WhatsApp Icon
KBIHU ARMINA Mojokerto, bayarkan Dam Haji pada BAZNAS

Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto melakukan silaturahmi dan koordinasi bersama KBIHU ARMINA Mojosari pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di pusat manasik KBIHU ARMINA dengan dihadiri jajaran pengurus serta jamaah calon haji.

KBIHU ARMINA Mojosari yang dipimpin oleh KH. Muzaini Rois tahun ini memberangkatkan sebanyak 115 jamaah calon haji. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas terkait mekanisme pembayaran dam haji melalui BAZNAS Kabupaten Mojokerto sesuai arahan dan ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Haji mengenai pelaksanaan dam haji yang lebih tertib, aman, dan tepat sasaran.

Ketua KBIHU ARMINA, KH. Muzaini Rois, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus dibangun bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam memberikan kemudahan layanan kepada jamaah haji, khususnya terkait pelaksanaan dam haji di Indonesia.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjelaskan bahwa teknis distribusi daging dam haji nantinya akan dilakukan secara terukur dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Distribusi akan mengedepankan prinsip syariat, amanah, serta pemerataan manfaat agar nilai ibadah dam tidak hanya dirasakan oleh jamaah, tetapi juga memberi keberkahan bagi para mustahik.

Melalui sinergi ini, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M berjalan lancar serta semakin memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan KBIHU dalam pelayanan umat.

18/05/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Harmonisasi Raperbup Zakat, Pemkab Mojokerto dan BAZNAS Matangkan Penyempurnaan Regulasi

Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto mengikuti rapat harmonisasi Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang Pedoman Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/5/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penyempurnaan regulasi sebelumnya, yakni Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 104 Tahun 2021, agar lebih adaptif dengan perkembangan tata kelola zakat serta penguatan kelembagaan BAZNAS di daerah.

Rapat harmonisasi tersebut dihadiri unsur Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Proses pembahasan dipandu langsung oleh pejabat di lingkup Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari tahapan harmonisasi peraturan daerah dan peraturan kepala daerah.

Dalam forum tersebut dibahas sejumlah poin strategis, mulai dari penguatan mekanisme penghimpunan zakat, optimalisasi peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ), tata kelola pendistribusian dan pendayagunaan zakat, hingga penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS.

Bagian Kesra Kabupaten Mojokerto, Sunaris, menyampaikan bahwa penyempurnaan regulasi ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pengelolaan zakat yang lebih profesional, transparan dan berdampak bagi masyarakat.

“Perbup ini menjadi instrumen penting untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat di Kabupaten Mojokerto. Harapannya, tata kelola zakat semakin baik dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Sunaris.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan bahwa harmonisasi ini merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan regulasi dengan dinamika dan kebutuhan pengelolaan zakat saat ini.

“Penyempurnaan regulasi ini penting agar pengelolaan zakat di Kabupaten Mojokerto semakin kuat secara kelembagaan, akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan umat. Kami berharap regulasi baru ini nantinya dapat memperkuat gerakan zakat sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui harmonisasi ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS berharap Raperbup tentang Pedoman Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah dapat segera disempurnakan dan menjadi landasan dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan dan berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto.

12/05/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Jamaah KBIHU ABI QUBAIS Bayarkan Dam melalui BAZNAS

Mojokerto – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto melakukan silaturahmi ke kantor KBIHU Abi Qubais yang berada di Pacet, Mojokerto, pada Selasa (5/5/2026) pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara BAZNAS dengan lembaga pembimbing ibadah haji dalam pelayanan jamaah, khususnya terkait pembayaran dam haji.

Rombongan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS, Zamroni Ahmad, didampingi Wakil Ketua III H. Lukman Hakim serta Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Kehadiran rombongan disambut oleh Pimpinan KBIHU Abi Qubais, KH. Saiful Fuad, beserta jajaran pengurus.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 41 jamaah KBIHU Abi Qubais menyalurkan pembayaran dam hajinya melalui BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Penyaluran dam melalui BAZNAS diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial di tengah pelaksanaan ibadah haji.

Pimpinan KBIHU Abi Qubais, KH. Saiful Fuad, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah baik untuk memudahkan jamaah dalam menunaikan kewajiban dam sekaligus memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi umat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh KBIHU Abi Qubais dan para jamaah haji. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin sehingga pengelolaan dana dam dapat berjalan amanah, transparan, dan memberi dampak sosial yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.

 

11/05/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Serahkan Bantuan Modal Usaha untuk 40 Kader TP PKK Kabupaten Mojokerto

Mojokerto — Dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto, bantuan modal usaha untuk 40 kader TP PKK Kabupaten Mojokerto diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Albarra, Lc. M. Hum. kepada perwakilan penerima, Jumat (9/5/2026).

Program bantuan yang didukung oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto tersebut merupakan bentuk sinergi dalam penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan perempuan di tingkat desa. Bantuan modal usaha senilai Rp40 juta itu diharapkan mampu mendorong kader TP PKK untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Hj. Shofiyah Hanak Albarra menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi kader PKK.

“TP PKK tidak hanya bergerak dalam kegiatan sosial dan pembinaan keluarga, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bantuan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi kader untuk terus berkembang dan menjadi contoh pemberdayaan ekonomi di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung penguatan ekonomi umat melalui program produktif.

“Zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan usaha yang berkelanjutan,” jelasnya.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

09/05/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Rapat Bulanan Balai Ternak Gembala Sejahtera Mojokerto Berlangsung Spesial, BAZNAS Tekankan Kesiapan Kurban 2026

Mojokerto – Suasana berbeda terasa dalam rapat rutin bulanan anggota Balai Ternak Kelompok Gembala Sejahtera yang digelar pada awal bulan ini. Pertemuan yang biasanya difokuskan pada evaluasi dan perkembangan kegiatan peternakan, kali ini berlangsung lebih istimewa dengan kehadiran jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto.

Rapat yang menjadi agenda tetap tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan balai ternak sekaligus melakukan evaluasi kinerja anggota setiap bulannya. Namun, kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Kyai Zamroni Ahmad, bersama Wakil Ketua IV, MK Muhalili, memberikan nuansa baru sekaligus semangat tambahan bagi para anggota kelompok.

Kegiatan dibuka oleh Pendamping balai ternak  Bapak Ahmad Ali , kemudian Acara di  awali dengan Sambutan Ketua Balai Ternak Bapak Nuriyanto ddalam sambutanya beliau memaparkan kondisi terkini balai ternak. Dalam pemaparannya tersebut juga  disampaikan berbagai capaian yang telah diraih yaitu penambahan Populasi Domba, pengolahan Kohe dan juga pengembangan pembuatan pakan kering serta , tantangan yang dihadapi, serta evaluasi terhadap kinerja anggota dalam mengelola ternak secara berkelanjutan.

Memasuki sesi utama, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Kyai Zamroni Ahmad, memberikan arahan yang menekankan pentingnya kesiapan anggota dalam menghadapi momentum kurban tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa penyediaan hewan kurban, khususnya domba, harus memenuhi standar syariat agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Tak hanya itu, pihak BAZNAS juga berkomitmen untuk mendukung pemasaran hewan kurban dengan mengupayakan hadirnya para mudhoi (pekurban) melalui jaringan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi anggota kelompok dalam meningkatkan hasil penjualan ternak.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS, MK Muhalili, dalam arahannya menyoroti pentingnya kekompakan antaranggota kelompok. Ia juga mendorong peningkatan inovasi dalam pengolahan limbah ternak (kohe) serta pengembangan pupuk cair sebagai nilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Soliditas kelompok menjadi kunci utama keberhasilan. Selain itu, pengelolaan limbah yang baik bisa menjadi peluang ekonomi baru jika dikelola secara optimal,” ujarnya.

Rapat yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Momen tersebut menjadi penutup yang khidmat sekaligus simbol harapan agar seluruh program dan rencana yang telah disusun dapat berjalan lancar ke depannya.

Dengan adanya sinergi antara Balai Ternak Gembala Sejahtera dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, diharapkan para peternak lokal semakin siap menghadapi tantangan serta mampu meningkatkan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban di masa mendatang.

08/05/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh

Berita Terbaru

Menjalin Sinergi dan Aksi Nyata: Diskusi Pendamping Balai Ternak Baznas Lintas Kabupaten
Menjalin Sinergi dan Aksi Nyata: Diskusi Pendamping Balai Ternak Baznas Lintas Kabupaten
Mojokerto, Sabtu (1/11/2025) — Dalam suasana cerah dan penuh kehangatan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Koordinasi dan Diskusi Lintas Kabupaten Pendamping Balai Ternak di Balai Ternak Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu siang pukul 14.00–18.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpendamping Balai Ternak dari berbagai daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Bapak MK Muhalili, serta para pendamping Balai Ternak dari Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Mojokerto. Pertemuan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, pembelajaran, dan koordinasi antarpendamping dalam memperkuat strategi pengelolaan usaha peternakan, khususnya dalam hal penjualan domba dan pengolahan pupuk kompos organik. Dalam suasana diskusi yang dinamis dan penuh semangat, para peserta membahas beragam peluang pasar yang berpotensi dikembangkan. Beberapa ide strategis yang mengemuka antara lain membuka jaringan kerja sama dengan lembaga-lembaga zakat untuk memenuhi kebutuhan kurban dan aqiqah, serta mendorong BAZNAS di tingkat kabupaten hingga nasional untuk menghadirkan program-program yang mampu menyerap hasil ternak para peternak binaan, seperti sedekah daging, program aqiqah bersama, dan kegiatan berbagi hasil ternak lainnya. Selain itu, para pendamping juga saling bertukar pengalaman sukses dalam pemasaran domba dan pengolahan pupuk organik, yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan kemandirian kelompok peternak binaan di masing-masing wilayah. Dalam sambutannya, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK Muhalili, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para pendamping dan menekankan pentingnya sinergi lintas daerah. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena menjadi wadah untuk saling belajar dan memperkuat jejaring antarpendamping. Harapan kami, hasil diskusi ini tidak berhenti di sini, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah nyata untuk membuka peluang pasar bagi para peternak binaan BAZNAS,” ujar MK Muhalili. Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan berkoordinasi dengan pengurus kelompok Balai Ternak setempat untuk menindaklanjuti peluang pasar yang telah diidentifikasi, terutama dalam pengembangan pemasaran domba dan penguatan produk turunan seperti pupuk kompos organik. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor peternakan. Sinergi lintas kabupaten diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan mustahik yang berkelanjutan serta memperkuat peran Mojokerto sebagai salah satu pusat pengembangan Balai Ternak di Jawa Timur.
BERITA04/11/2025 | Shinta Lintang Nurillah
RKAT 2026 Disahkan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siap Tancap Gas Capai Target Rp7,5 Miliar
RKAT 2026 Disahkan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siap Tancap Gas Capai Target Rp7,5 Miliar
Malang, 31 Oktober 2025 — BAZNAS Provinsi Jawa Timur resmi menutup rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026 bagi BAZNAS se-Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di Regent’s Park Hotel, Kota Malang, sejak 29 hingga 31 Oktober 2025 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan dan strategi pengelolaan zakat di wilayah Jawa Timur. Bimtek yang diikuti oleh pimpinan dan pelaksana bidang perencanaan, keuangan, serta pelaporan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., didampingi Wakil Ketua I, Drs. KH. Masnuh, M.A., dan Wakil Ketua II, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I. Dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto, hadir Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, H. Lukman Hakim, S.Ag., bersama Amil Pelaksana III, Akramin. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI atas dukungan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kegiatan ini berperan penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BAZNAS daerah agar penyusunan perencanaan semakin terarah dan sejalan dengan kebijakan nasional. “Teknologi dan regulasi yang baik harus ditopang oleh data yang akurat dan karakter amil yang berintegritas, agar pengelolaan zakat benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya. Pengesahan RKAT Tahun 2026 menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Bimtek. Proses penyusunan yang dilakukan selama tiga hari menghasilkan dokumen perencanaan strategis yang siap ditandatangani secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelaksanaan program zakat di tahun mendatang. Menanggapi kegiatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, S.Ag., menyampaikan bahwa sesuai keputusan Rakorda, BAZNAS Mojokerto menargetkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp7,5 miliar pada tahun 2026. Target ini dinilai realistis dan sejalan dengan tren pertumbuhan pengumpulan pada tahun-tahun sebelumnya. “Kami optimis target Rp7,5 miliar dapat tercapai dengan strategi penguatan unit pengumpul zakat (UPZ), kolaborasi lintas lembaga, serta digitalisasi layanan,” jelas H. Lukman. “Amanat Rakornas BAZNAS juga menegaskan bahwa 60 persen dari hasil penghimpunan harus diarahkan untuk program pendayagunaan. Artinya, ke depan fokus kita bukan hanya mengumpulkan, tetapi juga memperluas manfaat dan memberdayakan mustahik,” tambahnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa arah kebijakan tahun 2026 akan menitikberatkan pada program pemberdayaan ekonomi umat, seperti pengembangan Baznas Microfinance Mojokerto (BMM), pelatihan kewirausahaan, serta penguatan ketahanan sosial berbasis masjid, pesantren, dan lingkungan masyarakat. Dengan disahkannya RKAT 2026, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, serta berorientasi pada kesejahteraan umat.
BERITA03/11/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BIMTEK BMM BAZNAS Kabupaten Mojokerto : Dorong Digitalisasi Pelaporan BMM Lewat Aplikasi Menara Masjid
BIMTEK BMM BAZNAS Kabupaten Mojokerto : Dorong Digitalisasi Pelaporan BMM Lewat Aplikasi Menara Masjid
Mojokerto, 30 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto terus berinovasi dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan program ekonomi umat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelaporan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) yang dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Kamis (30/10/2025) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola BMM dari dua masjid binaan, yaitu Masjid Nurul Huda Desa Ngabar, Kecamatan Jetis dan Masjid Baitul Mansyur Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan teknis mengenai pelaporan digital melalui Aplikasi Menara Masjid, platform resmi milik Kementerian Agama (Kemenag) yang dirancang untuk mendukung tata kelola masjid yang transparan, akurat, dan berbasis data. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menjelaskan bahwa penerapan sistem digital menjadi bagian penting dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat. “Kami berharap semua pengelola BMM bisa memanfaatkan aplikasi Menara Masjid dengan baik, sehingga setiap kegiatan ekonomi umat yang dilakukan melalui masjid dapat terlaporkan dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka,” ujar Zamroni. Sementara itu, Haqi, administrator Masjid Nurul Huda Ngabar, menilai pelatihan ini sangat membantu pihaknya dalam memperbaiki sistem pelaporan. “Dengan adanya pelatihan dan pelaporan melalui Menara Masjid, kami jadi lebih mudah menyusun laporan keuangan dan kegiatan. Semua data tersimpan rapi dan bisa langsung dilihat oleh BAZNAS maupun Kemenag,” tuturnya. Hal senada juga disampaikan oleh Roziqin, administrator Masjid Baitul Mansyur Kedungmaling Sooko. “Dengan aplikasi Menara Masjid, semua jadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Ini sangat membantu kami dalam menjalankan amanah program BMM,” jelasnya. Melalui kegiatan bimtek dan pelaporan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap seluruh masjid penerima program BMM dapat menjadi contoh pengelolaan ekonomi umat berbasis masjid yang profesional, akuntabel, dan transparan, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BERITA31/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS RI Pertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian Selama 23 Tahun Berturut-turut
BAZNAS RI Pertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian Selama 23 Tahun Berturut-turut
Jakarta, 23 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2024. Predikat tertinggi dalam audit keuangan tersebut diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo, menandai konsistensi BAZNAS RI yang berhasil mempertahankan opini WTP selama 23 tahun berturut-turut, sejak pertama kali diaudit pada tahun 2002 hingga 2024. Pencapaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Hadir dalam kesempatan itu Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Ketua H. Mo Mahdum, Pimpinan Bidang Pendistribusian Saidah Sakwan, MA, serta Sekretaris Utama H. Subhan Cholid. Dalam laporan keuangan yang diaudit, BAZNAS RI mencatat total pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) mencapai Rp1,108 triliun, terdiri dari Rp874,1 miliar zakat dan Rp254,9 miliar infak/sedekah. Adapun realisasi penyaluran dana mencapai Rp1,066 triliun, yang digunakan untuk berbagai program pemberdayaan umat di seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Kiai Noor Achmad, menegaskan bahwa capaian opini WTP bukan sekadar simbol administratif, melainkan bukti konkret atas integritas dan transparansi lembaga dalam mengelola dana publik. “Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada seluruh masyarakat—khususnya para muzaki, mustahik, dan mitra LAZ di seluruh Indonesia. Dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp1,108 triliun telah kami kelola dan salurkan secara transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan syariah dan regulasi,” ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, keberhasilan mempertahankan WTP selama 23 tahun berturut-turut merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh jajaran amil BAZNAS, mulai dari pimpinan hingga staf lapangan. “Kami bertekad menjaga standar akuntabilitas publik ini, karena kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam pengelolaan zakat nasional,” tegasnya. Sementara itu, Managing Partner KAP AR Utomo, Ahmad Toha, menyampaikan bahwa opini WTP diberikan setelah melalui proses audit menyeluruh dan sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAK), termasuk PSAK 109 tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah. “Kami melakukan audit yang ketat dan berlapis untuk memastikan seluruh transaksi bebas dari kesalahan material. Hasilnya, laporan keuangan BAZNAS RI dinilai wajar dan transparan,” jelas Ahmad Toha. Ia juga memberikan apresiasi atas profesionalitas dan keterbukaan BAZNAS RI dalam menjalankan tata kelola keuangan lembaga. “Atas nama KAP AR Utomo, kami mengucapkan selamat kepada BAZNAS RI. Capaian ini menjadi contoh lembaga publik yang kredibel dan berintegritas,” ujarnya. Dengan diraihnya opini WTP selama lebih dari dua dekade, BAZNAS RI semakin menegaskan posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan dipercaya publik. Kiai Noor berharap prestasi ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Kami tidak hanya ingin mempertahankan predikat WTP, tetapi menjadikannya semangat untuk terus berinovasi dalam memberdayakan umat dan mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya.
BERITA27/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Mojokerto dan UPZ Telkom Serahkan Program Kampung Akhlak Tahap II di Desa Rejosari
BAZNAS Mojokerto dan UPZ Telkom Serahkan Program Kampung Akhlak Tahap II di Desa Rejosari
Mojokerto, 25 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Telkom kembali melanjutkan sinergi dalam Program Kampung Akhlak Tahap II. Penyerahan program dilakukan secara simbolis di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, pada Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari keberhasilan tahap pertama yang telah berjalan efektif di beberapa wilayah sebelumnya. Program Kampung Akhlak sendiri merupakan kolaborasi strategis antara BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan UPZ Telkom dalam membangun masyarakat yang berdaya, berakhlakul karimah, serta mandiri secara sosial dan ekonomi. Pada tahap kedua ini, fokus pengembangan diarahkan pada tiga sektor utama, yaitu: Pengembangan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) sebagai penguat ekonomi masyarakat berbasis masjid. Penataan saluran air bersih guna meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lingkungan warga. Penguatan usaha ternak warga sebagai langkah konkret dalam pemberdayaan ekonomi produktif. Total nilai program tahap II ini mencapai Rp200 juta, bersumber dari kolaborasi antara BAZNAS dan UPZ Telkom. Pengurus UPZ Telkom Jatim Region III, Joni, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama yang terus terjalin dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. “Kami melihat Kampung Akhlak ini bukan sekadar program sosial, tetapi sebuah gerakan perubahan mental dan budaya. Fokus pada ekonomi, sanitasi, dan ketahanan pangan melalui ternak warga adalah langkah nyata membangun masyarakat yang mandiri dan berakhlak,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK. Muhailili, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh ideal sinergi antara dunia kerja dan lembaga zakat. “Program ini membuktikan bahwa zakat dapat menjadi instrumen pembangunan. Pada tahap kedua ini, kami arahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi serta menumbuhkan budaya gotong royong yang berlandaskan nilai akhlakul karimah,” jelasnya. Melalui dukungan berkelanjutan dari UPZ Telkom, BAZNAS Kabupaten Mojokerto optimistis bahwa Kampung Akhlak akan terus berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis nilai, spiritualitas, dan kemandirian ekonomi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.
BERITA25/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Optimistis Wujudkan Target Pengumpulan Zakat 2025
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Optimistis Wujudkan Target Pengumpulan Zakat 2025
Surabaya, 23 Oktober 2025 — BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar Forum Percepatan Pengumpulan BAZNAS se-Jawa Timur 2025, yang berlangsung di Kantor BAZNAS Jatim, Surabaya, pada Kamis (23/10/2025). Kegiatan strategis ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antar-BAZNAS kabupaten/kota, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mempercepat penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di seluruh wilayah Jawa Timur. Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., didampingi jajaran pimpinan BAZNAS Jatim. Hadir pula Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional BAZNAS RI, H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM, bersama tim, serta para pimpinan bidang pengumpulan BAZNAS dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Dalam arahannya, Prof. KH. Ali Maschan Moesa menegaskan bahwa percepatan pengumpulan zakat tidak hanya diukur dari peningkatan angka semata, tetapi juga dari keberkahan, ketepatan sasaran, dan kemanfaatan nyata bagi mustahik. “Zakat bukan sekadar data dan nominal, tapi amanah yang harus dikelola secara profesional dengan nilai-nilai syariah yang kokoh,” tegas Ketua BAZNAS Jatim. Sementara itu, H. Fitriansyah Agus Setiawan dari BAZNAS RI memaparkan materi mengenai Evaluasi Kinerja Pengumpulan ZIS-DSKL Nasional, Target dan Rencana Pengumpulan 2026, serta Strategi Penguatan Pengumpulan dan Kampanye Layanan Kemudahan Zakat. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa target pengumpulan ZIS-DSKL se-Jawa Timur tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp2,58 triliun, yang terdiri atas Rp447,4 miliar on balance sheet dan Rp2,13 triliun off balance sheet. Dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto, hadir Wakil Ketua I, H. Samiadi, S.Pd.I., didampingi Ayu Isna Khariroh, S.Kom., pelaksana bidang pengumpulan. Dalam forum yang digelar di Surabaya ini, H. Samiadi memaparkan capaian menggembirakan BAZNAS Mojokerto sepanjang tahun 2025. “Alhamdulillah, hingga Oktober ini realisasi pengumpulan kami sudah mencapai 92 persen dari target tahun 2025, yakni sebesar Rp6,6 miliar. Kami optimistis target ini akan tercapai sepenuhnya pada akhir tahun,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara kepercayaan masyarakat Mojokerto dan strategi penghimpunan yang inovatif, seperti digitalisasi zakat, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta kemitraan dengan berbagai lembaga. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan transparansi agar zakat semakin dipercaya dan manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” pungkasnya. Melalui forum percepatan pengumpulan yang diselenggarakan di Surabaya ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto semakin termotivasi menutup tahun 2025 dengan kinerja optimal dan penuh keberkahan. Kegiatan ini juga memperkuat semangat bersama bahwa zakat bukan hanya angka, melainkan gerakan sosial yang menumbuhkan kemandirian dan ketangguhan umat.
BERITA24/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Peduli Difabel, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Kursi Roda di Mojodowo
Peduli Difabel, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Kursi Roda di Mojodowo
Mojokerto, 17 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto kembali menebar manfaat melalui program kemanusiaan dan sosialnya. Kali ini, bantuan berupa satu unit kursi roda diserahkan kepada Bapak Seken Wahananto, warga Dusun Sidomulyo RT 002 RW 002, Desa Mojodowo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi, di kediaman penerima. Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan, disaksikan oleh perangkat desa serta sejumlah warga sekitar. Bantuan kursi roda ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik dan membutuhkan alat bantu mobilitas. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu Bapak Seken dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman. “BAZNAS hadir bukan hanya untuk menyalurkan zakat, tetapi juga untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Bantuan kursi roda ini kami harapkan bisa membantu Pak Seken agar lebih mandiri dan semangat menjalani hari,” ujar Soegeng Mawardi, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Sementara itu, Bapak Seken Wahananto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Kursi roda ini sangat berarti bagi saya untuk bisa beraktivitas lebih mudah,” ujarnya dengan haru. Melalui program seperti ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus berkomitmen memperluas jangkauan pelayanan sosial dan kemanusiaan agar keberadaan lembaga zakat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh pelosok daerah.
BERITA21/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto sertai Pemkab Mojokerto Gelar Monitoring dan Evaluasi Bangunan Pondok Pesantren
BAZNAS Kabupaten Mojokerto sertai Pemkab Mojokerto Gelar Monitoring dan Evaluasi Bangunan Pondok Pesantren
Mojokerto — Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bangunan Pondok Pesantren melaksanakan kegiatan peninjauan ke sejumlah pesantren penerima bantuan pembangunan pada Kamis (16/10/2025) dan Senin (20/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan di lingkungan pondok pesantren berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto, Tatang Mahendra, yang juga memimpin tim, menyampaikan bahwa kegiatan Monev merupakan bentuk tanggung jawab dan pengawasan pemerintah daerah terhadap program pembangunan pesantren. “Pesantren adalah lembaga pendidikan yang berperan besar dalam pembentukan karakter bangsa. Karena itu, setiap bantuan pembangunan harus kita pastikan memberikan manfaat optimal bagi santri dan masyarakat sekitar,” ujarnya. Tim Monev terdiri dari berbagai unsur lintas OPD, antara lain Bagian Kesra, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Bakesbangpol, DPMPTSP, DPRKP2, Satpol PP, Inspektorat, Bagian Hukum, Kantor Kemenag, FKPP, Baznas Kabupaten Mojokerto, serta unsur kecamatan dan ahli bangunan gedung. Pada Kamis, 16 Oktober 2025, tim melakukan monitoring di lima pondok pesantren wilayah Kecamatan Pacet, yaitu: Nurul Ummah – Jl. Tirtawening No. 2 Kembangbelor Sabilul Muttaqin – Dusun Piringwulung, Bendunganjati Fatchul Ulum – Jl. Moch. Sholeh 270 Pacet Riyadlul Jannah – Jl. KH. Hayam Wuruk 22 Pacet Thoriqul Ulum – Desa Sajen Sementara itu, pada Senin, 20 Oktober 2025, tim terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing memantau pesantren di Kecamatan Mojosari, Ngoro, dan Trawas, di antaranya: Tim I: Ulumiyyah, Induk Mamba’ul Ulum, dan Hidayatul Hikmah (Mojosari) Tim II: Masyithoh dan Sabilillah (Ngoro), serta An Nur Fatmah (Trawas) Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, yang turut serta dalam tim, menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan lembaga keagamaan. “Pembangunan fisik pesantren tidak sekadar soal gedung, tapi juga upaya memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan yang mandiri dan berdaya,” ungkapnya. Dari hasil pemantauan awal, sebagian besar pembangunan pondok pesantren menunjukkan progres yang baik dan sesuai spesifikasi. Tim juga memberikan beberapa rekomendasi teknis untuk penyempurnaan dan percepatan penyelesaian pekerjaan. Dengan kegiatan ini, diharapkan pembangunan sarana dan prasarana pesantren di Kabupaten Mojokerto semakin berkualitas, transparan, dan berkelanjutan demi mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan di daerah.
BERITA20/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Distribusikan Daging Dam dari BAZNAS RI untuk Warga Rentan di Desa Sumolawang
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Distribusikan Daging Dam dari BAZNAS RI untuk Warga Rentan di Desa Sumolawang
Mojokerto — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menyalurkan daging dam dari BAZNAS Republik Indonesia kepada masyarakat Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, pada Rabu (15/10/2025) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penyaluran daging dam yang diamanahkan oleh BAZNAS RI kepada BAZNAS daerah untuk didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 100 orang yang membutuhkan, khususnya kelompok lansia dan warga rentan ekonomi. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi dan kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat kecil, terutama mereka yang jarang tersentuh bantuan konsumtif seperti daging. “Kami bersyukur dapat menyalurkan amanah dari BAZNAS RI ini. Sasaran kami adalah para orang tua rentan dan masyarakat yang membutuhkan, agar mereka juga bisa merasakan nikmatnya berbagi hasil ibadah,” ujar Gus Zamroni Ahmad. Distribusi daging dam ini berjalan lancar dengan dukungan aparat desa dan relawan zakat. Warga penerima manfaat tampak antusias dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. “Terima kasih BAZNAS, alhamdulillah bisa menikmati daging. Kami merasa diperhatikan,” ungkap salah satu penerima manfaat, Ibu Aminah, warga Sumolawang. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semangat kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, serta menjadi pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah adalah sarana efektif untuk menghadirkan kesejahteraan dan keberkahan bersama.
BERITA17/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Penutupan Rakorda BAZNAS se-Jawa Timur 2025 dan Penandatanganan Kerja Sama dengan Bank NTB Syariah
Penutupan Rakorda BAZNAS se-Jawa Timur 2025 dan Penandatanganan Kerja Sama dengan Bank NTB Syariah
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menutup rangkaian Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Mercure Surabaya, Rabu–Jumat (8–10 Oktober 2025), dengan tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita.” Hadir dalam kegiatan ini: - Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur: Bapak Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. - Wakil Ketua I BAZNAS Jatim: Bapak Drs. KH. Masnuh, M.A. - Wakil Ketua II BAZNAS Jatim: Bapak Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I. - Wakil Ketua III BAZNAS Jatim: Bapak Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si. - Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Umum: Bapak Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M. - Branch Manager Bank NTB Syariah: Bapak Lalu Andri Rivaldi - Deskhead Corporate Secretary Bank NTB Syariah: Bapak Rahman Kamarud Zaman - Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur Dalam penutupan, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menegaskan bahwa kunci keberhasilan BAZNAS terletak pada kemampuan mengimplementasikan hasil perumusan Rakorda secara konsisten dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, kebersamaan, dan keikhlasan seluruh amil zakat dalam mengemban amanah. Sinergi dan keharmonisan antar pengurus diharapkan dapat terus terjaga agar BAZNAS semakin kokoh dalam menjalankan peran sosial dan keagamaannya di tengah masyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Bank NTB Syariah melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang Penyaluran Zakat Perusahaan Tahun Buku 2024. Kerja sama ini menandai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga keuangan syariah dan pengelola zakat di Jawa Timur. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penyaluran zakat perusahaan dan menjadi model kemitraan produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keumatan.
BERITA14/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS dan BPBD Kabupaten Mojokerto Bantu Korban Angin Puting Beliung
BAZNAS dan BPBD Kabupaten Mojokerto Bantu Korban Angin Puting Beliung
Mojokerto, 11 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan bagi warga terdampak angin puting beliung yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto, H. Muhammad Albarra, Lc., M.Hum., pada Kamis (9/10/2025) di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko. Sementara pada Sabtu (11/10/2025), penyerahan bantuan dilanjutkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, di Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, dan Desa Penompo, Kecamatan Jetis. Dalam kegiatan tersebut, BPBD memberikan bantuan berupa material bangunan untuk memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan. Sementara BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyalurkan paket sembako berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula untuk keluarga yang terdampak. Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi, menyampaikan bahwa sinergi antara BPBD dan BAZNAS merupakan bentuk tanggap cepat pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana. “Kami bergerak cepat melakukan pendataan dan asesmen, kemudian menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban dan mempercepat pemulihan kondisi pascabencana,” ujar Rinaldi. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya penanganan bencana serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. “Bantuan yang kami berikan berdasarkan data yang telah diasesmen oleh BPBD. BAZNAS hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat kebersamaan. Kami siap terus berkolaborasi agar masyarakat bisa segera bangkit,” tutur Gus Zam. Bupati Mojokerto, H. Muhammad Albarra, turut memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga yang cepat tanggap dalam membantu masyarakat terdampak bencana. “Kita semua harus hadir untuk rakyat. Saat bencana datang, bukan hanya pemerintah, tapi seluruh elemen harus bergandeng tangan. Terima kasih kepada BPBD dan BAZNAS yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat Mojokerto,” ungkap Bupati Albarra. Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Warga penerima bantuan tampak terharu dan menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah, BPBD, dan BAZNAS. Dari pantauan di lapangan, beberapa warga terlihat menyalami petugas sambil mengucapkan terima kasih dengan wajah lega. “Alhamdulillah, rumah kami bisa segera diperbaiki. Terima kasih BAZNAS dan pemerintah sudah cepat membantu,” ujar salah satu warga dengan nada haru. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para camat, kepala desa beserta perangkat, serta warga sekitar yang ikut menyaksikan penyerahan bantuan di lokasi terdampak.
BERITA13/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadir Full Tim pada Rakorda BAZNAS Jatim 2025
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadir Full Tim pada Rakorda BAZNAS Jatim 2025
Surabaya – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto hadir secara lengkap (full tim) dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang digelar di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, pada 8–10 Oktober 2025. Rakorda ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebagai forum evaluasi, sinkronisasi program, dan penguatan sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Mojokerto, yang menerima BAZNAS Jatim Award 2025 atas dukungan dan komitmennya terhadap program pengelolaan zakat di daerah. Kehadiran Bupati menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Selain itu, kegiatan Rakorda juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Mojokerto, yang bersama-sama memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan zakat di wilayah Mojokerto. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bapak Zamroni Ahmad menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas terselenggaranya Rakorda ini serta berharap hasil pembahasan dapat memperkuat arah kebijakan zakat yang lebih terintegrasi dan berdampak luas bagi mustahik. “Kehadiran penuh seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjadi wujud komitmen kami untuk terus berperan aktif dalam memperkuat sinergi zakat di tingkat provinsi dan daerah,” ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Rakorda BAZNAS Jatim 2025 juga diisi dengan pemaparan program strategis, evaluasi kinerja pengumpulan dan pendistribusian zakat, serta penghargaan bagi BAZNAS kabupaten/kota yang berprestasi di bidang pengelolaan zakat dan program pemberdayaan.
BERITA10/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Perkuat Kolaborasi, BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan BPJS Ketenagakerjaan Sinergi Lindungi Marbot Masjid
Perkuat Kolaborasi, BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan BPJS Ketenagakerjaan Sinergi Lindungi Marbot Masjid
Mojokerto — Komitmen untuk melindungi para pejuang sunyi di balik rumah ibadah kembali ditegaskan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto melalui sinergi strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam pertemuan koordinatif yang digelar pada Senin (7/10/2025), kedua lembaga sepakat memperkuat langkah bersama demi memperluas cakupan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi marbot masjid—sosok-sosok yang kerap luput dari radar perhatian negara. Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama antara BAZNAS RI dan BPJS Ketenagakerjaan yang ditandatangani secara nasional pada 19 September 2025 lalu. Di tingkat daerah, implementasi kerja sama ini mendapat penyikapan serius, konkret, dan berkelanjutan. Hadir secara lengkap jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yaitu Ketua Zamroni Ahmad, Wakil Ketua I H. Samiadi, Wakil Ketua II Soegeng Mawardi, Wakil Ketua III H. Lukman Hakim, S.Ag, serta Wakil Ketua IV MK. Muhailili, S.Ag. Dari BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Cabang Mojokerto Imam Haryono Syafii hadir bersama tim teknisnya, menegaskan kesiapan mendukung implementasi program hingga ke level operasional. 450 Marbot Masjid Sudah Terlindungi – Komitmen yang Tak Sekadar Simbolik Sejak 2024, BAZNAS Kabupaten Mojokerto telah mengalokasikan dana zakat untuk membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 450 marbot masjid. Langkah ini bukan sekadar simbol komitmen sosial, tetapi bentuk nyata keberpihakan terhadap kelompok yang selama ini bekerja dalam senyap demi menjaga kesucian dan ketertiban rumah ibadah. “Para marbot itu tidak meminta imbalan. Mereka bekerja karena cinta pada Allah dan masjid. Maka sudah seharusnya kita hadir untuk mereka. Negara tidak boleh alpa. Dan BAZNAS hadir untuk mengisi ruang itu,” tegas Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad. Zamroni juga menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya soal prosedur administratif, melainkan bagian dari panggilan kemanusiaan yang lebih dalam. “Zakat bukan sekadar angka dalam laporan. Ia adalah tanggung jawab sosial. Setiap tetes keringat yang jatuh dari marbot di rumah Allah adalah amal yang harus dilindungi. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa amal mereka juga dilindungi oleh sistem jaminan sosial negara,” imbuhnya. Apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan: Model Kolaborasi yang Patut Dicontoh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto, Imam Haryono Syafii, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah BAZNAS. Menurutnya, apa yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjadi bukti bahwa perlindungan sosial bukan hanya urusan birokrasi, tapi juga soal keberpihakan moral. “Tidak semua daerah memiliki kesadaran dan keberanian seperti ini. Apa yang dilakukan BAZNAS Mojokerto adalah cermin ideal dari kemitraan antar-lembaga yang digerakkan oleh visi kemanusiaan. Kami siap mendukung penuh agar program ini tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujarnya. Pertemuan ini juga membahas rencana penguatan implementasi di lapangan, termasuk kemungkinan perluasan peserta program ke kalangan mustahik dan pekerja informal lainnya yang belum terjangkau sistem perlindungan formal. Dari Program Menuju Gerakan: Melindungi Marbot, Menjaga Martabat Sinergi antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto kini bergerak dari level program ke arah gerakan sosial. Tidak lagi semata kegiatan teknis, tapi menjadi bentuk keberpihakan struktural kepada para pengabdi masjid dan kelompok rentan lainnya. Dengan semangat silaturahmi produktif, pertemuan ini menandai babak baru kolaborasi yang lebih strategis, meluas, dan menyentuh lebih banyak hati. “Kami tidak ingin ini berhenti di angka 450. Kami ingin menjangkau lebih banyak marbot, guru ngaji, penjaga musala, dan pekerja keagamaan lainnya. Karena bagi kami, melindungi mereka adalah bagian dari menjaga martabat umat,” pungkas Zamroni Ahmad. BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto menegaskan: perlindungan sosial bukanlah pilihan, tetapi keharusan. Dan melalui kolaborasi ini, keduanya bergerak bersama untuk menjadikan keberpihakan pada marbot sebagai arus utama dalam pelayanan sosial umat.
BERITA08/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Mojokerto Terlibat Aktif dalam Penanganan Musibah Runtuhnya Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Mojokerto Terlibat Aktif dalam Penanganan Musibah Runtuhnya Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
Sidoarjo — Operasi pencarian dan pertolongan (Opsar) terhadap musibah runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, resmi ditutup pada Senin (6/10/2025) sore. Tragedi yang terjadi pada Senin (29/9) sore saat para santri menunaikan salat Ashar ini menelan korban 169 jiwa, terdiri dari 65 meninggal dunia dan 104 selamat (data Basarnas per 6 Oktober 2025). Dalam operasi kemanusiaan tersebut, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Mojokerto turut ambil bagian sejak 3 Oktober hingga hari terakhir penutupan operasi. Relawan BTB Mojokerto bergabung dengan tim gabungan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, serta berbagai unsur relawan lainnya di lokasi bencana. Keterlibatan BTB Mojokerto difokuskan pada pengelolaan dapur umum dan dapur air, melayani kebutuhan konsumsi dan air bersih bagi para keluarga korban, relawan, dan masyarakat sekitar. Selain itu, relawan juga membantu dalam kegiatan dukungan psikososial, memberikan semangat dan pendampingan bagi para santri yang selamat maupun keluarga korban. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan duka mendalam sekaligus apresiasi tinggi atas kerja keras semua pihak. “Musibah ini sungguh mengguncang hati kita semua. Para santri yang menjadi korban adalah generasi penerus umat. Kami di BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus hadir dalam misi kemanusiaan seperti ini, sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial umat Islam,” ujar Gus Zam. Sementara itu, Komandan BTB Kabupaten Mojokerto, Kasiyanto, menuturkan bahwa timnya langsung dikerahkan begitu menerima perintah dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. “Kami berangkat pada 3 Oktober. Di lapangan, kami bahu membahu bersama BTB dari berbagai daerah dan unsur lain. Semua bekerja tanpa sekat, demi kemanusiaan,” ungkapnya. Dalam laporan BAZNAS RI, total 50 personel BTB dari berbagai kabupaten/kota dikerahkan dalam misi ini. Selain bantuan logistik harian lebih dari 1.100 porsi per hari, BAZNAS juga menyiapkan santunan korban sebesar Rp100 juta serta program renovasi pondok pesantren senilai Rp300 juta. Dengan ditutupnya operasi pada 6 Oktober 2025, seluruh relawan BAZNAS kembali ke daerah masing-masing. Namun, semangat solidaritas dan kepedulian sosial yang ditunjukkan akan terus menjadi teladan bagi gerakan kemanusiaan di seluruh Indonesia.
BERITA07/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Lakukan Monitoring Program Madrasah Layak Belajar di Mojokerto
BAZNAS Lakukan Monitoring Program Madrasah Layak Belajar di Mojokerto
Mojokerto – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan monitoring pelaksanaan program Madrasah Layak Belajar (MLB) di Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/10/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 16.00 WIB ini dipimpin oleh Saddam, perwakilan dari BAZNAS RI, didampingi jajaran BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yaitu Wakil Ketua IV MK. Muhailili serta amil pelaksana Akramin dan Luqman Baroroh. Monitoring dilaksanakan di empat madrasah penerima program MLB, yakni MI Taufiqul Hidayah Mojosari, MI Hidayatul Athfal Kutorejo, MI Al-Karimy Kutorejo, dan MI Hidayatul Muwafiq Jetis. Saddam, petugas monitoring dari BAZNAS RI, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program MLB benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di madrasah. “Monitoring ini kami lakukan untuk melihat secara langsung sejauh mana bantuan MLB dimanfaatkan oleh pihak madrasah. Harapannya, fasilitas yang diberikan benar-benar mendukung proses belajar-mengajar, sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih layak dan nyaman,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menjelaskan bahwa di Mojokerto terdapat enam madrasah yang menerima program MLB dari BAZNAS RI. Keenam madrasah tersebut adalah MI Al-Karimy Kutorejo, MI Brawijaya Jatirejo, MI Hidayatul Muwafiq Jetis, MI Hidayatul Athfal Kutorejo, MI Miftahul Ulum Dawar, serta MI Taufiqul Hidayah Mojosari. “Program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dalam mendukung sarana prasarana madrasah. Masing-masing akan menerima bantuan sebesar Rp25 juta. Kami di BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh para siswa dan guru,” jelasnya. Dengan adanya kegiatan monitoring ini, BAZNAS RI berharap program MLB tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan madrasah di Mojokerto.
BERITA02/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Sosialisasi Zakat Kemenag dan BAZNAS, Sekaligus Salurkan Rp. 60 Juta untuk 337 Mustahik
Sosialisasi Zakat Kemenag dan BAZNAS, Sekaligus Salurkan Rp. 60 Juta untuk 337 Mustahik
Mojokerto – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat pada Selasa (30/9/2025) pukul 09.00 WIB di Kantor MWCNU Pungging. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, H. Muttakin, M.Ag., beserta Kasubbag dan para Kasi, Forkopimca Pungging, dan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto tampak hadir Ketua Zamroni Ahmad dan Wakil Ketua II. Dalam sambutannya, Kakankemenag H. Muttakin, M.Ag. menegaskan bahwa zakat adalah instrumen penting untuk menguatkan solidaritas sosial. “Zakat tidak hanya ibadah mahdhah, tapi juga solusi nyata untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkuat ketahanan umat. Melalui sinergi Kemenag dan BAZNAS, kita berharap semakin banyak masyarakat sadar dan berpartisipasi dalam gerakan zakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenag melalui UPZ Kemenag dalam pengumpulan dan penyaluran zakat. “Kami terus berkomitmen agar zakat dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. InsyaAllah zakat yang dihimpun akan kembali kepada umat dalam bentuk pemberdayaan dan bantuan nyata,” tegasnya. Pada kesempatan itu juga, Ketua UPZ Kemenag Mojokerto, Imam Musta’in, menyampaikan laporan pentasyarufan zakat di wilayah eks Kawedanan Mojosari (Mojosari, Pungging, Ngoro, dan Kutorejo). Adapun rincian penerima manfaat adalah: 1. Janda/duda fakir: 100 orang (masing-masing 25 per kecamatan) 2. Guru TPQ: 72 orang (18 per kecamatan) 3. Marbot masjid: 20 orang (5 per kecamatan) 4. Siswa madrasah swasta: 100 orang 5. Siswa madrasah negeri: 45 orang 6. Lain-lain (operasional, armada, dll). Secara keseluruhan, zakat yang berhasil disalurkan mencapai Rp60 juta, dengan jumlah penerima 337 mustahik. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran berzakat masyarakat semakin meningkat, sehingga manfaat zakat bisa semakin luas menjangkau mereka yang membutuhkan.
BERITA01/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Sarpras untuk SDN Wonoploso
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Sarpras untuk SDN Wonoploso
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menyalurkan bantuan sarana prasarana pendidikan. Kali ini, bantuan diberikan untuk pemavingan halaman SDN Wonoploso, Kecamatan Gondang, Jumat (26/9/2025). Bantuan senilai Rp. 5.000.000 juta tersebut diterima langsung oleh Kepala SDN Wonoploso, Prihadi, S.Pd. SD. Penyaluran ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan mendukung aktivitas belajar mengajar di sekolah. Kepala SDN Wonoploso, Prihadi, menyampaikan apresiasinya atas perhatian BAZNAS Kabupaten Mojokerto terhadap dunia pendidikan. "Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Pemavingan halaman sekolah akan membuat lingkungan belajar lebih rapi, aman, dan nyaman bagi siswa. Semoga langkah baik ini membawa keberkahan bagi BAZNAS dan para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya," ungkapnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Mojokerto. "BAZNAS tidak hanya fokus pada program pemberdayaan ekonomi umat, tapi juga peduli pada sarana pendidikan. Harapannya, bantuan ini menjadi wujud nyata zakat yang kembali ke masyarakat dan memberi manfaat luas, terutama bagi generasi penerus bangsa," ujarnya. Dengan adanya dukungan tersebut, SDN Wonoploso akan memiliki halaman sekolah yang lebih representatif, sekaligus menambah semangat para siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
BERITA30/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Pelatihan Santripreneur di Jetis: Kembangkan Usaha Jual Pulsa dan Layanan Digital
Pelatihan Santripreneur di Jetis: Kembangkan Usaha Jual Pulsa dan Layanan Digital
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui program pemberdayaan ekonomi umat menggelar Pelatihan Santripreneur Usaha Jual Pulsa dan Layanan Digital Menggunakan Aplikasi Order Kuota pada Minggu, 28 September 2025, bertempat di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh para santri serta masyarakat sekitar yang berminat mengembangkan usaha berbasis digital. Pelatihan ini menghadirkan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Bapak MK Muhailili, S.Ag, serta Amil Pelaksana III, Bapak Luqman Baroroh, yang memberikan arahan sekaligus motivasi kepada peserta. Dalam sambutannya, Bapak MK Muhailili menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung kemandirian ekonomi santri melalui pemanfaatan teknologi digital. “Santri harus bisa menjadi motor penggerak ekonomi umat. Melalui aplikasi Order Kuota, diharapkan lahir wirausahawan muda yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya. Sementara itu, Bapak Luqman Baroroh menambahkan bahwa usaha jual pulsa dan layanan digital merupakan peluang bisnis yang menjanjikan, terutama dengan semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan berbasis internet. “Santri bukan hanya belajar agama, tapi juga bisa mengambil peran dalam ekonomi digital. Dengan modal kecil, usaha ini bisa berkembang dan memberikan manfaat luas,” jelasnya. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pelatihan yang mencakup pengenalan aplikasi, simulasi transaksi, hingga strategi pemasaran. Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, para santri mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk membuka peluang usaha baru di lingkungannya masing-masing. Melalui program Santripreneur ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen terus melahirkan generasi santri yang tidak hanya religius, tetapi juga mandiri dan produktif di bidang ekonomi.
BERITA29/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadiri FGD Penyusunan Dokumen RPB 2025–2030
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadiri FGD Penyusunan Dokumen RPB 2025–2030
Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Sekretariat Daerah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Mojokerto Tahun 2025–2030. Acara berlangsung di Hotel Aston Mojokerto, Selasa (23/9/2025), mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan RPB yang difasilitasi oleh SIAP SIAGA Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Mojokerto. Hadir dalam kesempatan tersebut berbagai unsur lembaga, termasuk Baznas Kabupaten Mojokerto yang diwakili oleh Waka III, H. Lukman Hakim, didampingi Amil Pelaksana, Akramin. Dalam keterangannya, H. Lukman Hakim menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS sangat penting karena penanggulangan bencana tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga pemulihan sosial masyarakat. “BAZNAS siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program penanggulangan bencana, baik melalui penguatan UPZ hingga penyaluran zakat, infak, dan sedekah untuk membantu korban bencana. Kami ingin memastikan kehadiran Baznas benar-benar dirasakan masyarakat ketika mereka berada dalam kondisi darurat maupun pemulihan,” ujar H. Lukman. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, yang turut membuka acara, menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi seluruh pihak. “RPB ini akan menjadi panduan bersama bagaimana kita menyiapkan, mencegah, dan merespons bencana di Mojokerto secara terukur. Kehadiran Baznas memberikan dimensi tambahan, karena bantuan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari peran lembaga zakat,” tegas Bapak Teguh Sekda Kabupaten Mojokerto. FGD ini diharapkan menghasilkan dokumen RPB yang komprehensif, berjangka lima tahun ke depan, serta melibatkan lintas sektor agar upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di Kabupaten Mojokerto dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
BERITA26/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Gus Barra Bupati Mojokerto Serahkan Bantuan BAZNAS Microfinance Masjid di Ngabar Jetis Mojokerto
Gus Barra Bupati Mojokerto Serahkan Bantuan BAZNAS Microfinance Masjid di Ngabar Jetis Mojokerto
Mojokerto – Bupati Mojokerto, yang akrab disapa Gus Bupati, menyerahkan secara simbolis bantuan program Baznas Microfinance Masjid di Masjid Nurul Huda, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Rabu (24/9/2024) sore. Dalam kesempatan itu, disalurkan bantuan senilai Rp150 juta kepada 53 jamaah masjid. Program ini bersifat pinjaman bergulir yang dikelola langsung oleh DKM/Takmir masjid, sehingga manfaatnya bisa berkelanjutan dan menyentuh lebih banyak masyarakat. Sebelumnya, program serupa telah diluncurkan oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Oktavian, di Masjid Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, dengan jumlah yang sama. Dengan demikian, total bantuan yang sudah disalurkan mencapai Rp300 juta untuk 106 jamaah masjid di dua kecamatan. Dalam sambutannya, Gus Bupati menyampaikan apresiasi atas terobosan Baznas Kabupaten Mojokerto dalam memberdayakan jamaah melalui masjid. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Melalui program Microfinance Masjid ini, jamaah bisa mengakses permodalan yang sehat dan terarah. Harapan kami, bantuan ini tidak hanya meringankan, tetapi juga memacu semangat kemandirian ekonomi jamaah,” ujar Gus Bupati. Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar jamaah masjid dapat memiliki akses pembiayaan tanpa harus terjerat pinjaman berbunga tinggi. “Kami berusaha menghadirkan solusi nyata bagi jamaah. Pinjaman ini sifatnya ringan, tanpa bunga, dan pengelolaannya dipercayakan kepada takmir masjid agar lebih dekat dengan kebutuhan jamaah. InsyaAllah, dengan sinergi pemerintah daerah, Baznas, dan DKM, program ini bisa berjalan berkelanjutan,” tegas Gus Zamroni. Turut hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Baznas Kabupaten Mojokerto, Kabag Kesra Setda, Brand Manager BSI Mojokerto, Camat Jetis, serta Kepala Desa Ngabar.
BERITA24/09/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.

Lihat Daftar Rekening →