WhatsApp Icon
Sambut Muktamar NU ke 35, UMKM Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan 1.000 Paket Z-Chicken

MOJOKERTO — Lima pelaku usaha Z-Chicken binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan ikut mengambil bagian dalam perhelatan Muktamar ke-35 yang berlangsung mulai 27 Agustus 2026. Mereka menyiapkan sebanyak 1.000 paket nasi kotak Z-Chicken yang akan dibagikan di 10 titik lokasi. 

Setiap hari mulai 27 - 31 Agustus 2026, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut akan mempersiapkan nasi kotak mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan distribusi di sejumlah titik kegiatan.

Keterlibatan Z-Chicken dalam kegiatan berskala besar ini menjadi salah satu gambaran perkembangan UMKM yang dibangun melalui program pemberdayaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Z-Chicken merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang mulai dikembangkan sejak 2021. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi diarahkan agar penerima manfaat mampu membangun dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Kini, setelah beberapa tahun berjalan, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut tidak hanya menjalankan usahanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga mulai mendapatkan kepercayaan untuk mengambil bagian dalam kegiatan masyarakat dengan skala yang lebih besar.

Bagi lima penjual Z-Chicken yang terlibat dalam kegiatan Muktamar ke-35, kesempatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru. Mereka harus menjaga kualitas produk, memenuhi jumlah pesanan, serta memastikan seluruh paket siap didistribusikan sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan.

Penanggung jawab kegiatan, Ayu Isna Khariroh, mengatakan keterlibatan para penjual Z-Chicken dari Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan Muktamar menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa UMKM binaan BAZNAS mampu tumbuh dan mengambil peran dalam kegiatan yang lebih besar.

“Kami ingin Z-Chicken tidak hanya dikenal sebagai program bantuan usaha, tetapi benar-benar menjadi usaha yang tumbuh dan bisa memberikan kontribusi. Kesempatan menyiapkan 1.000 paket untuk kegiatan Muktamar ini menjadi pengalaman penting bagi para penjual,” ujar Ayu.

Menurutnya, tantangan utama bukan hanya menyiapkan makanan dalam jumlah besar, tetapi juga menjaga kualitas dan ketepatan waktu. Karena itu, para pelaku usaha melakukan persiapan agar proses produksi dan distribusi dapat berjalan dengan baik selama lima hari pelaksanaan kegiatan.

Keterlibatan lima pelaku usaha Z-Chicken ini sekaligus menunjukkan arah pemberdayaan zakat yang ingin dibangun BAZNAS Kabupaten Mojokerto: mustahik tidak selamanya berada pada posisi menerima bantuan, tetapi didorong untuk tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu mengambil bagian dalam berbagai kesempatan ekonomi.

Dari program yang berawal sebagai bantuan pemberdayaan pada 2021, kini Z-Chicken mulai menemukan ruangnya sebagai UMKM yang mampu melayani kebutuhan kegiatan dengan jumlah pesanan yang cukup besar.

Muktamar ke-35 pun menjadi momentum tersendiri bagi para pelaku Z-Chicken Mojokerto untuk membuktikan bahwa pemberdayaan zakat bukan hanya tentang memberi modal, tetapi tentang membangun kemampuan hingga penerima manfaat mampu berdiri dengan usahanya sendiri.

26/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kunjungi Kediaman Pak Sutarno, Gus Bupati Serahkan Bantuan Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Kecamatan Trawas

MOJOKERTO — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Bupati Mojokerto mengunjungi kediaman Bapak Sutarno, sekaligus menyerahkan bantuan untuk pembangunan rumah yang lebih layak bagi keluarganya.

Sutarno merupakan warga desa Ngoro yang tinggal Desa Srigading, Ngoro tapi kesehariannya bergaul dengan warga desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Ia tinggal bersama istri dan empat anaknya. Kondisi rumah yang ditempati saat ini tergolong sangat tidak layak huni, dengan bangunan sederhana yang menyatu dengan kandang kambing sehingga kondisi lingkungan rumah kurang sehat dan kurang layak untuk ditempati keluarga.

Dalam kunjungan tersebut(19/8/2026), Bupati Mojokerto didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait, di antaranya Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disdukcapil, Kepala DPRKP2, Camat Trawas, Camat Ngoro, serta Kabag Kesra.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk membantu pembangunan rumah Sutarmo, BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan sebesar Rp25 juta melalui program Rutilahu, yang dilaksanakan bekerja sama dengan MWCNU Trawas.

Tidak berhenti pada bantuan BAZNAS, MWCNU Trawas juga memberikan dukungan bantuan sebesar Rp25 juta. Dengan demikian, kolaborasi tersebut menghadirkan dukungan total sebesar Rp50 juta untuk membantu mewujudkan rumah yang lebih layak bagi keluarga Sutarmo.

Bupati Mojokerto, Gus Barra bersama kepala perangkat daerah juga memastikan bahwa keluarga pak sutarno mendapatkan program-program dari pemerintah terkait hal mendasar dalam bidang kesehatan, sosial dan pendidikan. 

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menyampaikan “Program Rutilahu ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat kembali kepada masyarakat. Namun yang lebih penting, program ini tidak berjalan sendiri. Ketika BAZNAS, MWCNU, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak bersama, bantuan yang diberikan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya semakin besar,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan MWCNU Trawas menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memperkuat peran kelembagaan di tingkat kecamatan.

Kondisi Sutarmo sebelumnya menunjukkan keterbatasan ekonomi yang cukup berat. Ia bekerja sebagai buruh tani dan merawat beberapa kambing milik orang lain, dengan penghasilan yang tidak tetap dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Sutarmo menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada Gus Bupati, BAZNAS, MWCNU, dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Sutarmo.

Kunjungan Bupati Mojokerto bersama jajaran OPD terkait sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tertangani, sementara lembaga seperti BAZNAS dan organisasi masyarakat turut menghadirkan sumber daya serta kepedulian dari masyarakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun ekosistem zakat yang tidak hanya kuat dalam penghimpunan, tetapi juga nyata dalam menghadirkan manfaat.

Satu rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Tetapi bagi keluarga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan, rumah yang layak adalah tempat tumbuhnya kesehatan, kenyamanan, dan harapan baru.

20/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kambing Bergulir Tumbuh Berkelanjutan, Program Kampung Akhlak Perkuat Kemandirian dan Keagamaan Mustahik

Mojokerto — Program Kampung Akhlak melalui Zakat Community Development (ZCD) terus mendorong peningkatan kesejahteraan penerima manfaat secara menyeluruh, tidak hanya melalui penguatan ekonomi, tetapi juga melalui pendampingan sosial dan keagamaan.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, tim pendamping melakukan monitoring perkembangan ternak kambing milik penerima manfaat Program Kambing Bergulir di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan dilakukan kepada Bapak Suwito, salah satu anggota kelompok penerima manfaat program.

Dari hasil monitoring, perkembangan ternak menunjukkan hasil yang cukup baik. Bapak Suwito yang pada awal program menerima 1 ekor kambing indukan, kini telah berkembang menjadi 6 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, 2 ekor telah terjual, sementara 1 ekor kambing betina telah melahirkan 1 cempe dan 2 ekor kambing lainnya dalam kondisi bunting.

Sementara itu, indukan awal yang diterima dari program juga telah berhasil digulirkan kepada penerima manfaat berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme Kambing Bergulir mulai menciptakan efek berantai, di mana manfaat program tidak berhenti pada satu keluarga, tetapi terus diperluas kepada penerima manfaat lainnya.

Selain melakukan monitoring ternak, pendamping juga melakukan silaturahmi dan dialog bersama Bapak Suwito dan keluarga. Pendampingan tersebut mencakup kondisi keluarga serta perkembangan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan Program Kampung Akhlak.

Dalam aspek keagamaan, terdapat perkembangan positif pada Bapak Suwito. Ia menyampaikan bahwa saat ini semakin rutin mengikuti salat berjamaah di masjid dan aktif mengikuti kegiatan belajar mengaji bersama kelompok lansia. Setelah melalui proses belajar secara bertahap, kemampuan membaca Al-Qur'an beliau kini telah berkembang hingga mampu membaca Al-Qur'an.

Bapak Suwito juga aktif mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Semangat serupa turut ditunjukkan oleh istrinya yang saat ini masih belajar membaca Al-Qur'an melalui buku Iqra'. Meskipun masih berada pada tahap awal, semangat untuk terus belajar menjadi bagian penting dari proses penguatan kehidupan keagamaan keluarga.

Perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan melalui ZCD tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan penerima manfaat, tetapi juga membangun kemandirian, kepedulian sosial, serta penguatan spiritual keluarga.

Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan melalui monitoring perkembangan ternak, khususnya terhadap dua ekor kambing yang sedang bunting, sekaligus mendorong penerima manfaat untuk menjaga kesehatan ternak, kualitas pakan, dan kebersihan kandang.

Pendamping juga akan melanjutkan pembinaan sosial dan keagamaan keluarga agar semangat mengikuti kegiatan keagamaan serta belajar membaca Al-Qur'an dapat dipertahankan secara konsisten.

Melalui Program Kampung Akhlak, ZCD terus berupaya menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan: ternak berkembang, ekonomi tumbuh, manfaat bergulir, dan akhlak semakin kuat.

14/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni untuk Keluarga Syamsul Ma’arif di Payungrejo

MOJOKERTO — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan dalam pelaksanaan program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) BAZNAS Kabupaten Mojokerto Tahun 2026. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, pembangunan rumah milik Bapak Syamsul Ma’arif dan Ibu Winarti, warga Dusun Blumbang RT 01/RW 07, Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai dilaksanakan.

Rumah yang sebelumnya merupakan bangunan sederhana berbahan bambu tersebut akan dibangun kembali agar keluarga penerima manfaat dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Pembangunan ini mendapatkan dukungan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui bantuan sebesar Rp25 juta. Namun, pelaksanaannya tidak hanya bertumpu pada bantuan dana. Sejumlah pihak turut mengambil bagian melalui semangat gotong royong.

Relawan BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama Pemerintah Desa Payungrejo, keluarga penerima manfaat, serta warga dan tetangga sekitar terlibat langsung dalam proses awal pembangunan. Mereka bergotong royong membongkar rumah lama dan melakukan penggalian tanah untuk pondasi.

Bahkan, dukungan masyarakat juga hadir dalam bentuk material. Salah seorang warga turut memberikan bantuan lima sak semen untuk mendukung proses pembangunan rumah tersebut.

Keterlibatan masyarakat ini menunjukkan bahwa program Rutilahu bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan. Di dalamnya terdapat kepedulian dan kebersamaan warga untuk membantu sesama agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih baik.

Relawan BAZNAS Kecamatan Kutorejo, Ali Muntoha, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Bukan hanya membantu tenaga, tetapi ada juga yang memberikan material. Ini menunjukkan bahwa ketika ada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, warga dengan sendirinya ikut merasa memiliki dan ingin membantu,” ungkap Ali.

Menurutnya, gotong royong seperti ini juga membuat bantuan BAZNAS memiliki daya ungkit yang lebih besar. Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada nilai nominal, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat.

Sementara itu, Bapak Syamsul Ma’arif, penerima manfaat program Rutilahu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian BAZNAS serta kepedulian warga sekitar.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan semua warga yang sudah membantu. Tidak menyangka banyak yang ikut membantu, mulai dari membongkar rumah sampai menggali pondasi. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Syamsul.

Pembangunan rumah Syamsul Ma’arif dan Winarti menjadi salah satu wujud nyata bahwa zakat yang dihimpun melalui BAZNAS dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung.

Lebih dari sekadar membangun rumah, program Rutilahu juga mempertemukan zakat, kepedulian lembaga, dan kekuatan gotong royong masyarakat dalam satu ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir gotong royong. Dan dari gotong royong, sebuah keluarga kembali memiliki harapan.

13/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Anugerahkan Tokoh Penggerak Zakat dan Mitra Strategis pada HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit

Mojokerto — BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam membangun budaya zakat dan memperkuat kolaborasi sosial di Kabupaten Mojokerto. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto, di kantor PERUMDAM Mojopahit, Jalan Pahlawan, Mojosari, Selasa (11/8/2026).

Dua penghargaan diberikan BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada kesempatan tersebut. Pertama, Anugerah Tokoh Penggerak Zakat 2026 yang diberikan kepada Bapak Fayakun Hidayat, Direktur PERUMDAM Mojopahit, atas dedikasi dan kepeloporannya dalam membangun budaya zakat di lingkungan PERUMDAM Mojopahit sekaligus memperkuat sinergi bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Kedua, Anugerah Mitra Strategis BAZNAS 2026 diberikan kepada PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto atas komitmen, konsistensi, dan kolaborasinya dalam penghimpunan zakat dan infak serta pelaksanaan berbagai program sosial bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, dan disaksikan oleh Bupati Mojokerto  Dr. H. Muhammad Albarra, Lc, M. hum, Wakil Bupati Mojokerto dr. Rizal Octavian, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuhroh, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, penghargaan tersebut bukan sekadar apresiasi kepada individu maupun institusi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi bentuk penghormatan terhadap ikhtiar bersama dalam menjadikan zakat sebagai bagian dari budaya kelembagaan sekaligus instrumen untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Direktur PERUMDAM Mojopahit, Fayakun Hidayat, SH., menyampaikan bahwa zakat dan infak merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu terus ditumbuhkan di lingkungan perusahaan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Bagi kami, penghargaan ini bukan semata-mata untuk pribadi maupun PERUMDAM, tetapi menjadi pengingat bahwa apa yang kita miliki juga terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama dengan BAZNAS akan terus diperkuat agar kontribusi zakat dan infak dari lingkungan PERUMDAM dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa PERUMDAM Mojopahit merupakan salah satu mitra yang telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung gerakan zakat di Kabupaten Mojokerto.

“Kami memberikan penghargaan ini karena ada keteladanan yang layak diapresiasi. Pak Fayakun tidak hanya menunaikan zakat, tetapi juga ikut membangun budaya zakat di lingkungan lembaga yang beliau pimpin. Demikian pula PERUMDAM Mojopahit, yang secara konsisten sejak tahun 2019 telah membangun sinergi bersama BAZNAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat tidak akan berkembang hanya dengan mengandalkan lembaga amil. Dibutuhkan tokoh-tokoh yang memberikan keteladanan dan lembaga-lembaga yang bersedia menjadi mitra strategis.

“Zakat akan menjadi kekuatan besar ketika tumbuh menjadi budaya bersama. Karena itu, BAZNAS tidak ingin berjalan sendiri. Kami ingin mempertemukan orang-orang yang memiliki kepedulian, lembaga yang memiliki komitmen, dan program yang benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tambahnya.»

Sinergi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Mojopahit selama ini tidak berhenti pada penghimpunan zakat dan infak. Kolaborasi juga diarahkan pada pelaksanaan program sosial dan pemberdayaan masyarakat, sehingga dana yang dihimpun dapat kembali kepada masyarakat Mojokerto dalam bentuk program yang terukur dan tepat sasaran.

Momentum HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari capaian pelayanan dan kinerja organisasi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Melalui penghargaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semakin banyak tokoh dan lembaga yang tergerak untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari budaya kelembagaan.

11/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Mojokerto Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Sukseskan Program Tebus Ijazah 2026
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Sukseskan Program Tebus Ijazah 2026
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Tebus Ijazah Tahun 2026 melalui rapat koordinasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Pertemuan yang digelar di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, menyusun mekanisme teknis, sekaligus memperkuat sinergi agar program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Rapat koordinasi tersebut menghadirkan tiga unsur strategis yang membidangi seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Mojokerto, yakni Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto yang membawahi madrasah, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto yang membawahi jenjang SD dan SMP, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang membawahi SMA dan SMK. Dengan keterlibatan ketiga instansi tersebut, diharapkan proses pendataan hingga penyaluran bantuan dapat menjangkau seluruh calon penerima manfaat yang memenuhi kriteria program. Program Tebus Ijazah Tahun 2026 merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Perumdam Mojopahit Mojokerto. Program ini ditujukan untuk membantu lulusan dari keluarga kurang mampu yang ijazahnya masih tertahan karena kendala administrasi, sehingga mereka dapat kembali memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari mekanisme pendataan calon penerima manfaat, proses verifikasi dan validasi, koordinasi dengan sekolah dan madrasah, hingga penyusunan alur penyaluran bantuan. Seluruh peserta juga berkomitmen untuk memperkuat koordinasi agar pelaksanaan program berlangsung secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Mojokerto sekaligus PIC Program Tebus Ijazah, H. Samiadi, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, BAZNAS tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjangkau seluruh calon penerima manfaat di berbagai jenjang pendidikan. "Kami ingin memastikan tidak ada lulusan dari keluarga kurang mampu yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan atau bekerja hanya karena ijazahnya masih tertahan. Karena itu, sinergi antara BAZNAS, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Kabupaten, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, serta seluruh sekolah dan madrasah menjadi kunci keberhasilan Program Tebus Ijazah Tahun 2026," ujar H. Samiadi. Melalui koordinasi lintas sektor ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap Program Tebus Ijazah Tahun 2026 dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih adil, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto.
BERITA29/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan Program Tebus Ijazah Tahun 2026 untuk Bantu Pelajar Kurang Mampu
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan Program Tebus Ijazah Tahun 2026 untuk Bantu Pelajar Kurang Mampu
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto berencana kembali melaksanakan Program Tebus Ijazah pada tahun 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa dari keluarga kurang mampu yang terkendala mengambil ijazah akibat tunggakan biaya pendidikan. Program yang telah memberikan manfaat bagi ratusan pelajar pada tahun-tahun sebelumnya ini diharapkan dapat terus menjadi solusi bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan namun belum dapat memperoleh ijazahnya. Dengan adanya bantuan tersebut, para penerima manfaat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja tanpa hambatan administrasi. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas dalam pendistribusian dana zakat. Oleh karena itu, Program Tebus Ijazah akan kembali menjadi bagian dari program unggulan BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada tahun 2026. “Masih terdapat siswa yang belum bisa mengambil ijazah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Melalui Program Tebus Ijazah, BAZNAS hadir untuk membantu mereka memperoleh hak pendidikan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Pelaksanaan program ini nantinya akan menyasar siswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, maupun SMK yang memenuhi kriteria mustahik dan telah melalui proses verifikasi oleh tim BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Selain itu, BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan, lembaga pendidikan, serta para muzaki untuk memperluas jangkauan manfaat program. “Saat ini, program tersebut sedang kami koordinasikan dengan berbagai pihak lintas sektoral di Kabupaten Mojokerto, mulai dari Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, hingga Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kami juga terus berkonsultasi dengan Gus Bupati agar program ini benar-benar tepat sasaran serta dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” pungkas Zamroni. Melalui Program Tebus Ijazah Tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap tidak ada lagi siswa yang tertahan masa depannya hanya karena kendala ekonomi. Program ini menjadi wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung terwujudnya generasi Mojokerto yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
BERITA25/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Bank Jatim Syariah Kunjungi Mustahik untuk Pembaruan ATM Kedaluwarsa
BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Bank Jatim Syariah Kunjungi Mustahik untuk Pembaruan ATM Kedaluwarsa
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama Bank Jatim Syariah melaksanakan kunjungan kepada empat mustahik penerima manfaat program bantuan BAZNAS yang mengalami kendala pencairan bantuan akibat kartu ATM yang telah kedaluwarsa. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (23/06/2026) ini dipimpin oleh Amil Pelaksana BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Luqman Baroroh. Kunjungan dilakukan secara langsung ke kediaman para mustahik yang berada di beberapa wilayah, yakni dua mustahik di Kecamatan Pacet, satu mustahik di Kecamatan Ngoro, dan satu mustahik di Kecamatan Jetis. Permasalahan yang dihadapi para mustahik adalah kartu ATM rekening bantuan yang telah memasuki masa kedaluwarsa, sehingga tidak dapat digunakan untuk mengakses dana bantuan yang disalurkan melalui Bank Jatim Syariah. Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak Bank Jatim Syariah bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto melakukan pendampingan dan pembaruan data guna proses penggantian kartu ATM. Melalui kunjungan ini, diharapkan para mustahik dapat kembali mengakses bantuan dengan lancar tanpa harus mengalami kesulitan dalam proses administrasi perbankan. Selain memberikan pelayanan langsung kepada penerima manfaat, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Bank Jatim Syariah dalam memastikan bantuan yang disalurkan dapat diterima dan dimanfaatkan secara optimal oleh para mustahik. BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para penerima manfaat melalui koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga perbankan, guna mendukung kelancaran penyaluran program-program pemberdayaan dan bantuan sosial.
BERITA24/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
Pengurus UPZ Desa Rejosari Ikuti Penguatan Tata Kelola ZIS di BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Pengurus UPZ Desa Rejosari Ikuti Penguatan Tata Kelola ZIS di BAZNAS Kabupaten Mojokerto
MOJOKERTO – Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, melakukan kunjungan ke Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada Rabu (17/6/2026) dalam rangka penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Zakat Community Development (ZCD) Kampung Akhlak Desa Rejosari ini diikuti oleh lima orang pengurus UPZ yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta perwakilan pengurus masjid dari Dusun Lebaksari dan Dusun Kesiman. Rombongan diterima langsung oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua I, Wakil Ketua III, dan Wakil Ketua IV. Dalam sambutannya, pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai mitra BAZNAS dalam penghimpunan dan pendistribusian ZIS di tingkat masyarakat. Pengembangan UPZ Desa menjadi salah satu fokus BAZNAS Kabupaten Mojokerto selain penguatan UPZ pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS juga menyampaikan bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Mojokerto sangat besar. Penghimpunan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) selama ini telah berjalan dengan baik melalui dukungan kebijakan pemerintah daerah. Namun demikian, potensi zakat masyarakat umum masih perlu terus digali dan dikelola secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pengurus UPZ Desa Rejosari menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pendampingan yang selama ini diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Mereka berharap pembinaan dan penguatan kelembagaan dapat terus dilakukan sehingga UPZ Desa Rejosari mampu berkembang menjadi lembaga pengelola ZIS yang amanah, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat. Selain pembinaan kelembagaan, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi mengenai tata kelola ZIS. Materi yang disampaikan meliputi strategi penghimpunan zakat di masyarakat, mekanisme pendistribusian sesuai ketentuan syariah dan regulasi, penguatan administrasi kelembagaan, hingga pengelolaan hak amil sebagai bagian dari operasional lembaga. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto turut menjelaskan bahwa dana ZIS yang dihimpun dapat didayagunakan untuk berbagai program kemaslahatan umat, antara lain bidang pendidikan, kemanusiaan, keagamaan dan dakwah, ekonomi produktif, serta kesehatan. Dalam sesi diskusi, pengurus UPZ diajak untuk merumuskan arah pengembangan organisasi melalui pertanyaan reflektif mengenai visi dan tujuan UPZ Desa Rejosari ke depan agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari pengurus UPZ. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah mekanisme penyaluran dana yang telah disetorkan ke BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Pengurus berharap proses pengajuan program dan pencairan dana dapat semakin mudah sehingga masyarakat merasakan bahwa dana ZIS yang dihimpun dapat kembali dimanfaatkan untuk kemaslahatan warga Desa Rejosari. Melalui kegiatan ini, diharapkan UPZ Desa Rejosari semakin kuat secara kelembagaan, mampu meningkatkan edukasi ZIS kepada masyarakat, mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian dana secara tepat sasaran, serta memperkuat koordinasi dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam pengembangan program-program pemberdayaan masyarakat.
BERITA17/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
Stakeholder Kabupaten Mojokerto Perkuat Komitmen Penanganan HIV/AIDS, BAZNAS Siap Dukung Upaya Kolaboratif
Stakeholder Kabupaten Mojokerto Perkuat Komitmen Penanganan HIV/AIDS, BAZNAS Siap Dukung Upaya Kolaboratif
MOJOKERTO – Berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Mojokerto berkumpul dalam Rapat Koordinasi Stakeholder dalam Upaya Penanganan HIV/AIDS yang digelar di Hotel Aston Mojokerto, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh BAPEDA Kabupaten Mojokerto ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Mojokerto. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Tim Penggerak PKK, Bappeda, Dinas Kesehatan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum CSR, BAZNAS Kabupaten Mojokerto, organisasi sosial, serta lembaga pendamping yang selama ini aktif dalam isu HIV/AIDS. Kegiatan diawali dengan pemaparan perkembangan dan situasi HIV di Kabupaten Mojokerto oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya, Bappeda Kabupaten Mojokerto menyampaikan arah kebijakan serta potensi dukungan pendanaan melalui APBD guna memperkuat program penanganan HIV/AIDS secara berkelanjutan. Pada sesi siang hari, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Hj. Shofiyah Hanak Al Barra, menyampaikan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta pendampingan bagi penyintas HIV/AIDS. Menurutnya, penanganan HIV/AIDS tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Keluarga merupakan benteng pertama dalam membangun kesadaran, pencegahan, dan pendampingan. Karena itu, PKK siap mengambil peran dalam edukasi masyarakat, mengurangi stigma, serta mendorong lingkungan yang lebih peduli dan inklusif bagi saudara-saudara kita yang terdampak HIV/AIDS,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto menegaskan bahwa persoalan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyangkut persoalan sosial dan ekonomi yang membutuhkan dukungan bersama. “BAZNAS memandang bahwa penanganan HIV/AIDS memerlukan pendekatan yang komprehensif. Selain edukasi dan layanan kesehatan, perlu ada perhatian terhadap aspek sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga yang terdampak. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan dunia usaha, kami siap mendukung berbagai program kemaslahatan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat,” ungkapnya. Diskusi yang berlangsung sepanjang kegiatan menghasilkan sejumlah masukan dan rekomendasi untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari peningkatan edukasi masyarakat, penguatan layanan kesehatan, pengurangan stigma dan diskriminasi, hingga dukungan pendanaan dan pemberdayaan sosial ekonomi bagi kelompok rentan. Sebagai bentuk keseriusan bersama dalam mendukung upaya penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Mojokerto, kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh stakeholder yang hadir. Penandatanganan tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk mewujudkan penanganan HIV/AIDS yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.
BERITA11/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS dan Perumdam Mojokerto Tinjau Hasil Bedah Rumah Korban Puting Beliung di Gondang
BAZNAS dan Perumdam Mojokerto Tinjau Hasil Bedah Rumah Korban Puting Beliung di Gondang
MOJOKERTO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto bersama Perumdam Kabupaten Mojokerto melaksanakan kunjungan lapangan untuk meninjau hasil program bedah rumah bagi warga terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan yang dilaksanakan pada Selasa (9/6) tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Perumdam Kabupaten Mojokerto, H. Fayakun, serta perwakilan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yaitu Wakil Ketua II Soegeng Mawardi dan Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Program bedah rumah ini merupakan bentuk kolaborasi antara Perumdam Kabupaten Mojokerto dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dengan total nilai bantuan sebesar Rp50 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada Bapak Ngadi, warga Kecamatan Gondang yang rumahnya mengalami kerusakan parah hingga roboh akibat bencana angin puting beliung yang terjadi pada bulan Maret lalu. Sebelumnya, bantuan tersebut telah diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Mojokerto terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Melalui sinergi antara BAZNAS dan Perumdam, proses pembangunan kembali rumah Bapak Ngadi dapat diselesaikan dengan baik. Saat ini, rumah tersebut telah rampung 100 persen dan siap ditempati kembali oleh keluarga penerima manfaat. Direktur Perumdam Kabupaten Mojokerto, H. Fayakun, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. “Kami berharap bantuan ini tidak hanya menghadirkan kembali tempat tinggal yang layak, tetapi juga memberikan semangat baru bagi keluarga Bapak Ngadi untuk bangkit setelah terdampak bencana. Kolaborasi antara Perumdam dan BAZNAS ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial akan semakin kuat ketika berbagai pihak bersinergi untuk membantu masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi, mengapresiasi dukungan Perumdam Kabupaten Mojokerto yang turut berpartisipasi dalam program kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mempercepat pemulihan warga pascabencana sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan bantuan secara tepat sasaran. Kunjungan ini ditutup dengan peninjauan langsung bangunan yang telah selesai dikerjakan serta dialog bersama keluarga penerima manfaat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Perumdam Kabupaten Mojokerto ke-45, yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Melalui momentum tersebut, Perumdam Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan pascabencana.
BERITA09/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Gresik Lakukan Kunjungan Studi ke Balai Ternak Trawas Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto
BAZNAS Kabupaten Gresik Lakukan Kunjungan Studi ke Balai Ternak Trawas Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Gresik melakukan kunjungan studi dan silaturahmi ke Balai Ternak Trawas yang merupakan program binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada Senin (8/6/2026) pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pengelolaan program pemberdayaan ekonomi peternakan yang telah berjalan di wilayah Kecamatan Trawas. Rombongan BAZNAS Kabupaten Gresik yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Muhtadin, Kepala Pelaksana; Ach. Khusnun Ridlo, S.Pd.I, Kepala Bidang; Hanif Romadhon, S.Pd., M.M, Staf/Amil; Abd. Kholiq, Staf/Amil; serta drh. Yudha Indrawan sebagai Pendamping Balai Ternak. Dalam kunjungan tersebut, rombongan didampingi oleh Ahmad Ali selaku pendamping balai ternak dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang memberikan penjelasan mengenai sejarah berdirinya Balai Ternak Trawas, sistem pengelolaan kelompok ternak, pola pendampingan mustahik, hingga perkembangan program yang telah dirasakan oleh para penerima manfaat. Selama kegiatan berlangsung, rombongan berkesempatan meninjau langsung kandang ternak, sarana pendukung peternakan, serta berdialog dengan para peternak binaan. Kunjungan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan pembelajaran antar lembaga dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Koordinator Pelaksana BAZNAS Kabupaten Gresik, Muhtadin, menyampaikan apresiasinya terhadap pengelolaan Balai Ternak Trawas yang dinilai mampu menjadi contoh program pemberdayaan mustahik yang berkelanjutan. "Kami melihat bahwa Balai Ternak Trawas memiliki sistem pendampingan yang baik dan melibatkan masyarakat secara aktif. Program ini tidak hanya memberikan bantuan ternak, tetapi juga membangun kapasitas peternak sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya. Sementara itu, Ahmad Ali selaku pendamping dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari pendampingan rutin, penguatan kelembagaan kelompok, serta komitmen para peternak dalam mengembangkan usaha ternaknya. "Balai Ternak Trawas hadir sebagai upaya pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Harapannya, para penerima manfaat dapat meningkatkan pendapatan dan secara bertahap bertransformasi menjadi muzaki," jelasnya. Kunjungan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai strategi pengelolaan balai ternak, tantangan yang dihadapi, serta peluang pengembangan program di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS Kabupaten Gresik dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang produktif dan berkelanjutan.
BERITA08/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
KBIHU ARMINA Mojokerto, bayarkan Dam Haji pada BAZNAS
KBIHU ARMINA Mojokerto, bayarkan Dam Haji pada BAZNAS
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto melakukan silaturahmi dan koordinasi bersama KBIHU ARMINA Mojosari pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di pusat manasik KBIHU ARMINA dengan dihadiri jajaran pengurus serta jamaah calon haji. KBIHU ARMINA Mojosari yang dipimpin oleh KH. Muzaini Rois tahun ini memberangkatkan sebanyak 115 jamaah calon haji. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas terkait mekanisme pembayaran dam haji melalui BAZNAS Kabupaten Mojokerto sesuai arahan dan ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Haji mengenai pelaksanaan dam haji yang lebih tertib, aman, dan tepat sasaran. Ketua KBIHU ARMINA, KH. Muzaini Rois, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus dibangun bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam memberikan kemudahan layanan kepada jamaah haji, khususnya terkait pelaksanaan dam haji di Indonesia. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjelaskan bahwa teknis distribusi daging dam haji nantinya akan dilakukan secara terukur dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Distribusi akan mengedepankan prinsip syariat, amanah, serta pemerataan manfaat agar nilai ibadah dam tidak hanya dirasakan oleh jamaah, tetapi juga memberi keberkahan bagi para mustahik. Melalui sinergi ini, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M berjalan lancar serta semakin memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan KBIHU dalam pelayanan umat.
BERITA18/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
Harmonisasi Raperbup Zakat, Pemkab Mojokerto dan BAZNAS Matangkan Penyempurnaan Regulasi
Harmonisasi Raperbup Zakat, Pemkab Mojokerto dan BAZNAS Matangkan Penyempurnaan Regulasi
Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto mengikuti rapat harmonisasi Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang Pedoman Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penyempurnaan regulasi sebelumnya, yakni Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 104 Tahun 2021, agar lebih adaptif dengan perkembangan tata kelola zakat serta penguatan kelembagaan BAZNAS di daerah. Rapat harmonisasi tersebut dihadiri unsur Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Proses pembahasan dipandu langsung oleh pejabat di lingkup Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari tahapan harmonisasi peraturan daerah dan peraturan kepala daerah. Dalam forum tersebut dibahas sejumlah poin strategis, mulai dari penguatan mekanisme penghimpunan zakat, optimalisasi peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ), tata kelola pendistribusian dan pendayagunaan zakat, hingga penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS. Bagian Kesra Kabupaten Mojokerto, Sunaris, menyampaikan bahwa penyempurnaan regulasi ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pengelolaan zakat yang lebih profesional, transparan dan berdampak bagi masyarakat. “Perbup ini menjadi instrumen penting untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat di Kabupaten Mojokerto. Harapannya, tata kelola zakat semakin baik dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Sunaris. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan bahwa harmonisasi ini merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan regulasi dengan dinamika dan kebutuhan pengelolaan zakat saat ini. “Penyempurnaan regulasi ini penting agar pengelolaan zakat di Kabupaten Mojokerto semakin kuat secara kelembagaan, akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan umat. Kami berharap regulasi baru ini nantinya dapat memperkuat gerakan zakat sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Melalui harmonisasi ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS berharap Raperbup tentang Pedoman Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah dapat segera disempurnakan dan menjadi landasan dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan dan berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto.
BERITA12/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
Jamaah KBIHU ABI QUBAIS Bayarkan Dam melalui BAZNAS
Jamaah KBIHU ABI QUBAIS Bayarkan Dam melalui BAZNAS
Mojokerto – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto melakukan silaturahmi ke kantor KBIHU Abi Qubais yang berada di Pacet, Mojokerto, pada Selasa (5/5/2026) pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara BAZNAS dengan lembaga pembimbing ibadah haji dalam pelayanan jamaah, khususnya terkait pembayaran dam haji. Rombongan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS, Zamroni Ahmad, didampingi Wakil Ketua III H. Lukman Hakim serta Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Kehadiran rombongan disambut oleh Pimpinan KBIHU Abi Qubais, KH. Saiful Fuad, beserta jajaran pengurus. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 41 jamaah KBIHU Abi Qubais menyalurkan pembayaran dam hajinya melalui BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Penyaluran dam melalui BAZNAS diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial di tengah pelaksanaan ibadah haji. Pimpinan KBIHU Abi Qubais, KH. Saiful Fuad, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah baik untuk memudahkan jamaah dalam menunaikan kewajiban dam sekaligus memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi umat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh KBIHU Abi Qubais dan para jamaah haji. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin sehingga pengelolaan dana dam dapat berjalan amanah, transparan, dan memberi dampak sosial yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.
BERITA11/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Serahkan Bantuan Modal Usaha untuk 40 Kader TP PKK Kabupaten Mojokerto
BAZNAS Serahkan Bantuan Modal Usaha untuk 40 Kader TP PKK Kabupaten Mojokerto
Mojokerto — Dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto, bantuan modal usaha untuk 40 kader TP PKK Kabupaten Mojokerto diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Albarra, Lc. M. Hum. kepada perwakilan penerima, Jumat (9/5/2026). Program bantuan yang didukung oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto tersebut merupakan bentuk sinergi dalam penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan perempuan di tingkat desa. Bantuan modal usaha senilai Rp40 juta itu diharapkan mampu mendorong kader TP PKK untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Hj. Shofiyah Hanak Albarra menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi kader PKK. “TP PKK tidak hanya bergerak dalam kegiatan sosial dan pembinaan keluarga, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bantuan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi kader untuk terus berkembang dan menjadi contoh pemberdayaan ekonomi di lingkungannya masing-masing,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung penguatan ekonomi umat melalui program produktif. “Zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan usaha yang berkelanjutan,” jelasnya. Penyerahan bantuan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
BERITA09/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
Rapat Bulanan Balai Ternak Gembala Sejahtera Mojokerto Berlangsung Spesial, BAZNAS Tekankan Kesiapan Kurban 2026
Rapat Bulanan Balai Ternak Gembala Sejahtera Mojokerto Berlangsung Spesial, BAZNAS Tekankan Kesiapan Kurban 2026
Mojokerto – Suasana berbeda terasa dalam rapat rutin bulanan anggota Balai Ternak Kelompok Gembala Sejahtera yang digelar pada awal bulan ini. Pertemuan yang biasanya difokuskan pada evaluasi dan perkembangan kegiatan peternakan, kali ini berlangsung lebih istimewa dengan kehadiran jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto. Rapat yang menjadi agenda tetap tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan balai ternak sekaligus melakukan evaluasi kinerja anggota setiap bulannya. Namun, kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Kyai Zamroni Ahmad, bersama Wakil Ketua IV, MK Muhalili, memberikan nuansa baru sekaligus semangat tambahan bagi para anggota kelompok. Kegiatan dibuka oleh Pendamping balai ternak Bapak Ahmad Ali , kemudian Acara di awali dengan Sambutan Ketua Balai Ternak Bapak Nuriyanto ddalam sambutanya beliau memaparkan kondisi terkini balai ternak. Dalam pemaparannya tersebut juga disampaikan berbagai capaian yang telah diraih yaitu penambahan Populasi Domba, pengolahan Kohe dan juga pengembangan pembuatan pakan kering serta , tantangan yang dihadapi, serta evaluasi terhadap kinerja anggota dalam mengelola ternak secara berkelanjutan. Memasuki sesi utama, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Kyai Zamroni Ahmad, memberikan arahan yang menekankan pentingnya kesiapan anggota dalam menghadapi momentum kurban tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa penyediaan hewan kurban, khususnya domba, harus memenuhi standar syariat agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Tak hanya itu, pihak BAZNAS juga berkomitmen untuk mendukung pemasaran hewan kurban dengan mengupayakan hadirnya para mudhoi (pekurban) melalui jaringan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi anggota kelompok dalam meningkatkan hasil penjualan ternak. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS, MK Muhalili, dalam arahannya menyoroti pentingnya kekompakan antaranggota kelompok. Ia juga mendorong peningkatan inovasi dalam pengolahan limbah ternak (kohe) serta pengembangan pupuk cair sebagai nilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota. “Soliditas kelompok menjadi kunci utama keberhasilan. Selain itu, pengelolaan limbah yang baik bisa menjadi peluang ekonomi baru jika dikelola secara optimal,” ujarnya. Rapat yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Momen tersebut menjadi penutup yang khidmat sekaligus simbol harapan agar seluruh program dan rencana yang telah disusun dapat berjalan lancar ke depannya. Dengan adanya sinergi antara Balai Ternak Gembala Sejahtera dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, diharapkan para peternak lokal semakin siap menghadapi tantangan serta mampu meningkatkan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban di masa mendatang.
BERITA08/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Dampingi Pembayaran Angsuran dan Himpun Infaq di Program ZCD Kampung Akhlak Rejosari
BAZNAS Dampingi Pembayaran Angsuran dan Himpun Infaq di Program ZCD Kampung Akhlak Rejosari
Mojokerto – Program Zakat Community Development (ZCD) Kampung Akhlak yang dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan perkembangan positif. Pada Senin (4/5/2026), kegiatan pendampingan dilakukan di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, dengan fokus pada penguatan ekonomi dan kepedulian sosial anggota Bina Mitra Mandiri (BMM). Dalam kegiatan tersebut, tim pendamping turut mendampingi Ketua BMM dalam proses penerimaan pembayaran angsuran dari anggota. Tercatat sebanyak tiga anggota melakukan pembayaran dengan total angsuran sebesar Rp9.500.000. Selain itu, anggota juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyerahkan infaq sebesar Rp700.000 yang dihimpun secara sukarela. Dana infaq yang terkumpul akan dikelola melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Rejosari untuk kemudian disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku. Hal ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran anggota tidak hanya dalam kewajiban pengembalian angsuran, tetapi juga dalam semangat berbagi kepada sesama. Pendamping ZCD menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan progres yang baik dalam keberlangsungan program, sekaligus memperkuat nilai-nilai akhlak dan gotong royong di tengah masyarakat. Ke depan, pendamping bersama koordinator program akan terus mendorong anggota lain untuk disiplin dalam pembayaran angsuran serta memperkuat peran UPZ desa dalam pengelolaan dana sosial agar lebih optimal dan transparan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, dengan pendamping lapangan Karina serta koordinasi oleh Teguh Sugiarto. Program ZCD Kampung Akhlak diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Mojokerto.
BERITA05/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
KBIHU Rohmatal Lil ‘Alamiin Kunjungi BAZNAS, Bahas Persiapan Hadyu/Dam Haji di Indonesia
KBIHU Rohmatal Lil ‘Alamiin Kunjungi BAZNAS, Bahas Persiapan Hadyu/Dam Haji di Indonesia
Mojokerto – KBIHU Rohmatal Lil ‘Alamiin melakukan kunjungan ke Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada Senin (29/4). Kunjungan ini dipimpin oleh KH. Nidzom, yang akrab disapa Abah Nidzom, didampingi Gus Faqih. Rombongan KBIHU diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, bersama Wakil Ketua IV, MK. Muhailili. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan utama terkait kesiapan pengelolaan hadyu atau dam haji bagi jamaah KBIHU yang berkeinginan melaksanakannya di Indonesia. Kunjungan ini menjadi langkah awal sinergi antara KBIH dan BAZNAS dalam memberikan alternatif layanan ibadah kurban/dam yang lebih terkelola, transparan, dan berdampak sosial luas bagi masyarakat. Abah Nidzom dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya ingin memastikan jamaah mendapatkan kemudahan dalam beribadah, termasuk dalam pelaksanaan hadyu. “Kami ingin memberikan pilihan kepada jamaah, terutama yang memiliki pertimbangan tertentu, agar pelaksanaan hadyu tetap bisa berjalan dengan baik, sesuai syariat, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat di tanah air,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa BAZNAS siap menjadi mitra dalam pengelolaan hadyu secara profesional dan akuntabel. “BAZNAS memiliki pengalaman dalam pengelolaan hewan kurban dan distribusinya. Jika ada jamaah yang mempercayakan pelaksanaan hadyu di Indonesia melalui BAZNAS, kami siap memastikan prosesnya sesuai ketentuan syariat dan memberikan dampak nyata bagi mustahik,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kolaborasi ini juga berpotensi memperluas manfaat ibadah haji, tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga sosial-ekonomi. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret dalam menghadirkan layanan keagamaan yang adaptif sekaligus memberikan nilai kemaslahatan yang lebih luas bagi umat.
BERITA29/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Dukung Kemenhaj Kabupaten Mojokerto, Perkuat Sinergi Sambut Penyelenggaraan Haji Perdana
BAZNAS Dukung Kemenhaj Kabupaten Mojokerto, Perkuat Sinergi Sambut Penyelenggaraan Haji Perdana
Mojokerto – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto melakukan koordinasi kelembagaan dengan Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Mojokerto, Senin (20/4/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Kantor Kemenhaj, Jl. RA Basoeni, sebagai bagian dari upaya mempererat kerja sama antar lembaga. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan BAZNAS terhadap keberadaan Kementerian Haji sebagai kementerian baru, khususnya dalam menghadapi penyelenggaraan ibadah haji perdana tahun ini. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci sukses dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama bagi calon jamaah haji. “Kami hadir bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga memberikan dukungan penuh kepada Kemenhaj sebagai kementerian baru. Penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum penting, dan kami siap bersinergi, termasuk dalam aspek sosial keumatan yang bisa diperkuat melalui peran zakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS siap berkontribusi dalam mendukung ekosistem layanan jamaah haji, terutama bagi jamaah yang membutuhkan bantuan, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan lebih optimal dan nyaman. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Mojokerto, Hilmi Faqih, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS menjadi energi positif dalam menyukseskan penyelenggaraan haji, khususnya pada fase awal kementerian ini berjalan. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yakni Wakil Ketua II Soegeng Mawardi dan Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Melalui koordinasi ini, diharapkan hubungan antara BAZNAS dan Kemenhaj Kabupaten Mojokerto semakin kuat, serta mampu menghadirkan pelayanan yang lebih terintegrasi bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran ibadah haji tahun 2026.
BERITA27/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
Sambut Iduladha 1447 H/2026 M, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Buka Program Kurban Berkah untuk Masyarakat
Sambut Iduladha 1447 H/2026 M, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Buka Program Kurban Berkah untuk Masyarakat
MOJOKERTO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto resmi meluncurkan program “Kurban Berkah BAZNAS 1447 H/2026 M” sebagai bentuk layanan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah kurban dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menghadirkan berbagai pilihan hewan kurban dengan harga yang terjangkau. Untuk kategori domba reguler dengan berat 20–26 kilogram dibanderol seharga Rp2,6 juta, kemudian domba pilihan terbaik dengan berat 27–30 kilogram seharga Rp2,9 juta, serta domba premium dengan berat di atas 30 kilogram seharga Rp3,1 juta. Selain itu, tersedia pula paket 1 ekor sapi mulai dari Rp25 juta serta paket sedekah kurban sebesar Rp50 ribu per orang bagi masyarakat yang ingin tetap berbagi meskipun belum mampu berkurban secara penuh. BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga menyiapkan layanan bagi masyarakat yang ingin berkorban tetapi budget yang tersedia belum mencapai harga minimal di atas. Masyarakat tinggal menghubungi dan kami akan menyesuaikan dengan keadaan. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gus Zamroni Ahmad menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam beribadah kurban tanpa harus repot memikirkan perawatan maupun distribusi hewan. “Melalui program Kurban Berkah BAZNAS, kami ingin memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Hewan kurban yang disediakan insyaAllah sehat, sesuai syariat, dan proses distribusinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Menariknya, dalam program ini BAZNAS juga memberikan fasilitas gratis perawatan dan pengiriman, sehingga pekurban dapat lebih tenang dan praktis dalam menunaikan ibadah kurban. Pembayaran kurban dapat dilakukan melalui transfer ke rekening resmi BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui BSI 999-5000-520 dan Bank Jatim Syariah 6242-0112-33 atas nama BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Masyarakat yang ingin melakukan konfirmasi pembayaran maupun mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan BAZNAS Kabupaten Mojokerto di nomor 085 136 524 800. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menunaikan ibadah kurban sekaligus berbagi kebahagiaan kepada para mustahik di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto. Dengan semangat “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan program-program kemaslahatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BERITA24/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Serahkan Bantuan Renovasi Masjid Al-Mujahidin Mojokusumo
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Serahkan Bantuan Renovasi Masjid Al-Mujahidin Mojokusumo
MOJOKERTO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelayakan sarana ibadah di wilayah pedesaan. Pada hari ini, Kamis (16/04/2026), dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis untuk renovasi Masjid Al-Mujahidin yang berlokasi di Desa Mojokusumo, Kecamatan Kemlagi. Langkah ini merupakan bentuk respons cepat BAZNAS dalam menindaklanjuti permohonan bantuan perbaikan fasilitas dakwah yang membutuhkan penanganan segera. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zamroni Ahmad, menyerahkan langsung bantuan sebesar Rp5.000.000 tersebut di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Bantuan diterima langsung oleh Ketua Takmir Masjid Al-Mujahidin, H. Parto, dengan disaksikan oleh sejumlah staf Kantor Baznas. Penyerahan yang berlangsung khidmat ini menjadi bagian dari program pendayagunaan zakat untuk sektor keagamaan, guna memastikan setiap masjid di Kabupaten Mojokerto memiliki standar fasilitas yang baik bagi jamaah. Dana bantuan ini akan difokuskan sepenuhnya untuk merenovasi beberapa bagian bangunan masjid yang telah mengalami kerusakan. Fokus utama pengerjaan meliputi perbaikan area sanitasi seperti kamar mandi dan tempat wudhu agar lebih bersih dan nyaman digunakan. Selain itu, pengerjaan juga akan mencakup perbaikan plesteran dinding yang mulai retak serta pengecatan ulang dinding yang sudah kusam guna mengembalikan estetika dan kekokohan bangunan masjid. Dalam arahannya, Gus Zamroni Ahmad menekankan bahwa kenyamanan tempat ibadah adalah prioritas utama untuk meningkatkan kualitas spiritual masyarakat. Beliau berharap stimulus dana ini dapat memicu semangat gotong royong warga Desa Mojokusumo untuk turut serta dalam proses pengerjaan renovasi. Gus Zamroni juga menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran dan transparan. Ketua Takmir Masjid Al-Mujahidin, H. Parto, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, kerusakan pada beberapa fasilitas masjid memang sudah cukup mengganggu kenyamanan warga saat beribadah, terutama di area tempat wudhu dan kondisi cat yang sudah mulai terkelupas. Dengan bantuan ini, pihak takmir berkomitmen untuk segera melaksanakan pengerjaan fisik agar masjid kembali tampak asri dan layak. Dengan tersalurkannya bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam kesejahteraan umat. Diharapkan, Masjid Al-Mujahidin di Desa Mojokusumo dapat segera tuntas direnovasi sehingga syiar Islam di wilayah tersebut semakin kuat dan jamaah semakin khusyuk dalam beribadah.
BERITA22/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
GEN Z BAZNAS Mojokerto: Infaq Kencleng Jadi Penguat Ekonomi Kampung Akhlak Rejosari
GEN Z BAZNAS Mojokerto: Infaq Kencleng Jadi Penguat Ekonomi Kampung Akhlak Rejosari
Mojokerto — Program GEN Z (Gerakan Ekonomi Zakat) yang diinisiasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan dampak nyata di tengah masyarakat. Salah satunya terlihat dalam kegiatan rutin anggota BMM (Bina Mandiri Mustahik) di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Jumat (17/4/2026), yang turut mengoptimalkan pengumpulan infaq melalui kencleng (kaleng infaq) yang telah disediakan di masing-masing rumah penerima manfaat. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program ZCD (Zakat Community Development) Kampung Akhlak ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian acara dimulai dengan istighosah, dilanjutkan ngaji zakat, pembayaran angsuran, serta pengumpulan infaq kencleng. Pendamping program, Karina, menyampaikan bahwa pertemuan berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif, baik dari sisi spiritual maupun ekonomi anggota. “Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan berbasis zakat dan infaq,” ujarnya. Dalam pertemuan tersebut, tercatat tiga anggota melakukan pembayaran angsuran dengan total Rp13.500.000. Selain itu, zakat pertanian dari dua anggota terkumpul sebesar Rp3.500.000, infaq individu Rp300.000, serta tambahan dari infaq harian melalui kencleng sebesar Rp557.500. Menariknya, infaq kencleng yang menjadi bagian dari program GEN Z ini menunjukkan tren positif. Dengan sistem sederhana namun konsisten, masyarakat diajak membangun kebiasaan berinfaq setiap hari. “Kalau biasanya receh cuma numpang lewat di saku, sekarang malah jadi investasi akhirat,” canda salah satu anggota, menggambarkan antusiasme warga. Seluruh dana zakat dan infaq yang terkumpul kemudian dihimpun dan dikelola oleh UPZ Desa Rejosari, sebelum disetorkan ke BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Hal ini menunjukkan peran strategis UPZ desa dalam memastikan tata kelola ZIS berjalan secara tertib dan transparan. Secara keseluruhan, kegiatan ini mencerminkan sinergi antara penguatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program GEN Z melalui infaq kencleng terbukti tidak hanya menjadi instrumen penghimpunan dana, tetapi juga media edukasi dan pembentukan karakter dermawan di tengah masyarakat. Ke depan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama pendamping program akan terus mendorong anggota yang belum menunaikan kewajiban angsuran, memperkuat kapasitas UPZ desa, serta menjaga konsistensi kegiatan rutin sebagai ruang tumbuh bersama, baik secara spiritual maupun ekonomi. Dengan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, Program GEN Z di Kampung Akhlak Rejosari menjadi contoh bahwa perubahan besar bisa dimulai dar bunyi “klenting” recehan di dalam kencleng.
BERITA20/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
Gus Bupati Mojokerto Kunjungi Bayi Novan, BAZNAS Serahkan Bantuan Pengobatan Rp6 Juta
Gus Bupati Mojokerto Kunjungi Bayi Novan, BAZNAS Serahkan Bantuan Pengobatan Rp6 Juta
Mojokerto – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, atau yang akrab disapa Gus Bupati, melakukan kunjungan langsung kepada bayi Ahmad Novan Dwi Kristian (19 bulan), warga Dusun Cepoko, Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan tersebut didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiyah Hanak, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi kesehatan bayi Novan yang tengah membutuhkan penanganan medis serius. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto turut menyerahkan bantuan pengobatan sebesar Rp6.000.000 untuk membantu meringankan beban keluarga. Gus Bupati, Muhammad Al Barra, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dialami bayi Novan. “Kami hadir untuk memastikan bahwa ananda Novan mendapatkan perhatian dan penanganan yang maksimal. Pemerintah daerah akan terus berupaya bersama seluruh pihak agar proses pengobatan bisa berjalan dengan baik, termasuk menjajaki berbagai kemungkinan bantuan lanjutan, yang di serahkan ini tadi biaya tes genetik yang hanya bisa dilakukan di Korea Selatan” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan intensif. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan langkah medis terbaik bagi pasien. Semua prosedur yang diperlukan sedang kami kaji agar bisa segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medisnya,” terangnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menambahkan bahwa selain bantuan untuk pengobatan di atas, terdapat kebutuhan rutin yang harus dipenuhi oleh keluarga bayi Novan. “Untuk kebutuhan pengobatan mandiri dan inintidak bisa di cover oleh BPJS Kesehatan, diperkirakan sekitar Rp500.000 setiap minggunya, terutama untuk salep dan susu khusus untuk bayi Novan. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga, sekaligus menjadi penguat bagi mereka dalam menjalani proses pengobatan,” jelasnya. BAZNAS Kabupaten Mojokerto mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu kesembuhan bayi Novan dengan menyalurkan donasi melalui rekening BSI 9995000088 a/n BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Masyarakat yang telah mengirimkan infak atau sedekah diharapkan dapat melakukan konfirmasi melalui nomor layanan 0812-3271-1860, agar bantuan dapat terdata dan tersalurkan dengan baik. “Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka. Mari bersama hadirkan harapan untuk kesembuhan bayi Novan,” pungkasnya.
BERITA17/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Bersama KODIM 0815 Mojokerto Salurkan Bantuan Renovasi Panti Asuhan
BAZNAS Bersama KODIM 0815 Mojokerto Salurkan Bantuan Renovasi Panti Asuhan
Mojokerto — BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui kolaborasi dengan KODIM 0815 Mojokerto. Kali ini, bantuan disalurkan untuk mendukung renovasi Panti Asuhan Abdulloh Latief yang berada di Kecamatan Sooko. Bantuan senilai Rp5.000.000 tersebut diserahkan secara simbolis pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Kantor KODIM 0815 Mojokerto, Jl. Majapahit No. 01, Kota Mojokerto. Dari pihak BAZNAS, penyerahan dihadiri oleh Wakil Ketua II Soegeng Mawardi dan Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Sementara itu, bantuan diterima secara simbolis oleh PASITER KODIM 0815 Mojokerto, Budiyono. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan fasilitas sosial, khususnya panti asuhan. “Bantuan ini kami harapkan dapat membantu proses renovasi sehingga anak-anak di Panti Asuhan Abdulloh Latief bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman. Ini juga menjadi wujud sinergi antara BAZNAS dan KODIM dalam melayani masyarakat,” ujarnya. Senada dengan itu, Wakil Ketua IV MK. Muhailili menambahkan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam memperluas manfaat bagi masyarakat. “Kami percaya bahwa kerja sama seperti ini akan semakin memperkuat dampak program sosial yang dijalankan. Semoga ke depan semakin banyak pihak yang terlibat dalam membantu sesama,” tuturnya. Sementara itu, perwakilan KODIM 0815 Mojokerto, Budiyono, menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Mojokerto. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti bagi proses renovasi panti asuhan. KODIM siap terus bersinergi dalam kegiatan sosial demi kesejahteraan masyarakat Mojokerto,” ungkapnya. Melalui sinergi ini, diharapkan proses renovasi Panti Asuhan Abdulloh Latief dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para penghuni panti.
BERITA15/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.

Lihat Daftar Rekening →