WhatsApp Icon
Sambut Muktamar NU ke 35, UMKM Binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan 1.000 Paket Z-Chicken

MOJOKERTO — Lima pelaku usaha Z-Chicken binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto akan ikut mengambil bagian dalam perhelatan Muktamar ke-35 yang berlangsung mulai 27 Agustus 2026. Mereka menyiapkan sebanyak 1.000 paket nasi kotak Z-Chicken yang akan dibagikan di 10 titik lokasi. 

Setiap hari mulai 27 - 31 Agustus 2026, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut akan mempersiapkan nasi kotak mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan distribusi di sejumlah titik kegiatan.

Keterlibatan Z-Chicken dalam kegiatan berskala besar ini menjadi salah satu gambaran perkembangan UMKM yang dibangun melalui program pemberdayaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Z-Chicken merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang mulai dikembangkan sejak 2021. Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi diarahkan agar penerima manfaat mampu membangun dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Kini, setelah beberapa tahun berjalan, para pelaku usaha Z-Chicken tersebut tidak hanya menjalankan usahanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga mulai mendapatkan kepercayaan untuk mengambil bagian dalam kegiatan masyarakat dengan skala yang lebih besar.

Bagi lima penjual Z-Chicken yang terlibat dalam kegiatan Muktamar ke-35, kesempatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru. Mereka harus menjaga kualitas produk, memenuhi jumlah pesanan, serta memastikan seluruh paket siap didistribusikan sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan.

Penanggung jawab kegiatan, Ayu Isna Khariroh, mengatakan keterlibatan para penjual Z-Chicken dari Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan Muktamar menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa UMKM binaan BAZNAS mampu tumbuh dan mengambil peran dalam kegiatan yang lebih besar.

“Kami ingin Z-Chicken tidak hanya dikenal sebagai program bantuan usaha, tetapi benar-benar menjadi usaha yang tumbuh dan bisa memberikan kontribusi. Kesempatan menyiapkan 1.000 paket untuk kegiatan Muktamar ini menjadi pengalaman penting bagi para penjual,” ujar Ayu.

Menurutnya, tantangan utama bukan hanya menyiapkan makanan dalam jumlah besar, tetapi juga menjaga kualitas dan ketepatan waktu. Karena itu, para pelaku usaha melakukan persiapan agar proses produksi dan distribusi dapat berjalan dengan baik selama lima hari pelaksanaan kegiatan.

Keterlibatan lima pelaku usaha Z-Chicken ini sekaligus menunjukkan arah pemberdayaan zakat yang ingin dibangun BAZNAS Kabupaten Mojokerto: mustahik tidak selamanya berada pada posisi menerima bantuan, tetapi didorong untuk tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu mengambil bagian dalam berbagai kesempatan ekonomi.

Dari program yang berawal sebagai bantuan pemberdayaan pada 2021, kini Z-Chicken mulai menemukan ruangnya sebagai UMKM yang mampu melayani kebutuhan kegiatan dengan jumlah pesanan yang cukup besar.

Muktamar ke-35 pun menjadi momentum tersendiri bagi para pelaku Z-Chicken Mojokerto untuk membuktikan bahwa pemberdayaan zakat bukan hanya tentang memberi modal, tetapi tentang membangun kemampuan hingga penerima manfaat mampu berdiri dengan usahanya sendiri.

26/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kunjungi Kediaman Pak Sutarno, Gus Bupati Serahkan Bantuan Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Kecamatan Trawas

MOJOKERTO — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Bupati Mojokerto mengunjungi kediaman Bapak Sutarno, sekaligus menyerahkan bantuan untuk pembangunan rumah yang lebih layak bagi keluarganya.

Sutarno merupakan warga desa Ngoro yang tinggal Desa Srigading, Ngoro tapi kesehariannya bergaul dengan warga desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Ia tinggal bersama istri dan empat anaknya. Kondisi rumah yang ditempati saat ini tergolong sangat tidak layak huni, dengan bangunan sederhana yang menyatu dengan kandang kambing sehingga kondisi lingkungan rumah kurang sehat dan kurang layak untuk ditempati keluarga.

Dalam kunjungan tersebut(19/8/2026), Bupati Mojokerto didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait, di antaranya Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disdukcapil, Kepala DPRKP2, Camat Trawas, Camat Ngoro, serta Kabag Kesra.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk membantu pembangunan rumah Sutarmo, BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan sebesar Rp25 juta melalui program Rutilahu, yang dilaksanakan bekerja sama dengan MWCNU Trawas.

Tidak berhenti pada bantuan BAZNAS, MWCNU Trawas juga memberikan dukungan bantuan sebesar Rp25 juta. Dengan demikian, kolaborasi tersebut menghadirkan dukungan total sebesar Rp50 juta untuk membantu mewujudkan rumah yang lebih layak bagi keluarga Sutarmo.

Bupati Mojokerto, Gus Barra bersama kepala perangkat daerah juga memastikan bahwa keluarga pak sutarno mendapatkan program-program dari pemerintah terkait hal mendasar dalam bidang kesehatan, sosial dan pendidikan. 

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menyampaikan “Program Rutilahu ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat kembali kepada masyarakat. Namun yang lebih penting, program ini tidak berjalan sendiri. Ketika BAZNAS, MWCNU, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak bersama, bantuan yang diberikan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya semakin besar,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan MWCNU Trawas menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memperkuat peran kelembagaan di tingkat kecamatan.

Kondisi Sutarmo sebelumnya menunjukkan keterbatasan ekonomi yang cukup berat. Ia bekerja sebagai buruh tani dan merawat beberapa kambing milik orang lain, dengan penghasilan yang tidak tetap dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Sutarmo menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada Gus Bupati, BAZNAS, MWCNU, dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Sutarmo.

Kunjungan Bupati Mojokerto bersama jajaran OPD terkait sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tertangani, sementara lembaga seperti BAZNAS dan organisasi masyarakat turut menghadirkan sumber daya serta kepedulian dari masyarakat.

Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun ekosistem zakat yang tidak hanya kuat dalam penghimpunan, tetapi juga nyata dalam menghadirkan manfaat.

Satu rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Tetapi bagi keluarga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan, rumah yang layak adalah tempat tumbuhnya kesehatan, kenyamanan, dan harapan baru.

20/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kambing Bergulir Tumbuh Berkelanjutan, Program Kampung Akhlak Perkuat Kemandirian dan Keagamaan Mustahik

Mojokerto — Program Kampung Akhlak melalui Zakat Community Development (ZCD) terus mendorong peningkatan kesejahteraan penerima manfaat secara menyeluruh, tidak hanya melalui penguatan ekonomi, tetapi juga melalui pendampingan sosial dan keagamaan.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, tim pendamping melakukan monitoring perkembangan ternak kambing milik penerima manfaat Program Kambing Bergulir di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan dilakukan kepada Bapak Suwito, salah satu anggota kelompok penerima manfaat program.

Dari hasil monitoring, perkembangan ternak menunjukkan hasil yang cukup baik. Bapak Suwito yang pada awal program menerima 1 ekor kambing indukan, kini telah berkembang menjadi 6 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, 2 ekor telah terjual, sementara 1 ekor kambing betina telah melahirkan 1 cempe dan 2 ekor kambing lainnya dalam kondisi bunting.

Sementara itu, indukan awal yang diterima dari program juga telah berhasil digulirkan kepada penerima manfaat berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme Kambing Bergulir mulai menciptakan efek berantai, di mana manfaat program tidak berhenti pada satu keluarga, tetapi terus diperluas kepada penerima manfaat lainnya.

Selain melakukan monitoring ternak, pendamping juga melakukan silaturahmi dan dialog bersama Bapak Suwito dan keluarga. Pendampingan tersebut mencakup kondisi keluarga serta perkembangan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan Program Kampung Akhlak.

Dalam aspek keagamaan, terdapat perkembangan positif pada Bapak Suwito. Ia menyampaikan bahwa saat ini semakin rutin mengikuti salat berjamaah di masjid dan aktif mengikuti kegiatan belajar mengaji bersama kelompok lansia. Setelah melalui proses belajar secara bertahap, kemampuan membaca Al-Qur'an beliau kini telah berkembang hingga mampu membaca Al-Qur'an.

Bapak Suwito juga aktif mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Semangat serupa turut ditunjukkan oleh istrinya yang saat ini masih belajar membaca Al-Qur'an melalui buku Iqra'. Meskipun masih berada pada tahap awal, semangat untuk terus belajar menjadi bagian penting dari proses penguatan kehidupan keagamaan keluarga.

Perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan melalui ZCD tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan penerima manfaat, tetapi juga membangun kemandirian, kepedulian sosial, serta penguatan spiritual keluarga.

Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan melalui monitoring perkembangan ternak, khususnya terhadap dua ekor kambing yang sedang bunting, sekaligus mendorong penerima manfaat untuk menjaga kesehatan ternak, kualitas pakan, dan kebersihan kandang.

Pendamping juga akan melanjutkan pembinaan sosial dan keagamaan keluarga agar semangat mengikuti kegiatan keagamaan serta belajar membaca Al-Qur'an dapat dipertahankan secara konsisten.

Melalui Program Kampung Akhlak, ZCD terus berupaya menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan: ternak berkembang, ekonomi tumbuh, manfaat bergulir, dan akhlak semakin kuat.

14/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni untuk Keluarga Syamsul Ma’arif di Payungrejo

MOJOKERTO — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan dalam pelaksanaan program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) BAZNAS Kabupaten Mojokerto Tahun 2026. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, pembangunan rumah milik Bapak Syamsul Ma’arif dan Ibu Winarti, warga Dusun Blumbang RT 01/RW 07, Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai dilaksanakan.

Rumah yang sebelumnya merupakan bangunan sederhana berbahan bambu tersebut akan dibangun kembali agar keluarga penerima manfaat dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Pembangunan ini mendapatkan dukungan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui bantuan sebesar Rp25 juta. Namun, pelaksanaannya tidak hanya bertumpu pada bantuan dana. Sejumlah pihak turut mengambil bagian melalui semangat gotong royong.

Relawan BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama Pemerintah Desa Payungrejo, keluarga penerima manfaat, serta warga dan tetangga sekitar terlibat langsung dalam proses awal pembangunan. Mereka bergotong royong membongkar rumah lama dan melakukan penggalian tanah untuk pondasi.

Bahkan, dukungan masyarakat juga hadir dalam bentuk material. Salah seorang warga turut memberikan bantuan lima sak semen untuk mendukung proses pembangunan rumah tersebut.

Keterlibatan masyarakat ini menunjukkan bahwa program Rutilahu bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan. Di dalamnya terdapat kepedulian dan kebersamaan warga untuk membantu sesama agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih baik.

Relawan BAZNAS Kecamatan Kutorejo, Ali Muntoha, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Bukan hanya membantu tenaga, tetapi ada juga yang memberikan material. Ini menunjukkan bahwa ketika ada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, warga dengan sendirinya ikut merasa memiliki dan ingin membantu,” ungkap Ali.

Menurutnya, gotong royong seperti ini juga membuat bantuan BAZNAS memiliki daya ungkit yang lebih besar. Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada nilai nominal, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat.

Sementara itu, Bapak Syamsul Ma’arif, penerima manfaat program Rutilahu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian BAZNAS serta kepedulian warga sekitar.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan semua warga yang sudah membantu. Tidak menyangka banyak yang ikut membantu, mulai dari membongkar rumah sampai menggali pondasi. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Syamsul.

Pembangunan rumah Syamsul Ma’arif dan Winarti menjadi salah satu wujud nyata bahwa zakat yang dihimpun melalui BAZNAS dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung.

Lebih dari sekadar membangun rumah, program Rutilahu juga mempertemukan zakat, kepedulian lembaga, dan kekuatan gotong royong masyarakat dalam satu ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir gotong royong. Dan dari gotong royong, sebuah keluarga kembali memiliki harapan.

13/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Anugerahkan Tokoh Penggerak Zakat dan Mitra Strategis pada HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit

Mojokerto — BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan penghargaan kepada tokoh dan lembaga yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam membangun budaya zakat dan memperkuat kolaborasi sosial di Kabupaten Mojokerto. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto, di kantor PERUMDAM Mojopahit, Jalan Pahlawan, Mojosari, Selasa (11/8/2026).

Dua penghargaan diberikan BAZNAS Kabupaten Mojokerto pada kesempatan tersebut. Pertama, Anugerah Tokoh Penggerak Zakat 2026 yang diberikan kepada Bapak Fayakun Hidayat, Direktur PERUMDAM Mojopahit, atas dedikasi dan kepeloporannya dalam membangun budaya zakat di lingkungan PERUMDAM Mojopahit sekaligus memperkuat sinergi bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Kedua, Anugerah Mitra Strategis BAZNAS 2026 diberikan kepada PERUMDAM Mojopahit Kabupaten Mojokerto atas komitmen, konsistensi, dan kolaborasinya dalam penghimpunan zakat dan infak serta pelaksanaan berbagai program sosial bersama BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, dan disaksikan oleh Bupati Mojokerto  Dr. H. Muhammad Albarra, Lc, M. hum, Wakil Bupati Mojokerto dr. Rizal Octavian, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Ayni Zuhroh, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, penghargaan tersebut bukan sekadar apresiasi kepada individu maupun institusi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi bentuk penghormatan terhadap ikhtiar bersama dalam menjadikan zakat sebagai bagian dari budaya kelembagaan sekaligus instrumen untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Direktur PERUMDAM Mojopahit, Fayakun Hidayat, SH., menyampaikan bahwa zakat dan infak merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu terus ditumbuhkan di lingkungan perusahaan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Bagi kami, penghargaan ini bukan semata-mata untuk pribadi maupun PERUMDAM, tetapi menjadi pengingat bahwa apa yang kita miliki juga terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama dengan BAZNAS akan terus diperkuat agar kontribusi zakat dan infak dari lingkungan PERUMDAM dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa PERUMDAM Mojopahit merupakan salah satu mitra yang telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung gerakan zakat di Kabupaten Mojokerto.

“Kami memberikan penghargaan ini karena ada keteladanan yang layak diapresiasi. Pak Fayakun tidak hanya menunaikan zakat, tetapi juga ikut membangun budaya zakat di lingkungan lembaga yang beliau pimpin. Demikian pula PERUMDAM Mojopahit, yang secara konsisten sejak tahun 2019 telah membangun sinergi bersama BAZNAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat tidak akan berkembang hanya dengan mengandalkan lembaga amil. Dibutuhkan tokoh-tokoh yang memberikan keteladanan dan lembaga-lembaga yang bersedia menjadi mitra strategis.

“Zakat akan menjadi kekuatan besar ketika tumbuh menjadi budaya bersama. Karena itu, BAZNAS tidak ingin berjalan sendiri. Kami ingin mempertemukan orang-orang yang memiliki kepedulian, lembaga yang memiliki komitmen, dan program yang benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tambahnya.»

Sinergi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Mojopahit selama ini tidak berhenti pada penghimpunan zakat dan infak. Kolaborasi juga diarahkan pada pelaksanaan program sosial dan pemberdayaan masyarakat, sehingga dana yang dihimpun dapat kembali kepada masyarakat Mojokerto dalam bentuk program yang terukur dan tepat sasaran.

Momentum HUT ke-45 PERUMDAM Mojopahit sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari capaian pelayanan dan kinerja organisasi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Melalui penghargaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semakin banyak tokoh dan lembaga yang tergerak untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari budaya kelembagaan.

11/08/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Mojokerto Dirikan Posko Mudik di Jalur Ekstrem Pacet-Cangar: Pemudik Lebih Aman dan Nyaman
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Dirikan Posko Mudik di Jalur Ekstrem Pacet-Cangar: Pemudik Lebih Aman dan Nyaman
Mojokerto – Menyambut momen Lebaran 2025, Baznas Kabupaten Mojokerto melalui Relawan Baznas Tanggap Bencana (BTB) mengambil langkah nyata untuk melindungi dan melayani para pemudik. Posko Mudik resmi didirikan di Rest Area Sendi, Kecamatan Pacet, sebagai bagian dari upaya menciptakan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan humanis. Rapat teknis pendirian posko digelar pada Rabu, 26 Maret 2025, dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Gus Zamroni Ahmad. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan relawan serta mendorong masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran zakat sebagai bagian dari kepedulian sosial. Posko ini tak hanya menjadi tempat istirahat, tapi juga pusat layanan darurat dan edukasi sosial. Fasilitas yang disediakan meliputi pertolongan pertama, makanan ringan, hiburan, layanan informasi hingga bantuan darurat, yang semuanya dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para pemudik dan wisatawan yang melintasi jalur Batu–Pacet yang dikenal ekstrem dan rawan kecelakaan. Beroperasi hingga 6 April 2025, posko ini dijaga bergilir oleh relawan BTB yang siap memberikan pertolongan kapan pun dibutuhkan. Selain sebagai pusat pelayanan, Posko Mudik ini juga menjadi sarana kampanye pentingnya zakat dalam memperkuat solidaritas masyarakat. BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap kehadiran posko ini dapat menjadi oase bagi para pemudik—menambah rasa aman di tengah perjalanan dan memperkuat semangat kebersamaan dalam merayakan Idulfitri 2025.
BERITA26/03/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Jemput Bola Sosialisasi UPZ ke Masjid dan Mushola: Optimalkan Peran Takmir dalam Gerakan Zakat
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Jemput Bola Sosialisasi UPZ ke Masjid dan Mushola: Optimalkan Peran Takmir dalam Gerakan Zakat
Mojokerto – Sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring pengelolaan zakat, BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menggelar sosialisasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kali ini menyasar takmir masjid dan mushola se-Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa (17–18 Februari 2025), dan melibatkan 600 takmir masjid dari berbagai kecamatan. Sosialisasi dilaksanakan di empat titik berdasarkan eks kawedanan, yakni di Pendopo Kecamatan Mojosari, Gondang, Bangsal, dan Jetis. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak pertanyaan muncul, mulai dari teknis zakat fitrah menggunakan uang, mekanisme pembentukan UPZ, hingga bagaimana mengembangkan UPZ agar berdampak luas, bukan hanya saat Ramadhan. Salah satu peserta, Fatoni, takmir masjid dari Desa Mojogeneng, Jatirejo, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyebut kegiatan ini membuka wawasan takmir tentang peran strategis zakat dan capaian program Baznas selama tahun 2024. Ia berharap Baznas terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat. BAZNAS Kabupaten Mojokerto meyakini bahwa optimalisasi peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan umat dapat dimulai dari pembentukan UPZ yang aktif, sah, dan berkelanjutan.
BERITA19/03/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Hangatkan Ramadhan, KKM Al-Ikhlas Gelar Buka Bersama untuk Perkuat Silaturrahmi
Hangatkan Ramadhan, KKM Al-Ikhlas Gelar Buka Bersama untuk Perkuat Silaturrahmi
Mojokerto – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Kelompok Keluarga Mandiri (KKM) Al-Ikhlas, kelompok UMKM binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, di Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Minggu (9/3/2025). Acara yang dimulai pukul 17.00 WIB ini bertempat di kediaman Bapak Ishari, relawan BAZNAS Kabupaten Mojokerto setempat sekaligus tuan rumah kegiatan. KKM Al-Ikhlas sendiri telah berdiri sejak tahun 2019 dan terdiri dari pelaku UMKM seperti penjual kerupuk keliling, mie ayam, rujak, dan usaha kecil lainnya. Setiap anggota awalnya mendapatkan bantuan modal usaha senilai satu juta rupiah dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Selain mempererat tali silaturahmi antar anggota, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendampingan rutin BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Setiap bulan, kelompok ini mengadakan pertemuan untuk doa bersama dan pengumpulan “Koin Cinta Zakat” sebagai bentuk kontribusi sosial dan penguatan spiritual anggota. “Buka bersama ini sudah menjadi agenda tahunan kami. Di luar itu, kami juga rutin berkumpul untuk berdoa dan berbagi melalui zakat,” ujar Bapak Ishari. Acara turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Bapak Zamroni Ahmad, Wakil Ketua Bidang Penyaluran Bapak Soegeng Mawardi, serta Amil Pelaksana Bapak Luqman Baroroh dan Ayu Isna Khariroh. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS menyampaikan pentingnya penguatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi umat melalui UMKM binaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan tahlil bersama, tausiyah, dan penguatan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Trowulan. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap dapat terus memperkuat sinergi dan semangat kemandirian ekonomi masyarakat melalui kelompok-kelompok binaan seperti KKM Al-Ikhlas.
BERITA10/03/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Baznas Kabupaten Mojokerto Perkuat Dakwah Zakat, Dampingi Pembentukan UPZ di Mojokerep
Baznas Kabupaten Mojokerto Perkuat Dakwah Zakat, Dampingi Pembentukan UPZ di Mojokerep
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus memperkuat jaringan dakwah zakat melalui pendampingan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat dusun. Kali ini, pendampingan dilakukan di Dusun Mojokerep, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Senin (24/2/2025), sebagai tindak lanjut dari sosialisasi yang dilakukan pekan sebelumnya. Kegiatan ini dilakukan atas inisiatif Takmir Masjid Zumrotus Sholihin yang menghubungi relawan Baznas di Kecamatan Mojosari untuk mengawal proses pembentukan UPZ. Menanggapi permintaan tersebut, Baznas Kabupaten Mojokerto langsung mengirimkan tim untuk mendampingi. "Setelah kami sosialisasi, takmir masjid menghubungi saya agar Baznas hadir memberikan pendampingan. Saya sampaikan ke pimpinan dan langsung dijadwalkan," ujar Rochadi, relawan Baznas Kecamatan Mojosari. Pertemuan yang digelar di Mojokerep ini dihadiri oleh takmir Masjid Zumrotus Sholihin, Al-Ikhlas, serta pengurus empat mushalla setempat. Mereka berkumpul guna mendalami teknis pembentukan UPZ dan pengelolaan zakat sesuai regulasi dan tuntunan syariat. “Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Ketua Baznas hadir langsung dan menyampaikan arahan selama 15 menit sebelum masuk ke sesi dialog yang sangat bermanfaat,” ungkap Iwantoro, Ketua DKM Masjid Zumrotus Sholihin. Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menegaskan bahwa pihaknya siap hadir mendampingi masyarakat dalam penguatan dakwah zakat. “Baznas bertanggung jawab memastikan pelaksanaan zakat masyarakat berjalan sesuai syariat dan regulasi negara,” tegasnya. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad, Relawan Baznas Wisnu dan Rochadi, serta tokoh agama dan masyarakat Mojokerep. Editor : Hida Wahyukharisma Putri
BERITA25/02/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gencarkan Sosialisasi UPZ, Dorong Optimalisasi Zakat Hingga ke Desa dan Sekolah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gencarkan Sosialisasi UPZ, Dorong Optimalisasi Zakat Hingga ke Desa dan Sekolah
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar sosialisasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa dan sekolah, Kamis (13/2/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di empat lokasi secara serentak, yakni Pendopo Kecamatan Jetis, Bangsal, Mojosari, dan Gondang, dan dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari kepala desa dan koordinator wilayah pendidikan. Tujuan utama sosialisasi ini adalah meningkatkan pemahaman tentang zakat dan peran strategis UPZ dalam memperluas pengumpulan zakat secara sah, legal, dan sesuai aturan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten I Pemkab Mojokerto, Bambang Purwanto, dan Kabag Kesra, Nunuk Djatmiko. Bambang Purwanto menjelaskan bahwa keberadaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto sebagai lembaga pengelola zakat diatur dalam Peraturan Bupati No. 104 Tahun 2025, dan menjadi bagian dari sistem penyangga program sosial pemerintah. Ia mengapresiasi peningkatan signifikan dalam pengelolaan zakat yang awalnya hanya Rp700 juta per tahun pada 2021, kini mencapai Rp6 miliar per tahun. Nunuk Djatmiko menambahkan bahwa seluruh ASN Pemkab Mojokerto telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas secara rutin setiap bulan. Dana ZIS ini disalurkan dalam berbagai program sosial seperti beasiswa yatim, bantuan kesehatan, rumah layak huni, dan bantuan untuk fakir miskin maupun korban bencana. Sementara itu, Wakil Ketua IV Baznas Mojokerto, MK Muhailili, menegaskan pentingnya pembentukan UPZ resmi di tiap desa dan sekolah agar mereka yang mengelola dana zakat memiliki legalitas sebagai amil yang sah.
BERITA15/02/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Sinergi Relawan & BAZNAS Kabupaten Mojokerto: Kuatkan Langkah Menuju 2025 Penuh Manfaat
Sinergi Relawan & BAZNAS Kabupaten Mojokerto: Kuatkan Langkah Menuju 2025 Penuh Manfaat
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto menggelar pertemuan strategis bersama para relawan pada Jumat, 7 Februari 2025. Agenda utama adalah menyusun rencana kegiatan tahun 2025 serta mengevaluasi program yang telah berjalan sebelumnya agar semakin berdampak bagi masyarakat. Pertemuan yang berlangsung penuh semangat ini membahas penguatan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, peningkatan efektivitas penggalangan dana, serta inovasi penyaluran bantuan sosial yang transparan dan akuntabel. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zam (Zamroni Ahmad), menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif relawan dalam mendukung misi sosial dan keagamaan BAZNAS. “Tahun 2025 menjadi momentum untuk lebih inovatif dan profesional dalam pengelolaan zakat. Kolaborasi erat antara relawan, pimpinan, dan Satuan Audit Internal menjadi kunci untuk memastikan manfaat zakat lebih luas dan tepat sasaran,” ungkap Gus Zam. Wiji Utomo, perwakilan dari Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Kabupaten Mojokerto, turut menegaskan pentingnya penguatan tata kelola dan akuntabilitas dalam menjalankan setiap program. “Prinsip syariah dan regulasi yang berlaku menjadi landasan utama dalam memastikan setiap rupiah yang dikelola memberi manfaat optimal,” ujarnya. Acara ditutup dengan diskusi interaktif yang melibatkan relawan, pimpinan BAZNAS, serta SAI. Diskusi ini mempertegas pentingnya sinergi untuk menciptakan program yang berkelanjutan dan semakin mensejahterakan umat melalui gerakan zakat. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, antara lain H. Samiadi (Waka I), Soegeng Mawardi (Waka II), MK Muhailili (Waka IV), Wiji Utomo (Inspektorat), dan Dr. H. Masruchan dari Kementerian Agama.
BERITA10/02/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan IAIN Kediri Perkuat Kolaborasi Magang Syariah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan IAIN Kediri Perkuat Kolaborasi Magang Syariah
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto menerima kunjungan civitas akademik IAIN Kediri pada Selasa (4/2/2025) dalam rangka monitoring mahasiswa magang. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi kinerja mahasiswa serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga zakat. Tim akademisi disambut jajaran pimpinan BAZNAS, yang mengapresiasi peran aktif mahasiswa dalam program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berbasis syariah. Mahasiswa menyampaikan progres dan pengalaman selama magang, termasuk keterlibatan dalam strategi keuangan dan pemasaran zakat. Dosen pembimbing menekankan pentingnya praktik lapangan dalam memahami tata kelola keuangan syariah. Kunjungan ini ditutup dengan diskusi strategis guna mempererat kerja sama pendidikan dan pengabdian masyarakat.
BERITA06/02/2025 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Ringankan Biaya Medis Korban Kecelakaan, Wujud Nyata Kepedulian Zakat
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Ringankan Biaya Medis Korban Kecelakaan, Wujud Nyata Kepedulian Zakat
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan melalui penyaluran bantuan biaya kesehatan kepada korban kecelakaan lalu lintas, Habib Jihat Akbar (21), warga Dusun Sengon, Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu. Bantuan sebesar Rp 1.000.000 diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS, Zamroni Ahmad, melalui petugas RSI Sakinah, Agung. Habib mengalami kecelakaan serius yang menyebabkan patah tulang lengan atas, tulang pipi, dan gegar otak sedang. Ia harus menjalani beberapa kali operasi. Dalam kecelakaan tersebut, temannya yang dibonceng meninggal dunia di tempat. Agung menjelaskan, pasien berasal dari keluarga kurang mampu. Ibunya telah meninggal, dan ayahnya bekerja di luar kota. Selama ini, pengobatan ditanggung adik iparnya hingga mencapai Rp 41 juta, ditambah bantuan Jasa Raharja sebesar Rp 20 juta. “Kami mengajukan bantuan ke BAZNAS karena beban biaya sangat besar, dan keluarga korban sangat terbatas dalam ekonomi,” ujar Agung. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Gus Zam, menyatakan bahwa bantuan ini adalah bagian dari misi zakat untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti kecelakaan. “Zakat harus bisa dirasakan manfaatnya secara langsung. Ini bentuk nyata bahwa zakat bukan hanya ibadah, tapi juga solusi sosial,” tegasnya. Dengan sinergi antara rumah sakit, keluarga, dan lembaga zakat, diharapkan proses pemulihan Habib berjalan lancar dan keluarga mendapat keringanan beban.
BERITA05/02/2025 | Shinta Lintang Nurillah
HUT ke-24, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Tasyakuran & Khataman Al-Qur’an Serentak
HUT ke-24, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Tasyakuran & Khataman Al-Qur’an Serentak
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto merayakan hari jadinya yang ke-24 dengan semangat kebersamaan melalui kegiatan tasyakuran dan khataman Al-Qur’an serentak, Jumat (17/1/2025). Bertempat di kantor BAZNAS, acara ini dihadiri relawan dan mahasiswa magang IAIN Kediri. Khataman dilaksanakan secara daring bersama BAZNAS RI. Ketua BAZNAS, Zamroni Ahmad, mengajak seluruh elemen untuk bersinergi dalam dakwah zakat, menyamakan peran setiap bagian layaknya tubuh yang saling mendukung. Selain itu, Jumat Berkah turut digelar dengan pembagian 100 nasi kotak. Acara ditutup dengan doa bersama dan makan tumpeng sebagai wujud syukur atas 24 tahun pengabdian untuk umat.
BERITA18/01/2025 | Shinta Lintang Nurillah
Pererat Sinergi Zakat, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadiri Rakor UPZ BAZNAS Jatim
Pererat Sinergi Zakat, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadiri Rakor UPZ BAZNAS Jatim
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang digelar oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur, bertempat di Hotel Vanda, Trawas, Rabu–Kamis (4–5 Desember 2024). Acara ini mengangkat tema “Harmonisasi, Sinergi, Koordinasi, dan Optimalisasi Pengelolaan Dana ZIS”, dengan tujuan memperkuat hubungan antara muzakki dan munfik dengan lembaga pengelola zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Ketua BAZNAS Jatim, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, menegaskan pentingnya membangun kedekatan emosional dan spiritual antara masyarakat pembayar zakat dan lembaga pengelola zakat. “Kita ingin zakat dan sedekah menjadi kebiasaan rutin dan terkelola optimal melalui BAZNAS,” ujarnya. Zamroni Ahmad, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, menyambut hangat terpilihnya Mojokerto sebagai lokasi Rakor UPZ tahun ini. “Kami merasa bangga Mojokerto menjadi tuan rumah. Ini sekaligus menjadi momentum belajar dan bersinergi dengan BAZNAS Jatim, khususnya dalam meningkatkan kedekatan dengan muzakki dan munfik,” ujarnya. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan BAZNAS Jatim, Asisten I Bupati Mojokerto, Kabag Kesra, Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, serta seluruh pengurus UPZ dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur. Kehadiran BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam forum strategis ini memperkuat komitmen untuk mengelola dana ZIS secara profesional, transparan, dan amanah, demi kesejahteraan masyarakat Mojokerto dan sekitarnya.
BERITA17/12/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Hidup Sendiri, Rumah Afandi di Gondang Direhab BAZNAS Kabupaten Mojokerto Berkat Zakat Muzakki
Hidup Sendiri, Rumah Afandi di Gondang Direhab BAZNAS Kabupaten Mojokerto Berkat Zakat Muzakki
Mojokerto – Wujud nyata kepedulian terhadap sesama, BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menyalurkan bantuan renovasi rumah untuk mustahik di wilayah Gondang. Bantuan kali ini diberikan kepada Afandi, warga Dusun Bacem, Desa Bening, Kecamatan Gondang, pada Jumat, 13 Desember 2024. Afandi, pria paruh baya yang hidup sebatang kara dan bekerja serabutan, tinggal di rumah yang tidak layak huni. Kondisi rumah sangat memprihatinkan—tanpa perabotan, dengan tempat tidur dari bambu pemberian tetangga. “Matursuwun BAZNAS, terima kasih para muzakki,” ucap Afandi dengan penuh syukur saat menerima bantuan. Relawan BAZNAS Kecamatan Gondang, Mashuri, menyampaikan bahwa bantuan renovasi sebesar Rp 5 juta digunakan untuk memperbaiki pintu dan jendela rumah yang lapuk serta membuatkan teras. Keterlibatan warga sekitar turut mempercepat proses perbaikan hingga hasilnya lebih maksimal. “Alhamdulillah, bantuan tetangga membuat rumah ini jauh lebih layak. Ini bentuk gotong royong yang luar biasa,” jelas Mashuri. Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, menambahkan bahwa informasi mengenai kondisi Afandi diterima dari camat dan kepala dinas sosial. Setelah dilakukan verifikasi, BAZNAS segera memberikan intervensi. “Terima kasih kepada para muzakki yang terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Karena zakat Anda, satu rumah kembali layak dihuni,” ungkapnya. Program renovasi rumah layak huni ini merupakan bagian dari misi BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik dan memastikan zakat memberikan dampak langsung dan nyata di tengah masyarakat.
BERITA16/12/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Sinergi KORAMIL Kecamatan Pacet dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto: Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni di Pacet
Sinergi KORAMIL Kecamatan Pacet dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto: Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni di Pacet
Mojokerto – Semangat gotong royong kembali terlihat dalam pelaksanaan program Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU) oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Sabtu, 7 Desember 2024, di rumah milik Ibu Sari, warga Dusun Tlebuk, Desa Wiyu, Kecamatan Pacet. Kegiatan ini tak hanya melibatkan tim relawan dan pekerja, tapi juga mendapat dukungan penuh dari Koramil Pacet. Sebanyak lima personel Koramil Kecamatan Pacet, lima tukang bangunan, dan satu relawan bekerja sama memasang kuda-kuda dan atap rumah yang menjadi fokus utama renovasi. Sertu Agung SB, Babinsa Desa Wiyu, menyampaikan komitmen Koramil dalam mendukung setiap program sosial yang menyentuh masyarakat. “Kami siap membantu kapan pun dibutuhkan. Terima kasih sudah mengajak kami terlibat dalam kegiatan mulia ini,” ujarnya. Kolaborasi ini diapresiasi oleh Relawan BAZNAS Kabupaten Mojokerto sebagai bentuk nyata kepedulian lintas sektor dalam membantu mustahik. “Terima kasih kepada bapak-bapak Koramil yang telah meluangkan waktunya. Semoga rumah ini membawa kebahagiaan bagi Bu Sari dan keluarga,” ungkap relawan dalam keterangannya. BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan program-program zakat produktif dan kemanusiaan, termasuk dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu.
BERITA16/12/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Rakornas BTB 2024 Hasilkan Risalah Simpang Lima, Baznas Kabupaten Mojokerto Siap Perkuat Peran Penanggulangan Bencana.
Rakornas BTB 2024 Hasilkan Risalah Simpang Lima, Baznas Kabupaten Mojokerto Siap Perkuat Peran Penanggulangan Bencana.
Mojokerto – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas Tanggap Bencana (BTB) 2024 di Semarang menghasilkan Risalah Simpang Lima Semarang, sebuah komitmen bersama Baznas se-Indonesia dalam memperkuat peran penanggulangan bencana berbasis zakat. Risalah yang disampaikan Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri ini berisi tujuh poin strategis, termasuk penguatan kelembagaan BTB, pembentukan tim relawan siaga, alokasi dana khusus kebencanaan, hingga peningkatan akuntabilitas dan pelaporan. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK. Muhailili, bersama Komandan BTB Kasiyanto, turut hadir dalam forum ini. Kehadiran tersebut menjadi wujud kesiapan BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam mendukung gerakan zakat untuk kemanusiaan secara nasional.
BERITA15/12/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Baznas Kabupaten Mojokerto Turut Apel Siaga Nasional, Tegaskan Komitmen Hadapi Krisis Iklim
Baznas Kabupaten Mojokerto Turut Apel Siaga Nasional, Tegaskan Komitmen Hadapi Krisis Iklim
Mojokerto – Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Mojokerto turut ambil bagian dalam Apel Siaga Bencana Nasional di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Jumat (13/12/2024). Rombongan yang terdiri dari 20 orang ini diberangkatkan langsung dari Kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi, menyatakan partisipasi ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penanganan bencana di tengah ancaman krisis iklim yang diprediksi makin ekstrem. Apel yang dipimpin oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, diikuti lebih dari 8.000 peserta dan menjadi pembuka Rakornas BTB Nasional yang berlangsung hingga 15 Desember 2024.
BERITA13/12/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Wujudkan Tanggap Bencana Nasional, BAZNAS RI Salurkan 450 Tenda dan 30 Perahu Karet
Wujudkan Tanggap Bencana Nasional, BAZNAS RI Salurkan 450 Tenda dan 30 Perahu Karet
Mojokerto – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di seluruh Indonesia, BAZNAS RI menyerahkan bantuan tenda dan perahu karet untuk mendukung kinerja Baznas Tanggap Bencana (BTB) se-Indonesia. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, bersama Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, pada Apel Kesiapsiagaan dan Rakornas BTB & Rumah Sehat BAZNAS 2024, Jumat, 13 Desember 2024. Sebanyak 450 tenda dan 30 perahu karet akan didistribusikan ke BTB di 34 provinsi, terutama wilayah rawan bencana seperti banjir, longsor, dan gempa bumi. “Bantuan ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas BTB dalam merespons bencana. Ini bagian dari upaya BAZNAS mendukung SDGs dan membantu masyarakat bangkit,” ujar Kiai Noor. Penyerahan simbolis dilakukan kepada perwakilan BTB dari BAZNAS Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kudus, Kota Semarang, dan Kabupaten Temanggung. Ini menjadi bagian dari langkah besar BAZNAS untuk menjadikan zakat bukan hanya alat pemberdayaan ekonomi, tetapi juga instrumen kemanusiaan. BAZNAS Kabupaten Mojokerto, sebagai bagian dari gerakan nasional ini, siap mendukung dan memperkuat BTB Mojokerto dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah lokal. “Kami mendukung penuh upaya BAZNAS RI dalam memperkuat tim BTB di seluruh daerah. Ini sejalan dengan semangat kami di Mojokerto untuk hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan,” ungkap Zamroni Ahmad, Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pj Gubernur Jateng Komjen Pol (Purn) Nana Sudjana, Sekretaris Utama BNPB Rustian, perwakilan BSI, PMI, dan LAZ nasional.
BERITA13/12/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Silaturahmi Penuh Inspirasi: Komunitas Difabel Barokah Kunjungi BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Silaturahmi Penuh Inspirasi: Komunitas Difabel Barokah Kunjungi BAZNAS Kabupaten Mojokerto
Mojokerto – Suasana penuh semangat dan inspirasi terasa saat Komunitas Difabel Barokah dari Kabupaten Mojokerto melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Senin, 9 Desember 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan berdiskusi mengenai pemberdayaan ekonomi difabel agar lebih mandiri dan produktif. Kedatangan komunitas ini disambut hangat oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, didampingi Waka II Soegeng Mawardi dan Waka III H. Lukman Hakim. “Kami sangat mengapresiasi semangat teman-teman difabel. Diskusi tadi membuka wawasan kami akan pentingnya memberi ruang lebih luas bagi pemberdayaan mereka,” ujar Gus Zam, sapaan akrab Ketua BAZNAS. Ketua Komunitas Barokah, Sarirejo, mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan hangat dan dialog terbuka yang diberikan BAZNAS. “Alhamdulillah kami diterima dengan sangat baik, bahkan sempat berdiskusi langsung dengan pimpinan BAZNAS. Ini memotivasi kami,” ujarnya. Sementara itu, Masrukhin, anggota komunitas, menyampaikan harapannya agar para difabel diberikan kesempatan yang adil. “Kami tidak bisa bekerja seperti orang normal. Tapi kami ingin tetap bisa mandiri secara ekonomi,” ungkapnya. Huda, salah satu tokoh senior komunitas menambahkan, bahwa masa depan bukan hanya milik mereka yang sempurna fisik, tapi juga milik difabel yang mau berjuang. Silaturahmi ini menjadi langkah awal kolaborasi dalam membangun program pemberdayaan difabel berbasis zakat, sebagai bagian dari misi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam menebar manfaat seluas mungkin, tanpa kecuali.
BERITA10/12/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Respons Cepat! BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Air Minum untuk Korban Banjir Desa Tempuran
Respons Cepat! BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Air Minum untuk Korban Banjir Desa Tempuran
Mojokerto – Sebagai bentuk respon cepat dalam penanggulangan bencana, BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) menyalurkan bantuan air minum untuk korban banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Senin (9/12/2024). Bantuan diserahkan langsung oleh Waka III BAZNAS, H. Lukman Hakim, bersama relawan BTB, dan diterima oleh Ketua FPRB Kabupaten Mojokerto beserta perangkat desa. Ketua BAZNAS, Zamroni Ahmad, menginstruksikan relawan BTB untuk berkoordinasi intensif dengan BPBD dan FPRB guna memastikan penanganan banjir berjalan efektif. Sementara itu, dapur umum dari BPBD telah menyalurkan 1.000 nasi bungkus untuk pengungsi. Banjir yang melanda Desa Tempuran berdampak pada 470 rumah dan 1.847 jiwa, serta merendam fasilitas umum dan area persawahan.
BERITA09/12/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Wujudkan Masyarakat Tangguh, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan Strategi Penanganan Bencana Terpadu
Wujudkan Masyarakat Tangguh, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Siapkan Strategi Penanganan Bencana Terpadu
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana melalui strategi penanganan bencana yang menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyebut strategi ini bertumpu pada tiga pilar utama: penguatan koordinasi, SDM, dan standar layanan. Wakil Ketua II, Soegeng Mawardi, menambahkan bahwa program seperti Kampung Tanggap Bencana, Madrasah Aman, dan BTB Goes to School difokuskan pada edukasi dan kesiapsiagaan warga di daerah rawan bencana. BAZNAS Kabupaten Mojokerto juga terus berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Mojokerto untuk memastikan penanganan bencana berjalan sinergis dan efektif.
BERITA06/12/2024 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Langsung untuk Mustahik Miskin Ekstrem
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan Bantuan Langsung untuk Mustahik Miskin Ekstrem
Mojokerto – BAZNAS Kabupaten Mojokerto kembali menyalurkan bantuan kepada 16 mustahik kategori miskin ekstrem sebagai bagian dari upaya mendukung pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Penyaluran bantuan dilakukan pada 24 November 2024, dengan nominal Rp600 ribu per mustahik yang ditransfer langsung ke rekening Bank Jatim. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyebut kontribusi ini sejalan dengan turunnya angka kemiskinan ekstrem dari 1,31% (2023) menjadi 0,39% (2024). Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan amil pelaksana serta Bank Jatim Syariah.
BERITA04/12/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Air Mata Bahagia Siti Zubaidah: Baznas Kabupaten Mojokerto Wujudkan Rumah Impian Mustahik
Air Mata Bahagia Siti Zubaidah: Baznas Kabupaten Mojokerto Wujudkan Rumah Impian Mustahik
Mojokerto – Baznas Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Kali ini, bantuan disalurkan kepada Siti Zubaidah (41), warga Dusun Padangan, Desa Padangasri, Kecamatan Jatirejo, pada Selasa (19/11/2024). Penyerahan rumah secara simbolis dilakukan dengan pemotongan pita oleh Camat Jatirejo, Harfendy Setiyapraja, disaksikan oleh warga dan tokoh masyarakat. Momen haru mewarnai acara ketika Siti Zubaidah sujud syukur dan menitikkan air mata kebahagiaan. "Sejak ditinggal suami, saya tidak pernah membayangkan rumah ini bisa selesai. Tabungan peninggalannya tak pernah cukup, karena saya hanya buruh lepas," ujar Siti penuh haru. Relawan Baznas Jatirejo, Ma’ruf, menjelaskan bahwa Siti Zubaidah adalah tulang punggung keluarga, membesarkan dua anak yang masih sekolah di tengah keterbatasan. “Baznas memberikan bantuan Rp 20 juta. Sisanya merupakan hasil gotong royong masyarakat dan dukungan pemerintah desa,” ungkapnya. Rumah layak huni senilai Rp 50 juta itu menjadi bukti nyata sinergi kebaikan antara Baznas, masyarakat, dan perangkat desa. Hadir dalam acara ini Wakil Ketua IV Baznas Kabupaten Mojokerto, Camat Jatirejo, Kepala Desa Padangasri, relawan Jatirejo, kelompok KKM, UMKM binaan Baznas, serta para tetangga Mustahik.
BERITA22/11/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.

Lihat Daftar Rekening →