WhatsApp Icon
BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO APRESIASI WARGA BINAAN PENGHAFAL NADZAM IMRITHI DENGAN PEMBERIAN SARUNG

MOJOKERTO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi kepada warga binaan pemasyarakatan yang berhasil menghafal Nadzam Imrithi di Diniyah Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rabu (14/10/2026). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian sarung sebagai bentuk dukungan moral dan penghargaan atas semangat warga binaan dalam mempelajari ilmu agama, memperkuat keimanan, serta memperbaiki diri melalui proses pembinaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, pimpinan Kantor Kementerian Agama Kota dan Kabupaten Mojokerto, pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) Mojokerto, serta Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, S.Pd.I.

Partisipasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, termasuk warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Kepedulian tersebut menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas akhlak, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Apresiasi diberikan kepada warga binaan yang menunjukkan kesungguhan dalam menghafal Nadzam Imrithi, sebuah kitab nazam yang memuat kaidah-kaidah ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. Kegiatan menghafal ini menjadi bagian dari ikhtiar pembinaan keagamaan untuk menumbuhkan kedisiplinan, ketekunan belajar, dan kecintaan terhadap ilmu agama.

Pemberian sarung tidak sekadar menjadi bentuk bantuan, tetapi juga simbol perhatian, penghargaan, dan dukungan agar warga binaan terus bersemangat dalam belajar, beribadah, memperbaiki akhlak, serta membangun karakter yang lebih baik.

Keberhasilan menghafal Nadzam Imrithi menjadi momentum penting bahwa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa hukuman, melainkan juga kesempatan untuk menimba ilmu, memperkuat nilai-nilai spiritual, dan menumbuhkan harapan baru. Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan memiliki bekal ilmu dan karakter positif untuk kembali berperan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, S.Pd.I, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Bagi BAZNAS, kepedulian tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat sosial. Warga binaan juga merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Sarung yang kami berikan mungkin sederhana, tetapi kami berharap menjadi tanda bahwa mereka tetap dihargai dan tidak kehilangan harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat zakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui upaya menghadirkan kemaslahatan, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Apresiasi terhadap warga binaan yang tekun mempelajari dan menghafal ilmu agama merupakan bentuk dukungan terhadap proses perubahan positif yang sedang mereka jalani.

“Ketika seseorang mau belajar, menghafal, dan bersungguh-sungguh mendalami ilmu agama, itu merupakan langkah baik yang patut diapresiasi. Semoga hafalan Nadzam Imrithi ini tidak berhenti pada hafalan semata, tetapi juga menjadi pintu untuk semakin mencintai ilmu, memperbaiki akhlak, dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada warga binaan yang mengikuti pembinaan keagamaan di Diniyah Lapas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang telah memberikan perhatian kepada warga binaan melalui pemberian sarung sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka dalam menghafal Nadzam Imrithi. Dukungan ini sangat berarti dalam proses pembinaan karena dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar, memperdalam ilmu agama, dan memperbaiki diri,” ungkap Arifin Akhmad.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kabupaten Mojokerto, menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang mendorong perubahan perilaku, penguatan karakter, dan tumbuhnya optimisme. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa perhatian sosial dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus berproses menuju kehidupan yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semangat menuntut ilmu, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan semakin tumbuh. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Dengan dukungan yang tepat, warga binaan diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri, memperkuat keimanan, dan kembali ke masyarakat dengan membawa manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.

BAZNAS Menguatkan Indonesia. Zakat Menguatkan Sesama.

14/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kampung Zakat Tawangrejo Resmi Diserahkan, BAZNAS Dorong Kemandirian Mustahik melalui Pemberdayaan Peternakan

MOJOKERTO — Program Kampung Zakat di Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, resmi diserahkan pada Rabu, 30 September 2026. Program yang telah berjalan sejak 20 November 2024 tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi produktif dan pendampingan mustahik.

Program Kampung Zakat Tawangrejo pada awalnya dikembangkan melalui sektor peternakan kambing. Dari program tersebut tercatat sebanyak 32 ekor kambing dan 28 ekor anakan. Dalam proses pengembangannya, terdapat kambing yang mengalami kematian, yakni 7 ekor kambing dan 12 ekor anakan.

Selama pelaksanaan program, para penerima manfaat mendapatkan pengawasan dan pendampingan, terutama melalui penyuluh Kementerian Agama. Pendampingan juga melibatkan sejumlah pihak, termasuk LAZISNU dan Dinas Pertanian, guna memberikan penyuluhan serta membantu penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi peternak.

Dalam pelaksanaannya, LAZISNU turut berperan dalam membantu proses tukar tambah kambing yang mengalami masalah, termasuk ketika terdapat dua mustahik yang mengundurkan diri dari program. Langkah tersebut dilakukan agar aset program tetap dapat dimanfaatkan dan keberlanjutan pemberdayaan tetap terjaga.

Dari sisi pengelolaan keuangan, program Kampung Zakat tercatat memiliki total transaksi sekitar Rp135 juta, dengan dukungan dari BAZNAS sebesar Rp115 juta yang terdiri dari Rp75 juta dan Rp40 juta, serta dukungan Kementerian Agama sebesar Rp20 juta.

Selain sektor peternakan, program juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak 20 pelaku UMKM mendapatkan dukungan dengan nilai sekitar Rp21 juta. Selain itu, terdapat alokasi untuk santunan sebesar Rp5 juta dan bidang pendidikan sebesar Rp5 juta. Setelah berbagai kegiatan dilaksanakan, masih terdapat saldo sekitar Rp6 juta lebih.

Evaluasi pelaksanaan Kampung Zakat menunjukkan bahwa pendampingan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program. Pendampingan efektif selama kurang lebih enam bulan perlu diperkuat dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan pemerintah desa. Ke depan, keberadaan satgas desa dapat menjadi salah satu alternatif untuk memastikan program tetap berjalan setelah masa pendampingan berakhir.

Lebih dari sekadar memberikan bantuan modal atau aset, Kampung Zakat diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat, dari penerima bantuan menjadi masyarakat yang produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan.

Kasi Penzawa Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Imam Musta'in, S.Pd.I., menyampaikan bahwa keberlanjutan Kampung Zakat membutuhkan pendampingan yang konsisten dan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, program tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi harus diikuti dengan pembinaan agar masyarakat mampu mengelola bantuan tersebut secara produktif dan mandiri.

Sementara itu, Waka IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK. Muhailili, menekankan pentingnya perubahan mindset masyarakat dalam keberlanjutan program Kampung Zakat. “Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu berkembang menjadi masyarakat yang mandiri. Karena itu, pendampingan, penguatan usaha, dan sinergi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait harus terus dilakukan,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman Kampung Zakat Tawangrejo dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program pemberdayaan di wilayah lainnya. “Ke depan, kita perlu memperkuat sistem pendampingan dan memastikan ada pihak yang tetap mengawal program setelah masa pendampingan selesai. Dengan demikian, zakat yang disalurkan benar-benar memberikan dampak jangka panjang dan mampu mengubah mustahik menjadi lebih berdaya,” pungkasnya.

08/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Satu Tahun BMM Masjid Baitul Manshur, Nasabah Bertambah dari 50 Menjadi 72

MOJOKERTO — Satu tahun berjalan, Baznas Microfinance Masjid (BMM) Baitul Manshur, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, terus menunjukkan perkembangan. Dari semula 50 nasabah saat diluncurkan pada Oktober 2025, kini jumlah nasabah telah bertambah menjadi 72 orang.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam rapat laporan satu tahun perjalanan BMM Baitul Manshur yang dilaksanakan pada 7 Oktober 2026 di Kantor Takmir Masjid Baitul Manshur.

BMM Baitul Manshur diluncurkan pada Oktober 2025 oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Octovina. Program tersebut mengelola dana sebesar Rp150 juta yang dimanfaatkan untuk mendukung permodalan usaha masyarakat melalui skema pembiayaan mikro berbasis masjid.

Dalam perjalanan satu tahun, jumlah penerima manfaat terus bertambah. Dari 50 nasabah pada awal program, kini berkembang menjadi 72 nasabah. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan yang mudah dan dekat dengan lingkungan mereka.

Takmir Masjid Baitul Manshur menyampaikan bahwa keberadaan BMM tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan usaha, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar masjid untuk hadir dalam persoalan ekonomi jamaah dan masyarakat sekitar.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. BMM ini menjadi salah satu ikhtiar kami agar jamaah yang memiliki usaha bisa mendapatkan dukungan dan berkembang,” ungkap perwakilan Takmir Masjid Baitul Manshur.

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa perjalanan satu tahun BMM Baitul Manshur memberikan gambaran bahwa masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Yang kita lihat bukan hanya bertambahnya jumlah nasabah dari 50 menjadi 72. Yang lebih penting adalah bagaimana dana yang dikelola bisa terus berputar dan memberikan manfaat kepada semakin banyak masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, BMM merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengembangkan pendayagunaan dana zakat dan infak agar tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi instrumen pemberdayaan.

“Harapannya, para penerima manfaat tidak selamanya menjadi penerima. Mereka bisa tumbuh, usahanya berkembang, kemudian pada waktunya mampu mandiri. Jadi, dari masjid kita membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Yang menarik pinjaman sampai limit 3 juta di sini tanpa agunan, cukup keistiqomahan dalam berjamaah dan kesediaan mengikuti pengajian rutinan di masjid. ” tambahnya.

Laporan satu tahun BMM Baitul Manshur sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan program, mengevaluasi pengelolaan dana, serta menyusun langkah pengembangan ke depan.

Dengan bertambahnya jumlah nasabah menjadi 72 orang, BMM Baitul Manshur diharapkan semakin kuat sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis masjid di Kabupaten Mojokerto.

08/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS RI Monitoring Program RLHB 2026 di Kabupaten Mojokerto

MOJOKERTO — BAZNAS RI melakukan monitoring pelaksanaan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) tahun 2026 di Kabupaten Mojokerto (23/9/2026). 

Monitoring berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB dengan mengunjungi sejumlah titik penerima manfaat program RLHB. Tim BAZNAS RI, Siti Sundari, dalam kunjungan tersebut didampingi Amil Pelaksana BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Luqman Baroroh dan Akramin Dirga.

Program RLHB merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat BAZNAS melalui bantuan perbaikan rumah bagi keluarga mustahik agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman.

Pada tahun 2026, program RLHB BAZNAS RI menyasar empat titik di Kabupaten Mojokerto. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.

Siti Sundari, Tim Monitoring BAZNAS RI mengatakan, monitoring lapangan penting dilakukan agar program tidak hanya berhenti pada proses penyaluran bantuan, tetapi dapat dipastikan pelaksanaannya sesuai dengan tujuan program.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana bantuan RLHB ini diterima dan dimanfaatkan oleh mustahik. Rumah bukan hanya soal bangunan, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” ujar Siti Sundari.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan dengan baik di daerah.

Sementara itu, Amil Pelaksana BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Luqman Baroroh, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendampingi pelaksanaan program RLHB sejak proses identifikasi penerima, pembangunan, hingga monitoring.

“Kami berusaha memastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan mustahik. Yang kami harapkan bukan hanya rumahnya menjadi lebih layak, tetapi kehidupan keluarga penerima juga semakin nyaman dan memiliki harapan yang lebih baik,” jelas Luqman.

Ia menambahkan, keberadaan program RLHB menunjukkan bahwa zakat dapat dikelola menjadi program yang memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat.

Monitoring tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi bersama antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program pemberdayaan dan pendayagunaan zakat.

Sebab, bagi mustahik, rumah yang layak bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada tempat untuk pulang, tumbuh, dan menata kembali harapan.

06/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Jatim Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Terima Bantuan

MOJOKERTO — BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,2 juta liter secara serentak di sejumlah wilayah di Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.

Salah satu lokasi penyaluran bantuan berada di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad serta Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto Soegeng Mawardi.

Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya di daerah yang mengalami kesulitan air, agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, warga Kunjorowesi Suyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurut warga, bantuan air bersih sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kondisi sulitnya mendapatkan air.

 “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat membantu warga untuk kebutuhan sehari-hari, karena saat ini mendapatkan air bersih cukup sulit,” ungkap salah seorang warga.

Melalui penyaluran tersebut, BAZNAS berharap bantuan air bersih tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan sinergi dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di Jawa Timur.

05/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh

Berita Terbaru

Pengurus UPZ Desa Rejosari Ikuti Penguatan Tata Kelola ZIS di BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Pengurus UPZ Desa Rejosari Ikuti Penguatan Tata Kelola ZIS di BAZNAS Kabupaten Mojokerto
MOJOKERTO – Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, melakukan kunjungan ke Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada Rabu (17/6/2026) dalam rangka penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Zakat Community Development (ZCD) Kampung Akhlak Desa Rejosari ini diikuti oleh lima orang pengurus UPZ yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta perwakilan pengurus masjid dari Dusun Lebaksari dan Dusun Kesiman. Rombongan diterima langsung oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua I, Wakil Ketua III, dan Wakil Ketua IV. Dalam sambutannya, pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai mitra BAZNAS dalam penghimpunan dan pendistribusian ZIS di tingkat masyarakat. Pengembangan UPZ Desa menjadi salah satu fokus BAZNAS Kabupaten Mojokerto selain penguatan UPZ pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS juga menyampaikan bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Mojokerto sangat besar. Penghimpunan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) selama ini telah berjalan dengan baik melalui dukungan kebijakan pemerintah daerah. Namun demikian, potensi zakat masyarakat umum masih perlu terus digali dan dikelola secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pengurus UPZ Desa Rejosari menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pendampingan yang selama ini diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Mereka berharap pembinaan dan penguatan kelembagaan dapat terus dilakukan sehingga UPZ Desa Rejosari mampu berkembang menjadi lembaga pengelola ZIS yang amanah, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat. Selain pembinaan kelembagaan, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi mengenai tata kelola ZIS. Materi yang disampaikan meliputi strategi penghimpunan zakat di masyarakat, mekanisme pendistribusian sesuai ketentuan syariah dan regulasi, penguatan administrasi kelembagaan, hingga pengelolaan hak amil sebagai bagian dari operasional lembaga. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto turut menjelaskan bahwa dana ZIS yang dihimpun dapat didayagunakan untuk berbagai program kemaslahatan umat, antara lain bidang pendidikan, kemanusiaan, keagamaan dan dakwah, ekonomi produktif, serta kesehatan. Dalam sesi diskusi, pengurus UPZ diajak untuk merumuskan arah pengembangan organisasi melalui pertanyaan reflektif mengenai visi dan tujuan UPZ Desa Rejosari ke depan agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari pengurus UPZ. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah mekanisme penyaluran dana yang telah disetorkan ke BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Pengurus berharap proses pengajuan program dan pencairan dana dapat semakin mudah sehingga masyarakat merasakan bahwa dana ZIS yang dihimpun dapat kembali dimanfaatkan untuk kemaslahatan warga Desa Rejosari. Melalui kegiatan ini, diharapkan UPZ Desa Rejosari semakin kuat secara kelembagaan, mampu meningkatkan edukasi ZIS kepada masyarakat, mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian dana secara tepat sasaran, serta memperkuat koordinasi dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam pengembangan program-program pemberdayaan masyarakat.
BERITA17/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
Stakeholder Kabupaten Mojokerto Perkuat Komitmen Penanganan HIV/AIDS, BAZNAS Siap Dukung Upaya Kolaboratif
Stakeholder Kabupaten Mojokerto Perkuat Komitmen Penanganan HIV/AIDS, BAZNAS Siap Dukung Upaya Kolaboratif
MOJOKERTO – Berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Mojokerto berkumpul dalam Rapat Koordinasi Stakeholder dalam Upaya Penanganan HIV/AIDS yang digelar di Hotel Aston Mojokerto, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh BAPEDA Kabupaten Mojokerto ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Mojokerto. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Tim Penggerak PKK, Bappeda, Dinas Kesehatan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum CSR, BAZNAS Kabupaten Mojokerto, organisasi sosial, serta lembaga pendamping yang selama ini aktif dalam isu HIV/AIDS. Kegiatan diawali dengan pemaparan perkembangan dan situasi HIV di Kabupaten Mojokerto oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya, Bappeda Kabupaten Mojokerto menyampaikan arah kebijakan serta potensi dukungan pendanaan melalui APBD guna memperkuat program penanganan HIV/AIDS secara berkelanjutan. Pada sesi siang hari, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Hj. Shofiyah Hanak Al Barra, menyampaikan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta pendampingan bagi penyintas HIV/AIDS. Menurutnya, penanganan HIV/AIDS tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Keluarga merupakan benteng pertama dalam membangun kesadaran, pencegahan, dan pendampingan. Karena itu, PKK siap mengambil peran dalam edukasi masyarakat, mengurangi stigma, serta mendorong lingkungan yang lebih peduli dan inklusif bagi saudara-saudara kita yang terdampak HIV/AIDS,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto menegaskan bahwa persoalan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyangkut persoalan sosial dan ekonomi yang membutuhkan dukungan bersama. “BAZNAS memandang bahwa penanganan HIV/AIDS memerlukan pendekatan yang komprehensif. Selain edukasi dan layanan kesehatan, perlu ada perhatian terhadap aspek sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga yang terdampak. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, dan dunia usaha, kami siap mendukung berbagai program kemaslahatan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat,” ungkapnya. Diskusi yang berlangsung sepanjang kegiatan menghasilkan sejumlah masukan dan rekomendasi untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari peningkatan edukasi masyarakat, penguatan layanan kesehatan, pengurangan stigma dan diskriminasi, hingga dukungan pendanaan dan pemberdayaan sosial ekonomi bagi kelompok rentan. Sebagai bentuk keseriusan bersama dalam mendukung upaya penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Mojokerto, kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh stakeholder yang hadir. Penandatanganan tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk mewujudkan penanganan HIV/AIDS yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.
BERITA11/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS dan Perumdam Mojokerto Tinjau Hasil Bedah Rumah Korban Puting Beliung di Gondang
BAZNAS dan Perumdam Mojokerto Tinjau Hasil Bedah Rumah Korban Puting Beliung di Gondang
MOJOKERTO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto bersama Perumdam Kabupaten Mojokerto melaksanakan kunjungan lapangan untuk meninjau hasil program bedah rumah bagi warga terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan yang dilaksanakan pada Selasa (9/6) tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Perumdam Kabupaten Mojokerto, H. Fayakun, serta perwakilan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yaitu Wakil Ketua II Soegeng Mawardi dan Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Program bedah rumah ini merupakan bentuk kolaborasi antara Perumdam Kabupaten Mojokerto dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dengan total nilai bantuan sebesar Rp50 juta. Bantuan tersebut diberikan kepada Bapak Ngadi, warga Kecamatan Gondang yang rumahnya mengalami kerusakan parah hingga roboh akibat bencana angin puting beliung yang terjadi pada bulan Maret lalu. Sebelumnya, bantuan tersebut telah diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Mojokerto terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Melalui sinergi antara BAZNAS dan Perumdam, proses pembangunan kembali rumah Bapak Ngadi dapat diselesaikan dengan baik. Saat ini, rumah tersebut telah rampung 100 persen dan siap ditempati kembali oleh keluarga penerima manfaat. Direktur Perumdam Kabupaten Mojokerto, H. Fayakun, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. “Kami berharap bantuan ini tidak hanya menghadirkan kembali tempat tinggal yang layak, tetapi juga memberikan semangat baru bagi keluarga Bapak Ngadi untuk bangkit setelah terdampak bencana. Kolaborasi antara Perumdam dan BAZNAS ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial akan semakin kuat ketika berbagai pihak bersinergi untuk membantu masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi, mengapresiasi dukungan Perumdam Kabupaten Mojokerto yang turut berpartisipasi dalam program kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mempercepat pemulihan warga pascabencana sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan bantuan secara tepat sasaran. Kunjungan ini ditutup dengan peninjauan langsung bangunan yang telah selesai dikerjakan serta dialog bersama keluarga penerima manfaat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Perumdam Kabupaten Mojokerto ke-45, yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Melalui momentum tersebut, Perumdam Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan bantuan pascabencana.
BERITA09/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Gresik Lakukan Kunjungan Studi ke Balai Ternak Trawas Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto
BAZNAS Kabupaten Gresik Lakukan Kunjungan Studi ke Balai Ternak Trawas Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Gresik melakukan kunjungan studi dan silaturahmi ke Balai Ternak Trawas yang merupakan program binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada Senin (8/6/2026) pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung pengelolaan program pemberdayaan ekonomi peternakan yang telah berjalan di wilayah Kecamatan Trawas. Rombongan BAZNAS Kabupaten Gresik yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Muhtadin, Kepala Pelaksana; Ach. Khusnun Ridlo, S.Pd.I, Kepala Bidang; Hanif Romadhon, S.Pd., M.M, Staf/Amil; Abd. Kholiq, Staf/Amil; serta drh. Yudha Indrawan sebagai Pendamping Balai Ternak. Dalam kunjungan tersebut, rombongan didampingi oleh Ahmad Ali selaku pendamping balai ternak dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang memberikan penjelasan mengenai sejarah berdirinya Balai Ternak Trawas, sistem pengelolaan kelompok ternak, pola pendampingan mustahik, hingga perkembangan program yang telah dirasakan oleh para penerima manfaat. Selama kegiatan berlangsung, rombongan berkesempatan meninjau langsung kandang ternak, sarana pendukung peternakan, serta berdialog dengan para peternak binaan. Kunjungan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan pembelajaran antar lembaga dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Koordinator Pelaksana BAZNAS Kabupaten Gresik, Muhtadin, menyampaikan apresiasinya terhadap pengelolaan Balai Ternak Trawas yang dinilai mampu menjadi contoh program pemberdayaan mustahik yang berkelanjutan. "Kami melihat bahwa Balai Ternak Trawas memiliki sistem pendampingan yang baik dan melibatkan masyarakat secara aktif. Program ini tidak hanya memberikan bantuan ternak, tetapi juga membangun kapasitas peternak sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya. Sementara itu, Ahmad Ali selaku pendamping dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari pendampingan rutin, penguatan kelembagaan kelompok, serta komitmen para peternak dalam mengembangkan usaha ternaknya. "Balai Ternak Trawas hadir sebagai upaya pemberdayaan ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Harapannya, para penerima manfaat dapat meningkatkan pendapatan dan secara bertahap bertransformasi menjadi muzaki," jelasnya. Kunjungan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai strategi pengelolaan balai ternak, tantangan yang dihadapi, serta peluang pengembangan program di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS Kabupaten Gresik dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang produktif dan berkelanjutan.
BERITA08/06/2026 | Ayu Isna Khariroh
KBIHU ARMINA Mojokerto, bayarkan Dam Haji pada BAZNAS
KBIHU ARMINA Mojokerto, bayarkan Dam Haji pada BAZNAS
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto melakukan silaturahmi dan koordinasi bersama KBIHU ARMINA Mojosari pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di pusat manasik KBIHU ARMINA dengan dihadiri jajaran pengurus serta jamaah calon haji. KBIHU ARMINA Mojosari yang dipimpin oleh KH. Muzaini Rois tahun ini memberangkatkan sebanyak 115 jamaah calon haji. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas terkait mekanisme pembayaran dam haji melalui BAZNAS Kabupaten Mojokerto sesuai arahan dan ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Haji mengenai pelaksanaan dam haji yang lebih tertib, aman, dan tepat sasaran. Ketua KBIHU ARMINA, KH. Muzaini Rois, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus dibangun bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam memberikan kemudahan layanan kepada jamaah haji, khususnya terkait pelaksanaan dam haji di Indonesia. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjelaskan bahwa teknis distribusi daging dam haji nantinya akan dilakukan secara terukur dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Distribusi akan mengedepankan prinsip syariat, amanah, serta pemerataan manfaat agar nilai ibadah dam tidak hanya dirasakan oleh jamaah, tetapi juga memberi keberkahan bagi para mustahik. Melalui sinergi ini, diharapkan pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M berjalan lancar serta semakin memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan KBIHU dalam pelayanan umat.
BERITA18/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
Harmonisasi Raperbup Zakat, Pemkab Mojokerto dan BAZNAS Matangkan Penyempurnaan Regulasi
Harmonisasi Raperbup Zakat, Pemkab Mojokerto dan BAZNAS Matangkan Penyempurnaan Regulasi
Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto mengikuti rapat harmonisasi Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang Pedoman Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penyempurnaan regulasi sebelumnya, yakni Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 104 Tahun 2021, agar lebih adaptif dengan perkembangan tata kelola zakat serta penguatan kelembagaan BAZNAS di daerah. Rapat harmonisasi tersebut dihadiri unsur Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Proses pembahasan dipandu langsung oleh pejabat di lingkup Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari tahapan harmonisasi peraturan daerah dan peraturan kepala daerah. Dalam forum tersebut dibahas sejumlah poin strategis, mulai dari penguatan mekanisme penghimpunan zakat, optimalisasi peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ), tata kelola pendistribusian dan pendayagunaan zakat, hingga penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS. Bagian Kesra Kabupaten Mojokerto, Sunaris, menyampaikan bahwa penyempurnaan regulasi ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pengelolaan zakat yang lebih profesional, transparan dan berdampak bagi masyarakat. “Perbup ini menjadi instrumen penting untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat di Kabupaten Mojokerto. Harapannya, tata kelola zakat semakin baik dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Sunaris. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan bahwa harmonisasi ini merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan regulasi dengan dinamika dan kebutuhan pengelolaan zakat saat ini. “Penyempurnaan regulasi ini penting agar pengelolaan zakat di Kabupaten Mojokerto semakin kuat secara kelembagaan, akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan umat. Kami berharap regulasi baru ini nantinya dapat memperkuat gerakan zakat sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Melalui harmonisasi ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS berharap Raperbup tentang Pedoman Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah dapat segera disempurnakan dan menjadi landasan dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan dan berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto.
BERITA12/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
Jamaah KBIHU ABI QUBAIS Bayarkan Dam melalui BAZNAS
Jamaah KBIHU ABI QUBAIS Bayarkan Dam melalui BAZNAS
Mojokerto – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto melakukan silaturahmi ke kantor KBIHU Abi Qubais yang berada di Pacet, Mojokerto, pada Selasa (5/5/2026) pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara BAZNAS dengan lembaga pembimbing ibadah haji dalam pelayanan jamaah, khususnya terkait pembayaran dam haji. Rombongan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS, Zamroni Ahmad, didampingi Wakil Ketua III H. Lukman Hakim serta Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Kehadiran rombongan disambut oleh Pimpinan KBIHU Abi Qubais, KH. Saiful Fuad, beserta jajaran pengurus. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 41 jamaah KBIHU Abi Qubais menyalurkan pembayaran dam hajinya melalui BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Penyaluran dam melalui BAZNAS diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial di tengah pelaksanaan ibadah haji. Pimpinan KBIHU Abi Qubais, KH. Saiful Fuad, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah baik untuk memudahkan jamaah dalam menunaikan kewajiban dam sekaligus memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi umat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh KBIHU Abi Qubais dan para jamaah haji. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin sehingga pengelolaan dana dam dapat berjalan amanah, transparan, dan memberi dampak sosial yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.
BERITA11/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Serahkan Bantuan Modal Usaha untuk 40 Kader TP PKK Kabupaten Mojokerto
BAZNAS Serahkan Bantuan Modal Usaha untuk 40 Kader TP PKK Kabupaten Mojokerto
Mojokerto — Dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto, bantuan modal usaha untuk 40 kader TP PKK Kabupaten Mojokerto diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Albarra, Lc. M. Hum. kepada perwakilan penerima, Jumat (9/5/2026). Program bantuan yang didukung oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto tersebut merupakan bentuk sinergi dalam penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan perempuan di tingkat desa. Bantuan modal usaha senilai Rp40 juta itu diharapkan mampu mendorong kader TP PKK untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Hj. Shofiyah Hanak Albarra menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi kader PKK. “TP PKK tidak hanya bergerak dalam kegiatan sosial dan pembinaan keluarga, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bantuan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi kader untuk terus berkembang dan menjadi contoh pemberdayaan ekonomi di lingkungannya masing-masing,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung penguatan ekonomi umat melalui program produktif. “Zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan usaha yang berkelanjutan,” jelasnya. Penyerahan bantuan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
BERITA09/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
Rapat Bulanan Balai Ternak Gembala Sejahtera Mojokerto Berlangsung Spesial, BAZNAS Tekankan Kesiapan Kurban 2026
Rapat Bulanan Balai Ternak Gembala Sejahtera Mojokerto Berlangsung Spesial, BAZNAS Tekankan Kesiapan Kurban 2026
Mojokerto – Suasana berbeda terasa dalam rapat rutin bulanan anggota Balai Ternak Kelompok Gembala Sejahtera yang digelar pada awal bulan ini. Pertemuan yang biasanya difokuskan pada evaluasi dan perkembangan kegiatan peternakan, kali ini berlangsung lebih istimewa dengan kehadiran jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto. Rapat yang menjadi agenda tetap tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan balai ternak sekaligus melakukan evaluasi kinerja anggota setiap bulannya. Namun, kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Kyai Zamroni Ahmad, bersama Wakil Ketua IV, MK Muhalili, memberikan nuansa baru sekaligus semangat tambahan bagi para anggota kelompok. Kegiatan dibuka oleh Pendamping balai ternak Bapak Ahmad Ali , kemudian Acara di awali dengan Sambutan Ketua Balai Ternak Bapak Nuriyanto ddalam sambutanya beliau memaparkan kondisi terkini balai ternak. Dalam pemaparannya tersebut juga disampaikan berbagai capaian yang telah diraih yaitu penambahan Populasi Domba, pengolahan Kohe dan juga pengembangan pembuatan pakan kering serta , tantangan yang dihadapi, serta evaluasi terhadap kinerja anggota dalam mengelola ternak secara berkelanjutan. Memasuki sesi utama, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Kyai Zamroni Ahmad, memberikan arahan yang menekankan pentingnya kesiapan anggota dalam menghadapi momentum kurban tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa penyediaan hewan kurban, khususnya domba, harus memenuhi standar syariat agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Tak hanya itu, pihak BAZNAS juga berkomitmen untuk mendukung pemasaran hewan kurban dengan mengupayakan hadirnya para mudhoi (pekurban) melalui jaringan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi anggota kelompok dalam meningkatkan hasil penjualan ternak. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS, MK Muhalili, dalam arahannya menyoroti pentingnya kekompakan antaranggota kelompok. Ia juga mendorong peningkatan inovasi dalam pengolahan limbah ternak (kohe) serta pengembangan pupuk cair sebagai nilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota. “Soliditas kelompok menjadi kunci utama keberhasilan. Selain itu, pengelolaan limbah yang baik bisa menjadi peluang ekonomi baru jika dikelola secara optimal,” ujarnya. Rapat yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Momen tersebut menjadi penutup yang khidmat sekaligus simbol harapan agar seluruh program dan rencana yang telah disusun dapat berjalan lancar ke depannya. Dengan adanya sinergi antara Balai Ternak Gembala Sejahtera dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, diharapkan para peternak lokal semakin siap menghadapi tantangan serta mampu meningkatkan kontribusi dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban di masa mendatang.
BERITA08/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Dampingi Pembayaran Angsuran dan Himpun Infaq di Program ZCD Kampung Akhlak Rejosari
BAZNAS Dampingi Pembayaran Angsuran dan Himpun Infaq di Program ZCD Kampung Akhlak Rejosari
Mojokerto – Program Zakat Community Development (ZCD) Kampung Akhlak yang dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan perkembangan positif. Pada Senin (4/5/2026), kegiatan pendampingan dilakukan di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, dengan fokus pada penguatan ekonomi dan kepedulian sosial anggota Bina Mitra Mandiri (BMM). Dalam kegiatan tersebut, tim pendamping turut mendampingi Ketua BMM dalam proses penerimaan pembayaran angsuran dari anggota. Tercatat sebanyak tiga anggota melakukan pembayaran dengan total angsuran sebesar Rp9.500.000. Selain itu, anggota juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyerahkan infaq sebesar Rp700.000 yang dihimpun secara sukarela. Dana infaq yang terkumpul akan dikelola melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Rejosari untuk kemudian disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku. Hal ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran anggota tidak hanya dalam kewajiban pengembalian angsuran, tetapi juga dalam semangat berbagi kepada sesama. Pendamping ZCD menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan progres yang baik dalam keberlangsungan program, sekaligus memperkuat nilai-nilai akhlak dan gotong royong di tengah masyarakat. Ke depan, pendamping bersama koordinator program akan terus mendorong anggota lain untuk disiplin dalam pembayaran angsuran serta memperkuat peran UPZ desa dalam pengelolaan dana sosial agar lebih optimal dan transparan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, dengan pendamping lapangan Karina serta koordinasi oleh Teguh Sugiarto. Program ZCD Kampung Akhlak diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Mojokerto.
BERITA05/05/2026 | Ayu Isna Khariroh
KBIHU Rohmatal Lil ‘Alamiin Kunjungi BAZNAS, Bahas Persiapan Hadyu/Dam Haji di Indonesia
KBIHU Rohmatal Lil ‘Alamiin Kunjungi BAZNAS, Bahas Persiapan Hadyu/Dam Haji di Indonesia
Mojokerto – KBIHU Rohmatal Lil ‘Alamiin melakukan kunjungan ke Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada Senin (29/4). Kunjungan ini dipimpin oleh KH. Nidzom, yang akrab disapa Abah Nidzom, didampingi Gus Faqih. Rombongan KBIHU diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, bersama Wakil Ketua IV, MK. Muhailili. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan utama terkait kesiapan pengelolaan hadyu atau dam haji bagi jamaah KBIHU yang berkeinginan melaksanakannya di Indonesia. Kunjungan ini menjadi langkah awal sinergi antara KBIH dan BAZNAS dalam memberikan alternatif layanan ibadah kurban/dam yang lebih terkelola, transparan, dan berdampak sosial luas bagi masyarakat. Abah Nidzom dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya ingin memastikan jamaah mendapatkan kemudahan dalam beribadah, termasuk dalam pelaksanaan hadyu. “Kami ingin memberikan pilihan kepada jamaah, terutama yang memiliki pertimbangan tertentu, agar pelaksanaan hadyu tetap bisa berjalan dengan baik, sesuai syariat, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat di tanah air,” ujarnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa BAZNAS siap menjadi mitra dalam pengelolaan hadyu secara profesional dan akuntabel. “BAZNAS memiliki pengalaman dalam pengelolaan hewan kurban dan distribusinya. Jika ada jamaah yang mempercayakan pelaksanaan hadyu di Indonesia melalui BAZNAS, kami siap memastikan prosesnya sesuai ketentuan syariat dan memberikan dampak nyata bagi mustahik,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kolaborasi ini juga berpotensi memperluas manfaat ibadah haji, tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga sosial-ekonomi. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret dalam menghadirkan layanan keagamaan yang adaptif sekaligus memberikan nilai kemaslahatan yang lebih luas bagi umat.
BERITA29/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Dukung Kemenhaj Kabupaten Mojokerto, Perkuat Sinergi Sambut Penyelenggaraan Haji Perdana
BAZNAS Dukung Kemenhaj Kabupaten Mojokerto, Perkuat Sinergi Sambut Penyelenggaraan Haji Perdana
Mojokerto – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto melakukan koordinasi kelembagaan dengan Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Mojokerto, Senin (20/4/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Kantor Kemenhaj, Jl. RA Basoeni, sebagai bagian dari upaya mempererat kerja sama antar lembaga. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan BAZNAS terhadap keberadaan Kementerian Haji sebagai kementerian baru, khususnya dalam menghadapi penyelenggaraan ibadah haji perdana tahun ini. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci sukses dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama bagi calon jamaah haji. “Kami hadir bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga memberikan dukungan penuh kepada Kemenhaj sebagai kementerian baru. Penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum penting, dan kami siap bersinergi, termasuk dalam aspek sosial keumatan yang bisa diperkuat melalui peran zakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS siap berkontribusi dalam mendukung ekosistem layanan jamaah haji, terutama bagi jamaah yang membutuhkan bantuan, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan lebih optimal dan nyaman. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Mojokerto, Hilmi Faqih, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS menjadi energi positif dalam menyukseskan penyelenggaraan haji, khususnya pada fase awal kementerian ini berjalan. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yakni Wakil Ketua II Soegeng Mawardi dan Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Melalui koordinasi ini, diharapkan hubungan antara BAZNAS dan Kemenhaj Kabupaten Mojokerto semakin kuat, serta mampu menghadirkan pelayanan yang lebih terintegrasi bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran ibadah haji tahun 2026.
BERITA27/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
Sambut Iduladha 1447 H/2026 M, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Buka Program Kurban Berkah untuk Masyarakat
Sambut Iduladha 1447 H/2026 M, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Buka Program Kurban Berkah untuk Masyarakat
MOJOKERTO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto resmi meluncurkan program “Kurban Berkah BAZNAS 1447 H/2026 M” sebagai bentuk layanan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah kurban dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menghadirkan berbagai pilihan hewan kurban dengan harga yang terjangkau. Untuk kategori domba reguler dengan berat 20–26 kilogram dibanderol seharga Rp2,6 juta, kemudian domba pilihan terbaik dengan berat 27–30 kilogram seharga Rp2,9 juta, serta domba premium dengan berat di atas 30 kilogram seharga Rp3,1 juta. Selain itu, tersedia pula paket 1 ekor sapi mulai dari Rp25 juta serta paket sedekah kurban sebesar Rp50 ribu per orang bagi masyarakat yang ingin tetap berbagi meskipun belum mampu berkurban secara penuh. BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga menyiapkan layanan bagi masyarakat yang ingin berkorban tetapi budget yang tersedia belum mencapai harga minimal di atas. Masyarakat tinggal menghubungi dan kami akan menyesuaikan dengan keadaan. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gus Zamroni Ahmad menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam beribadah kurban tanpa harus repot memikirkan perawatan maupun distribusi hewan. “Melalui program Kurban Berkah BAZNAS, kami ingin memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Hewan kurban yang disediakan insyaAllah sehat, sesuai syariat, dan proses distribusinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Menariknya, dalam program ini BAZNAS juga memberikan fasilitas gratis perawatan dan pengiriman, sehingga pekurban dapat lebih tenang dan praktis dalam menunaikan ibadah kurban. Pembayaran kurban dapat dilakukan melalui transfer ke rekening resmi BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui BSI 999-5000-520 dan Bank Jatim Syariah 6242-0112-33 atas nama BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Masyarakat yang ingin melakukan konfirmasi pembayaran maupun mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan BAZNAS Kabupaten Mojokerto di nomor 085 136 524 800. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menunaikan ibadah kurban sekaligus berbagi kebahagiaan kepada para mustahik di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto. Dengan semangat “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan program-program kemaslahatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BERITA24/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Serahkan Bantuan Renovasi Masjid Al-Mujahidin Mojokusumo
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Serahkan Bantuan Renovasi Masjid Al-Mujahidin Mojokusumo
MOJOKERTO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelayakan sarana ibadah di wilayah pedesaan. Pada hari ini, Kamis (16/04/2026), dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis untuk renovasi Masjid Al-Mujahidin yang berlokasi di Desa Mojokusumo, Kecamatan Kemlagi. Langkah ini merupakan bentuk respons cepat BAZNAS dalam menindaklanjuti permohonan bantuan perbaikan fasilitas dakwah yang membutuhkan penanganan segera. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zamroni Ahmad, menyerahkan langsung bantuan sebesar Rp5.000.000 tersebut di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Bantuan diterima langsung oleh Ketua Takmir Masjid Al-Mujahidin, H. Parto, dengan disaksikan oleh sejumlah staf Kantor Baznas. Penyerahan yang berlangsung khidmat ini menjadi bagian dari program pendayagunaan zakat untuk sektor keagamaan, guna memastikan setiap masjid di Kabupaten Mojokerto memiliki standar fasilitas yang baik bagi jamaah. Dana bantuan ini akan difokuskan sepenuhnya untuk merenovasi beberapa bagian bangunan masjid yang telah mengalami kerusakan. Fokus utama pengerjaan meliputi perbaikan area sanitasi seperti kamar mandi dan tempat wudhu agar lebih bersih dan nyaman digunakan. Selain itu, pengerjaan juga akan mencakup perbaikan plesteran dinding yang mulai retak serta pengecatan ulang dinding yang sudah kusam guna mengembalikan estetika dan kekokohan bangunan masjid. Dalam arahannya, Gus Zamroni Ahmad menekankan bahwa kenyamanan tempat ibadah adalah prioritas utama untuk meningkatkan kualitas spiritual masyarakat. Beliau berharap stimulus dana ini dapat memicu semangat gotong royong warga Desa Mojokusumo untuk turut serta dalam proses pengerjaan renovasi. Gus Zamroni juga menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran dan transparan. Ketua Takmir Masjid Al-Mujahidin, H. Parto, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, kerusakan pada beberapa fasilitas masjid memang sudah cukup mengganggu kenyamanan warga saat beribadah, terutama di area tempat wudhu dan kondisi cat yang sudah mulai terkelupas. Dengan bantuan ini, pihak takmir berkomitmen untuk segera melaksanakan pengerjaan fisik agar masjid kembali tampak asri dan layak. Dengan tersalurkannya bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam kesejahteraan umat. Diharapkan, Masjid Al-Mujahidin di Desa Mojokusumo dapat segera tuntas direnovasi sehingga syiar Islam di wilayah tersebut semakin kuat dan jamaah semakin khusyuk dalam beribadah.
BERITA22/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
GEN Z BAZNAS Mojokerto: Infaq Kencleng Jadi Penguat Ekonomi Kampung Akhlak Rejosari
GEN Z BAZNAS Mojokerto: Infaq Kencleng Jadi Penguat Ekonomi Kampung Akhlak Rejosari
Mojokerto — Program GEN Z (Gerakan Ekonomi Zakat) yang diinisiasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan dampak nyata di tengah masyarakat. Salah satunya terlihat dalam kegiatan rutin anggota BMM (Bina Mandiri Mustahik) di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Jumat (17/4/2026), yang turut mengoptimalkan pengumpulan infaq melalui kencleng (kaleng infaq) yang telah disediakan di masing-masing rumah penerima manfaat. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program ZCD (Zakat Community Development) Kampung Akhlak ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian acara dimulai dengan istighosah, dilanjutkan ngaji zakat, pembayaran angsuran, serta pengumpulan infaq kencleng. Pendamping program, Karina, menyampaikan bahwa pertemuan berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif, baik dari sisi spiritual maupun ekonomi anggota. “Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan berbasis zakat dan infaq,” ujarnya. Dalam pertemuan tersebut, tercatat tiga anggota melakukan pembayaran angsuran dengan total Rp13.500.000. Selain itu, zakat pertanian dari dua anggota terkumpul sebesar Rp3.500.000, infaq individu Rp300.000, serta tambahan dari infaq harian melalui kencleng sebesar Rp557.500. Menariknya, infaq kencleng yang menjadi bagian dari program GEN Z ini menunjukkan tren positif. Dengan sistem sederhana namun konsisten, masyarakat diajak membangun kebiasaan berinfaq setiap hari. “Kalau biasanya receh cuma numpang lewat di saku, sekarang malah jadi investasi akhirat,” canda salah satu anggota, menggambarkan antusiasme warga. Seluruh dana zakat dan infaq yang terkumpul kemudian dihimpun dan dikelola oleh UPZ Desa Rejosari, sebelum disetorkan ke BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Hal ini menunjukkan peran strategis UPZ desa dalam memastikan tata kelola ZIS berjalan secara tertib dan transparan. Secara keseluruhan, kegiatan ini mencerminkan sinergi antara penguatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program GEN Z melalui infaq kencleng terbukti tidak hanya menjadi instrumen penghimpunan dana, tetapi juga media edukasi dan pembentukan karakter dermawan di tengah masyarakat. Ke depan, BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama pendamping program akan terus mendorong anggota yang belum menunaikan kewajiban angsuran, memperkuat kapasitas UPZ desa, serta menjaga konsistensi kegiatan rutin sebagai ruang tumbuh bersama, baik secara spiritual maupun ekonomi. Dengan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, Program GEN Z di Kampung Akhlak Rejosari menjadi contoh bahwa perubahan besar bisa dimulai dar bunyi “klenting” recehan di dalam kencleng.
BERITA20/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
Gus Bupati Mojokerto Kunjungi Bayi Novan, BAZNAS Serahkan Bantuan Pengobatan Rp6 Juta
Gus Bupati Mojokerto Kunjungi Bayi Novan, BAZNAS Serahkan Bantuan Pengobatan Rp6 Juta
Mojokerto – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, atau yang akrab disapa Gus Bupati, melakukan kunjungan langsung kepada bayi Ahmad Novan Dwi Kristian (19 bulan), warga Dusun Cepoko, Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan tersebut didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiyah Hanak, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi kesehatan bayi Novan yang tengah membutuhkan penanganan medis serius. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto turut menyerahkan bantuan pengobatan sebesar Rp6.000.000 untuk membantu meringankan beban keluarga. Gus Bupati, Muhammad Al Barra, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dialami bayi Novan. “Kami hadir untuk memastikan bahwa ananda Novan mendapatkan perhatian dan penanganan yang maksimal. Pemerintah daerah akan terus berupaya bersama seluruh pihak agar proses pengobatan bisa berjalan dengan baik, termasuk menjajaki berbagai kemungkinan bantuan lanjutan, yang di serahkan ini tadi biaya tes genetik yang hanya bisa dilakukan di Korea Selatan” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan intensif. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan langkah medis terbaik bagi pasien. Semua prosedur yang diperlukan sedang kami kaji agar bisa segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medisnya,” terangnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menambahkan bahwa selain bantuan untuk pengobatan di atas, terdapat kebutuhan rutin yang harus dipenuhi oleh keluarga bayi Novan. “Untuk kebutuhan pengobatan mandiri dan inintidak bisa di cover oleh BPJS Kesehatan, diperkirakan sekitar Rp500.000 setiap minggunya, terutama untuk salep dan susu khusus untuk bayi Novan. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga, sekaligus menjadi penguat bagi mereka dalam menjalani proses pengobatan,” jelasnya. BAZNAS Kabupaten Mojokerto mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu kesembuhan bayi Novan dengan menyalurkan donasi melalui rekening BSI 9995000088 a/n BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Masyarakat yang telah mengirimkan infak atau sedekah diharapkan dapat melakukan konfirmasi melalui nomor layanan 0812-3271-1860, agar bantuan dapat terdata dan tersalurkan dengan baik. “Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka. Mari bersama hadirkan harapan untuk kesembuhan bayi Novan,” pungkasnya.
BERITA17/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Bersama KODIM 0815 Mojokerto Salurkan Bantuan Renovasi Panti Asuhan
BAZNAS Bersama KODIM 0815 Mojokerto Salurkan Bantuan Renovasi Panti Asuhan
Mojokerto — BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui kolaborasi dengan KODIM 0815 Mojokerto. Kali ini, bantuan disalurkan untuk mendukung renovasi Panti Asuhan Abdulloh Latief yang berada di Kecamatan Sooko. Bantuan senilai Rp5.000.000 tersebut diserahkan secara simbolis pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Kantor KODIM 0815 Mojokerto, Jl. Majapahit No. 01, Kota Mojokerto. Dari pihak BAZNAS, penyerahan dihadiri oleh Wakil Ketua II Soegeng Mawardi dan Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Sementara itu, bantuan diterima secara simbolis oleh PASITER KODIM 0815 Mojokerto, Budiyono. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari kepedulian BAZNAS terhadap keberlangsungan fasilitas sosial, khususnya panti asuhan. “Bantuan ini kami harapkan dapat membantu proses renovasi sehingga anak-anak di Panti Asuhan Abdulloh Latief bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman. Ini juga menjadi wujud sinergi antara BAZNAS dan KODIM dalam melayani masyarakat,” ujarnya. Senada dengan itu, Wakil Ketua IV MK. Muhailili menambahkan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam memperluas manfaat bagi masyarakat. “Kami percaya bahwa kerja sama seperti ini akan semakin memperkuat dampak program sosial yang dijalankan. Semoga ke depan semakin banyak pihak yang terlibat dalam membantu sesama,” tuturnya. Sementara itu, perwakilan KODIM 0815 Mojokerto, Budiyono, menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Mojokerto. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti bagi proses renovasi panti asuhan. KODIM siap terus bersinergi dalam kegiatan sosial demi kesejahteraan masyarakat Mojokerto,” ungkapnya. Melalui sinergi ini, diharapkan proses renovasi Panti Asuhan Abdulloh Latief dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para penghuni panti.
BERITA15/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
Silaturahmi dan Halal Bihalal GMC dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Pererat Sinergi Sosial
Silaturahmi dan Halal Bihalal GMC dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Pererat Sinergi Sosial
Mojokerto — Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada Senin, 13 April 2026 pukul 11.30 WIB. Komunitas GMC (Grab Motor Community) menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua GMC, Fauzi, beserta 22 orang anggota komunitas. Dari pihak BAZNAS, seluruh pimpinan hadir lengkap, yakni Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, didampingi Wakil Ketua I H. Samiadi, Wakil Ketua II Soegeng Mawardi, Wakil Ketua III H. Lukman Hakim, serta Wakil Ketua IV MK. Muhailili. Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun sinergi dalam program-program sosial kemasyarakatan, khususnya dalam bidang zakat, infak, dan sedekah. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif dari komunitas GMC. “Kami sangat menyambut baik silaturahmi ini. Komunitas seperti GMC memiliki potensi besar dalam gerakan sosial, terutama dalam menjangkau masyarakat secara langsung. Kami berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi dalam berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan umat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua GMC, Fauzi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan pasca Hari Raya Idul Fitri sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan BAZNAS. “Silaturahmi ini tidak hanya sebagai ajang halal bihalal, tetapi juga langkah awal untuk bersinergi. Kami siap mendukung dan terlibat dalam program-program BAZNAS, khususnya yang menyentuh langsung masyarakat kecil,” tuturnya. Acara ditutup dengan ramah tamah dan diskusi ringan terkait peluang kerja sama ke depan. Diharapkan, pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan komunitas GMC dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA14/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
Balai Ternak Gembala Sejahtera Mojokerto Distribusikan Kompos Pengolahan Kohe Domba Fermentasi ke Lamongan dan Trawas
Balai Ternak Gembala Sejahtera Mojokerto Distribusikan Kompos Pengolahan Kohe Domba Fermentasi ke Lamongan dan Trawas
Mojokerto – Balai Ternak Gembala Sejahtera, binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kembali menunjukkan produktivitasnya dalam pengolahan limbah ternak menjadi kompos pengolahan kohe (kotoran hewan) domba fermentasi bernilai ekonomis. Pada kegiatan yang berlangsung Rabu, 7 April 2026, sejak pukul 07.30 hingga 16.30 WIB, para anggota kelompok melaksanakan pengemasan sekaligus pengiriman pesanan kompos ke wilayah Lamongan dan Kecamatan Trawas. Dalam kegiatan tersebut, anggota kelompok secara gotong royong menyiapkan kompos yang sebelumnya telah diolah dan dikemas sejak beberapa hari terakhir. Kompos dikemas dalam dua ukuran, yakni 20 kg dan 25 kg, sesuai dengan kebutuhan pemesan. Sebanyak 100 zak kompos ukuran 25 kg berhasil dikirim ke Lamongan untuk memenuhi pesanan Green House melalui pendamping Balai Ternak Lamongan, Tri Hadi Saputra. Sementara itu, sebanyak 20 zak kompos ukuran 20 kg juga telah dikirim ke Kantor Kecamatan Trawas atas permintaan Camat Trawas. Seluruh proses pengiriman berjalan lancar dan tepat waktu hingga sampai ke lokasi tujuan masing-masing. Pendamping program Balai Ternak, Ali, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata keberhasilan pemberdayaan anggota kelompok dalam mengelola potensi peternakan secara produktif. “Alhamdulillah, hari ini kami mendampingi anggota dalam menyiapkan hingga mengirim pesanan kompos pengolahan kohe domba fermentasi. Ini hasil kerja keras teman-teman sejak beberapa hari lalu. Semoga ke depan permintaan semakin meningkat,” ujarnya. Sementara itu, salah satu anggota Balai Ternak, Supri, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam proses produksi hingga distribusi. “Kami bersama-sama mulai dari pengolahan, pengemasan sampai pengiriman. Semoga hasil ini bisa terus berkembang dan menambah penghasilan anggota,” ungkapnya. Sebagai rencana tindak lanjut, Balai Ternak Gembala Sejahtera akan terus meningkatkan produksi serta memastikan ketersediaan kompos pengolahan kohe domba fermentasi untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan. Program ini menjadi salah satu wujud nyata peran BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sektor peternakan yang berkelanjutan.
BERITA09/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Mojokerto Kunjungi Bayi Novan, Koordinasikan Upaya Bantuan Kesehatan
BAZNAS Mojokerto Kunjungi Bayi Novan, Koordinasikan Upaya Bantuan Kesehatan
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto melakukan kunjungan kemanusiaan kepada seorang balita bernama Ahmad Novan Dwi Kristian (19 bulan), warga Dusun Cepoko RT 001/006, Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto (1/4/26). Bayi Novan, anak kedua dari pasangan Afan Dwi Cayono (pedagang buah) dan Yuni Kristiana (ibu rumah tangga), lahir di Mojokerto pada 25 Mei 2024. Sejak usia 3 bulan, Novan mulai mengalami gangguan kesehatan berupa ruam merah di beberapa bagian tubuh, seperti leher dan pusar. Seiring waktu, kondisi tersebut semakin meluas menjadi kulit kering, kemerahan, dan mengelupas di hampir seluruh tubuh. Berdasarkan keterangan Ditya Habsari, AMd.Gz selaku Koordinator Gizi UPTD Puskesmas Dlanggu, hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi umum pasien dalam keadaan lemah. “Anak terlihat kurus dengan kulit mengelupas di seluruh tubuh. Saat ini pasien sudah bisa berbicara 1–2 kata dan dapat duduk, namun belum mampu merangkak, berdiri, maupun berjalan,” jelasnya. Kunjungan BAZNAS dilakukan bersamaan dengan agenda kunjungan rutin dari tim Puskesmas Dlanggu. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi, dan Wakil Ketua III, H. Lukman Hakim. H. Lukman Hakim menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kebutuhan penanganan medis lanjutan bagi bayi Novan. “Kami mendapatkan informasi bahwa terdapat prosedur medis khusus yang harus dijalani oleh bayi Novan, dan tindakan tersebut perlu dilakukan di luar negeri dengan biaya yang cukup besar. Setelah kunjungan ini kami akan berkordinasi dengan berbagai pihak untuk mengambil langkah tepat dalam upaya penanganan” ungkapnya. Sementara itu, Soegeng Mawardi mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu meringankan beban keluarga bayi Novan. “Kami mengajak masyarakat yang memiliki kepedulian untuk bersama-sama membantu melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, agar penanganan kesehatan bayi Novan dapat segera dilakukan,” ujarnya. BAZNAS berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menjadi ikhtiar bersama dalam memberikan harapan kesembuhan bagi bayi Novan.
BERITA07/04/2026 | Ayu Isna Khariroh
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.

Lihat Daftar Rekening →