WhatsApp Icon
BPJS Kesehatan Kunjungi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Bahas Peluang Kerja Sama Strategis

Mojokerto — BAZNAS Kabupaten Mojokerto menerima kunjungan dari BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto pada Rabu (1/4/2026) pukul 10.00 WIB. Kunjungan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Ibu Kustanty Setyo Pambudi, yang akrab disapa Bu Tanty.

 

Rombongan BPJS Kesehatan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, didampingi Wakil Ketua III, H. Lukman Hakim. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif selama hampir dua jam.

 

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama, khususnya dalam upaya meningkatkan perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk para mustahik binaan BAZNAS. Selain itu, dibahas pula potensi integrasi program sosial dan kesehatan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan tepat sasaran.

 

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa sinergi dengan BPJS Kesehatan merupakan langkah penting dalam memperkuat layanan kepada masyarakat, terutama dalam aspek kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar.

 

“Kami melihat BAZNAS memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Melalui pertemuan ini, kami berharap bisa membangun kolaborasi yang konkret, khususnya dalam memperluas kepesertaan JKN bagi masyarakat kurang mampu, sehingga mereka mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.”ujar Bu Tanty, dari BPJS Kesehatan.

 

Wakil Ketua III BAZNAS, H. Lukman Hakim menambahkan :

“Pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan BPJS Kesehatan. Harapannya, ke depan kita bisa menghadirkan program bersama yang tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjamin kesehatan mustahik, sehingga kesejahteraan mereka bisa meningkat secara menyeluruh.”

 

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan BPJS Kesehatan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Mojokerto.

02/04/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Laporkan Pengumpulan ZIS Ramadhan 1447 H, Capai Rp574 Juta

Mojokerto — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menyampaikan laporan singkat pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) selama bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M.

Dalam laporan tersebut, total pengumpulan dana ZIS yang meliputi zakat maal, zakat fitrah, infak, fidyah, dan lainnya mencapai Rp574.633.000.

Secara khusus, zakat fitrah yang berhasil dihimpun sebesar Rp186.025.000 dari 3.720 muzakki, dengan rincian:

  1.  ASN Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebesar Rp141.475.000 dari 2.829 orang
  2.  ASN Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto sebesar Rp44.550.000 dari 891 orang

Zakat fitrah tersebut selanjutnya disalurkan dalam bentuk beras sebanyak 10.380 kilogram atau sekitar 10 ton, yang didistribusikan kepada para mustahik di 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 pengumpulan zakat fitrah dari ASN Pemkab Mojokerto dan Kementerian Agama tercatat sebesar Rp171.351.000. Dengan demikian, pada tahun 2026 ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

Meski demikian, BAZNAS menilai potensi pengumpulan zakat masih sangat besar. Dari estimasi lebih dari 5.000 ASN muslim di Kabupaten Mojokerto, partisipasi pembayaran zakat fitrah melalui BAZNAS yang saat ini berada di kisaran 3.700 orang masih dapat terus ditingkatkan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zamroni Ahmad, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS semakin meningkat. Namun, ini juga menjadi pengingat bahwa potensi zakat kita masih sangat besar. Kami mengajak seluruh ASN dan masyarakat luas untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih terarah, tepat sasaran, dan berdampak luas,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen menjaga amanah dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program penyaluran.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, diharapkan penguatan zakat di Kabupaten Mojokerto dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan umat.

31/03/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
POS MUDIK 2026 BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO Hadir di Rest Area Sendi Pacet, Layani Pemudik dengan Hangat

 

BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menghadirkan Pos Mudik 2026 sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 16 hingga 26 Maret 2026, bertempat di Rest Area Sendi, Kecamatan Pacet—salah satu jalur favorit pemudik yang melintasi kawasan pegunungan.

Pos mudik ini menyediakan berbagai layanan, mulai dari tempat istirahat, minuman hangat, makanan ringan, hingga layanan kesehatan ringan. Kehadiran tim relawan dari Baznas Tanggap Bencana (BTB) turut memastikan pemudik dapat beristirahat dengan aman dan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan.

Salah satu anggota BTB, Shofi, menyampaikan bahwa antusiasme pemudik cukup tinggi sejak hari pertama.

“Alhamdulillah, banyak pemudik yang mampir untuk sekadar istirahat dan minum hangat. Di jalur seperti Pacet ini, istirahat itu penting, jangan sampai ‘niatnya pulang kampung, malah lanjut ke bengkel karena kelelahan’,” ujarnya dengan senyum.

Hal senada juga disampaikan oleh Maftuh, anggota BTB lainnya.

“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik. Selain fasilitas, kami juga siaga membantu jika ada kondisi darurat ringan. Harapannya, pemudik bisa melanjutkan perjalanan dengan kondisi lebih segar dan aman,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK. Muhailili, menegaskan bahwa Pos Mudik ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberikan manfaat luas kepada masyarakat.

“Program ini adalah bentuk kepedulian BAZNAS kepada para pemudik. Kami ingin hadir bukan hanya dalam penyaluran zakat, tetapi juga dalam momen-momen penting masyarakat seperti mudik ini. Semoga kehadiran pos ini bisa menjadi tempat singgah yang membawa kenyamanan dan keberkahan,” ungkapnya.

Dengan adanya Pos Mudik ini, diharapkan para pemudik yang melintasi jalur Pacet dapat merasa lebih aman, nyaman, dan terbantu selama perjalanan menuju kampung halaman. Karena sejatinya, perjalanan mudik bukan hanya soal sampai tujuan—tapi juga tentang bagaimana menjaganya tetap selamat sampai pelukan keluarga.

19/03/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Pelepasan Zakat Fitrah KORPRI Kabupaten Mojokerto Tahun 2026, Himpunan Meningkat

Kegiatan pelepasan zakat fitrah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Mojokerto tahun 2026 dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026 pukul 09.00 WIB di halaman Pendopo Graha Maja Tama, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen aparatur sipil negara dalam menunaikan kewajiban zakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

 

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa zakat fitrah yang berhasil dihimpun pada tahun ini mencapai Rp186.025.000 dari total 3.720 muzakki.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

- ASN Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebesar Rp141.475.000 dari 2.829 orang

- ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto sebesar Rp44.550.000 dari 891 orang

 

Zamroni menjelaskan bahwa zakat fitrah tersebut selanjutnya disalurkan dalam bentuk beras sebanyak 10.380 kilogram atau sekitar 10,3 ton, yang dikemas menjadi 3.460 paket dengan masing-masing paket berisi 3 kilogram beras. Seluruh paket akan didistribusikan kepada para mustahik di 304 desa/kelurahan se-Kabupaten Mojokerto melalui relawan BAZNAS yang tersebar di setiap kecamatan.

“Penyaluran melalui relawan di tingkat kecamatan ini diharapkan dapat memastikan zakat sampai kepada mustahik secara tepat sasaran dan merata,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa terjadi peningkatan penghimpunan zakat fitrah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, zakat fitrah yang dihimpun dari ASN Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan Kementerian Agama tercatat sebesar Rp171.351.000. Sementara pada tahun 2026 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

 

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Mojokerto memberikan apresiasi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto serta BAZNAS Kabupaten Mojokerto atas sinergi dan kerja keras dalam mengoordinasikan penghimpunan zakat fitrah di kalangan ASN.

Menurutnya, capaian ini tidak hanya menunjukkan meningkatnya kesadaran ASN dalam menunaikan zakat, tetapi juga menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

 

“Terima kasih kepada Bapak Sekda, Teguh Gunarko dan BAZNAS yang telah mengoordinasikan dengan baik, sehingga pengumpulan zakat fitrah tahun ini meningkat dan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan zakat fitrah yang telah dihimpun dapat segera disalurkan kepada para mustahik, sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri serta memperkuat semangat berbagi di tengah kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Mojokerto.

18/03/2026 | Kontributor: Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Mojokerto Salurkan 150 PAKET RAMADHAN BAHAGIA dari Sedekah Konsumen Alfamart dan Alfamidi

Menjelang akhir bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyalurkan sebanyak 150 paket Ramadhan Bahagia kepada para mustahik. Bantuan ini merupakan hasil kerja sama BAZNAS dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan PT Midi Utama Indonesia Tbk melalui program sedekah konsumen di gerai Alfamart dan Alfamidi.

 

Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang melibatkan partisipasi masyarakat luas, khususnya para konsumen yang menyalurkan sedekahnya saat berbelanja di kedua jaringan ritel tersebut.

 

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya BAZNAS dalam mendukung ketahanan pangan bagi mustahik selama bulan Ramadhan.

“Program ini merupakan ikhtiar BAZNAS untuk mendukung ketersediaan pangan bagi mustahik di bulan Ramadhan, sekaligus memberikan kebahagiaan dan membantu meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian selama menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

 

Dalam setiap paket Ramadhan Bahagia tersebut berisi kebutuhan pokok, di antaranya beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, sirup 450 ml, wafer 240 gram, serta gula pasir 1 kilogram.

 

Salah satu penerima manfaat, Siti Aisah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Perempuan yang akrab disapa Yu Sah itu menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya.

“Terima kasih banyak kepada BAZNAS dan para konsumen Alfamart dan Alfamidi atas bantuan sembako ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga, apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” tuturnya.

 

Ia juga mendoakan agar seluruh pihak yang terlibat dalam program ini mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT.

“Semoga Allah membalas semua kebaikan BAZNAS dan para donatur dengan rezeki yang lebih luas serta keberkahan,” pungkasnya.

17/03/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh

Berita Terbaru

Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, M.Si. Tekankan Optimalisasi Teknologi Berbasis Akhlak pada Bimtek Kehumasan Zakat BAZNAS se–Jawa Timur 2025
Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, M.Si. Tekankan Optimalisasi Teknologi Berbasis Akhlak pada Bimtek Kehumasan Zakat BAZNAS se–Jawa Timur 2025
Surabaya, 27 November 2025 — BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan Zakat BAZNAS se–Jawa Timur 2025 sebagai upaya memperkuat kompetensi komunikasi publik lembaga zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Kegiatan ini diikuti perwakilan humas BAZNAS kabupaten/kota se–Jawa Timur. Dalam sambutannya, Prof. Ali Maschan menekankan bahwa kehumasan BAZNAS harus mengedepankan nilai-nilai Qur’ani dalam setiap aktivitas komunikasi. Menurutnya, humas lembaga zakat bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memikul amanah dakwah yang berlandaskan akhlak.   “Teknologi terus berkembang, namun yang menentukan arah komunikasi adalah akhlaknya. Humas BAZNAS harus informatif sekaligus menjaga nilai kesalehan komunikasi.” Prof. Ali Maschan merujuk tiga ayat Al-Qur’an sebagai landasan etis bagi humas, yakni QS. Al-Baqarah: 263 tentang ucapan yang baik (qawlan ma‘rufan), QS. Ali ‘Imran: 162 tentang kejujuran dan integritas, serta QS. Al-Mulk: 2 tentang menghasilkan amal dan kinerja terbaik (ahsanu ‘amala). Dalam sesi materi, ia juga memperkenalkan delapan pilar komunikasi Qur’ani yang perlu diterapkan humas BAZNAS, yaitu: Qawlan Ma’ruf, Qawlan Maghfiroh, Qawlan Syadidah, Qawlan Balighah, Karimah, Maysuro, Adzuma, dan Syakila. Pilar-pilar tersebut menekankan pentingnya komunikasi yang santun, valid, bermartabat, mudah diakses, dan memiliki substansi. Sementara itu, Bimtek Kehumasan 2025 menghadirkan materi teknis seperti literasi digital, strategi komunikasi publik, produksi konten, manajemen isu, dan keamanan informasi. Para peserta juga mengikuti sesi praktik dan coaching clinic untuk menyelaraskan standar komunikasi BAZNAS di seluruh Jawa Timur. Kegiatan ini diharapkan memperkuat profesionalitas, adaptivitas, dan kualitas layanan informasi BAZNAS daerah dalam menghadapi tantangan digital dan meningkatnya kebutuhan transparansi publik.   “Keunggulan humas BAZNAS terletak pada keseimbangan antara penguasaan teknologi dan penerapan nilai-nilai Qur’ani. Modern dalam metode, Qur’ani dalam nilai.” Bimtek Kehumasan Zakat BAZNAS se–Jawa Timur 2025 ini menjadi momentum strategis dalam membangun ekosistem komunikasi zakat yang lebih profesional, adaptif, dan bernilai spiritual. Dengan penguatan kapasitas digital dan pembekalan prinsip komunikasi Qur’ani, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan informasi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap BAZNAS di seluruh daerah. BAZNAS Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi humas sebagai garda terdepan penyebaran pesan kebaikan, transparansi, dan literasi zakat di era digital.
BERITA27/11/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Dorong Tata Kelola Air Bersih: Rembuk Desa Kampung Akhlak Rejosari Jadi Tonggak Baru
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Dorong Tata Kelola Air Bersih: Rembuk Desa Kampung Akhlak Rejosari Jadi Tonggak Baru
Mojokerto — Selasa, 25 November 2025. Program Kampung Akhlak yang dijalankan melalui Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS kembali menunjukkan perkembangan nyata di Kabupaten Mojokerto. Berlokasi di Balai Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, ratusan warga memadati forum Rembuk Desa Pengelolaan Air Bersih untuk membahas kesepakatan baru terkait tata kelola layanan air melalui HIPAM Cahaya Tirta. Kegiatan berlangsung hangat dan kondusif, dihadiri oleh Kepala Desa Rejosari Suprapto; Waka IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto MK Muhailili; jajaran BAZNAS; Babinsa; Babinkamtibmas; serta perangkat desa. Sekitar 120 kepala keluarga dari Dusun Siman dan Lebaksari turut aktif memberikan pandangan dalam forum yang menjadi ruang musyawarah warga tersebut. Dalam sesi pemaparan, pengurus HIPAM melaporkan telah rampungnya sejumlah perbaikan instalasi air bersih—mulai dari sumber air hingga jaringan pipa distribusi ke rumah-rumah warga. Langkah teknis ini menjadi fondasi penting untuk memastikan layanan air bersih di Rejosari dapat meningkat sekaligus terjamin keberlanjutannya. Melalui dialog intens dan partisipatif, warga sepakat pada tiga keputusan utama: Perbaikan instalasi air oleh HIPAM telah selesai dari hulu hingga ke rumah warga. Warga berkomitmen menjaga dan merawat fasilitas yang telah diperbaiki demi keberlanjutan manfaat jangka panjang. Iuran pemeliharaan sebesar Rp10.000 per bulan per rumah tangga ditetapkan untuk mendukung operasional dan perawatan rutin. Sebagai tindak lanjut, pengurus HIPAM akan menyusun sistem pendataan iuran yang lebih rapi dan teratur, sementara Pemerintah Desa Rejosari akan menyiapkan landasan regulasi berupa Peraturan Desa (Perdes) untuk memperkuat tata kelola pengelolaan air bersih di tingkat lokal. Waka IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK Muhailili, menyampaikan apresiasi atas semangat warga yang hadir. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan air tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada komitmen dan kedisiplinan bersama. “Air bersih ini bukan sekadar fasilitas, tapi amanah yang harus dijaga. Perbaikan sudah berjalan, tinggal bagaimana kita memeliharanya secara kolektif. Kalau warga kompak, InsyaAllah manfaatnya panjang,” ujarnya penuh optimisme. Proses pendampingan ini kembali menegaskan bahwa program Kampung Akhlak BAZNAS bukan semata membangun sarana fisik, tetapi juga mendorong penguatan tata kelola dan partisipasi warga. Dengan kolaborasi berkelanjutan antara BAZNAS, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Rejosari diharapkan semakin mandiri dalam mengelola sumber daya air serta menjadi salah satu model pemberdayaan komunitas di Kabupaten Mojokerto.
BERITA26/11/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadir untuk Pejuang Bangsa: Bantuan bagi 50 Veteran di Momentum Hari Pahlawan
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadir untuk Pejuang Bangsa: Bantuan bagi 50 Veteran di Momentum Hari Pahlawan
Mojokerto, 10 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2025, suasana religius dan penuh makna terasa di Pendopo Graha Maja Tama, Senin (10/11) malam. Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar Semaan Al-Qur’an, Doa untuk Pahlawan, dan Ngaji Kebangsaan, yang dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, ormas Islam, serta pimpinan lembaga keagamaan se-Kabupaten Mojokerto. Momen kebangsaan ini semakin bermakna dengan kehadiran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto, yang menyalurkan bantuan bagi 50 orang veteran pejuang kemerdekaan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Gus H. Muhammad Albarra, Lc., M.Hum, sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas jasa para pejuang bangsa. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyampaikan, bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kebaznasan—sebuah semangat untuk berbagi dan menebar keberkahan kepada mereka yang telah berjuang demi kemerdekaan. “Para veteran adalah teladan bagi kita semua. Melalui program ini, BAZNAS ingin menunjukkan bahwa semangat perjuangan mereka tetap hidup di hati umat. Zakat yang dikelola dengan amanah akan terus menguatkan solidaritas dan menumbuhkan rasa syukur,” ujarnya. Dalam sambutannya, Gus Bupati mengapresiasi langkah BAZNAS yang terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial keagamaan, terlebih pada momentum bersejarah seperti Hari Pahlawan. “Semangat kepahlawanan tidak berhenti pada cerita masa lalu. Ia harus hidup dalam tindakan nyata—dalam kepedulian sosial, gotong royong, dan rasa cinta tanah air,” ungkapnya. Sementara itu, Suyitno (79), seorang veteran asal Kecamatan Trowulan, tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan tersebut. “Kami merasa dihargai dan tidak dilupakan. Bantuan ini bukan soal nilainya, tapi perhatian dan penghormatan yang begitu berarti bagi kami para veteran,” tuturnya lirih. Kegiatan malam itu juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama untuk arwah para pahlawan, serta tausiah kebangsaan yang mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan semangat perjuangan di era modern. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan nilai iman, kebangsaan, dan kepedulian sosial dalam setiap gerak kebaznasannya—menyatukan pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat menuju kesejahteraan yang berkeadilan.
BERITA12/11/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Kandang Domba Jadi Kelas Belajar: BAZNAS Hadirkan Wisata Edukasi Seru di Mojokerto Lewat Balai Ternak Tirto Mulyo
Kandang Domba Jadi Kelas Belajar: BAZNAS Hadirkan Wisata Edukasi Seru di Mojokerto Lewat Balai Ternak Tirto Mulyo
Mojokerto, 5 November 2025 — Suara tawa anak-anak bercampur dengan embik domba pagi itu membuat suasana Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, terasa berbeda dari biasanya. Balai Ternak Tirto Mulyo binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto mendadak ramai dipenuhi 35 bocah TK Dharma Wanita Tambakagung yang datang bersama empat guru pendamping untuk mengikuti wisata edukasi peternakan. Pada Minggu, 3 November 2025, anak-anak itu tak sekadar jalan-jalan. Selama tiga jam, dari pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, mereka diajak belajar mengenal dunia ternak secara langsung — memberi makan domba, melihat proses pembuatan pakan silase, hingga mengetahui bahwa kotoran dan urin domba bisa diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman. Pendamping program Balai Ternak, Ali, mengatakan kegiatan ini memang dirancang agar anak-anak bisa belajar sambil bermain. “Kami ingin menanamkan kecintaan terhadap hewan dan lingkungan sejak dini. Mereka tidak hanya kenal domba, tapi juga belajar menjaga kebersihan lingkungan melalui daur ulang limbah organik,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dusun Tambaksari, Imron, yang turut hadir, mengapresiasi langkah BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mengubah balai ternak menjadi ruang belajar terbuka. “Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak-anak belajar banyak hal di luar kelas, dan masyarakat juga ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya. Menurutnya, Balai Ternak Tirto Mulyo kini bukan sekadar tempat beternak, tetapi juga pusat edukasi yang menanamkan nilai tanggung jawab sosial dan cinta lingkungan sejak kecil. Ia berharap kegiatan serupa bisa digelar rutin dan melibatkan lebih banyak lembaga pendidikan di sekitar wilayah tersebut. Salah satu guru pendamping, Ibu Rina, bahkan menyebut anak-anaknya tak henti bercerita usai kunjungan. “Mereka senang sekali melihat domba secara langsung. Sambil bermain, mereka juga belajar tentang tanaman dan lingkungan — benar-benar pengalaman belajar yang menyenangkan,” katanya sambil tersenyum. Ke depan, Balai Ternak Tirto Mulyo berencana menggandeng lebih banyak sekolah di Kabupaten Mojokerto agar lokasi ini dapat berkembang menjadi wisata edukasi berkelanjutan. Dengan begitu, Balai Ternak tak hanya menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat, tetapi juga tempat inspiratif bagi generasi muda untuk belajar mencintai alam — bahkan dari seekor domba sekalipun.
BERITA06/11/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Menjalin Sinergi dan Aksi Nyata: Diskusi Pendamping Balai Ternak Baznas Lintas Kabupaten
Menjalin Sinergi dan Aksi Nyata: Diskusi Pendamping Balai Ternak Baznas Lintas Kabupaten
Mojokerto, Sabtu (1/11/2025) — Dalam suasana cerah dan penuh kehangatan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Koordinasi dan Diskusi Lintas Kabupaten Pendamping Balai Ternak di Balai Ternak Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu siang pukul 14.00–18.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpendamping Balai Ternak dari berbagai daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Bapak MK Muhalili, serta para pendamping Balai Ternak dari Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Mojokerto. Pertemuan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, pembelajaran, dan koordinasi antarpendamping dalam memperkuat strategi pengelolaan usaha peternakan, khususnya dalam hal penjualan domba dan pengolahan pupuk kompos organik. Dalam suasana diskusi yang dinamis dan penuh semangat, para peserta membahas beragam peluang pasar yang berpotensi dikembangkan. Beberapa ide strategis yang mengemuka antara lain membuka jaringan kerja sama dengan lembaga-lembaga zakat untuk memenuhi kebutuhan kurban dan aqiqah, serta mendorong BAZNAS di tingkat kabupaten hingga nasional untuk menghadirkan program-program yang mampu menyerap hasil ternak para peternak binaan, seperti sedekah daging, program aqiqah bersama, dan kegiatan berbagi hasil ternak lainnya. Selain itu, para pendamping juga saling bertukar pengalaman sukses dalam pemasaran domba dan pengolahan pupuk organik, yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan kemandirian kelompok peternak binaan di masing-masing wilayah. Dalam sambutannya, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK Muhalili, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para pendamping dan menekankan pentingnya sinergi lintas daerah. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena menjadi wadah untuk saling belajar dan memperkuat jejaring antarpendamping. Harapan kami, hasil diskusi ini tidak berhenti di sini, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah nyata untuk membuka peluang pasar bagi para peternak binaan BAZNAS,” ujar MK Muhalili. Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan berkoordinasi dengan pengurus kelompok Balai Ternak setempat untuk menindaklanjuti peluang pasar yang telah diidentifikasi, terutama dalam pengembangan pemasaran domba dan penguatan produk turunan seperti pupuk kompos organik. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor peternakan. Sinergi lintas kabupaten diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan mustahik yang berkelanjutan serta memperkuat peran Mojokerto sebagai salah satu pusat pengembangan Balai Ternak di Jawa Timur.
BERITA04/11/2025 | Shinta Lintang Nurillah
RKAT 2026 Disahkan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siap Tancap Gas Capai Target Rp7,5 Miliar
RKAT 2026 Disahkan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siap Tancap Gas Capai Target Rp7,5 Miliar
Malang, 31 Oktober 2025 — BAZNAS Provinsi Jawa Timur resmi menutup rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026 bagi BAZNAS se-Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di Regent’s Park Hotel, Kota Malang, sejak 29 hingga 31 Oktober 2025 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan dan strategi pengelolaan zakat di wilayah Jawa Timur. Bimtek yang diikuti oleh pimpinan dan pelaksana bidang perencanaan, keuangan, serta pelaporan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., didampingi Wakil Ketua I, Drs. KH. Masnuh, M.A., dan Wakil Ketua II, Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I. Dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto, hadir Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, H. Lukman Hakim, S.Ag., bersama Amil Pelaksana III, Akramin. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI atas dukungan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kegiatan ini berperan penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BAZNAS daerah agar penyusunan perencanaan semakin terarah dan sejalan dengan kebijakan nasional. “Teknologi dan regulasi yang baik harus ditopang oleh data yang akurat dan karakter amil yang berintegritas, agar pengelolaan zakat benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya. Pengesahan RKAT Tahun 2026 menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Bimtek. Proses penyusunan yang dilakukan selama tiga hari menghasilkan dokumen perencanaan strategis yang siap ditandatangani secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelaksanaan program zakat di tahun mendatang. Menanggapi kegiatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, S.Ag., menyampaikan bahwa sesuai keputusan Rakorda, BAZNAS Mojokerto menargetkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp7,5 miliar pada tahun 2026. Target ini dinilai realistis dan sejalan dengan tren pertumbuhan pengumpulan pada tahun-tahun sebelumnya. “Kami optimis target Rp7,5 miliar dapat tercapai dengan strategi penguatan unit pengumpul zakat (UPZ), kolaborasi lintas lembaga, serta digitalisasi layanan,” jelas H. Lukman. “Amanat Rakornas BAZNAS juga menegaskan bahwa 60 persen dari hasil penghimpunan harus diarahkan untuk program pendayagunaan. Artinya, ke depan fokus kita bukan hanya mengumpulkan, tetapi juga memperluas manfaat dan memberdayakan mustahik,” tambahnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa arah kebijakan tahun 2026 akan menitikberatkan pada program pemberdayaan ekonomi umat, seperti pengembangan Baznas Microfinance Mojokerto (BMM), pelatihan kewirausahaan, serta penguatan ketahanan sosial berbasis masjid, pesantren, dan lingkungan masyarakat. Dengan disahkannya RKAT 2026, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, serta berorientasi pada kesejahteraan umat.
BERITA03/11/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BIMTEK BMM BAZNAS Kabupaten Mojokerto : Dorong Digitalisasi Pelaporan BMM Lewat Aplikasi Menara Masjid
BIMTEK BMM BAZNAS Kabupaten Mojokerto : Dorong Digitalisasi Pelaporan BMM Lewat Aplikasi Menara Masjid
Mojokerto, 30 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto terus berinovasi dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan program ekonomi umat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelaporan Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) yang dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Kamis (30/10/2025) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola BMM dari dua masjid binaan, yaitu Masjid Nurul Huda Desa Ngabar, Kecamatan Jetis dan Masjid Baitul Mansyur Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan teknis mengenai pelaporan digital melalui Aplikasi Menara Masjid, platform resmi milik Kementerian Agama (Kemenag) yang dirancang untuk mendukung tata kelola masjid yang transparan, akurat, dan berbasis data. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menjelaskan bahwa penerapan sistem digital menjadi bagian penting dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat. “Kami berharap semua pengelola BMM bisa memanfaatkan aplikasi Menara Masjid dengan baik, sehingga setiap kegiatan ekonomi umat yang dilakukan melalui masjid dapat terlaporkan dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka,” ujar Zamroni. Sementara itu, Haqi, administrator Masjid Nurul Huda Ngabar, menilai pelatihan ini sangat membantu pihaknya dalam memperbaiki sistem pelaporan. “Dengan adanya pelatihan dan pelaporan melalui Menara Masjid, kami jadi lebih mudah menyusun laporan keuangan dan kegiatan. Semua data tersimpan rapi dan bisa langsung dilihat oleh BAZNAS maupun Kemenag,” tuturnya. Hal senada juga disampaikan oleh Roziqin, administrator Masjid Baitul Mansyur Kedungmaling Sooko. “Dengan aplikasi Menara Masjid, semua jadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Ini sangat membantu kami dalam menjalankan amanah program BMM,” jelasnya. Melalui kegiatan bimtek dan pelaporan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap seluruh masjid penerima program BMM dapat menjadi contoh pengelolaan ekonomi umat berbasis masjid yang profesional, akuntabel, dan transparan, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BERITA31/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS RI Pertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian Selama 23 Tahun Berturut-turut
BAZNAS RI Pertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian Selama 23 Tahun Berturut-turut
Jakarta, 23 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2024. Predikat tertinggi dalam audit keuangan tersebut diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) AR Utomo, menandai konsistensi BAZNAS RI yang berhasil mempertahankan opini WTP selama 23 tahun berturut-turut, sejak pertama kali diaudit pada tahun 2002 hingga 2024. Pencapaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Hadir dalam kesempatan itu Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Ketua H. Mo Mahdum, Pimpinan Bidang Pendistribusian Saidah Sakwan, MA, serta Sekretaris Utama H. Subhan Cholid. Dalam laporan keuangan yang diaudit, BAZNAS RI mencatat total pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) mencapai Rp1,108 triliun, terdiri dari Rp874,1 miliar zakat dan Rp254,9 miliar infak/sedekah. Adapun realisasi penyaluran dana mencapai Rp1,066 triliun, yang digunakan untuk berbagai program pemberdayaan umat di seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Kiai Noor Achmad, menegaskan bahwa capaian opini WTP bukan sekadar simbol administratif, melainkan bukti konkret atas integritas dan transparansi lembaga dalam mengelola dana publik. “Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada seluruh masyarakat—khususnya para muzaki, mustahik, dan mitra LAZ di seluruh Indonesia. Dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp1,108 triliun telah kami kelola dan salurkan secara transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan syariah dan regulasi,” ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, keberhasilan mempertahankan WTP selama 23 tahun berturut-turut merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh jajaran amil BAZNAS, mulai dari pimpinan hingga staf lapangan. “Kami bertekad menjaga standar akuntabilitas publik ini, karena kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam pengelolaan zakat nasional,” tegasnya. Sementara itu, Managing Partner KAP AR Utomo, Ahmad Toha, menyampaikan bahwa opini WTP diberikan setelah melalui proses audit menyeluruh dan sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAK), termasuk PSAK 109 tentang Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah. “Kami melakukan audit yang ketat dan berlapis untuk memastikan seluruh transaksi bebas dari kesalahan material. Hasilnya, laporan keuangan BAZNAS RI dinilai wajar dan transparan,” jelas Ahmad Toha. Ia juga memberikan apresiasi atas profesionalitas dan keterbukaan BAZNAS RI dalam menjalankan tata kelola keuangan lembaga. “Atas nama KAP AR Utomo, kami mengucapkan selamat kepada BAZNAS RI. Capaian ini menjadi contoh lembaga publik yang kredibel dan berintegritas,” ujarnya. Dengan diraihnya opini WTP selama lebih dari dua dekade, BAZNAS RI semakin menegaskan posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan dipercaya publik. Kiai Noor berharap prestasi ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Kami tidak hanya ingin mempertahankan predikat WTP, tetapi menjadikannya semangat untuk terus berinovasi dalam memberdayakan umat dan mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya.
BERITA27/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Mojokerto dan UPZ Telkom Serahkan Program Kampung Akhlak Tahap II di Desa Rejosari
BAZNAS Mojokerto dan UPZ Telkom Serahkan Program Kampung Akhlak Tahap II di Desa Rejosari
Mojokerto, 25 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Telkom kembali melanjutkan sinergi dalam Program Kampung Akhlak Tahap II. Penyerahan program dilakukan secara simbolis di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, pada Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari keberhasilan tahap pertama yang telah berjalan efektif di beberapa wilayah sebelumnya. Program Kampung Akhlak sendiri merupakan kolaborasi strategis antara BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan UPZ Telkom dalam membangun masyarakat yang berdaya, berakhlakul karimah, serta mandiri secara sosial dan ekonomi. Pada tahap kedua ini, fokus pengembangan diarahkan pada tiga sektor utama, yaitu: Pengembangan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) sebagai penguat ekonomi masyarakat berbasis masjid. Penataan saluran air bersih guna meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lingkungan warga. Penguatan usaha ternak warga sebagai langkah konkret dalam pemberdayaan ekonomi produktif. Total nilai program tahap II ini mencapai Rp200 juta, bersumber dari kolaborasi antara BAZNAS dan UPZ Telkom. Pengurus UPZ Telkom Jatim Region III, Joni, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama yang terus terjalin dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. “Kami melihat Kampung Akhlak ini bukan sekadar program sosial, tetapi sebuah gerakan perubahan mental dan budaya. Fokus pada ekonomi, sanitasi, dan ketahanan pangan melalui ternak warga adalah langkah nyata membangun masyarakat yang mandiri dan berakhlak,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK. Muhailili, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh ideal sinergi antara dunia kerja dan lembaga zakat. “Program ini membuktikan bahwa zakat dapat menjadi instrumen pembangunan. Pada tahap kedua ini, kami arahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi serta menumbuhkan budaya gotong royong yang berlandaskan nilai akhlakul karimah,” jelasnya. Melalui dukungan berkelanjutan dari UPZ Telkom, BAZNAS Kabupaten Mojokerto optimistis bahwa Kampung Akhlak akan terus berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis nilai, spiritualitas, dan kemandirian ekonomi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.
BERITA25/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Optimistis Wujudkan Target Pengumpulan Zakat 2025
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Optimistis Wujudkan Target Pengumpulan Zakat 2025
Surabaya, 23 Oktober 2025 — BAZNAS Provinsi Jawa Timur menggelar Forum Percepatan Pengumpulan BAZNAS se-Jawa Timur 2025, yang berlangsung di Kantor BAZNAS Jatim, Surabaya, pada Kamis (23/10/2025). Kegiatan strategis ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antar-BAZNAS kabupaten/kota, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mempercepat penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di seluruh wilayah Jawa Timur. Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., didampingi jajaran pimpinan BAZNAS Jatim. Hadir pula Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional BAZNAS RI, H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM, bersama tim, serta para pimpinan bidang pengumpulan BAZNAS dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Dalam arahannya, Prof. KH. Ali Maschan Moesa menegaskan bahwa percepatan pengumpulan zakat tidak hanya diukur dari peningkatan angka semata, tetapi juga dari keberkahan, ketepatan sasaran, dan kemanfaatan nyata bagi mustahik. “Zakat bukan sekadar data dan nominal, tapi amanah yang harus dikelola secara profesional dengan nilai-nilai syariah yang kokoh,” tegas Ketua BAZNAS Jatim. Sementara itu, H. Fitriansyah Agus Setiawan dari BAZNAS RI memaparkan materi mengenai Evaluasi Kinerja Pengumpulan ZIS-DSKL Nasional, Target dan Rencana Pengumpulan 2026, serta Strategi Penguatan Pengumpulan dan Kampanye Layanan Kemudahan Zakat. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa target pengumpulan ZIS-DSKL se-Jawa Timur tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp2,58 triliun, yang terdiri atas Rp447,4 miliar on balance sheet dan Rp2,13 triliun off balance sheet. Dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto, hadir Wakil Ketua I, H. Samiadi, S.Pd.I., didampingi Ayu Isna Khariroh, S.Kom., pelaksana bidang pengumpulan. Dalam forum yang digelar di Surabaya ini, H. Samiadi memaparkan capaian menggembirakan BAZNAS Mojokerto sepanjang tahun 2025. “Alhamdulillah, hingga Oktober ini realisasi pengumpulan kami sudah mencapai 92 persen dari target tahun 2025, yakni sebesar Rp6,6 miliar. Kami optimistis target ini akan tercapai sepenuhnya pada akhir tahun,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara kepercayaan masyarakat Mojokerto dan strategi penghimpunan yang inovatif, seperti digitalisasi zakat, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta kemitraan dengan berbagai lembaga. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan transparansi agar zakat semakin dipercaya dan manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” pungkasnya. Melalui forum percepatan pengumpulan yang diselenggarakan di Surabaya ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto semakin termotivasi menutup tahun 2025 dengan kinerja optimal dan penuh keberkahan. Kegiatan ini juga memperkuat semangat bersama bahwa zakat bukan hanya angka, melainkan gerakan sosial yang menumbuhkan kemandirian dan ketangguhan umat.
BERITA24/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Peduli Difabel, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Kursi Roda di Mojodowo
Peduli Difabel, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Kursi Roda di Mojodowo
Mojokerto, 17 Oktober 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto kembali menebar manfaat melalui program kemanusiaan dan sosialnya. Kali ini, bantuan berupa satu unit kursi roda diserahkan kepada Bapak Seken Wahananto, warga Dusun Sidomulyo RT 002 RW 002, Desa Mojodowo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi, di kediaman penerima. Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan, disaksikan oleh perangkat desa serta sejumlah warga sekitar. Bantuan kursi roda ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik dan membutuhkan alat bantu mobilitas. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu Bapak Seken dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman. “BAZNAS hadir bukan hanya untuk menyalurkan zakat, tetapi juga untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Bantuan kursi roda ini kami harapkan bisa membantu Pak Seken agar lebih mandiri dan semangat menjalani hari,” ujar Soegeng Mawardi, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Sementara itu, Bapak Seken Wahananto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Kursi roda ini sangat berarti bagi saya untuk bisa beraktivitas lebih mudah,” ujarnya dengan haru. Melalui program seperti ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus berkomitmen memperluas jangkauan pelayanan sosial dan kemanusiaan agar keberadaan lembaga zakat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh pelosok daerah.
BERITA21/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto sertai Pemkab Mojokerto Gelar Monitoring dan Evaluasi Bangunan Pondok Pesantren
BAZNAS Kabupaten Mojokerto sertai Pemkab Mojokerto Gelar Monitoring dan Evaluasi Bangunan Pondok Pesantren
Mojokerto — Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bangunan Pondok Pesantren melaksanakan kegiatan peninjauan ke sejumlah pesantren penerima bantuan pembangunan pada Kamis (16/10/2025) dan Senin (20/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan di lingkungan pondok pesantren berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto, Tatang Mahendra, yang juga memimpin tim, menyampaikan bahwa kegiatan Monev merupakan bentuk tanggung jawab dan pengawasan pemerintah daerah terhadap program pembangunan pesantren. “Pesantren adalah lembaga pendidikan yang berperan besar dalam pembentukan karakter bangsa. Karena itu, setiap bantuan pembangunan harus kita pastikan memberikan manfaat optimal bagi santri dan masyarakat sekitar,” ujarnya. Tim Monev terdiri dari berbagai unsur lintas OPD, antara lain Bagian Kesra, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Bakesbangpol, DPMPTSP, DPRKP2, Satpol PP, Inspektorat, Bagian Hukum, Kantor Kemenag, FKPP, Baznas Kabupaten Mojokerto, serta unsur kecamatan dan ahli bangunan gedung. Pada Kamis, 16 Oktober 2025, tim melakukan monitoring di lima pondok pesantren wilayah Kecamatan Pacet, yaitu: Nurul Ummah – Jl. Tirtawening No. 2 Kembangbelor Sabilul Muttaqin – Dusun Piringwulung, Bendunganjati Fatchul Ulum – Jl. Moch. Sholeh 270 Pacet Riyadlul Jannah – Jl. KH. Hayam Wuruk 22 Pacet Thoriqul Ulum – Desa Sajen Sementara itu, pada Senin, 20 Oktober 2025, tim terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing memantau pesantren di Kecamatan Mojosari, Ngoro, dan Trawas, di antaranya: Tim I: Ulumiyyah, Induk Mamba’ul Ulum, dan Hidayatul Hikmah (Mojosari) Tim II: Masyithoh dan Sabilillah (Ngoro), serta An Nur Fatmah (Trawas) Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, yang turut serta dalam tim, menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan lembaga keagamaan. “Pembangunan fisik pesantren tidak sekadar soal gedung, tapi juga upaya memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan yang mandiri dan berdaya,” ungkapnya. Dari hasil pemantauan awal, sebagian besar pembangunan pondok pesantren menunjukkan progres yang baik dan sesuai spesifikasi. Tim juga memberikan beberapa rekomendasi teknis untuk penyempurnaan dan percepatan penyelesaian pekerjaan. Dengan kegiatan ini, diharapkan pembangunan sarana dan prasarana pesantren di Kabupaten Mojokerto semakin berkualitas, transparan, dan berkelanjutan demi mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan di daerah.
BERITA20/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Distribusikan Daging Dam dari BAZNAS RI untuk Warga Rentan di Desa Sumolawang
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Distribusikan Daging Dam dari BAZNAS RI untuk Warga Rentan di Desa Sumolawang
Mojokerto — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menyalurkan daging dam dari BAZNAS Republik Indonesia kepada masyarakat Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, pada Rabu (15/10/2025) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penyaluran daging dam yang diamanahkan oleh BAZNAS RI kepada BAZNAS daerah untuk didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 100 orang yang membutuhkan, khususnya kelompok lansia dan warga rentan ekonomi. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi dan kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat kecil, terutama mereka yang jarang tersentuh bantuan konsumtif seperti daging. “Kami bersyukur dapat menyalurkan amanah dari BAZNAS RI ini. Sasaran kami adalah para orang tua rentan dan masyarakat yang membutuhkan, agar mereka juga bisa merasakan nikmatnya berbagi hasil ibadah,” ujar Gus Zamroni Ahmad. Distribusi daging dam ini berjalan lancar dengan dukungan aparat desa dan relawan zakat. Warga penerima manfaat tampak antusias dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. “Terima kasih BAZNAS, alhamdulillah bisa menikmati daging. Kami merasa diperhatikan,” ungkap salah satu penerima manfaat, Ibu Aminah, warga Sumolawang. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semangat kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, serta menjadi pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah adalah sarana efektif untuk menghadirkan kesejahteraan dan keberkahan bersama.
BERITA17/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Penutupan Rakorda BAZNAS se-Jawa Timur 2025 dan Penandatanganan Kerja Sama dengan Bank NTB Syariah
Penutupan Rakorda BAZNAS se-Jawa Timur 2025 dan Penandatanganan Kerja Sama dengan Bank NTB Syariah
BAZNAS Provinsi Jawa Timur menutup rangkaian Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Jawa Timur Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Mercure Surabaya, Rabu–Jumat (8–10 Oktober 2025), dengan tema “Menguatkan BAZNAS dalam Mendukung Asta Cita.” Hadir dalam kegiatan ini: - Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur: Bapak Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si. - Wakil Ketua I BAZNAS Jatim: Bapak Drs. KH. Masnuh, M.A. - Wakil Ketua II BAZNAS Jatim: Bapak Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I. - Wakil Ketua III BAZNAS Jatim: Bapak Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si. - Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Umum: Bapak Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M. - Branch Manager Bank NTB Syariah: Bapak Lalu Andri Rivaldi - Deskhead Corporate Secretary Bank NTB Syariah: Bapak Rahman Kamarud Zaman - Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Timur Dalam penutupan, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menegaskan bahwa kunci keberhasilan BAZNAS terletak pada kemampuan mengimplementasikan hasil perumusan Rakorda secara konsisten dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, kebersamaan, dan keikhlasan seluruh amil zakat dalam mengemban amanah. Sinergi dan keharmonisan antar pengurus diharapkan dapat terus terjaga agar BAZNAS semakin kokoh dalam menjalankan peran sosial dan keagamaannya di tengah masyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama Bank NTB Syariah melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang Penyaluran Zakat Perusahaan Tahun Buku 2024. Kerja sama ini menandai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga keuangan syariah dan pengelola zakat di Jawa Timur. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penyaluran zakat perusahaan dan menjadi model kemitraan produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keumatan.
BERITA14/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS dan BPBD Kabupaten Mojokerto Bantu Korban Angin Puting Beliung
BAZNAS dan BPBD Kabupaten Mojokerto Bantu Korban Angin Puting Beliung
Mojokerto, 11 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan bagi warga terdampak angin puting beliung yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto, H. Muhammad Albarra, Lc., M.Hum., pada Kamis (9/10/2025) di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko. Sementara pada Sabtu (11/10/2025), penyerahan bantuan dilanjutkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, di Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, dan Desa Penompo, Kecamatan Jetis. Dalam kegiatan tersebut, BPBD memberikan bantuan berupa material bangunan untuk memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan. Sementara BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyalurkan paket sembako berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula untuk keluarga yang terdampak. Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi, menyampaikan bahwa sinergi antara BPBD dan BAZNAS merupakan bentuk tanggap cepat pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana. “Kami bergerak cepat melakukan pendataan dan asesmen, kemudian menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban dan mempercepat pemulihan kondisi pascabencana,” ujar Rinaldi. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya penanganan bencana serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. “Bantuan yang kami berikan berdasarkan data yang telah diasesmen oleh BPBD. BAZNAS hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat kebersamaan. Kami siap terus berkolaborasi agar masyarakat bisa segera bangkit,” tutur Gus Zam. Bupati Mojokerto, H. Muhammad Albarra, turut memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga yang cepat tanggap dalam membantu masyarakat terdampak bencana. “Kita semua harus hadir untuk rakyat. Saat bencana datang, bukan hanya pemerintah, tapi seluruh elemen harus bergandeng tangan. Terima kasih kepada BPBD dan BAZNAS yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat Mojokerto,” ungkap Bupati Albarra. Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Warga penerima bantuan tampak terharu dan menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah, BPBD, dan BAZNAS. Dari pantauan di lapangan, beberapa warga terlihat menyalami petugas sambil mengucapkan terima kasih dengan wajah lega. “Alhamdulillah, rumah kami bisa segera diperbaiki. Terima kasih BAZNAS dan pemerintah sudah cepat membantu,” ujar salah satu warga dengan nada haru. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para camat, kepala desa beserta perangkat, serta warga sekitar yang ikut menyaksikan penyerahan bantuan di lokasi terdampak.
BERITA13/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadir Full Tim pada Rakorda BAZNAS Jatim 2025
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadir Full Tim pada Rakorda BAZNAS Jatim 2025
Surabaya – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto hadir secara lengkap (full tim) dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang digelar di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, pada 8–10 Oktober 2025. Rakorda ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur sebagai forum evaluasi, sinkronisasi program, dan penguatan sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Mojokerto, yang menerima BAZNAS Jatim Award 2025 atas dukungan dan komitmennya terhadap program pengelolaan zakat di daerah. Kehadiran Bupati menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Selain itu, kegiatan Rakorda juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Mojokerto, yang bersama-sama memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan zakat di wilayah Mojokerto. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bapak Zamroni Ahmad menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas terselenggaranya Rakorda ini serta berharap hasil pembahasan dapat memperkuat arah kebijakan zakat yang lebih terintegrasi dan berdampak luas bagi mustahik. “Kehadiran penuh seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjadi wujud komitmen kami untuk terus berperan aktif dalam memperkuat sinergi zakat di tingkat provinsi dan daerah,” ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Rakorda BAZNAS Jatim 2025 juga diisi dengan pemaparan program strategis, evaluasi kinerja pengumpulan dan pendistribusian zakat, serta penghargaan bagi BAZNAS kabupaten/kota yang berprestasi di bidang pengelolaan zakat dan program pemberdayaan.
BERITA10/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Perkuat Kolaborasi, BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan BPJS Ketenagakerjaan Sinergi Lindungi Marbot Masjid
Perkuat Kolaborasi, BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan BPJS Ketenagakerjaan Sinergi Lindungi Marbot Masjid
Mojokerto — Komitmen untuk melindungi para pejuang sunyi di balik rumah ibadah kembali ditegaskan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto melalui sinergi strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam pertemuan koordinatif yang digelar pada Senin (7/10/2025), kedua lembaga sepakat memperkuat langkah bersama demi memperluas cakupan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi marbot masjid—sosok-sosok yang kerap luput dari radar perhatian negara. Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama antara BAZNAS RI dan BPJS Ketenagakerjaan yang ditandatangani secara nasional pada 19 September 2025 lalu. Di tingkat daerah, implementasi kerja sama ini mendapat penyikapan serius, konkret, dan berkelanjutan. Hadir secara lengkap jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yaitu Ketua Zamroni Ahmad, Wakil Ketua I H. Samiadi, Wakil Ketua II Soegeng Mawardi, Wakil Ketua III H. Lukman Hakim, S.Ag, serta Wakil Ketua IV MK. Muhailili, S.Ag. Dari BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Cabang Mojokerto Imam Haryono Syafii hadir bersama tim teknisnya, menegaskan kesiapan mendukung implementasi program hingga ke level operasional. 450 Marbot Masjid Sudah Terlindungi – Komitmen yang Tak Sekadar Simbolik Sejak 2024, BAZNAS Kabupaten Mojokerto telah mengalokasikan dana zakat untuk membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 450 marbot masjid. Langkah ini bukan sekadar simbol komitmen sosial, tetapi bentuk nyata keberpihakan terhadap kelompok yang selama ini bekerja dalam senyap demi menjaga kesucian dan ketertiban rumah ibadah. “Para marbot itu tidak meminta imbalan. Mereka bekerja karena cinta pada Allah dan masjid. Maka sudah seharusnya kita hadir untuk mereka. Negara tidak boleh alpa. Dan BAZNAS hadir untuk mengisi ruang itu,” tegas Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad. Zamroni juga menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya soal prosedur administratif, melainkan bagian dari panggilan kemanusiaan yang lebih dalam. “Zakat bukan sekadar angka dalam laporan. Ia adalah tanggung jawab sosial. Setiap tetes keringat yang jatuh dari marbot di rumah Allah adalah amal yang harus dilindungi. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa amal mereka juga dilindungi oleh sistem jaminan sosial negara,” imbuhnya. Apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan: Model Kolaborasi yang Patut Dicontoh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto, Imam Haryono Syafii, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah BAZNAS. Menurutnya, apa yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjadi bukti bahwa perlindungan sosial bukan hanya urusan birokrasi, tapi juga soal keberpihakan moral. “Tidak semua daerah memiliki kesadaran dan keberanian seperti ini. Apa yang dilakukan BAZNAS Mojokerto adalah cermin ideal dari kemitraan antar-lembaga yang digerakkan oleh visi kemanusiaan. Kami siap mendukung penuh agar program ini tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujarnya. Pertemuan ini juga membahas rencana penguatan implementasi di lapangan, termasuk kemungkinan perluasan peserta program ke kalangan mustahik dan pekerja informal lainnya yang belum terjangkau sistem perlindungan formal. Dari Program Menuju Gerakan: Melindungi Marbot, Menjaga Martabat Sinergi antara BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto kini bergerak dari level program ke arah gerakan sosial. Tidak lagi semata kegiatan teknis, tapi menjadi bentuk keberpihakan struktural kepada para pengabdi masjid dan kelompok rentan lainnya. Dengan semangat silaturahmi produktif, pertemuan ini menandai babak baru kolaborasi yang lebih strategis, meluas, dan menyentuh lebih banyak hati. “Kami tidak ingin ini berhenti di angka 450. Kami ingin menjangkau lebih banyak marbot, guru ngaji, penjaga musala, dan pekerja keagamaan lainnya. Karena bagi kami, melindungi mereka adalah bagian dari menjaga martabat umat,” pungkas Zamroni Ahmad. BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto menegaskan: perlindungan sosial bukanlah pilihan, tetapi keharusan. Dan melalui kolaborasi ini, keduanya bergerak bersama untuk menjadikan keberpihakan pada marbot sebagai arus utama dalam pelayanan sosial umat.
BERITA08/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Mojokerto Terlibat Aktif dalam Penanganan Musibah Runtuhnya Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Mojokerto Terlibat Aktif dalam Penanganan Musibah Runtuhnya Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
Sidoarjo — Operasi pencarian dan pertolongan (Opsar) terhadap musibah runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, resmi ditutup pada Senin (6/10/2025) sore. Tragedi yang terjadi pada Senin (29/9) sore saat para santri menunaikan salat Ashar ini menelan korban 169 jiwa, terdiri dari 65 meninggal dunia dan 104 selamat (data Basarnas per 6 Oktober 2025). Dalam operasi kemanusiaan tersebut, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Mojokerto turut ambil bagian sejak 3 Oktober hingga hari terakhir penutupan operasi. Relawan BTB Mojokerto bergabung dengan tim gabungan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Timur, serta berbagai unsur relawan lainnya di lokasi bencana. Keterlibatan BTB Mojokerto difokuskan pada pengelolaan dapur umum dan dapur air, melayani kebutuhan konsumsi dan air bersih bagi para keluarga korban, relawan, dan masyarakat sekitar. Selain itu, relawan juga membantu dalam kegiatan dukungan psikososial, memberikan semangat dan pendampingan bagi para santri yang selamat maupun keluarga korban. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan duka mendalam sekaligus apresiasi tinggi atas kerja keras semua pihak. “Musibah ini sungguh mengguncang hati kita semua. Para santri yang menjadi korban adalah generasi penerus umat. Kami di BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus hadir dalam misi kemanusiaan seperti ini, sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial umat Islam,” ujar Gus Zam. Sementara itu, Komandan BTB Kabupaten Mojokerto, Kasiyanto, menuturkan bahwa timnya langsung dikerahkan begitu menerima perintah dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. “Kami berangkat pada 3 Oktober. Di lapangan, kami bahu membahu bersama BTB dari berbagai daerah dan unsur lain. Semua bekerja tanpa sekat, demi kemanusiaan,” ungkapnya. Dalam laporan BAZNAS RI, total 50 personel BTB dari berbagai kabupaten/kota dikerahkan dalam misi ini. Selain bantuan logistik harian lebih dari 1.100 porsi per hari, BAZNAS juga menyiapkan santunan korban sebesar Rp100 juta serta program renovasi pondok pesantren senilai Rp300 juta. Dengan ditutupnya operasi pada 6 Oktober 2025, seluruh relawan BAZNAS kembali ke daerah masing-masing. Namun, semangat solidaritas dan kepedulian sosial yang ditunjukkan akan terus menjadi teladan bagi gerakan kemanusiaan di seluruh Indonesia.
BERITA07/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Lakukan Monitoring Program Madrasah Layak Belajar di Mojokerto
BAZNAS Lakukan Monitoring Program Madrasah Layak Belajar di Mojokerto
Mojokerto – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan monitoring pelaksanaan program Madrasah Layak Belajar (MLB) di Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/10/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 16.00 WIB ini dipimpin oleh Saddam, perwakilan dari BAZNAS RI, didampingi jajaran BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yaitu Wakil Ketua IV MK. Muhailili serta amil pelaksana Akramin dan Luqman Baroroh. Monitoring dilaksanakan di empat madrasah penerima program MLB, yakni MI Taufiqul Hidayah Mojosari, MI Hidayatul Athfal Kutorejo, MI Al-Karimy Kutorejo, dan MI Hidayatul Muwafiq Jetis. Saddam, petugas monitoring dari BAZNAS RI, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program MLB benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di madrasah. “Monitoring ini kami lakukan untuk melihat secara langsung sejauh mana bantuan MLB dimanfaatkan oleh pihak madrasah. Harapannya, fasilitas yang diberikan benar-benar mendukung proses belajar-mengajar, sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih layak dan nyaman,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menjelaskan bahwa di Mojokerto terdapat enam madrasah yang menerima program MLB dari BAZNAS RI. Keenam madrasah tersebut adalah MI Al-Karimy Kutorejo, MI Brawijaya Jatirejo, MI Hidayatul Muwafiq Jetis, MI Hidayatul Athfal Kutorejo, MI Miftahul Ulum Dawar, serta MI Taufiqul Hidayah Mojosari. “Program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dalam mendukung sarana prasarana madrasah. Masing-masing akan menerima bantuan sebesar Rp25 juta. Kami di BAZNAS Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh para siswa dan guru,” jelasnya. Dengan adanya kegiatan monitoring ini, BAZNAS RI berharap program MLB tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan madrasah di Mojokerto.
BERITA02/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Sosialisasi Zakat Kemenag dan BAZNAS, Sekaligus Salurkan Rp. 60 Juta untuk 337 Mustahik
Sosialisasi Zakat Kemenag dan BAZNAS, Sekaligus Salurkan Rp. 60 Juta untuk 337 Mustahik
Mojokerto – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat pada Selasa (30/9/2025) pukul 09.00 WIB di Kantor MWCNU Pungging. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, H. Muttakin, M.Ag., beserta Kasubbag dan para Kasi, Forkopimca Pungging, dan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto tampak hadir Ketua Zamroni Ahmad dan Wakil Ketua II. Dalam sambutannya, Kakankemenag H. Muttakin, M.Ag. menegaskan bahwa zakat adalah instrumen penting untuk menguatkan solidaritas sosial. “Zakat tidak hanya ibadah mahdhah, tapi juga solusi nyata untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkuat ketahanan umat. Melalui sinergi Kemenag dan BAZNAS, kita berharap semakin banyak masyarakat sadar dan berpartisipasi dalam gerakan zakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenag melalui UPZ Kemenag dalam pengumpulan dan penyaluran zakat. “Kami terus berkomitmen agar zakat dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. InsyaAllah zakat yang dihimpun akan kembali kepada umat dalam bentuk pemberdayaan dan bantuan nyata,” tegasnya. Pada kesempatan itu juga, Ketua UPZ Kemenag Mojokerto, Imam Musta’in, menyampaikan laporan pentasyarufan zakat di wilayah eks Kawedanan Mojosari (Mojosari, Pungging, Ngoro, dan Kutorejo). Adapun rincian penerima manfaat adalah: 1. Janda/duda fakir: 100 orang (masing-masing 25 per kecamatan) 2. Guru TPQ: 72 orang (18 per kecamatan) 3. Marbot masjid: 20 orang (5 per kecamatan) 4. Siswa madrasah swasta: 100 orang 5. Siswa madrasah negeri: 45 orang 6. Lain-lain (operasional, armada, dll). Secara keseluruhan, zakat yang berhasil disalurkan mencapai Rp60 juta, dengan jumlah penerima 337 mustahik. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran berzakat masyarakat semakin meningkat, sehingga manfaat zakat bisa semakin luas menjangkau mereka yang membutuhkan.
BERITA01/10/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.

Lihat Daftar Rekening →