Berita Terkini
PROGRAM TEBUS IJAZAH 2026 RESMI DIBUKA, BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO KEMBALI BANTU PELAJAR KURANG MAMPU
Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Mojopahit Mojokerto kembali menghadirkan Program Tebus Ijazah Tahun 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap pelajar dari keluarga kurang mampu yang ijazahnya masih tertahan di sekolah akibat tunggakan administrasi.
Program ini ditujukan untuk membantu siswa-siswi yang telah lulus namun belum dapat mengambil ijazah karena keterbatasan ekonomi. Melalui program kolaborasi ini, diharapkan para lulusan dapat memperoleh kembali haknya atas ijazah sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.
Penerima manfaat program harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya beragama Islam, merupakan warga Kabupaten Mojokerto, berasal dari keluarga mustahik (fakir/miskin), bukan lulusan tahun 2026, serta memiliki ijazah asli yang masih tertahan di sekolah karena tunggakan administrasi. Selain itu, calon penerima juga belum pernah menerima bantuan tebus ijazah dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan bersedia mengikuti seluruh proses verifikasi yang dilakukan.
Pendaftaran program dilaksanakan secara daring pada 6–12 Juli 2026 melalui tautan bit.ly/tebusijazah2026. Selanjutnya, proses verifikasi oleh tim BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan berlangsung pada 13–26 Juli 2026. Pengumuman penerima manfaat direncanakan paling lambat 7 Agustus 2026 melalui akun Instagram @baznaskab.mojokerto, sedangkan penyerahan bantuan akan dilaksanakan paling lambat 15 Agustus 2026.
BAZNAS Kabupaten Mojokerto mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk segera mendaftarkan diri dan melengkapi seluruh dokumen administrasi yang dibutuhkan. Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung akses pendidikan dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Kabupaten Mojokerto untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi layanan BAZNAS Kabupaten Mojokerto di nomor 0851 3652 4800.
06/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
Balai Ternak Tirto Mulyo Serahkan Infak Hasil Penjualan Domba Kurban 2026 kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Mojokerto – Sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan penjualan domba kurban Tahun 2026, Kelompok Balai Ternak Tirto Mulyo, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, menyerahkan infak kelompok kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada Senin (29/6/2026).
Penyerahan infak dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan dihadiri oleh Ketua Kelompok Balai Ternak Tirto Mulyo, Bapak Mustaqim, yang didampingi oleh dua orang anggota, yaitu Bapak Pono dan Bapak Ari selaku Sekretaris kelompok.
Pada kesempatan tersebut, Kelompok Balai Ternak Tirto Mulyo menyerahkan infak sebesar Rp3.800.000 yang berasal dari sebagian hasil penjualan domba kurban Tahun 2026. Infak tersebut diterima secara langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Bapak MK Muhailili.
Bapak MK Muhailili menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kepedulian anggota Balai Ternak Tirto Mulyo yang telah menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk berinfak. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bukti bahwa program pemberdayaan Balai Ternak tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi para peternak, tetapi juga berhasil menumbuhkan kesadaran spiritual, semangat berbagi, serta kepedulian sosial di kalangan anggota kelompok.
"Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari meningkatnya pendapatan peternak, tetapi juga dari tumbuhnya budaya berinfak dan berbagi kepada sesama. Hal ini menjadi nilai penting yang terus didorong oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam setiap program pemberdayaan," ungkapnya.
Beliau berharap Balai Ternak Tirto Mulyo dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi balai ternak binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto lainnya, seperti Balai Ternak Trawas, Trowulan, Jetis, serta Nawangsari Jatirejo, agar semangat berbagi dan keberkahan usaha terus tumbuh di setiap kelompok.
BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan kepada para peternak domba binaan, baik yang tergabung dalam program Balai Ternak maupun yang berada di Kampung Akhlak ZCD Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo. Pembinaan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi mustahik sekaligus membentuk karakter yang religius, produktif, dan peduli terhadap sesama.
Melalui penyerahan infak ini, Balai Ternak Tirto Mulyo menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya diwujudkan dalam peningkatan hasil produksi, tetapi juga melalui komitmen untuk berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan misi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam membangun pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan, mandiri, dan penuh keberkahan.
02/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
Balai Ternak Tirto Mulyo Kembangkan Pertanian Terpadu Berbasis Organik dan Ramah Lingkungan
Mojokerto – Balai Ternak Tirto Mulyo binan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, terus memperkuat pengembangan sistem peternakan dan pertanian terpadu berbasis organik. Berbagai aktivitas produktif dilaksanakan bersama anggota kelompok pada Senin (29/6/2026), sebagai upaya menciptakan usaha yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.
Kegiatan diawali dengan pemanfaatan limbah peternakan melalui pengumpulan kotoran cair (kohe cair) domba. Sebanyak dua galon kohe cair berhasil dikumpulkan dan dibawa ke rumah kompos untuk diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Langkah ini menjadi bagian dari penerapan konsep zero waste, di mana limbah peternakan diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
Selain itu, anggota kelompok juga melakukan perawatan terhadap 35 ekor ayam Jawa petelur yang saat ini telah memasuki masa produksi. Perawatan rutin dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mempertahankan produktivitas telur sebagai salah satu sumber pendapatan kelompok.
Di sektor pertanian, anggota Balai Ternak melakukan pemeliharaan berbagai tanaman hortikultura, seperti kangkung, tomat, cabai, terong, dan bayam. Seluruh tanaman dibudidayakan menggunakan pupuk kompos organik hasil olahan limbah kandang tanpa menggunakan pupuk kimia. Meski cuaca cukup panas, tanaman tetap tumbuh subur. Saat ini terdapat enam guludan yang ditanami berbagai komoditas hortikultura sebagai bagian dari pengembangan pertanian organik berkelanjutan.
Melalui sinergi antara peternakan dan pertanian, Balai Ternak Tirto Mulyo terus membangun sistem budidaya yang saling mendukung, mulai dari pemanfaatan limbah menjadi pupuk hingga peningkatan produktivitas ternak dan tanaman. Model ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok sekaligus menjadi contoh pengelolaan pertanian terpadu yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, kelompok akan melaksanakan pembersihan kandang dan pengangkatan kotoran ternak yang mulai menumpuk agar kebersihan kandang tetap terjaga serta mendukung kesehatan ternak secara optimal.
01/07/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS TV
Makan Z Chicken, Berbagi Berkah!
Penulis: Shinta Lintang Nurillah
Peduli Keselamatan: BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan 500 Sekam di Jalur Pacet-Cangar
Penulis: Shinta Lintang Nurillah


