WhatsApp Icon

PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL 2026, BUPATI MOJOKERTO SERAHKAN BANTUAN SANTRIPRENEUR

23/10/2026  |  Penulis: Ayu Isna Khariroh

Bagikan:URL telah tercopy
PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL 2026, BUPATI MOJOKERTO SERAHKAN BANTUAN SANTRIPRENEUR

Dokumentasi: BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO

MOJOKERTO – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, Bupati Mojokerto menyerahkan bantuan program SANTRIPRENEUR dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto senilai Rp50 juta kepada dua kelompok santri alumni pesantren. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan dalam upacara peringatan HSN 2026 di halaman Pendopo Graha Majatama, Kabupaten Mojokerto.

Program SANTRIPRENEUR merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam memberdayakan alumni pesantren melalui penguatan ekonomi produktif. Program ini menyasar santri alumni pesantren yang memiliki aktivitas rutin mengkaji kitab kuning serta para penghafal Al-Qur’an, agar dapat mengembangkan usaha sekaligus menjaga keberlanjutan aktivitas keilmuan dan pengabdian mereka.

Bantuan senilai Rp50 juta tersebut diberikan kepada dua kelompok, masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp25 juta. Dana tersebut diharapkan menjadi modal pengembangan usaha, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta membuka peluang tumbuhnya usaha produktif yang berkelanjutan di kalangan alumni pesantren.

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa program SANTRIPRENEUR merupakan ikhtiar untuk menghubungkan pemberdayaan ekonomi dengan penguatan nilai-nilai kepesantrenan.

“Santri tidak hanya memiliki bekal ilmu agama dan akhlak, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri. Melalui program SANTRIPRENEUR, kami ingin mendorong para alumni pesantren agar mampu mengembangkan usaha tanpa meninggalkan tradisi mengaji, menjaga hafalan Al-Qur’an, dan berkhidmah kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, zakat dan infak yang dikelola BAZNAS harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan mustahik. Karena itu, bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga untuk membangun kemampuan ekonomi penerima agar semakin mandiri.

“Harapan kami, bantuan ini menjadi titik awal tumbuhnya usaha yang produktif. Para penerima dapat mengembangkan usahanya secara bertahap, meningkatkan pendapatan, dan kelak mampu membantu orang lain. Inilah semangat pemberdayaan: dari mustahik yang berdaya menuju kemandirian, bahkan suatu saat menjadi muzaki,” tambah Zamroni.

Sementara itu, Nur Kholis, perwakilan penerima program SANTRIPRENEUR, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Mojokerto.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan kepada kelompok kami. Bantuan ini sangat berarti untuk mengembangkan usaha sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha mandiri, tanpa meninggalkan kegiatan mengaji dan menjaga nilai-nilai yang telah kami pelajari di pesantren,” ungkapnya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para alumni pesantren lainnya untuk berani merintis usaha, mengembangkan potensi diri, serta membangun kemandirian ekonomi dengan tetap menjadikan ilmu agama sebagai pedoman hidup.

Penyerahan bantuan SANTRIPRENEUR dalam momentum Hari Santri Nasional ini menjadi pengingat bahwa semangat santri tidak berhenti di lingkungan pesantren. Nilai keilmuan, kemandirian, kedisiplinan, dan pengabdian perlu terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk melalui kegiatan ekonomi produktif.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semakin banyak alumni pesantren yang mampu menjadi pengusaha mandiri, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.

Dari pesantren tumbuh ilmu, dari usaha tumbuh kemandirian, dan dari zakat tumbuh kebermanfaatan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.

Lihat Daftar Rekening →