WhatsApp Icon
Sambut Muktamar NU ke 35, UMKM Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan 1.000 Paket Z-Chicken

MOJOKERTO — Lima pelaku usaha Z-Chicken binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan ikut mengambil bagian dalam perhelatan Muktamar ke-35 yang berlangsung mulai 27 Agustus 2026. Mereka menyiapkan sebanyak 1.000 paket nasi kotak Z-Chicken yang akan dibagikan di 10 titik lokasi. 

Setiap hari mulai 27 - 31 Agustus 2026, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut akan mempersiapkan nasi kotak mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan distribusi di sejumlah titik kegiatan.

Keterlibatan Z-Chicken dalam kegiatan berskala besar ini menjadi salah satu gambaran perkembangan UMKM yang dibangun melalui program pemberdayaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Z-Chicken merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang mulai dikembangkan sejak 2021. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi diarahkan agar penerima manfaat mampu membangun dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Kini, setelah beberapa tahun berjalan, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut tidak hanya menjalankan usahanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga mulai mendapatkan kepercayaan untuk mengambil bagian dalam kegiatan masyarakat dengan skala yang lebih besar.

Bagi lima penjual Z-Chicken yang terlibat dalam kegiatan Muktamar ke-35, kesempatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru. Mereka harus menjaga kualitas produk, memenuhi jumlah pesanan, serta memastikan seluruh paket siap didistribusikan sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan.

Penanggung jawab kegiatan, Ayu Isna Khariroh, mengatakan keterlibatan para penjual Z-Chicken dari Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan Muktamar menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa UMKM binaan BAZNAS mampu tumbuh dan mengambil peran dalam kegiatan yang lebih besar.

“Kami ingin Z-Chicken tidak hanya dikenal sebagai program bantuan usaha, tetapi benar-benar menjadi usaha yang tumbuh dan bisa memberikan kontribusi. Kesempatan menyiapkan 1.000 paket untuk kegiatan Muktamar ini menjadi pengalaman penting bagi para penjual,” ujar Ayu.

Menurutnya, tantangan utama bukan hanya menyiapkan makanan dalam jumlah besar, tetapi juga menjaga kualitas dan ketepatan waktu. Karena itu, para pelaku usaha melakukan persiapan agar proses produksi dan distribusi dapat berjalan dengan baik selama lima hari pelaksanaan kegiatan.

Keterlibatan lima pelaku usaha Z-Chicken ini sekaligus menunjukkan arah pemberdayaan zakat yang ingin dibangun BAZNAS Kabupaten Mojokerto: mustahik tidak selamanya berada pada posisi menerima bantuan, tetapi didorong untuk tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu mengambil bagian dalam berbagai kesempatan ekonomi.

Dari program yang berawal sebagai bantuan pemberdayaan pada 2021, kini Z-Chicken mulai menemukan ruangnya sebagai UMKM yang mampu melayani kebutuhan kegiatan dengan jumlah pesanan yang cukup besar.

Muktamar ke-35 pun menjadi momentum tersendiri bagi para pelaku Z-Chicken Mojokerto untuk membuktikan bahwa pemberdayaan zakat bukan hanya tentang memberi modal, tetapi tentang membangun kemampuan hingga penerima manfaat mampu berdiri dengan usahanya sendiri.

26/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kunjungi Kediaman Pak Sutarno, Gus Bupati Serahkan Bantuan Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Kecamatan Trawas

MOJOKERTO — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Bupati Mojokerto mengunjungi kediaman Bapak Sutarno, sekaligus menyerahkan bantuan untuk pembangunan rumah yang lebih layak bagi keluarganya.

Sutarno merupakan warga desa Ngoro yang tinggal Desa Srigading, Ngoro tapi kesehariannya bergaul dengan warga desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Ia tinggal bersama istri dan empat anaknya. Kondisi rumah yang ditempati saat ini tergolong sangat tidak layak huni, dengan bangunan sederhana yang menyatu dengan kandang kambing sehingga kondisi lingkungan rumah kurang sehat dan kurang layak untuk ditempati keluarga.

Dalam kunjungan tersebut(19/8/2026), Bupati Mojokerto didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait, di antaranya Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disdukcapil, Kepala DPRKP2, Camat Trawas, Camat Ngoro, serta Kabag Kesra.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk membantu pembangunan rumah Sutarmo, BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan sebesar Rp25 juta melalui program Rutilahu, yang dilaksanakan bekerja sama dengan MWCNU Trawas.

Tidak berhenti pada bantuan BAZNAS, MWCNU Trawas juga memberikan dukungan bantuan sebesar Rp25 juta. Dengan demikian, kolaborasi tersebut menghadirkan dukungan total sebesar Rp50 juta untuk membantu mewujudkan rumah yang lebih layak bagi keluarga Sutarmo.

Bupati Mojokerto, Gus Barra bersama kepala perangkat daerah juga memastikan bahwa keluarga pak sutarno mendapatkan program-program dari pemerintah terkait hal mendasar dalam bidang kesehatan, sosial dan pendidikan. 

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menyampaikan “Program Rutilahu ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat kembali kepada masyarakat. Namun yang lebih penting, program ini tidak berjalan sendiri. Ketika BAZNAS, MWCNU, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak bersama, bantuan yang diberikan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya semakin besar,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan MWCNU Trawas menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memperkuat peran kelembagaan di tingkat kecamatan.

Kondisi Sutarmo sebelumnya menunjukkan keterbatasan ekonomi yang cukup berat. Ia bekerja sebagai buruh tani dan merawat beberapa kambing milik orang lain, dengan penghasilan yang tidak tetap dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Sutarmo menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada Gus Bupati, BAZNAS, MWCNU, dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Sutarmo.

Kunjungan Bupati Mojokerto bersama jajaran OPD terkait sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tertangani, sementara lembaga seperti BAZNAS dan organisasi masyarakat turut menghadirkan sumber daya serta kepedulian dari masyarakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun ekosistem zakat yang tidak hanya kuat dalam penghimpunan, tetapi juga nyata dalam menghadirkan manfaat.

Satu rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Tetapi bagi keluarga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan, rumah yang layak adalah tempat tumbuhnya kesehatan, kenyamanan, dan harapan baru.

20/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kambing Bergulir Tumbuh Berkelanjutan, Program Kampung Akhlak Perkuat Kemandirian dan Keagamaan Mustahik

Mojokerto — Program Kampung Akhlak melalui Zakat Community Development (ZCD) terus mendorong peningkatan kesejahteraan penerima manfaat secara menyeluruh, tidak hanya melalui penguatan ekonomi, tetapi juga melalui pendampingan sosial dan keagamaan.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, tim pendamping melakukan monitoring perkembangan ternak kambing milik penerima manfaat Program Kambing Bergulir di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan dilakukan kepada Bapak Suwito, salah satu anggota kelompok penerima manfaat program.

Dari hasil monitoring, perkembangan ternak menunjukkan hasil yang cukup baik. Bapak Suwito yang pada awal program menerima 1 ekor kambing indukan, kini telah berkembang menjadi 6 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, 2 ekor telah terjual, sementara 1 ekor kambing betina telah melahirkan 1 cempe dan 2 ekor kambing lainnya dalam kondisi bunting.

Sementara itu, indukan awal yang diterima dari program juga telah berhasil digulirkan kepada penerima manfaat berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme Kambing Bergulir mulai menciptakan efek berantai, di mana manfaat program tidak berhenti pada satu keluarga, tetapi terus diperluas kepada penerima manfaat lainnya.

Selain melakukan monitoring ternak, pendamping juga melakukan silaturahmi dan dialog bersama Bapak Suwito dan keluarga. Pendampingan tersebut mencakup kondisi keluarga serta perkembangan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan Program Kampung Akhlak.

Dalam aspek keagamaan, terdapat perkembangan positif pada Bapak Suwito. Ia menyampaikan bahwa saat ini semakin rutin mengikuti salat berjamaah di masjid dan aktif mengikuti kegiatan belajar mengaji bersama kelompok lansia. Setelah melalui proses belajar secara bertahap, kemampuan membaca Al-Qur'an beliau kini telah berkembang hingga mampu membaca Al-Qur'an.

Bapak Suwito juga aktif mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Semangat serupa turut ditunjukkan oleh istrinya yang saat ini masih belajar membaca Al-Qur'an melalui buku Iqra'. Meskipun masih berada pada tahap awal, semangat untuk terus belajar menjadi bagian penting dari proses penguatan kehidupan keagamaan keluarga.

Perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan melalui ZCD tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan penerima manfaat, tetapi juga membangun kemandirian, kepedulian sosial, serta penguatan spiritual keluarga.

Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan melalui monitoring perkembangan ternak, khususnya terhadap dua ekor kambing yang sedang bunting, sekaligus mendorong penerima manfaat untuk menjaga kesehatan ternak, kualitas pakan, dan kebersihan kandang.

Pendamping juga akan melanjutkan pembinaan sosial dan keagamaan keluarga agar semangat mengikuti kegiatan keagamaan serta belajar membaca Al-Qur'an dapat dipertahankan secara konsisten.

Melalui Program Kampung Akhlak, ZCD terus berupaya menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan: ternak berkembang, ekonomi tumbuh, manfaat bergulir, dan akhlak semakin kuat.

14/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni untuk Keluarga Syamsul Ma’arif di Payungrejo

MOJOKERTO — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan dalam pelaksanaan program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) BAZNAS Kabupaten Mojokerto Tahun 2026. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, pembangunan rumah milik Bapak Syamsul Ma’arif dan Ibu Winarti, warga Dusun Blumbang RT 01/RW 07, Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai dilaksanakan.

Rumah yang sebelumnya merupakan bangunan sederhana berbahan bambu tersebut akan dibangun kembali agar keluarga penerima manfaat dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Pembangunan ini mendapatkan dukungan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui bantuan sebesar Rp25 juta. Namun, pelaksanaannya tidak hanya bertumpu pada bantuan dana. Sejumlah pihak turut mengambil bagian melalui semangat gotong royong.

Relawan BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama Pemerintah Desa Payungrejo, keluarga penerima manfaat, serta warga dan tetangga sekitar terlibat langsung dalam proses awal pembangunan. Mereka bergotong royong membongkar rumah lama dan melakukan penggalian tanah untuk pondasi.

Bahkan, dukungan masyarakat juga hadir dalam bentuk material. Salah seorang warga turut memberikan bantuan lima sak semen untuk mendukung proses pembangunan rumah tersebut.

Keterlibatan masyarakat ini menunjukkan bahwa program Rutilahu bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan. Di dalamnya terdapat kepedulian dan kebersamaan warga untuk membantu sesama agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih baik.

Relawan BAZNAS Kecamatan Kutorejo, Ali Muntoha, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Bukan hanya membantu tenaga, tetapi ada juga yang memberikan material. Ini menunjukkan bahwa ketika ada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, warga dengan sendirinya ikut merasa memiliki dan ingin membantu,” ungkap Ali.

Menurutnya, gotong royong seperti ini juga membuat bantuan BAZNAS memiliki daya ungkit yang lebih besar. Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada nilai nominal, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat.

Sementara itu, Bapak Syamsul Ma’arif, penerima manfaat program Rutilahu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian BAZNAS serta kepedulian warga sekitar.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan semua warga yang sudah membantu. Tidak menyangka banyak yang ikut membantu, mulai dari membongkar rumah sampai menggali pondasi. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Syamsul.

Pembangunan rumah Syamsul Ma’arif dan Winarti menjadi salah satu wujud nyata bahwa zakat yang dihimpun melalui BAZNAS dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung.

Lebih dari sekadar membangun rumah, program Rutilahu juga mempertemukan zakat, kepedulian lembaga, dan kekuatan gotong royong masyarakat dalam satu ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir gotong royong. Dan dari gotong royong, sebuah keluarga kembali memiliki harapan.

13/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Anugerahkan Tokoh Penggerak Zakat dan Mitra Strategis pada HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit

Mojokerto — BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam membangun budaya zakat dan memperkuat kolaborasi sosial di Kabupaten Mojokerto. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto, di kantor PERUMDAM Mojopahit, Jalan Pahlawan, Mojosari, Selasa (11/8/2026).

Dua penghargaan diberikan BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada kesempatan tersebut. Pertama, Anugerah Tokoh Penggerak Zakat 2026 yang diberikan kepada Bapak Fayakun Hidayat, Direktur PERUMDAM Mojopahit, atas dedikasi dan kepeloporannya dalam membangun budaya zakat di lingkungan PERUMDAM Mojopahit sekaligus memperkuat sinergi bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Kedua, Anugerah Mitra Strategis BAZNAS 2026 diberikan kepada PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto atas komitmen, konsistensi, dan kolaborasinya dalam penghimpunan zakat dan infak serta pelaksanaan berbagai program sosial bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, dan disaksikan oleh Bupati Mojokerto  Dr. H. Muhammad Albarra, Lc, M. hum, Wakil Bupati Mojokerto dr. Rizal Octavian, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuhroh, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, penghargaan tersebut bukan sekadar apresiasi kepada individu maupun institusi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi bentuk penghormatan terhadap ikhtiar bersama dalam menjadikan zakat sebagai bagian dari budaya kelembagaan sekaligus instrumen untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Direktur PERUMDAM Mojopahit, Fayakun Hidayat, SH., menyampaikan bahwa zakat dan infak merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu terus ditumbuhkan di lingkungan perusahaan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Bagi kami, penghargaan ini bukan semata-mata untuk pribadi maupun PERUMDAM, tetapi menjadi pengingat bahwa apa yang kita miliki juga terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama dengan BAZNAS akan terus diperkuat agar kontribusi zakat dan infak dari lingkungan PERUMDAM dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa PERUMDAM Mojopahit merupakan salah satu mitra yang telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung gerakan zakat di Kabupaten Mojokerto.

“Kami memberikan penghargaan ini karena ada keteladanan yang layak diapresiasi. Pak Fayakun tidak hanya menunaikan zakat, tetapi juga ikut membangun budaya zakat di lingkungan lembaga yang beliau pimpin. Demikian pula PERUMDAM Mojopahit, yang secara konsisten sejak tahun 2019 telah membangun sinergi bersama BAZNAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat tidak akan berkembang hanya dengan mengandalkan lembaga amil. Dibutuhkan tokoh-tokoh yang memberikan keteladanan dan lembaga-lembaga yang bersedia menjadi mitra strategis.

“Zakat akan menjadi kekuatan besar ketika tumbuh menjadi budaya bersama. Karena itu, BAZNAS tidak ingin berjalan sendiri. Kami ingin mempertemukan orang-orang yang memiliki kepedulian, lembaga yang memiliki komitmen, dan program yang benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tambahnya.»

Sinergi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Mojopahit selama ini tidak berhenti pada penghimpunan zakat dan infak. Kolaborasi juga diarahkan pada pelaksanaan program sosial dan pemberdayaan masyarakat, sehingga dana yang dihimpun dapat kembali kepada masyarakat Mojokerto dalam bentuk program yang terukur dan tepat sasaran.

Momentum HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari capaian pelayanan dan kinerja organisasi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Melalui penghargaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semakin banyak tokoh dan lembaga yang tergerak untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari budaya kelembagaan.

11/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh

Berita Terbaru

Gus Barra Bupati Mojokerto Dukung Peluncuran Program Tebus Ijazah oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto: Harapan Baru untuk Mustahik Pendidikan
Gus Barra Bupati Mojokerto Dukung Peluncuran Program Tebus Ijazah oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto: Harapan Baru untuk Mustahik Pendidikan
Mojokerto — BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui peluncuran Program Tebus Ijazah 2025. Program ini menjadi angin segar bagi para lulusan sekolah yang belum bisa mengambil ijazah karena terkendala biaya, terutama dari kalangan mustahik. Peluncuran program ini mendapat perhatian langsung dari Bupati Mojokerto yang turut mempromosikannya melalui akun media sosial pribadinya. Dukungan ini mempertegas sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menyelesaikan persoalan sosial dan pendidikan di tengah masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu membuka jalan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan atau segera bekerja dengan legalitas yang sah. "Ijazah adalah hak setiap siswa yang telah lulus, namun karena kondisi ekonomi, banyak yang tertahan di sekolah. Melalui program ini, kami ingin membuka pintu masa depan mereka kembali," ungkap Zamroni. Program Tebus Ijazah 2025 menyasar 300 penerima manfaat dari keluarga fakir dan miskin di wilayah Kabupaten Mojokerto. Program ini diperuntukkan bagi lulusan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA dengan batas masa kelulusan tertentu (maksimal 3 tahun untuk SD dan SMP, serta 5 tahun untuk SMA). Ijazah yang dapat ditebus adalah ijazah asli, bukan duplikat. Kriteria Umum Penerima Manfaat: Beragama Islam Warga Kabupaten Mojokerto (dibuktikan dengan KTP/KK – diutamakan yang bersekolah di Mojokerto) Termasuk kategori mustahik (fakir/miskin) Tidak mampu menebus ijazah karena kendala ekonomi keluarga Ijazah yang ditebus adalah ijazah asli Masa kelulusan sesuai ketentuan Besaran tunggakan masih dalam batas ketentuan BAZNAS Wajib mengikuti akun media sosial @baznaskab.mojokerto Mengisi formulir pendaftaran secara online Persyaratan Administrasi: Formulir pendaftaran online KTP orang tua/wali KTP/Kartu Pelajar Kartu Keluarga Surat Keterangan Tidak Mampu dari desa/kelurahan Bukti kelulusan (rapor atau surat keterangan) Informasi nominal tunggakan Surat dari sekolah tentang jumlah tunggakan dan keberadaan ijazah Surat pernyataan kesediaan menggunakan ijazah untuk melanjutkan studi atau bekerja Masyarakat yang memenuhi syarat diminta untuk segera mendaftarkan diri melalui tautan resmi:Formulir Pendaftaran Online: pangkas.id/TEBUSIJAZAHBAZNASBatas waktu pendaftaran: Jumat, 18 Juli 2025 Program Tebus Ijazah merupakan bagian dari ikhtiar nyata BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan dan peluang kerja bagi masyarakat tidak mampu. Mari bersama menyebarluaskan informasi ini agar lebih banyak warga bisa meraih kembali hak pendidikan mereka. Info lebih lengkap: Instagram @baznaskab.mojokertoHotline: +62 812-3271-1860
BERITA08/07/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama UPZ Baitul Mansur dorong Kemandirian Mustahik  melalui Pelatihan Cabe Jamu Ekspor
BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama UPZ Baitul Mansur dorong Kemandirian Mustahik melalui Pelatihan Cabe Jamu Ekspor
Mojokerto, 29 Juni 2025 — Semangat pemberdayaan ekonomi umat kembali bergema di Kabupaten Mojokerto. Bertempat di Gedung Sekolah Darul Hikmah, Kedungmaling, Sooko, kegiatan bertajuk "Mendorong Kemandirian Ekonomi Umat dengan Tanaman Herbal Fungsional" resmi digelar hari ini pukul 09.00 WIB. Acara ini menjadi momentum penting bagi para mustahik untuk menggali potensi usaha berbasis tanaman herbal, khususnya cabe jamu yang kini memiliki nilai ekspor tinggi. Hadir dalam kegiatan ini Kyai Drs. Hamim Rosyidi selaku Ketua UPZ Baitul Mansur yang menegaskan pentingnya sinergi antara spiritualitas dan produktivitas. “Pemberdayaan bukan hanya bantuan, tapi investasi untuk kemandirian umat,” ujarnya. Sementara itu, Gus Zamroni Ahmad, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program unggulan BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk mengubah mustahik menjadi muzakki melalui pendekatan ekonomi produktif. “Kami fokus pada sektor yang menjanjikan, dan cabe jamu adalah peluang emas,” katanya. Sebagai narasumber utama, hadir Rr. Nurul Mutmainnah, seorang pakar tanaman herbal yang telah berpengalaman mengembangkan sistem budidaya cabe jamu berorientasi ekspor. Dalam sesinya, ia mengupas tuntas teknik budidaya, pengolahan pasca-panen, hingga strategi pemasaran internasional. Peserta pelatihan tampak antusias menyimak setiap materi yang disampaikan. Salah satu peserta, Bu Rohani, mengaku termotivasi untuk mulai menanam cabe jamu di pekarangan rumahnya. “Saya baru tahu kalau tanaman ini bisa untuk ekspor, semoga jadi jalan rezeki baru,” ujarnya dengan semangat. Dengan pelatihan ini, diharapkan para mustahik tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga semangat baru untuk bangkit secara ekonomi melalui pemanfaatan tanaman herbal lokal yang bernilai tinggi.
BERITA29/06/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Universitas Islam Majapahit (UNIM) Bersinergi Kuat untuk Wujudkan Program Sosial dan Pendidikan Berbasis Umat
BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Universitas Islam Majapahit (UNIM) Bersinergi Kuat untuk Wujudkan Program Sosial dan Pendidikan Berbasis Umat
Mojokerto, 24 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat kolaborasi antara lembaga zakat dan dunia pendidikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menerima kunjungan resmi dari jajaran Rektorat Universitas Islam Majapahit (UNIM) pada Selasa, 24 Juni 2025, pukul 13.00 WIB sd 14.00 WIB. Kunjungan ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas Rektor UNIM, Dr. Muhammad Nur, S.H., M.Si. masa Bakti 2024-2029 bersama Wakil Rektor dan Kepala Bidang Kerjasama UNIM. Rombongan disambut hangat oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zamroni Ahmad, beserta jajaran pimpinan lainnya. Suasana penuh keakraban dan semangat sinergi tampak mewarnai pertemuan tersebut. Dalam forum diskusi, kedua institusi membahas rencana kolaborasi strategis di bidang sosial dan pendidikan. UNIM menyatakan komitmen untuk ikut serta dalam program pemberdayaan yang digagas BAZNAS Kabupaten Mojokerto, seperti beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, pelatihan kewirausahaan berbasis nilai keislaman, serta pengabdian masyarakat. Dr. M. Nur menegaskan bahwa UNIM memiliki visi yang sejalan dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, terutama dalam hal membangun peradaban umat melalui pendidikan dan kepedulian sosial. Ia berharap sinergi ini dapat segera diwujudkan melalui program-program nyata yang berkelanjutan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyambut positif komitmen UNIM. Ia menekankan pentingnya kemitraan dengan lembaga pendidikan sebagai pilar penting dalam menyosialisasikan nilai zakat dan membumikan semangat berbagi demi mengatasi kemiskinan. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan baik. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti hasil pertemuan ini dalam agenda lanjutan dalam waktu dekat.
BERITA25/06/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Terangi Pandangan, Terangi Harapan: BAZNAS Kabupaten Mojokerto & UPZ Baitul Mansur Gelar Periksa Mata dan Operasi Katarak Gratis
Terangi Pandangan, Terangi Harapan: BAZNAS Kabupaten Mojokerto & UPZ Baitul Mansur Gelar Periksa Mata dan Operasi Katarak Gratis
Mojokerto, 22 Juni 2025 12:45 - Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya lansia dan dhuafa, BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama UPZ Baitul Mansur Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, menyelenggarakan kegiatan Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis pada Sabtu, 22 Juni 2025, bertempat di Masjid Baitul Mansur, Jl. KH. Ismail, Nganggel, Kedungmaling. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai kalangan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan mata menyeluruh, termasuk deteksi dini katarak. Acara diawali dengan sambutan oleh KH. Drs. Hamin Rosyidi, Ketua UPZ Baitul Mansur, yang menekankan bahwa zakat tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga transformasi sosial, termasuk akses kesehatan yang layak. “Ini bentuk konkret pelayanan umat. Zakat yang dikelola dengan amanah harus kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat nyata seperti ini,” tegas beliau. Dilanjutkan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Bapak MK Muhailili, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program layanan kesehatan BAZNAS. “Kami ingin membuktikan bahwa zakat dapat menjadi solusi atas keterbatasan akses kesehatan, terutama bagi para lansia dan masyarakat kurang mampu. Ini bukan yang pertama dan tidak akan jadi yang terakhir,” ujarnya dalam sambutan. Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis dari Klinik EDC Mojosari Mojokerto, dengan layanan meliputi tes ketajaman penglihatan, skrining katarak, konsultasi, dan rujukan langsung untuk tindakan operasi bagi peserta yang terindikasi memerlukan. Para peserta sangat antusias mengikuti seluruh proses pemeriksaan hingga tuntas. Kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam memperjuangkan hak dasar atas penglihatan yang sehat dan berkualitas.
BERITA22/06/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Klinik EDC Kunjungi BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bahas Program Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis
Klinik EDC Kunjungi BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bahas Program Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis
Mojokerto, Kamis, 19 Juni 2025— BAZNAS Kabupaten Mojokerto menerima kunjungan dari tim Klinik EDC dalam rangka penjajakan kerja sama untuk pelaksanaan program pemeriksaan mata gratis dan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun sinergi antara lembaga sosial dan institusi kesehatan demi mendukung akses layanan kesehatan mata yang merata, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas secara mendalam tentang konsep program, tahapan pelaksanaan, teknis medis, serta sistem asesmen bagi calon penerima manfaat. Klinik EDC menyampaikan komitmennya untuk menyediakan tenaga medis profesional, peralatan kesehatan, dan layanan operasi katarak secara gratis melalui prosedur yang aman dan sesuai standar medis. Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan bertanggung jawab dalam menjaring calon penerima manfaat, melakukan pendataan mustahik, serta mendampingi pelaksanaan kegiatan agar tepat sasaran dan berjalan efektif. Selain itu, pembahasan juga mencakup potensi pelaksanaan kegiatan di beberapa wilayah prioritas dengan tingkat kebutuhan tinggi, serta kemungkinan pengembangan program jangka panjang dalam bentuk edukasi kesehatan mata kepada masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, akan dilakukan survei lokasi, penyusunan jadwal pelaksanaan, serta sosialisasi program kepada masyarakat melalui kanal resmi BAZNAS dan mitra jaringan di tingkat desa dan kelurahan.
BERITA20/06/2025 | Eka Yuliana Intan P.
Kunjungan Pimpinan BAZNAS ke Desa Lakardowo untuk Asesmen dan Survei Indeks Desa Zakat (IDZ)
Kunjungan Pimpinan BAZNAS ke Desa Lakardowo untuk Asesmen dan Survei Indeks Desa Zakat (IDZ)
Lakardowo, 19 Juni 2025 — Pimpinan dan tim pelaksana BAZNAS Kabupaten Mojokerto melakukan kunjungan kerja ke Desa Lakardowo dalam rangka asesmen dan survei awal pelaksanaan Indeks Desa Zakat (IDZ). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menilai potensi dan kesiapan Desa Lakardowo sebagai calon lokasi program Kampung Zakat. Kunjungan ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto diantaranya Waka I, Waka III, Waka IV, Amil I, Amil II, pendamping Balai Ternak, serta pendamping Kampung Zakat. Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan asesmen terhadap potensi desa, termasuk potensi pemberdayaan ekonomi melalui sektor peternakan (kambing, sapi, bebek) dan pertanian (mayoritas tanaman cabai). Sebelum menuju PT PRIA, tim BAZNAS terlebih dahulu menyampaikan izin dan berdialog langsung dengan Kepala Desa Lakardowo, sebagai bentuk etika dan penghormatan kepada pemerintah desa. Dalam pertemuan tersebut, kepala desa menyampaikan harapan agar program pemberdayaan yang dirancang nantinya dapat benar-benar kembali dan berdampak langsung kepada masyarakat, serta sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Kepala desa juga menyampaikan kesiapan dan semangat untuk menjemput bola dalam pembangunan desanya, mengingat kondisi Desa Lakardowo yang masih tertinggal dibandingkan dengan desa-desa lainnya di wilayah sekitar. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi rencana kolaborasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dengan PT. PRIA dalam merealisasikan program Kampung Zakat di desanya. Kegiatan ini diakhiri dengan pencatatan notulensi sebagai dasar perumusan rencana lanjutan dan tindak lanjut program BAZNAS Kabupaten Mojokerto ke depan, termasuk kemungkinan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
BERITA20/06/2025 | Eka Yuliana Intan P.
Launching Kurban Berkah BAZNAS 2025 di Mojokerto, bantu mustahik raih kebahagiaan Idul Adha
Launching Kurban Berkah BAZNAS 2025 di Mojokerto, bantu mustahik raih kebahagiaan Idul Adha
Mojokerto, 9 Juni 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto resmi meluncurkan program Kurban Berkah BAZNAS 2025, yang digelar meriah di Balai Ternak BAZNAS. Program ini menjadi simbol solidaritas umat Islam dalam berbagi kebahagiaan Idul Adha kepada para mustahik. Acara peluncuran dihadiri oleh para mustahik, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta mitra seperti Alfamidi, yang turut serta melalui program Sedekah Konsumen. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa Kurban Berkah merupakan bentuk optimalisasi dana umat yang transparan, amanah, dan berdampak langsung. “Kita ingin memastikan hewan kurban tidak hanya disembelih secara syar’i, tapi juga sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Sebagai simbolisasi, beberapa mustahik menerima paket daging kurban secara langsung di atas panggung. Suasana haru dan syukur menyelimuti prosesi tersebut. Program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat dibandingkan tahun sebelumnya dan mendorong sinergi lebih luas antar lembaga dan masyarakat.
BERITA09/06/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto: Wujud Cinta Mudhohi untuk Mustahik
Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto: Wujud Cinta Mudhohi untuk Mustahik
Mojokerto, 9 Juni 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto bersama BAZNAS Republik Indonesia kembali menggelar program tahunan bertajuk “Kurban Berkah BAZNAS”, yang dilaksanakan di Balai Ternak BAZNAS Gembala Sejahtera, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial kepada mustahik sekaligus upaya mendukung ketahanan ekonomi peternak lokal. Dalam kegiatan ini, proses penyembelihan hewan kurban dilakukan secara syar’i dan higienis. Ada 40 ekor hewan kurban yang disembelih, salah satu momen haru terlihat saat kambing kurban atas nama Suradal bin Ahmad Muslimin disembelih, disaksikan langsung oleh panitia dan masyarakat sekitar. “Program ini bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga sarana memberdayakan peternak lokal dan memastikan distribusi daging kurban merata kepada yang membutuhkan,” ujar Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Melalui Kurban Berkah, BAZNAS juga menggandeng berbagai mitra yaitu dari Korpri ASN Kabupaten Mojokerto, Alfa Midi, Historia (optik), untuk menyalurkan hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat ke berbagai pelosok wilayah Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi besar BAZNAS dalam menyejahterakan mustahik dan mewujudkan ekonomi umat yang lebih kuat dan mandiri.
BERITA09/06/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Sebar Berkah Idul Adha: BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan 136 Hewan Kurban hingga ke Pelosok Desa
Sebar Berkah Idul Adha: BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan 136 Hewan Kurban hingga ke Pelosok Desa
Mojokerto – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyalurkan sebanyak 136 hewan kurban ke masyarakat di berbagai penjuru daerah. Aksi sosial ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, serta kontribusi dari masyarakat. Total hewan kurban yang didistribusikan terdiri dari 4 ekor sapi dan 132 ekor kambing, disebar ke 86 titik desa di wilayah kabupaten. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat turut merasakan kebahagiaan dan keberkahan Idul Adha. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa sebagian besar hewan kurban berasal dari infak pegawai OPD yang disalurkan atas nama Bupati Mojokerto, serta dari warga umum yang berpartisipasi sebagai mudhohi (pekurban). “Tahun ini kami mengusung tema Kurban Berkah BAZNAS. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa, sehingga pengumpulan hewan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Terima kasih kepada seluruh mudhohi dan munfiq atas kepercayaan dan dukungannya,” ujarnya pada Rabu (5/6/2025). Zamroni juga menambahkan bahwa jumlah hewan kurban masih berpotensi bertambah karena masih dalam rentang waktu hari tasyrik. Lebih dari sekadar distribusi, program ini menjadi ajang untuk memperkuat semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan pemerataan manfaat ibadah kurban ke pelosok-pelosok Kabupaten Mojokerto.
BERITA05/06/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Kesra Dukung Penguatan Tata Kelola, Lakukan Monev ke BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Kesra Dukung Penguatan Tata Kelola, Lakukan Monev ke BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Mojokerto (3/6/2025) — Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ke Kantor Baznas Kabupaten Mojokerto pada Selasa, 3 Juni 2025. Kegiatan berlangsung di Kantor Baznas Jl. RA Basoeni No. 162, Sooko, mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Rombongan Kesra dipimpin oleh Siti Baroroh Barit dan beranggotakan lima orang. Kunjungan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pendampingan yang rutin dilakukan oleh Kesra kepada lembaga-lembaga yang menjadi mitra binaannya. Siti Baroroh Barit menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi upaya untuk memastikan akuntabilitas dan efektivitas lembaga zakat daerah. “Ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Kesra pada lembaga binaan. Kami berharap dengan pembinaan dan pendampingan ini, Baznas menjadi lembaga yang semakin akuntabel,” jelasnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Kesra. “Terima kasih kepada Bagian Kesra Pemkab Mojokerto atas dukungan dan sinergi yang selama ini terjalin. Kami yakin kolaborasi ini akan melahirkan banyak manfaat bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, seluruh pimpinan Baznas, amil pelaksana, serta pendamping program turut menyambut dan mendampingi jalannya kunjungan.
BERITA03/06/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Mustahik Naik Kelas! Balai Ternak BAZNAS Hasilkan Berkah di Hari Raya Kurban
Mustahik Naik Kelas! Balai Ternak BAZNAS Hasilkan Berkah di Hari Raya Kurban
Program Balai Ternak BAZNAS yang digagas oleh BAZNAS RI membawa semangat baru bagi mustahik binaan di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Dalam kemitraan strategis ini, sebanyak 30 peternak dari dua kelompok—Gembala Sejahtera dan Tirto Mulyo—berhasil mempersiapkan 150 ekor kambing untuk dijual kepada masyarakat menjelang Idul Adha. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar wacana. Melalui pendampingan intensif dari BAZNAS, mulai dari proses pengembangbiakan (breeding) hingga penggemukan (fattening), para peternak mampu menghasilkan hewan ternak yang sehat, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi yang menguntungkan. “Pendampingan dari BAZNAS sangat berarti bagi kami. Dari awal sampai panen, kami mendapatkan bimbingan yang jelas dan dukungan dalam proses penjualan,” ujar Sulton, peternak binaan. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengungkapkan kegembiraannya. “Alhamdulillah, program Balai Ternak BAZNAS telah memberi dampak besar bagi para mustahik. Balai Ternak ini milik mereka sepenuhnya. Kami hadir untuk mendampingi agar dana zakat bisa dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.” Sementara itu, Mustakim, Ketua Kelompok Balai Ternak Tirto Mulyo, Desa Tambaksari, Kecamatan Puri, juga menyampaikan rasa syukurnya. “Program ini memberikan banyak manfaat. Anggota kami tidak hanya mendapat tambahan penghasilan, tapi juga ilmu beternak. Idul Adha tahun ini menjadi bukti bahwa kami bisa tumbuh dan berkembang.”
BERITA31/05/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Ajak Masyarakat Raih Berkah Idul Adha Lewat Program KURBAN BERKAH
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Ajak Masyarakat Raih Berkah Idul Adha Lewat Program KURBAN BERKAH
MOJOKERTO – Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto kembali meluncurkan program KURBAN BERKAH, sebagai solusi ibadah kurban yang mudah, aman, transparan, dan tepat sasaran. Program ini terbuka bagi siapa saja — baik individu maupun kelompok — yang ingin menunaikan kurban dengan nyaman dan terpercaya. Wakil Ketua II BAZNAS Mojokerto Bidang Penyaluran, Soegeng Mawardi, menjelaskan bahwa masyarakat bisa menyerahkan kurban dalam bentuk hewan langsung atau dana yang nantinya dikelola sepenuhnya oleh BAZNAS. “Kami menyediakan sistem penyaluran kurban yang profesional dan syar’i. Masyarakat tinggal pilih, mau serahkan hewan atau dana, kami bantu salurkan tepat sasaran,” ujar Soegeng. Untuk kemudahan para mudhohi, BAZNAS menyediakan beragam pilihan hewan kurban dengan harga terjangkau. Kambing tersedia mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta dengan bobot 25–32 kg, sedangkan sapi mulai dari Rp25 juta. Seluruh hewan dijamin sehat, sesuai syariat, dan diperiksa oleh ahli. Tak hanya itu, program ini juga menghadirkan Sedekah Daging Kurban, yang memungkinkan masyarakat tetap bisa berbagi meski belum mampu berkurban penuh. Cukup dengan donasi Rp50.000 per paket, siapa pun bisa berkontribusi menyebarkan kebahagiaan kurban ke pelosok negeri. “Program KURBAN BERKAH bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga menyentuh aspek keadilan sosial,” tegas Bapak Soegeng Mawardi (Waka 2 Bidang Penyaluran dan Pendistribusian). Distribusi daging kurban akan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan, termasuk warga di pelosok Kabupaten Mojokerto dan wilayah krisis seperti Palestina. “Kami juga mengadakan program khusus untuk mengirimkan hewan kurban ke saudara-saudara kita di Palestina,” tambahnya. Dengan semangat berbagi dan memperkuat solidaritas umat, BAZNAS Kabupaten Mojokerto mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam program KURBAN BERKAH ini. Jadikan momen Idul Adha tahun ini sebagai ladang amal dan wujud kepedulian sosial yang nyata.
BERITA26/05/2025 | Zamroni Ahmad Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Tingkatkan Kualitas Kurban, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal untuk UPZ se-Kabupaten Mojokerto : Sukseskan Kurban 2025
Tingkatkan Kualitas Kurban, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal untuk UPZ se-Kabupaten Mojokerto : Sukseskan Kurban 2025
Mojokerto, 22 Mei 2025 — Menyambut Hari Raya Idul Adha, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) bagi para pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Kamis (22/5). Pelatihan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi UPZ di ruang pertemuan Dekopinda Kabupaten Mojokerto. Pelatihan ini menggandeng Dewan Pengurus Daerah Juleha Indonesia dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai UPZ masjid, mushola, dan instansi se-Kabupaten Mojokerto. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat Islam dan standar halal. "Kami ingin memastikan pelaksanaan Kurban Berkah BAZNAS tahun ini berjalan lancar dan sesuai syariah. Melalui pelatihan ini, kami berharap UPZ tidak hanya menjadi pengumpul dana, tetapi juga menjadi pelaksana teknis yang mumpuni," ujarnya. Materi pelatihan mencakup teori dan praktik penyembelihan yang baik dan benar, aspek kebersihan, serta etika dalam perlakuan terhadap hewan kurban. Instruktur dari DPD Juleha Indonesia memberikan panduan teknis, termasuk bagaimana menangani hewan dengan tenang, teknik penyembelihan yang tepat, serta manajemen distribusi daging secara adil dan amanah. Wakil Ketua III Baznas Mojokerto, H. Lukman Hakim, menambahkan bahwa keterampilan menyembelih hewan secara halal menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan sosial UPZ di tengah masyarakat. "Ini bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga bentuk pengabdian dan tanggung jawab kepada umat," ungkapnya. BAZNAS Kabupaten Mojokerto menargetkan seluruh UPZ dapat menerapkan hasil pelatihan ini dalam pelaksanaan kurban mendatang, demi meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana ZIS.
BERITA23/05/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Rakor UPZ: Dorong Transparansi dan Optimalisasi Pengumpulan ZIS
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Rakor UPZ: Dorong Transparansi dan Optimalisasi Pengumpulan ZIS
Pada Kamis, 22 Mei 2025, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Dekopinda (Dewan Koperasi Indonesia Daerah) Kabupaten Mojokerto, yang berlokasi di Jl. Rajasanegara III No.16, Ngumpak, Jabon, Kecamatan Mojoanyar, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, amil pelaksana, pendamping program, serta para relawan. Sebanyak 153 UPZ dari masjid, mushola, dan berbagai instansi turut hadir, termasuk pengurus DPD Juleha (Juru Sembelih Halal) Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh UPZ yang aktif berkontribusi. “Selama Ramadhan kemarin, tercatat hampir 400 UPZ mengajukan SK ke BAZNAS Kabupaten Mojokerto, namun baru 89 yang menyerahkan laporan kegiatannya. Total dana Zakat, Infak, dan Sedekah yang berhasil dihimpun mencapai Rp2.025.848.940,” ungkapnya. Gus Zamroni Ahmad juga menekankan pentingnya pelaporan yang tertib menjelang program Kurban Berkah Baznas yang akan dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha. “Kami berharap semua UPZ dapat lebih sadar dan tertib dalam menyampaikan laporan kepada Baznas Kabupaten Mojokerto,” tambahnya. Sementara itu, H. Lukman Hakim selaku Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan memberikan penghargaan kepada lima UPZ dengan pengumpulan ZIS tertinggi. Juara pertama diraih oleh Musholla Darun Najah dari Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, dengan total pengumpulan sebesar Rp187.500.000. Disusul oleh Masjid Baitul Muttaqin Desa Ketapanrame, Masjid Baiturrohman Desa Kesiman, Masjid Baiturrahman Desa Jatijejer, dan Masjid Baitul Muttaqin Desa Trawas. Kegiatan Rakor ditutup dengan penyampaian materi teknis pelaporan UPZ kepada Baznas serta pelatihan tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat oleh DPD Juleha Indonesia.
BERITA22/05/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Kacamata Mulai Dibagikan untuk Guru se-Kabupaten Mojokerto, BAZNAS Kabupaten Mojokerto : Semoga Meringankan Langkah Mereka Mengajar
Kacamata Mulai Dibagikan untuk Guru se-Kabupaten Mojokerto, BAZNAS Kabupaten Mojokerto : Semoga Meringankan Langkah Mereka Mengajar
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Mojokerto yang ke-732, Baznas Kabupaten Mojokerto meluncurkan program bertajuk "Periksa Mata Gratis dan Tebus Murah Kacamata" khusus bagi guru SD/MI se-Kabupaten Mojokerto. Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS Kabupaten Mojokerto terhadap peningkatan kualitas pendidikan, dengan menggandeng Historia Optical sebagai mitra layanan pemeriksaan mata. Pemeriksaan mata berlangsung dari tanggal 3 hingga 22 Mei 2025 dan dilakukan secara bergilir di setiap kecamatan. Tujuannya adalah memastikan semua guru yang membutuhkan bisa memperoleh kacamata dengan harga terjangkau. Para guru cukup membayar zakat sebesar Rp100.000 untuk mendapatkan satu unit kacamata. Penyerahan kacamata tahap pertama dilakukan pada 3 Mei 2025, menyasar guru-guru di wilayah kerja (wilker) Kecamatan Trawas dan Pacet. Kacamata diserahkan langsung oleh petugas BAZNAS Kabupaten Mojokerto kepada koordinator wilayah setempat. Koordinator program menjelaskan bahwa kegiatan hari itu merupakan bagian dari distribusi tahap awal. “Hari ini kami membagikan kacamata untuk guru di Kecamatan Pacet dan Trawas. Selanjutnya, penyerahan akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh guru yang telah diperiksa menerima kacamatanya sebelum akhir Mei,” jelasnya. Salah satu penerima bantuan, Pak Jamil—guru dari Kecamatan Trawas—menyampaikan rasa terima kasihnya. “Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Kacamata yang terjangkau sangat membantu penglihatan dan kinerja kami di kelas. Kami sangat mengapresiasi perhatian BAZNAS terhadap kebutuhan guru,” ujarnya. BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap program ini tak hanya meningkatkan kenyamanan dan produktivitas guru, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran Baznas sebagai lembaga zakat yang peduli dan hadir nyata dalam mendukung kemajuan pendidikan.
BERITA21/05/2025 | Shinta Lintang Nurillah
"Turun Langsung, Pastikan Bantuan Rutilahu Tepat Sasaran! BAZNAS Kabupaten Mojokerto Tinjau Calon Penerima Bantuan Rutilahu"
"Turun Langsung, Pastikan Bantuan Rutilahu Tepat Sasaran! BAZNAS Kabupaten Mojokerto Tinjau Calon Penerima Bantuan Rutilahu"
Mojokerto, 19 Mei 2025 — Dalam upaya memastikan ketepatan sasaran penyaluran bantuan, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama tim Satuan Audit Internal (SAI) melaksanakan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi di Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini difokuskan pada program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni), sebagai bagian dari pelaksanaan pengawasan internal lembaga zakat. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari amanat Piagam Audit Internal berdasarkan Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 98 Tahun 2024, yang menegaskan pentingnya pengendalian dan pengawasan kelembagaan secara langsung melalui audit internal. Untuk efektivitas pelaksanaan, tim audit dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama terdiri dari Bapak M.K. Muhailili, H. Samiadi, Luqman Baroroh, Sunaris, dan Abdul Muiz. Sementara itu, tim kedua terdiri dari Soegeng Mawardi, H. Luqman Hakim, Akramin Dirgantara, H. Masruchan, dan Wijiutomo. Kedua tim bertugas melakukan verifikasi langsung terhadap data calon penerima bantuan serta mengevaluasi keberhasilan program yang telah berjalan. Pada hari pertama kunjungan, tim pertama yang dipimpin oleh Pak Sunaris mengunjungi tiga titik lokasi: Dusun Lengkeng, Desa Sidoarjo (Kecamatan Gedeg), Dusun Jeruk Keputeran, Desa Banjarsari (Kecamatan Jetis), dan Dusun Gogor, Desa Madureso (Kecamatan Dawarblandong). Selain melakukan wawancara dengan calon penerima program Rutilahu, tim juga menyempatkan diri meninjau penerima bantuan rutin untuk kaum duafa. "Proses verifikasi ini penting untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar sampai kepada mustahik yang memenuhi kriteria," ujar Sunaris. "Kami juga menampung keluhan dan harapan dari para penerima sebelumnya sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan program di masa depan." Senada dengan itu, Wiji Utomo selaku Auditor Baznas Kabupaten Mojokerto menambahkan, "SAI berperan penting dalam memastikan semua program Baznas berjalan dengan tepat sasaran dan dikelola secara profesional. Kami berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas lembaga." Melalui kunjungan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap dapat memperkuat kualitas pelaksanaan program, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menjamin bahwa zakat yang ditunaikan benar-benar membawa manfaat dan kesejahteraan bagi umat.
BERITA19/05/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS: Representasi Peran Negara dalam Tata Kelola Zakat di Indonesia
BAZNAS: Representasi Peran Negara dalam Tata Kelola Zakat di Indonesia
Dalam tradisi fikih klasik, amil zakat adalah orang atau lembaga yang ditunjuk oleh penguasa (imam) atau wakilnya untuk mengelola zakat. Sebagaimana dijelaskan dalam Fath al-Qarib, amil disebut “Man Nashobahu al-imam au Naibuhu”, yang berarti pihak yang ditugaskan oleh imam—dalam konteks negara modern bisa dimaknai sebagai presiden atau kepala pemerintahan—atau wakilnya, seperti kementerian. Sejarah Islam mencatat peran penting negara dalam pengelolaan zakat. Zakat saat itu dikelola langsung oleh negara sebagai bagian dari sistem kesejahteraan publik. Meskipun Indonesia bukan negara agama, melainkan negara bangsa (nation-state), relasi antara agama dan negara di Indonesia dibangun secara harmonis dan saling mendukung. Negara tidak masuk ke wilayah keyakinan, namun tetap memfasilitasi pengelolaan aspek sosial keagamaan, termasuk zakat. Fatwa MUI No. 8 Tahun 2011 menegaskan bahwa pembentukan amil zakat dapat dilakukan dengan dua model: melalui penunjukan langsung oleh pemerintah, seperti BAZNAS di berbagai tingkatan; atau oleh masyarakat, yang kemudian disahkan pemerintah, seperti LAZ (Lembaga Amil Zakat). Kedua jenis amil ini memiliki peran strategis dalam menghimpun dan menyalurkan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah), dengan dukungan negara sebagai fasilitator demi kemaslahatan bersama. KH. Masduki Baidlowi, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, menyatakan bahwa negara tidak mewajibkan zakat karena itu wilayah ibadah individu. Namun karena zakat memiliki dimensi sosial yang bisa memperkuat program pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan, negara hadir sebagai fasilitator dalam pengelolaannya. Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang menetapkan bahwa BAZNAS adalah Lembaga Pemerintah Non Struktural, yang bersifat mandiri namun tetap bertanggung jawab kepada pemerintah. Sebagai lembaga yang diamanahkan negara, BAZNAS menjalankan peran penting sebagai pendukung (supporting system) dalam mewujudkan tujuan besar negara: kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan umat. Dalam konteks ini, prinsip fikih klasik “Tasharruf al-imam 'ala al-ra'iyah manuthun bi al-maslahah”—kebijakan pemimpin harus berpijak pada kemaslahatan rakyat—terimplementasi nyata melalui sinergi antara BAZNAS dan berbagai pemangku kepentingan. Editor : Shinta Lintang Nurillah
BERITA18/05/2025 | Zamroni Ahmad Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Langkah Kecil, Dampak Besar: BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Pemeriksaan Mata Gratis dan Tebus Murah Kacamata untuk Guru se-Kabupaten Mojokerto
Langkah Kecil, Dampak Besar: BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Pemeriksaan Mata Gratis dan Tebus Murah Kacamata untuk Guru se-Kabupaten Mojokerto
Mojokerto, 6 Mei 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-732 Kabupaten Mojokerto dan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan Historia Optik menggelar kegiatan pemeriksaan mata gratis dan tebus murah kacamata bagi para guru se-Kabupaten Mojokerto. Acara yang telah dilaksanakan di beberapa wilayah diantaranya Kecamatan Trawas, Kutorejo, Mojosari ini menyasar para pendidik dari satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan. Puluhan guru dari berbagai kecamatan antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung sepanjang hari. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bapak Zamroni Ahmad menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan para guru yang menjadi ujung tombak pendidikan. “Ini adalah langkah kecil, namun kami berharap dapat memberikan dampak besar bagi para guru yang setiap hari berjasa dalam mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya. Melalui kerjasama dengan Historia Optik, para peserta mendapatkan layanan pemeriksaan mata profesional secara gratis serta kesempatan menebus kacamata berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau. Program ini disambut antusias oleh para peserta yang mengaku terbantu, terlebih bagi mereka yang belum sempat memeriksakan kesehatan mata selama bertahun-tahun. Kegiatan ini juga menjadi momentum sinergi antara program sosial BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan dunia pendidikan di Kabupaten Mojokerto, dengan harapan dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas guru dalam menjalankan tugas di kelas. “Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pendidik, karena kesehatan penglihatan adalah kebutuhan dasar untuk mendukung proses belajar mengajar yang optimal,” tambah Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya dalam memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga pelayanan sosial dan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
BERITA06/05/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Bangkitkan Usaha Ekonomi Mustahik, Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Mustahik
Bangkitkan Usaha Ekonomi Mustahik, Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Mustahik
Mojokerto, 29 April 2025 – BAZNAS Republik Indonesia terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi mustahik di seluruh Indonesia. Salah satunya melalui peluncuran Program Balai Ternak yang baru saja diresmikan di Kabupaten Mojokerto. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dan menciptakan peternakan yang mandiri serta berkelanjutan. Peluncuran Balai Ternak Kabupaten Mojokerto berlangsung di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, pada Selasa (29/4/2025). Balai ternak ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mengentaskan kemiskinan melalui sektor peternakan, khususnya untuk para mustahik yang berpotensi meningkatkan ekonomi mereka melalui pengelolaan ternak secara komunal. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. mengatakan bahwa tujuan utama dari program Balai Ternak adalah untuk memberdayakan mustahik dengan menyediakan fasilitas dan pelatihan dalam mengelola ternak secara mandiri. “Kami ingin menjadikan Balai Ternak Mojokerto ini sebagai pusat pemberdayaan ekonomi yang akan membantu meningkatkan kualitas hidup para peternak dan mendorong terciptanya peternakan yang berkelanjutan,” ujarnya. Balai Ternak Kabupaten Mojokerto terdiri dari dua kelompok utama, yakni Kelompok Gembala Sejahtera di Desa Tamiajeng dan Kelompok Tirto Mulyo di Desa Tambaksari, Kecamatan Puri. Masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang peternak yang akan dibimbing oleh BAZNAS dalam mengelola dan mengembangkan ternak mereka, khususnya ternak domba dan kambing. Program ini diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi para peternak dan membuka jalan bagi mereka untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan ternak yang lebih produktif dan mandiri. Kiai Noor juga menekankan bahwa pendampingan yang diberikan kepada peternak akan memastikan bahwa tidak ada yang mengalami kerugian, seperti yang telah terbukti di balai ternak lainnya yang sudah berjalan. “Alhamdulillah, seluruh Balai Ternak yang kami kelola telah menunjukkan perkembangan yang positif dan berkelanjutan. Kami berharap Balai Ternak Mojokerto juga dapat menjadi contoh keberhasilan dalam mengentaskan kemiskinan melalui sektor peternakan,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra mengapresiasi inisiatif BAZNAS dalam membangun Balai Ternak di daerahnya. Ia mengungkapkan bahwa program ini sangat sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong ekonomi kerakyatan. “Balai Ternak ini akan menjadi lokomotif dalam menggerakkan ekonomi para mustahik dan peternak lokal. Kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan BAZNAS untuk mengelola program ini secara optimal,” ujar Bupati Dr. H. Muhammad Al Barra. Balai Ternak Kabupaten Mojokerto tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi ternak, tetapi juga untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Program ini mencerminkan komitmen BAZNAS untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai sumber daya yang produktif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya pendampingan yang intensif, diharapkan para peternak di Kabupaten Mojokerto dapat berkembang menjadi pengusaha ternak yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi ekonomi lokal dan meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Mojokerto.
BERITA29/04/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan 3.183 Paket Zakat Fitrah Ramadan 2025: Menyentuh Mustahik di 304 Desa se-Kabupaten Mojokerto
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan 3.183 Paket Zakat Fitrah Ramadan 2025: Menyentuh Mustahik di 304 Desa se-Kabupaten Mojokerto
Mojokerto – Suasana penuh berkah mewarnai pelaksanaan kegiatan Penyaluran Zakat Fitrah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan Korpri Pemkab Mojokerto. Kegiatan diawali dengan santunan kepada 205 anak yatim pada Kamis pagi (27/3) di halaman Kantor Pemkab Mojokerto, sebagai bentuk pembuka yang menyentuh hati dan sarat makna sosial. Kegiatan resmi dibuka oleh Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., yang dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa penyaluran zakat fitrah merupakan bagian dari tanggung jawab sosial umat Islam dan salah satu rukun Islam yang sangat penting. “Zakat fitrah ini tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga jiwa. Ia menyempurnakan ibadah puasa kita dan menjadi bukti kepedulian terhadap sesama. Inilah esensi Ramadan yang sejati,” tutur beliau. Bupati Mojokerto Gus Al Barra juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan ASN, terutama anggota Korpri. Beliau mengapresiasi sinergi dengan Baznas Kabupaten Mojokerto yang mampu menghimpun dana zakat fitrah sebesar Rp136.080.000, serta infaq sebesar Rp595.000 dari 1.774 muzakki dan munfiq. Dana tersebut telah dikonversi menjadi 3.183 paket zakat fitrah yang disalurkan secara merata kepada para mustahik di 304 desa se-Kabupaten Mojokerto. Penyaluran ini menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola dengan baik dan bersinergi akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. “Melalui kerja sama yang baik antara Korpri dan Baznas, zakat menjadi lebih terarah dan menyentuh masyarakat luas. Ini menumbuhkan semangat solidaritas yang luar biasa di lingkungan pemerintahan,” ujar Dr. Al Barra. Selain itu, beliau juga mengapresiasi peran Baznas Kabupaten Mojokerto dalam penanggulangan bencana, khususnya melalui pendirian Posko Mudik di Desa Sendi, Kecamatan Pacet, oleh relawan Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Mojokerto. Hal ini menegaskan bahwa peran BAZNAS Kabupaten Mojokerto tidak hanya terbatas pada distribusi zakat, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan risiko bencana. Di akhir sambutannya, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. mengajak seluruh masyarakat Mojokerto untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi dalam menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal. Ia berharap sinergi antara Baznas dan Korpri akan terus diperkuat agar manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak penerima, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi sepanjang tahun. “Mari kita terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat. Semakin banyak yang sadar, semakin besar manfaat yang dirasakan. Zakat bukan hanya kewajiban, tapi juga ladang pahala dan kebaikan sosial,” tutupnya.
BERITA27/03/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.

Lihat Daftar Rekening →