin rutin mengikuti salat berjamaah di masjid dan aktif mengikuti kegiatan belajar mengaji bersama kelompok lansia. Setelah melalui proses belajar secara bertahap, kemampuan membaca Al-Qur'an beliau kini telah berkembang hingga mampu membaca Al-Qur'an. Bapak Suwito juga aktif mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Semangat serupa turut ditunjukkan oleh istrinya yang saat ini masih belajar membaca Al-Qur'an melalui buku Iqra'. Meskipun masih berada pada tahap awal, semangat untuk terus belajar menjadi bagian penting dari proses penguatan kehidupan keagamaan keluarga. Perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan melalui ZCD tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan penerima manfaat, tetapi juga membangun kemandirian, kepedulian sosial, serta penguatan spiritual keluarga. Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan melalui monitoring perkembangan ternak, khususnya terhadap dua ekor kambing yang sedang bunting, sekaligus mendorong penerima manfaat untuk menjaga kesehatan ternak, kualitas pakan, dan kebersihan kandang. Pendamping juga akan melanjutkan pembinaan sosial dan keagamaan keluarga agar semangat mengikuti kegiatan keagamaan serta belajar membaca Al-Qur'an dapat dipertahankan secara konsisten. Melalui Program Kampung Akhlak, ZCD terus berupaya menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan: ternak berkembang, ekonomi tumbuh, manfaat bergulir, dan akhlak semakin kuat.
BERITA14/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.

Lihat Daftar Rekening →