Berita Terbaru
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Distribusikan Daging Dam dari BAZNAS RI untuk Warga Rentan di Desa Sumolawang
Mojokerto — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menyalurkan daging dam dari BAZNAS Republik Indonesia kepada masyarakat Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, pada Rabu (15/10/2025) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penyaluran daging dam yang diamanahkan oleh BAZNAS RI kepada BAZNAS daerah untuk didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 100 orang yang membutuhkan, khususnya kelompok lansia dan warga rentan ekonomi.
Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi dan kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat kecil, terutama mereka yang jarang tersentuh bantuan konsumtif seperti daging.
“Kami bersyukur dapat menyalurkan amanah dari BAZNAS RI ini. Sasaran kami adalah para orang tua rentan dan masyarakat yang membutuhkan, agar mereka juga bisa merasakan nikmatnya berbagi hasil ibadah,” ujar Gus Zamroni Ahmad.
Distribusi daging dam ini berjalan lancar dengan dukungan aparat desa dan relawan zakat. Warga penerima manfaat tampak antusias dan bersyukur atas perhatian yang diberikan.
“Terima kasih BAZNAS, alhamdulillah bisa menikmati daging. Kami merasa diperhatikan,” ungkap salah satu penerima manfaat, Ibu Aminah, warga Sumolawang.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semangat kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, serta menjadi pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah adalah sarana efektif untuk menghadirkan kesejahteraan dan keberkahan bersama.
BERITA17/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Penutupan Rakorda BAZNAS se-Jawa Timur 2025 dan Penandatanganan Kerja Sama dengan Bank NTB Syariah
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menutup rangkaian Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Mercure Surabaya, Rabu–Jumat (8–10 Oktober 2025), dengan tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita.”
Hadir dalam kegiatan ini:
- Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur: Bapak Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.
- Wakil Ketua I BAZNAS Jatim: Bapak Drs. KH. Masnuh, M.A.
- Wakil Ketua II BAZNAS Jatim: Bapak Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I.
- Wakil Ketua III BAZNAS Jatim: Bapak Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si.
- Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Umum: Bapak Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M.
- Branch Manager Bank NTB Syariah: Bapak Lalu Andri Rivaldi
- Deskhead Corporate Secretary Bank NTB Syariah: Bapak Rahman Kamarud Zaman
- Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur
Dalam penutupan, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menegaskan bahwa kunci keberhasilan BAZNAS terletak pada kemampuan mengimplementasikan hasil perumusan Rakorda secara konsisten dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, kebersamaan, dan keikhlasan seluruh amil zakat dalam mengemban amanah. Sinergi dan keharmonisan antar pengurus diharapkan dapat terus terjaga agar BAZNAS semakin kokoh dalam menjalankan peran sosial dan keagamaannya di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Bank NTB Syariah melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang Penyaluran Zakat Perusahaan Tahun Buku 2024.
Kerja sama ini menandai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga keuangan syariah dan pengelola zakat di Jawa Timur. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penyaluran zakat perusahaan dan menjadi model kemitraan produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keumatan.
BERITA14/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS dan BPBD Kabupaten Mojokerto Bantu Korban Angin Puting Beliung
Mojokerto, 11 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan bagi warga terdampak angin puting beliung yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto, H. Muhammad Albarra, Lc., M.Hum., pada Kamis (9/10/2025) di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko. Sementara pada Sabtu (11/10/2025), penyerahan bantuan dilanjutkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, di Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, dan Desa Penompo, Kecamatan Jetis.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD memberikan bantuan berupa material bangunan untuk memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan. Sementara BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyalurkan paket sembako berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula untuk keluarga yang terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi, menyampaikan bahwa sinergi antara BPBD dan BAZNAS merupakan bentuk tanggap cepat pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana.
“Kami bergerak cepat melakukan pendataan dan asesmen, kemudian menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban dan mempercepat pemulihan kondisi pascabencana,” ujar Rinaldi.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya penanganan bencana serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Bantuan yang kami berikan berdasarkan data yang telah diasesmen oleh BPBD. BAZNAS hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat kebersamaan. Kami siap terus berkolaborasi agar masyarakat bisa segera bangkit,” tutur Gus Zam.
Bupati Mojokerto, H. Muhammad Albarra, turut memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga yang cepat tanggap dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kita semua harus hadir untuk rakyat. Saat bencana datang, bukan hanya pemerintah, tapi seluruh elemen harus bergandeng tangan. Terima kasih kepada BPBD dan BAZNAS yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat Mojokerto,” ungkap Bupati Albarra.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Warga penerima bantuan tampak terharu dan menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah, BPBD, dan BAZNAS.
Dari pantauan di lapangan, beberapa warga terlihat menyalami petugas sambil mengucapkan terima kasih dengan wajah lega. “Alhamdulillah, rumah kami bisa segera diperbaiki. Terima kasih BAZNAS dan pemerintah sudah cepat membantu,” ujar salah satu warga dengan nada haru.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para camat, kepala desa beserta perangkat, serta warga sekitar yang ikut menyaksikan penyerahan bantuan di lokasi terdampak.
BERITA13/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadir Full Tim pada Rakorda BAZNAS Jatim 2025
Surabaya – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto hadir secara lengkap (full tim) dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang digelar di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, pada 8–10 Oktober 2025.
Rakorda ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebagai forum evaluasi, sinkronisasi program, dan penguatan sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Mojokerto, yang menerima BAZNAS Jatim Award 2025 atas dukungan dan komitmennya terhadap program pengelolaan zakat di daerah. Kehadiran Bupati menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Selain itu, kegiatan Rakorda juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Mojokerto, yang bersama-sama memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan zakat di wilayah Mojokerto.
Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bapak Zamroni Ahmad menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas terselenggaranya Rakorda ini serta berharap hasil pembahasan dapat memperkuat arah kebijakan zakat yang lebih terintegrasi dan berdampak luas bagi mustahik.
“Kehadiran penuh seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjadi wujud komitmen kami untuk terus berperan aktif dalam memperkuat sinergi zakat di tingkat provinsi dan daerah,” ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto.
Rakorda BAZNAS Jatim 2025 juga diisi dengan pemaparan program strategis, evaluasi kinerja pengumpulan dan pendistribusian zakat, serta penghargaan bagi BAZNAS kabupaten/kota yang berprestasi di bidang pengelolaan zakat dan program pemberdayaan.
BERITA10/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Perkuat Kolaborasi, BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan BPJS Ketenagakerjaan Sinergi Lindungi Marbot Masjid
Mojokerto — Komitmen untuk melindungi para pejuang sunyi di balik rumah ibadah kembali ditegaskan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto melalui sinergi strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam pertemuan koordinatif yang digelar pada Senin (7/10/2025), kedua lembaga sepakat memperkuat langkah bersama demi memperluas cakupan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi marbot masjid—sosok-sosok yang kerap luput dari radar perhatian negara.
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama antara BAZNAS RI dan BPJS Ketenagakerjaan yang ditandatangani secara nasional pada 19 September 2025 lalu. Di tingkat daerah, implementasi kerja sama ini mendapat penyikapan serius, konkret, dan berkelanjutan.
Hadir secara lengkap jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yaitu Ketua Zamroni Ahmad, Wakil Ketua I H. Samiadi, Wakil Ketua II Soegeng Mawardi, Wakil Ketua III H. Lukman Hakim, S.Ag, serta Wakil Ketua IV MK. Muhailili, S.Ag. Dari BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Cabang Mojokerto Imam Haryono Syafii hadir bersama tim teknisnya, menegaskan kesiapan mendukung implementasi program hingga ke level operasional.
450 Marbot Masjid Sudah Terlindungi – Komitmen yang Tak Sekadar Simbolik
Sejak 2024, BAZNAS Kabupaten Mojokerto telah mengalokasikan dana zakat untuk membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 450 marbot masjid. Langkah ini bukan sekadar simbol komitmen sosial, tetapi bentuk nyata keberpihakan terhadap kelompok yang selama ini bekerja dalam senyap demi menjaga kesucian dan ketertiban rumah ibadah.
“Para marbot itu tidak meminta imbalan. Mereka bekerja karena cinta pada Allah dan masjid. Maka sudah seharusnya kita hadir untuk mereka. Negara tidak boleh alpa. Dan BAZNAS hadir untuk mengisi ruang itu,” tegas Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad.
Zamroni juga menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya soal prosedur administratif, melainkan bagian dari panggilan kemanusiaan yang lebih dalam.
“Zakat bukan sekadar angka dalam laporan. Ia adalah tanggung jawab sosial. Setiap tetes keringat yang jatuh dari marbot di rumah Allah adalah amal yang harus dilindungi. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa amal mereka juga dilindungi oleh sistem jaminan sosial negara,” imbuhnya.
Apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan: Model Kolaborasi yang Patut Dicontoh
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto, Imam Haryono Syafii, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah BAZNAS. Menurutnya, apa yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjadi bukti bahwa perlindungan sosial bukan hanya urusan birokrasi, tapi juga soal keberpihakan moral.
“Tidak semua daerah memiliki kesadaran dan keberanian seperti ini. Apa yang dilakukan BAZNAS Mojokerto adalah cermin ideal dari kemitraan antar-lembaga yang digerakkan oleh visi kemanusiaan. Kami siap mendukung penuh agar program ini tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujarnya.
Pertemuan ini juga membahas rencana penguatan implementasi di lapangan, termasuk kemungkinan perluasan peserta program ke kalangan mustahik dan pekerja informal lainnya yang belum terjangkau sistem perlindungan formal.
Dari Program Menuju Gerakan: Melindungi Marbot, Menjaga Martabat
Sinergi antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto kini bergerak dari level program ke arah gerakan sosial. Tidak lagi semata kegiatan teknis, tapi menjadi bentuk keberpihakan struktural kepada para pengabdi masjid dan kelompok rentan lainnya.
Dengan semangat silaturahmi produktif, pertemuan ini menandai babak baru kolaborasi yang lebih strategis, meluas, dan menyentuh lebih banyak hati.
“Kami tidak ingin ini berhenti di angka 450. Kami ingin menjangkau lebih banyak marbot, guru ngaji, penjaga musala, dan pekerja keagamaan lainnya. Karena bagi kami, melindungi mereka adalah bagian dari menjaga martabat umat,” pungkas Zamroni Ahmad.
BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto menegaskan: perlindungan sosial bukanlah pilihan, tetapi keharusan. Dan melalui kolaborasi ini, keduanya bergerak bersama untuk menjadikan keberpihakan pada marbot sebagai arus utama dalam pelayanan sosial umat.
BERITA08/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Mojokerto Terlibat Aktif dalam Penanganan Musibah Runtuhnya Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
Sidoarjo — Operasi pencarian dan pertolongan (Opsar) terhadap musibah runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, resmi ditutup pada Senin (6/10/2025) sore. Tragedi yang terjadi pada Senin (29/9) sore saat para santri menunaikan salat Ashar ini menelan korban 169 jiwa, terdiri dari 65 meninggal dunia dan 104 selamat (data Basarnas per 6 Oktober 2025).
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Mojokerto turut ambil bagian sejak 3 Oktober hingga hari terakhir penutupan operasi. Relawan BTB Mojokerto bergabung dengan tim gabungan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, serta berbagai unsur relawan lainnya di lokasi bencana.
Keterlibatan BTB Mojokerto difokuskan pada pengelolaan dapur umum dan dapur air, melayani kebutuhan konsumsi dan air bersih bagi para keluarga korban, relawan, dan masyarakat sekitar. Selain itu, relawan juga membantu dalam kegiatan dukungan psikososial, memberikan semangat dan pendampingan bagi para santri yang selamat maupun keluarga korban.
Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan duka mendalam sekaligus apresiasi tinggi atas kerja keras semua pihak.
“Musibah ini sungguh mengguncang hati kita semua. Para santri yang menjadi korban adalah generasi penerus umat. Kami di BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus hadir dalam misi kemanusiaan seperti ini, sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial umat Islam,” ujar Gus Zam.
Sementara itu, Komandan BTB Kabupaten Mojokerto, Kasiyanto, menuturkan bahwa timnya langsung dikerahkan begitu menerima perintah dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
“Kami berangkat pada 3 Oktober. Di lapangan, kami bahu membahu bersama BTB dari berbagai daerah dan unsur lain. Semua bekerja tanpa sekat, demi kemanusiaan,” ungkapnya.
Dalam laporan BAZNAS RI, total 50 personel BTB dari berbagai kabupaten/kota dikerahkan dalam misi ini. Selain bantuan logistik harian lebih dari 1.100 porsi per hari, BAZNAS juga menyiapkan santunan korban sebesar Rp100 juta serta program renovasi pondok pesantren senilai Rp300 juta.
Dengan ditutupnya operasi pada 6 Oktober 2025, seluruh relawan BAZNAS kembali ke daerah masing-masing. Namun, semangat solidaritas dan kepedulian sosial yang ditunjukkan akan terus menjadi teladan bagi gerakan kemanusiaan di seluruh Indonesia.
BERITA07/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Lakukan Monitoring Program Madrasah Layak Belajar di Mojokerto
Mojokerto – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan monitoring pelaksanaan program Madrasah Layak Belajar (MLB) di Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/10/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 16.00 WIB ini dipimpin oleh Saddam, perwakilan dari BAZNAS RI, didampingi jajaran BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yaitu Wakil Ketua IV MK. Muhailili serta amil pelaksana Akramin dan Luqman Baroroh.
Monitoring dilaksanakan di empat madrasah penerima program MLB, yakni MI Taufiqul Hidayah Mojosari, MI Hidayatul Athfal Kutorejo, MI Al-Karimy Kutorejo, dan MI Hidayatul Muwafiq Jetis.
Saddam, petugas monitoring dari BAZNAS RI, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program MLB benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di madrasah.
“Monitoring ini kami lakukan untuk melihat secara langsung sejauh mana bantuan MLB dimanfaatkan oleh pihak madrasah. Harapannya, fasilitas yang diberikan benar-benar mendukung proses belajar-mengajar, sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih layak dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menjelaskan bahwa di Mojokerto terdapat enam madrasah yang menerima program MLB dari BAZNAS RI. Keenam madrasah tersebut adalah MI Al-Karimy Kutorejo, MI Brawijaya Jatirejo, MI Hidayatul Muwafiq Jetis, MI Hidayatul Athfal Kutorejo, MI Miftahul Ulum Dawar, serta MI Taufiqul Hidayah Mojosari.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dalam mendukung sarana prasarana madrasah. Masing-masing akan menerima bantuan sebesar Rp25 juta. Kami di BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh para siswa dan guru,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan monitoring ini, BAZNAS RI berharap program MLB tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan madrasah di Mojokerto.
BERITA02/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Sosialisasi Zakat Kemenag dan BAZNAS, Sekaligus Salurkan Rp. 60 Juta untuk 337 Mustahik
Mojokerto – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat pada Selasa (30/9/2025) pukul 09.00 WIB di Kantor MWCNU Pungging.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, H. Muttakin, M.Ag., beserta Kasubbag dan para Kasi, Forkopimca Pungging, dan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto tampak hadir Ketua Zamroni Ahmad dan Wakil Ketua II.
Dalam sambutannya, Kakankemenag H. Muttakin, M.Ag. menegaskan bahwa zakat adalah instrumen penting untuk menguatkan solidaritas sosial.
“Zakat tidak hanya ibadah mahdhah, tapi juga solusi nyata untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkuat ketahanan umat. Melalui sinergi Kemenag dan BAZNAS, kita berharap semakin banyak masyarakat sadar dan berpartisipasi dalam gerakan zakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenag melalui UPZ Kemenag dalam pengumpulan dan penyaluran zakat.
“Kami terus berkomitmen agar zakat dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. InsyaAllah zakat yang dihimpun akan kembali kepada umat dalam bentuk pemberdayaan dan bantuan nyata,” tegasnya.
Pada kesempatan itu juga, Ketua UPZ Kemenag Mojokerto, Imam Musta’in, menyampaikan laporan pentasyarufan zakat di wilayah eks Kawedanan Mojosari (Mojosari, Pungging, Ngoro, dan Kutorejo). Adapun rincian penerima manfaat adalah:
1. Janda/duda fakir: 100 orang (masing-masing 25 per kecamatan)
2. Guru TPQ: 72 orang (18 per kecamatan)
3. Marbot masjid: 20 orang (5 per kecamatan)
4. Siswa madrasah swasta: 100 orang
5. Siswa madrasah negeri: 45 orang
6. Lain-lain (operasional, armada, dll).
Secara keseluruhan, zakat yang berhasil disalurkan mencapai Rp60 juta, dengan jumlah penerima 337 mustahik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran berzakat masyarakat semakin meningkat, sehingga manfaat zakat bisa semakin luas menjangkau mereka yang membutuhkan.
BERITA01/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Sarpras untuk SDN Wonoploso
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menyalurkan bantuan sarana prasarana pendidikan. Kali ini, bantuan diberikan untuk pemavingan halaman SDN Wonoploso, Kecamatan Gondang, Jumat (26/9/2025).
Bantuan senilai Rp. 5.000.000 juta tersebut diterima langsung oleh Kepala SDN Wonoploso, Prihadi, S.Pd. SD. Penyaluran ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan mendukung aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Kepala SDN Wonoploso, Prihadi, menyampaikan apresiasinya atas perhatian BAZNAS Kabupaten Mojokerto terhadap dunia pendidikan.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Pemavingan halaman sekolah akan membuat lingkungan belajar lebih rapi, aman, dan nyaman bagi siswa. Semoga langkah baik ini membawa keberkahan bagi BAZNAS dan para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Mojokerto.
"BAZNAS tidak hanya fokus pada program pemberdayaan ekonomi umat, tapi juga peduli pada sarana pendidikan. Harapannya, bantuan ini menjadi wujud nyata zakat yang kembali ke masyarakat dan memberi manfaat luas, terutama bagi generasi penerus bangsa," ujarnya.
Dengan adanya dukungan tersebut, SDN Wonoploso akan memiliki halaman sekolah yang lebih representatif, sekaligus menambah semangat para siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
BERITA30/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Pelatihan Santripreneur di Jetis: Kembangkan Usaha Jual Pulsa dan Layanan Digital
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui program pemberdayaan ekonomi umat menggelar Pelatihan Santripreneur Usaha Jual Pulsa dan Layanan Digital Menggunakan Aplikasi Order Kuota pada Minggu, 28 September 2025, bertempat di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh para santri serta masyarakat sekitar yang berminat mengembangkan usaha berbasis digital. Pelatihan ini menghadirkan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Bapak MK Muhailili, S.Ag, serta Amil Pelaksana III, Bapak Luqman Baroroh, yang memberikan arahan sekaligus motivasi kepada peserta.
Dalam sambutannya, Bapak MK Muhailili menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung kemandirian ekonomi santri melalui pemanfaatan teknologi digital. “Santri harus bisa menjadi motor penggerak ekonomi umat. Melalui aplikasi Order Kuota, diharapkan lahir wirausahawan muda yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Luqman Baroroh menambahkan bahwa usaha jual pulsa dan layanan digital merupakan peluang bisnis yang menjanjikan, terutama dengan semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan berbasis internet. “Santri bukan hanya belajar agama, tapi juga bisa mengambil peran dalam ekonomi digital. Dengan modal kecil, usaha ini bisa berkembang dan memberikan manfaat luas,” jelasnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pelatihan yang mencakup pengenalan aplikasi, simulasi transaksi, hingga strategi pemasaran. Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, para santri mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk membuka peluang usaha baru di lingkungannya masing-masing.
Melalui program Santripreneur ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen terus melahirkan generasi santri yang tidak hanya religius, tetapi juga mandiri dan produktif di bidang ekonomi.
BERITA29/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadiri FGD Penyusunan Dokumen RPB 2025–2030
Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Sekretariat Daerah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Mojokerto Tahun 2025–2030. Acara berlangsung di Hotel Aston Mojokerto, Selasa (23/9/2025), mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan RPB yang difasilitasi oleh SIAP SIAGA Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Mojokerto. Hadir dalam kesempatan tersebut berbagai unsur lembaga, termasuk Baznas Kabupaten Mojokerto yang diwakili oleh Waka III, H. Lukman Hakim, didampingi Amil Pelaksana, Akramin.
Dalam keterangannya, H. Lukman Hakim menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS sangat penting karena penanggulangan bencana tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga pemulihan sosial masyarakat.
“BAZNAS siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program penanggulangan bencana, baik melalui penguatan UPZ hingga penyaluran zakat, infak, dan sedekah untuk membantu korban bencana. Kami ingin memastikan kehadiran Baznas benar-benar dirasakan masyarakat ketika mereka berada dalam kondisi darurat maupun pemulihan,” ujar H. Lukman.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, yang turut membuka acara, menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi seluruh pihak.
“RPB ini akan menjadi panduan bersama bagaimana kita menyiapkan, mencegah, dan merespons bencana di Mojokerto secara terukur. Kehadiran Baznas memberikan dimensi tambahan, karena bantuan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari peran lembaga zakat,” tegas Bapak Teguh Sekda Kabupaten Mojokerto.
FGD ini diharapkan menghasilkan dokumen RPB yang komprehensif, berjangka lima tahun ke depan, serta melibatkan lintas sektor agar upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di Kabupaten Mojokerto dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
BERITA26/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Gus Barra Bupati Mojokerto Serahkan Bantuan BAZNAS Microfinance Masjid di Ngabar Jetis Mojokerto
Mojokerto – Bupati Mojokerto, yang akrab disapa Gus Bupati, menyerahkan secara simbolis bantuan program Baznas Microfinance Masjid di Masjid Nurul Huda, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Rabu (24/9/2024) sore.
Dalam kesempatan itu, disalurkan bantuan senilai Rp150 juta kepada 53 jamaah masjid. Program ini bersifat pinjaman bergulir yang dikelola langsung oleh DKM/Takmir masjid, sehingga manfaatnya bisa berkelanjutan dan menyentuh lebih banyak masyarakat.
Sebelumnya, program serupa telah diluncurkan oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Oktavian, di Masjid Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, dengan jumlah yang sama. Dengan demikian, total bantuan yang sudah disalurkan mencapai Rp300 juta untuk 106 jamaah masjid di dua kecamatan.
Dalam sambutannya, Gus Bupati menyampaikan apresiasi atas terobosan Baznas Kabupaten Mojokerto dalam memberdayakan jamaah melalui masjid.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Melalui program Microfinance Masjid ini, jamaah bisa mengakses permodalan yang sehat dan terarah. Harapan kami, bantuan ini tidak hanya meringankan, tetapi juga memacu semangat kemandirian ekonomi jamaah,” ujar Gus Bupati.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar jamaah masjid dapat memiliki akses pembiayaan tanpa harus terjerat pinjaman berbunga tinggi.
“Kami berusaha menghadirkan solusi nyata bagi jamaah. Pinjaman ini sifatnya ringan, tanpa bunga, dan pengelolaannya dipercayakan kepada takmir masjid agar lebih dekat dengan kebutuhan jamaah. InsyaAllah, dengan sinergi pemerintah daerah, Baznas, dan DKM, program ini bisa berjalan berkelanjutan,” tegas Gus Zamroni.
Turut hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Baznas Kabupaten Mojokerto, Kabag Kesra Setda, Brand Manager BSI Mojokerto, Camat Jetis, serta Kepala Desa Ngabar.
BERITA24/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Perkuat Tata Kelola, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Ikuti BIMTEK SOP BAZNAS se-Jawa Timur
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS se-Jawa Timur Tahun 2025, Senin–Selasa (22–23/9/2025) di Hotel Santika Gresik.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, khususnya dalam aspek pengadaan, keuangan, dan penyaluran dan pendistribusian, agar pengelolaan zakat semakin transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hadir dalam acara ini, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Timur Dra. Siti Munawaroh, M.A., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Wakil Ketua I Drs. KH. Masnuh, M.A., Wakil Ketua II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Wakil Ketua III Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., serta Wakil Ketua IV Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M.
Baznas Kabupaten Mojokerto hadir melalui Wakil Ketua IV, MK. Muhailili, S.Ag. didampingi Amil Pelaksana Shinta Lintang, M.SEI.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV Baznas Kabupaten Mojokerto, MK. Muhailili, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bekal bagi penguatan kelembagaan.
“Bimtek SOP ini menjadi momentum penting agar Baznas Kabupaten Mojokerto semakin tertib dalam tata kelola, khususnya di bidang pengelolaan keuangan dan pelayanan. Dengan adanya standar operasional yang jelas, insyaAllah kerja-kerja amil lebih terarah, masyarakat lebih percaya, dan manfaat zakat bisa lebih dirasakan secara luas,” ujarnya.
Bapak M.K. Muhailili juga menambahkan bahwa penguatan SOP tidak hanya soal kepatuhan administratif, tetapi juga wujud komitmen moral Baznas dalam menjaga amanah muzaki serta meningkatkan kesejahteraan mustahik di Kabupaten Mojokerto.
Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan seluruh Baznas Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dapat menyatukan langkah, memperkuat sistem, dan menghadirkan tata kelola zakat yang semakin profesional.
BERITA23/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Silaturahmi DPUPR ke BAZNAS Kabupaten Mojokerto: Satukan Langkah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Mojokerto, 22 September 2025 – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto melakukan silaturahmi ke kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mojokerto di Jl. RA Basoeni No. 162, Mojokerto, pada Senin (22/9/2025) pukul 09.30 WIB.
Pertemuan ini dihadiri oleh Plt. Kepala DPUPR, Anik Mutammima Kurniawati, S.T., M.Eng., bersama jajaran, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi sekaligus membangun sinergi program antara DPUPR dan BAZNAS. Sinergi tersebut diharapkan dapat mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat berbasis zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Plt. Kepala DPUPR, Anik Mutammima Kurniawati, S.T., M.Eng. menyampaikan: “DPUPR tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga berkomitmen agar pembangunan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sinergi dengan BAZNAS ini penting, karena pembangunan infrastruktur pada akhirnya harus memberi nilai tambah bagi kesejahteraan umat. Kami berharap kerja sama ini menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi masyarakat Mojokerto.”
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyambut baik langkah sinergi ini.
“Kami menyambut baik kunjungan dari DPUPR. Kolaborasi ini membuka ruang agar zakat yang dikelola Baznas bisa bersinergi dengan pembangunan daerah. Dengan sinergi ini, insyaAllah penyaluran zakat tidak hanya menyentuh sisi konsumtif, tetapi juga mendukung pemberdayaan yang terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur. Harapannya, masyarakat dapat merasakan manfaat secara lebih merata,” ujar Zamroni.
Melalui kerja sama ini, kedua lembaga sepakat untuk terus menjalin koordinasi dan memetakan program yang dapat dikerjakan secara sinergis, demi terwujudnya pembangunan yang berkeadilan dan berdaya guna bagi masyarakat Mojokerto.
BERITA22/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Peningkatan Peran UPZ Masjid
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid merupakan garda terdepan dalam pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah dari jamaah. Kehadiran UPZ Masjid menjadi penting karena posisinya yang dekat dengan masyarakat, sehingga lebih mudah membangun kepercayaan sekaligus menumbuhkan kesadaran umat untuk berzakat.
Di tengah dinamika sosial saat ini, UPZ Masjid tidak hanya dituntut sekadar sebagai “kotak amal resmi”, melainkan juga sebagai lembaga yang mampu mengelola dana umat dengan profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan. Masjid sebagai pusat ibadah akan lebih hidup jika peran sosial-ekonominya ikut dioptimalkan.
Peningkatan peran UPZ Masjid dapat dimulai dari aspek sosialisasi dan edukasi. Jamaah perlu terus mendapatkan pemahaman bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana mengangkat kesejahteraan masyarakat. Melalui khutbah, pengajian, dan media informasi masjid, kesadaran zakat bisa ditanamkan secara berkelanjutan.
Selain itu, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas. Laporan keuangan yang rutin diumumkan, baik secara manual maupun digital, akan meningkatkan kepercayaan jamaah. Semakin tinggi kepercayaan, semakin besar pula partisipasi umat untuk menitipkan zakat, infak, dan sedekah mereka melalui UPZ Masjid.
Dalam pengelolaan zakat, sinergi dengan Baznas menjadi langkah strategis. Dengan bekerja sama, UPZ Masjid dapat memastikan bahwa zakat dikelola sesuai aturan syariat dan regulasi, sekaligus memanfaatkan program-program pemberdayaan yang sudah dijalankan Baznas. UPZ tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem besar pengelolaan zakat nasional.
Lebih jauh, UPZ Masjid perlu mengembangkan program pemberdayaan mustahik. Tidak hanya sebatas memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong kemandirian, misalnya melalui pelatihan keterampilan, modal usaha mikro, atau program pendidikan. Dengan cara ini, zakat menjadi solusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan.
Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi peluang yang tidak boleh diabaikan. UPZ Masjid dapat memanfaatkan aplikasi pembayaran zakat online, QRIS, maupun platform media sosial untuk publikasi program. Inovasi ini memudahkan jamaah dalam menunaikan zakat sekaligus memperluas jangkauan penerimaan.
Di sisi lain, UPZ Masjid juga dapat berperan dalam memperkuat solidaritas sosial jamaah. Penyaluran zakat yang tepat sasaran, seperti membantu fakir miskin, beasiswa anak yatim, atau pelayanan kesehatan, akan membuat jamaah merasa masjid benar-benar hadir dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekitar.
Dengan penguatan peran tersebut, masjid akan tampil bukan hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat penguatan umat: spiritual, sosial, dan ekonomi. Dari masjid, lahir jamaah yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga peduli, mandiri, dan berdaya.
Akhirnya, peningkatan peran UPZ Masjid harus dimaknai sebagai ikhtiar kolektif. Semua pihak, baik pengurus masjid, jamaah, maupun Baznas, perlu bergerak bersama. Jika hal ini dijalankan dengan konsisten, insyaAllah UPZ Masjid akan menjadi motor penggerak kesejahteraan umat dan menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat peradaban.
BERITA18/09/2025 | Zamroni Ahmad
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Pelatihan UPZ Masjid: Perkuat Profesionalisme dan Tata Kelola Zakat
Pacet – BAZNAS Kabupaten Mojokerto menggelar Pelatihan UPZ Masjid pada Senin (15/9/2025) bertempat di Hotel Puri Srijaya, Pacet. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Sekda Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, M.M.
Hadir dalam kegiatan tersebut Waka IV BAZNAS Jatim, Drs. KH. Husnul Khuluq, M.M., Kabag Kesra, Kabag Hukum, Kepala Kemenag, Ketua MUI, Ketua DMI, FKUB serta para peserta dari UPZ Masjid se-Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, Asisten I Sekda, Bambang Purwanto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas peran BAZNAS dalam membangun sinergi dengan masjid.
"UPZ Masjid adalah ujung tombak pengelolaan zakat di masyarakat. Kami berharap melalui pelatihan ini, pengurus masjid semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan umat,” ujarnya.
Sementara itu, Waka IV Baznas Jatim, KH. Husnul Khuluq, menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam mengelola dana zakat.
“Zakat yang dikelola dengan amanah dan tepat sasaran akan menjadi energi besar untuk mengentaskan kemiskinan. Karena itu, UPZ harus dibekali dengan pengetahuan tata kelola yang sesuai regulasi dan syariah,” tegasnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus H. Zamroni Ahmad, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan zakat di tingkat akar rumput.
“Kami ingin UPZ Masjid tidak hanya sekadar mengumpulkan zakat, tetapi juga mampu melakukan pemberdayaan. Dengan demikian, keberadaan Baznas dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” jelasnya.
Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung 2 hari yaitu 15-16 September 2025 penuh dengan berbagai materi terkait regulasi, tata kelola, dan strategi pemberdayaan zakat melalui masjid.
BERITA16/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
UNESA dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Pelatihan Olahan Lele dan Pengelolaan Keuangan Keluarga untuk Cegah Stunting
Mojokerto – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Puskesmas Gayaman, dan Pemerintah Kecamatan Mojoanyar dalam upaya mendukung penanggulangan stunting di wilayah Mojokerto. Kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Olahan Ikan Lele Murah dan Bergizi serta Pengelolaan Keuangan Keluarga ini digelar di Pendopo Kecamatan Mojoanyar pada Selasa, 2 September 2025.
Program pengabdian masyarakat ini menjadi wujud nyata kepedulian UNESA terhadap tumbuh kembang anak-anak, khususnya balita yang masih mengalami stunting. Berdasarkan data Kominfo Jawa Timur, penyebab utama stunting di Kabupaten Mojokerto didominasi oleh pola makan (87 persen), pola asuh (45 persen), serta faktor lingkungan seperti sanitasi dan paparan asap rokok (65 persen).
Kegiatan diawali dengan pengukuran tinggi dan berat badan anak sebagai bentuk identifikasi. Tim pengabdian UNESA juga menyiapkan playground agar anak-anak dapat bermain, sementara para ibu fokus mengikuti materi pelatihan.
Dalam sesi pelatihan, para ibu diperkenalkan potensi ikan lele sebagai bahan pangan lokal yang murah, bergizi, dan mudah diolah. Ikan lele diketahui mengandung protein, zat besi, dan omega-3 yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak. Beragam olahan praktis dan lezat diperkenalkan agar lele dapat menjadi menu sehari-hari keluarga.
Selain edukasi gizi, para peserta juga mendapat materi tentang pengelolaan keuangan keluarga. Dengan perencanaan anggaran rumah tangga yang bijak, diharapkan para ibu mampu memprioritaskan kebutuhan gizi anak sekaligus mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
Pimpinan tim pengabdian, Dr. Rachma Indrarini, S.E., M.SEI. mengapresiasi antusiasme peserta. “Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dari para ibu di Kecamatan Mojoanyar. Harapan kami, ilmu yang dibagikan hari ini dapat langsung dipraktikkan di rumah, sehingga anak-anak Mojokerto tumbuh lebih sehat dan cerdas. Kegiatan ini bukan hanya tentang gizi, tetapi juga tentang membangun kesadaran bahwa keluarga adalah garda terdepan dalam pencegahan stunting,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini bisa berlanjut secara berkesinambungan. “Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di satu titik, tetapi dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Dengan begitu, upaya pencegahan stunting di Mojokerto dapat memberikan hasil yang nyata dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan keluarga Mojokerto yang lebih sehat, mandiri, dan bebas dari stunting.
BERITA11/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Mojokerto TERANG, BAZNAS Kab Mojokerto Hadirkan Kacamata Gratis untuk Siswa MTs se-Kabupaten Mojokerto
Program Mojokerto TERANG (Tebar Kacamata untuk Anak Gemilang) kembali hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi pelajar di Kabupaten Mojokerto. Pada hari Senin, 8 September 2025 menyasar lembaga dibawah naungan KKM MTsN 4 Kabupaten Mojokerto yang beranggotakan 23 lembaga binaan.
Pemeriksaan dilakukan pada jam 09.00 di Mts Miftahul Ulum, desa Bendung, Kecamatan Jetis. Di ikuti oleh hampir 85 siswa yang mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Mustakim, M.Pd selaku Ketua KKM MTsN 2 menyampaikan apresiasinya. “Program Mojokerto Terang ini sangat bermanfaat, karena banyak siswa yang sebenarnya memiliki keterbatasan penglihatan namun tidak terdeteksi. Dengan kacamata gratis ini, semoga mereka bisa lebih nyaman belajar dan berprestasi.”
Salah satu siswa penerima, Chika, tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. “Senang sekali akhirnya bisa dapat kacamata baru. Jadi lebih jelas kalau baca tulisan di papan. Terima kasih Baznas Mojokerto,” ungkapnya polos.
Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Mojokerto, H. Samiadi, menegaskan bahwa program Mojokerto Terang merupakan bagian dari ikhtiar memajukan pendidikan. “Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan penglihatan tidak menjadi hambatan bagi anak-anak untuk meraih cita-citanya. Program ini akan terus berlanjut dan menyasar seluruh KKM di Kabupaten Mojokerto.”
Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa dapat lebih semangat belajar, memiliki kesehatan mata yang terjaga, serta mampu meraih prestasi terbaiknya.
BERITA10/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PT Telkom Bahas Program Lanjutan Kampung Akhlak
Mojokerto – Sebagai tindak lanjut dari program Kampung Akhlak, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjalin komunikasi intensif dengan PT Telkom. Pertemuan berlangsung pada Jumat (5/9) antara jajaran BAZNAS Kabupaten Mojokerto dengan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Telkom Regional V.
Hadir dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Waka IV Bapak MK. Muhailili, SE didampingi Bapak Luqman Baroroh serta Bu Karina selaku pendamping program. Sementara itu, dari Telkom hadir Bapak Ahmad Yani, pengurus UPZ Telkom Regional V.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana pelaksanaan Kampung Akhlak tahap kedua, termasuk berbagai kebutuhan teknis yang harus dipenuhi. “Kami ingin memastikan program ini berjalan lebih baik dan memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Bapak MK. Muhailili.
Selain fokus pada program Kampung Akhlak, diskusi juga menyentuh peluang kolaborasi lain bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Salah satunya terkait penanganan stunting.
Bapak Ahmad Yani menyambut positif peluang kerjasama tersebut. “Telkom sangat terbuka untuk berkolaborasi, apalagi bila melibatkan banyak pihak dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap kolaborasi dengan Telkom dapat memperkuat program sosial-keagamaan, sekaligus memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat Mojokerto.
BERITA09/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Silaturahmi Baznas dan TP PKK Kabupaten Mojokerto Bahas Program Bersama
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto menggelar silaturahmi bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto pada Rabu (3/9/2025) pukul 13.00 di Peringgitan Rumah Dinas Bupati Mojokerto.
Hadir dalam pertemuan ini Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad didampingi Waka I, Waka II, Waka III, Kabag Administrasi Umum, serta Kabid Penyaluran. Sementara dari TP PKK hadir Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Ny. Shofiyah Hana Barra, Lc, didampingi beberapa ketua pokja PKK.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam ini menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan mengenai program-program unggulan masing-masing lembaga. BAZNAS menyampaikan capaian serta program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Sementara TP PKK memaparkan program keluarga sejahtera, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan perempuan.
Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Ning Hj. Shofiyah Hana Barra, Lc, menyampaikan apresiasinya atas jalinan komunikasi yang baik ini. “Alhamdulillah, melalui silaturahmi ini kita bisa saling mendengar dan saling menguatkan. Banyak potensi kolaborasi yang bisa kita sinergikan, terutama dalam hal pemberdayaan keluarga, pendidikan anak, serta penanggulangan kemiskinan,” tutur Ning Hana.
Senada dengan itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun masyarakat. “BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri, perlu mitra strategis seperti TP PKK. Dengan sinergi, InsyaAllah zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS bisa lebih tepat sasaran, menyentuh keluarga-keluarga yang membutuhkan,” ujar Gus Zam.
Silaturahmi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjalin kerja sama lebih erat dalam program-program sosial dan pemberdayaan di Kabupaten Mojokerto.
BERITA05/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.
Lihat Daftar Rekening →