WhatsApp Icon
BAZNAS KABUPATEN MOJOKERTO APRESIASI WARGA BINAAN PENGHAFAL NADZAM IMRITHI DENGAN PEMBERIAN SARUNG

MOJOKERTO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi kepada warga binaan pemasyarakatan yang berhasil menghafal Nadzam Imrithi di Diniyah Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rabu (14/10/2026). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian sarung sebagai bentuk dukungan moral dan penghargaan atas semangat warga binaan dalam mempelajari ilmu agama, memperkuat keimanan, serta memperbaiki diri melalui proses pembinaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, pimpinan Kantor Kementerian Agama Kota dan Kabupaten Mojokerto, pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) Mojokerto, serta Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, S.Pd.I.

Partisipasi BAZNAS Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, termasuk warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Kepedulian tersebut menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kualitas akhlak, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Apresiasi diberikan kepada warga binaan yang menunjukkan kesungguhan dalam menghafal Nadzam Imrithi, sebuah kitab nazam yang memuat kaidah-kaidah ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. Kegiatan menghafal ini menjadi bagian dari ikhtiar pembinaan keagamaan untuk menumbuhkan kedisiplinan, ketekunan belajar, dan kecintaan terhadap ilmu agama.

Pemberian sarung tidak sekadar menjadi bentuk bantuan, tetapi juga simbol perhatian, penghargaan, dan dukungan agar warga binaan terus bersemangat dalam belajar, beribadah, memperbaiki akhlak, serta membangun karakter yang lebih baik.

Keberhasilan menghafal Nadzam Imrithi menjadi momentum penting bahwa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa hukuman, melainkan juga kesempatan untuk menimba ilmu, memperkuat nilai-nilai spiritual, dan menumbuhkan harapan baru. Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan memiliki bekal ilmu dan karakter positif untuk kembali berperan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Mojokerto, H. Lukman Hakim, S.Pd.I, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Bagi BAZNAS, kepedulian tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat sosial. Warga binaan juga merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Sarung yang kami berikan mungkin sederhana, tetapi kami berharap menjadi tanda bahwa mereka tetap dihargai dan tidak kehilangan harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat zakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui upaya menghadirkan kemaslahatan, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Apresiasi terhadap warga binaan yang tekun mempelajari dan menghafal ilmu agama merupakan bentuk dukungan terhadap proses perubahan positif yang sedang mereka jalani.

“Ketika seseorang mau belajar, menghafal, dan bersungguh-sungguh mendalami ilmu agama, itu merupakan langkah baik yang patut diapresiasi. Semoga hafalan Nadzam Imrithi ini tidak berhenti pada hafalan semata, tetapi juga menjadi pintu untuk semakin mencintai ilmu, memperbaiki akhlak, dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada warga binaan yang mengikuti pembinaan keagamaan di Diniyah Lapas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang telah memberikan perhatian kepada warga binaan melalui pemberian sarung sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka dalam menghafal Nadzam Imrithi. Dukungan ini sangat berarti dalam proses pembinaan karena dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar, memperdalam ilmu agama, dan memperbaiki diri,” ungkap Arifin Akhmad.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kabupaten Mojokerto, menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang mendorong perubahan perilaku, penguatan karakter, dan tumbuhnya optimisme. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa perhatian sosial dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus berproses menuju kehidupan yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap semangat menuntut ilmu, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan semakin tumbuh. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Dengan dukungan yang tepat, warga binaan diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri, memperkuat keimanan, dan kembali ke masyarakat dengan membawa manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.

BAZNAS Menguatkan Indonesia. Zakat Menguatkan Sesama.

14/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Kampung Zakat Tawangrejo Resmi Diserahkan, BAZNAS Dorong Kemandirian Mustahik melalui Pemberdayaan Peternakan

MOJOKERTO — Program Kampung Zakat di Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, resmi diserahkan pada Rabu, 30 September 2026. Program yang telah berjalan sejak 20 November 2024 tersebut menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ekonomi produktif dan pendampingan mustahik.

Program Kampung Zakat Tawangrejo pada awalnya dikembangkan melalui sektor peternakan kambing. Dari program tersebut tercatat sebanyak 32 ekor kambing dan 28 ekor anakan. Dalam proses pengembangannya, terdapat kambing yang mengalami kematian, yakni 7 ekor kambing dan 12 ekor anakan.

Selama pelaksanaan program, para penerima manfaat mendapatkan pengawasan dan pendampingan, terutama melalui penyuluh Kementerian Agama. Pendampingan juga melibatkan sejumlah pihak, termasuk LAZISNU dan Dinas Pertanian, guna memberikan penyuluhan serta membantu penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi peternak.

Dalam pelaksanaannya, LAZISNU turut berperan dalam membantu proses tukar tambah kambing yang mengalami masalah, termasuk ketika terdapat dua mustahik yang mengundurkan diri dari program. Langkah tersebut dilakukan agar aset program tetap dapat dimanfaatkan dan keberlanjutan pemberdayaan tetap terjaga.

Dari sisi pengelolaan keuangan, program Kampung Zakat tercatat memiliki total transaksi sekitar Rp135 juta, dengan dukungan dari BAZNAS sebesar Rp115 juta yang terdiri dari Rp75 juta dan Rp40 juta, serta dukungan Kementerian Agama sebesar Rp20 juta.

Selain sektor peternakan, program juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak 20 pelaku UMKM mendapatkan dukungan dengan nilai sekitar Rp21 juta. Selain itu, terdapat alokasi untuk santunan sebesar Rp5 juta dan bidang pendidikan sebesar Rp5 juta. Setelah berbagai kegiatan dilaksanakan, masih terdapat saldo sekitar Rp6 juta lebih.

Evaluasi pelaksanaan Kampung Zakat menunjukkan bahwa pendampingan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program. Pendampingan efektif selama kurang lebih enam bulan perlu diperkuat dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan pemerintah desa. Ke depan, keberadaan satgas desa dapat menjadi salah satu alternatif untuk memastikan program tetap berjalan setelah masa pendampingan berakhir.

Lebih dari sekadar memberikan bantuan modal atau aset, Kampung Zakat diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat, dari penerima bantuan menjadi masyarakat yang produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan.

Kasi Penzawa Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Imam Musta'in, S.Pd.I., menyampaikan bahwa keberlanjutan Kampung Zakat membutuhkan pendampingan yang konsisten dan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, program tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, tetapi harus diikuti dengan pembinaan agar masyarakat mampu mengelola bantuan tersebut secara produktif dan mandiri.

Sementara itu, Waka IV BAZNAS Kabupaten Mojokerto, MK. Muhailili, menekankan pentingnya perubahan mindset masyarakat dalam keberlanjutan program Kampung Zakat. “Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mampu berkembang menjadi masyarakat yang mandiri. Karena itu, pendampingan, penguatan usaha, dan sinergi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait harus terus dilakukan,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman Kampung Zakat Tawangrejo dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program pemberdayaan di wilayah lainnya. “Ke depan, kita perlu memperkuat sistem pendampingan dan memastikan ada pihak yang tetap mengawal program setelah masa pendampingan selesai. Dengan demikian, zakat yang disalurkan benar-benar memberikan dampak jangka panjang dan mampu mengubah mustahik menjadi lebih berdaya,” pungkasnya.

08/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
Satu Tahun BMM Masjid Baitul Manshur, Nasabah Bertambah dari 50 Menjadi 72

MOJOKERTO — Satu tahun berjalan, Baznas Microfinance Masjid (BMM) Baitul Manshur, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, terus menunjukkan perkembangan. Dari semula 50 nasabah saat diluncurkan pada Oktober 2025, kini jumlah nasabah telah bertambah menjadi 72 orang.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam rapat laporan satu tahun perjalanan BMM Baitul Manshur yang dilaksanakan pada 7 Oktober 2026 di Kantor Takmir Masjid Baitul Manshur.

BMM Baitul Manshur diluncurkan pada Oktober 2025 oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Octovina. Program tersebut mengelola dana sebesar Rp150 juta yang dimanfaatkan untuk mendukung permodalan usaha masyarakat melalui skema pembiayaan mikro berbasis masjid.

Dalam perjalanan satu tahun, jumlah penerima manfaat terus bertambah. Dari 50 nasabah pada awal program, kini berkembang menjadi 72 nasabah. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan yang mudah dan dekat dengan lingkungan mereka.

Takmir Masjid Baitul Manshur menyampaikan bahwa keberadaan BMM tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan usaha, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar masjid untuk hadir dalam persoalan ekonomi jamaah dan masyarakat sekitar.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. BMM ini menjadi salah satu ikhtiar kami agar jamaah yang memiliki usaha bisa mendapatkan dukungan dan berkembang,” ungkap perwakilan Takmir Masjid Baitul Manshur.

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa perjalanan satu tahun BMM Baitul Manshur memberikan gambaran bahwa masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Yang kita lihat bukan hanya bertambahnya jumlah nasabah dari 50 menjadi 72. Yang lebih penting adalah bagaimana dana yang dikelola bisa terus berputar dan memberikan manfaat kepada semakin banyak masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, BMM merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengembangkan pendayagunaan dana zakat dan infak agar tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi instrumen pemberdayaan.

“Harapannya, para penerima manfaat tidak selamanya menjadi penerima. Mereka bisa tumbuh, usahanya berkembang, kemudian pada waktunya mampu mandiri. Jadi, dari masjid kita membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Yang menarik pinjaman sampai limit 3 juta di sini tanpa agunan, cukup keistiqomahan dalam berjamaah dan kesediaan mengikuti pengajian rutinan di masjid. ” tambahnya.

Laporan satu tahun BMM Baitul Manshur sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan program, mengevaluasi pengelolaan dana, serta menyusun langkah pengembangan ke depan.

Dengan bertambahnya jumlah nasabah menjadi 72 orang, BMM Baitul Manshur diharapkan semakin kuat sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis masjid di Kabupaten Mojokerto.

08/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS RI Monitoring Program RLHB 2026 di Kabupaten Mojokerto

MOJOKERTO — BAZNAS RI melakukan monitoring pelaksanaan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) tahun 2026 di Kabupaten Mojokerto (23/9/2026). 

Monitoring berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB dengan mengunjungi sejumlah titik penerima manfaat program RLHB. Tim BAZNAS RI, Siti Sundari, dalam kunjungan tersebut didampingi Amil Pelaksana BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Luqman Baroroh dan Akramin Dirga.

Program RLHB merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat BAZNAS melalui bantuan perbaikan rumah bagi keluarga mustahik agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman.

Pada tahun 2026, program RLHB BAZNAS RI menyasar empat titik di Kabupaten Mojokerto. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.

Siti Sundari, Tim Monitoring BAZNAS RI mengatakan, monitoring lapangan penting dilakukan agar program tidak hanya berhenti pada proses penyaluran bantuan, tetapi dapat dipastikan pelaksanaannya sesuai dengan tujuan program.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana bantuan RLHB ini diterima dan dimanfaatkan oleh mustahik. Rumah bukan hanya soal bangunan, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” ujar Siti Sundari.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan dengan baik di daerah.

Sementara itu, Amil Pelaksana BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Luqman Baroroh, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendampingi pelaksanaan program RLHB sejak proses identifikasi penerima, pembangunan, hingga monitoring.

“Kami berusaha memastikan bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan mustahik. Yang kami harapkan bukan hanya rumahnya menjadi lebih layak, tetapi kehidupan keluarga penerima juga semakin nyaman dan memiliki harapan yang lebih baik,” jelas Luqman.

Ia menambahkan, keberadaan program RLHB menunjukkan bahwa zakat dapat dikelola menjadi program yang memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat.

Monitoring tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi bersama antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program pemberdayaan dan pendayagunaan zakat.

Sebab, bagi mustahik, rumah yang layak bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada tempat untuk pulang, tumbuh, dan menata kembali harapan.

06/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh
BAZNAS Jatim Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Terima Bantuan

MOJOKERTO — BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,2 juta liter secara serentak di sejumlah wilayah di Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.

Salah satu lokasi penyaluran bantuan berada di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad serta Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto Soegeng Mawardi.

Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya di daerah yang mengalami kesulitan air, agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, warga Kunjorowesi Suyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurut warga, bantuan air bersih sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kondisi sulitnya mendapatkan air.

 “Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat membantu warga untuk kebutuhan sehari-hari, karena saat ini mendapatkan air bersih cukup sulit,” ungkap salah seorang warga.

Melalui penyaluran tersebut, BAZNAS berharap bantuan air bersih tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan sinergi dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di Jawa Timur.

05/10/2026 | Kontributor: Ayu Isna Khariroh

Berita Terbaru

Baznas Kabupaten Mojokerto Tebar Manfaat, Santunan Bulanan Ringankan Beban Mustahik di Ngoro
Baznas Kabupaten Mojokerto Tebar Manfaat, Santunan Bulanan Ringankan Beban Mustahik di Ngoro
Mojokerto – Baznas Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam membantu mustahik melalui program santunan rutin bulanan. Kali ini, santunan disalurkan kepada 19 mustahik di Kecamatan Ngoro, tepatnya di Dusun Kesono, Desa Candiharjo, pada Kamis (5/9/2024). Setiap mustahik menerima bantuan sebesar Rp150 ribu per bulan untuk meringankan kebutuhan dasar hidup. Santunan ini diserahkan secara langsung oleh tim relawan Baznas yang juga melakukan silaturahmi dan pemantauan kondisi penerima manfaat. Imam Wahyudi, Relawan Baznas, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan secara rutin di 19 desa penerima. "Kami tidak hanya menyalurkan, tapi juga hadir untuk mendengar dan memastikan bantuan tepat sasaran," ujarnya. Salah satu penerima, Surati (60), mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut. "Matursuwun sanget. Semoga para donatur melalui Baznas Mojokerto diberikan kelimpahan rezeki," ucapnya haru. Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat, H. Karnoto, yang mengapresiasi peran Baznas dan kesadaran ASN Pemkab Mojokerto dalam membayar ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) melalui Baznas. "Ini menjadi teladan bahwa zakat bisa dikelola secara amanah dan manfaatnya terasa langsung," tambahnya.
BERITA05/09/2024 | Shinta Lintang Nurillah
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadir untuk Disabilitas: Dukung Terapi dan Launching Yayasan Permata Ceria di Kemlagi
BAZNAS Kabupaten Mojokerto Hadir untuk Disabilitas: Dukung Terapi dan Launching Yayasan Permata Ceria di Kemlagi
KEMLAGI, 1 September 2024 – Komitmen untuk menghadirkan manfaat zakat secara nyata kembali ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui program pendampingan dan bantuan terapi kesehatan bagi anak-anak penyandang disabilitas di Kecamatan Kemlagi. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peresmian Yayasan Permata Ceria Mojojajar, lembaga sosial yang difokuskan untuk memberikan dukungan berkelanjutan kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus. Sebanyak 17 anak dari lima desa di wilayah Kemlagi mendapatkan terapi secara langsung dalam acara ini. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, yang akrab disapa Gus Zamroni, menyampaikan bahwa pendampingan anak-anak disabilitas dilakukan secara rutin tiap bulan, dengan lokasi bergilir di berbagai kecamatan. “Program ini bukan sekadar pengobatan, tetapi bentuk kasih sayang yang diwujudkan lewat zakat,” ujarnya. Biaya terapi yang bisa mencapai Rp 100 ribu per sesi, kini lebih ringan berkat dukungan BAZNAS. “Kami bantu pembiayaannya, karena kami tahu perjuangan orang tua sangat luar biasa,” tambahnya. Dalam sambutannya, Gus Zamroni memberikan motivasi kepada para orang tua untuk tetap kuat dan bersyukur. “Allah memberikan ujian, tapi juga memberi jalan. Mari jalani hidup dengan senyum dan rasa syukur,” tuturnya penuh semangat. Suhedir Muhajir, Wakil Sekretaris Yayasan Permata Ceria, mengungkapkan bahwa yayasan ini sudah berjalan selama enam bulan dan saat ini telah mendampingi 22 anak dengan berbagai kondisi seperti keterlambatan bicara, penurunan fungsi kognitif, dan tantangan tumbuh kembang lainnya. Salah satu orang tua mustahik, Pingki dari Desa Betro, turut berbagi cerita haru. Ia mendampingi anak perempuannya, NR (5), menjalani terapi rutin. “Dulu kami harus ke RS Gatoel, sekarang lebih dekat dan ada harapan besar untuk kesembuhan anak saya,” ujarnya. Dengan program ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto tidak hanya menjadi lembaga penyalur zakat, tetapi juga penggerak perubahan sosial yang menyentuh langsung kehidupan para mustahik, terutama anak-anak istimewa yang membutuhkan perhatian lebih.
BERITA03/09/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Baznas Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan Atas Kontribusi Lindungi Pekerja Rentan
Baznas Kabupaten Mojokerto Raih Penghargaan Atas Kontribusi Lindungi Pekerja Rentan
Mojokerto – Baznas Kabupaten Mojokerto menerima penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan atas kontribusinya dalam perlindungan pekerja rentan, khususnya marbot masjid di wilayah Kabupaten Mojokerto. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, dalam acara Diseminasi Program dan Penghargaan Badan Usaha BPJS Ketenagakerjaan di Ayola Hotel, Senin (26/8/2024). Baznas menjadi salah satu dari 18 mitra yang diapresiasi karena dukungannya terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui inisiatif kepesertaan pekerja informal. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 16 marbot masjid binaan Baznas serta penyerahan santunan kepada 11 ahli waris peserta. Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi, menyampaikan bahwa saat ini Baznas telah mendaftarkan 226 dari total 323 marbot yang diajukan. “Target kami 800 marbot terlindungi melalui program JKK dan JKM dengan biaya Rp 16.800 per bulan,” ujarnya. Bupati Ikfina menekankan pentingnya partisipasi semua pihak untuk mendukung perlindungan pekerja rentan. “Perlindungan ini harus ditingkatkan. Pemda terbatas, sehingga sinergi semua pihak seperti Baznas sangat berarti,” tegasnya. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto, Zulkarnain Mahading, mengapresiasi kontribusi Baznas dan berharap capaian perlindungan pekerja bisa meningkat sesuai target 50% pada tahun 2024.
BERITA27/08/2024 | Shinta Lintang Nurillah
1001 Mujahada Mustahik: Baznas Kabupaten Mojokerto Hadirkan Ratusan Penerima Manfaat
1001 Mujahada Mustahik: Baznas Kabupaten Mojokerto Hadirkan Ratusan Penerima Manfaat
Mojokerto – Dalam rangka memperingati bulan kemerdekaan sekaligus meneguhkan peran zakat untuk kesejahteraan umat, Baznas Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan 1001 Mujahada Mustahik di Pendopo Graha Maja Tama, pada Senin, 19 Agustus 2024. Acara ini menghadirkan 500 peserta, terdiri dari mustahik, muzakki, serta tokoh dan pejabat daerah seperti Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kepala OPD, Forkopimda, FKUB, Baznas Jawa Timur, dan perwakilan masyarakat. Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan “Mustahik Merdeka”, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup penerima zakat. “Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ibu Bupati. Kami berharap Baznas terus bersinergi dengan OPD demi optimalisasi pengelolaan zakat,” jelas Zamroni. Bupati Mojokerto menegaskan pentingnya pemutakhiran data mustahik dan muzakki agar pengelolaan zakat lebih transparan dan akuntabel. Ratusan penerima manfaat hadir dalam acara ini, di antaranya: 36 penerima program RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni) 240 anak yatim penerima beasiswa SD/MI 323 marbot masjid 38 muallaf Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Perbup Mojokerto No. 104 Tahun 2021.
BERITA20/08/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Sinergi Zakat untuk Negeri: Baznas RI dan UPZ Telkom Luncurkan Kampung Akhlak di Mojokerto
Sinergi Zakat untuk Negeri: Baznas RI dan UPZ Telkom Luncurkan Kampung Akhlak di Mojokerto
JATIREJO, 24 Agustus 2024 – Wujud nyata sinergi zakat untuk pemberdayaan umat kembali hadir di Kabupaten Mojokerto. BAZNAS RI bekerja sama dengan UPZ BAZNAS Telkom dan Yayasan Dompet Qur’an Indonesia (DQI) meresmikan Program Kampung Akhlak di Dusun Lebaksari, Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Pimpinan BAZNAS RI, Forkopimda, Forkopimca, perwakilan BAZNAS Kabupaten/Kota Mojokerto, serta perwakilan dari UPZ Telkom dan Yayasan DQI. Program Kampung Akhlak mengusung nilai-nilai karakter Islami: amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Tujuannya adalah membangun kesejahteraan masyarakat berbasis akhlak mulia dan kemandirian ekonomi mustahik. Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Nur Chamdani, menyampaikan bahwa program Kampung Akhlak telah menjangkau 113 kabupaten/kota di 28 provinsi, dan Mojokerto menjadi salah satu daerah terpilih berdasarkan rekomendasi Pemprov Jatim karena tingginya jumlah mustahik. “Di Desa Rejosari, kami menyalurkan bantuan bibit durian, kambing ternak, dan dukungan bagi UMKM madu. Semua bertujuan untuk menjadikan mustahik menjadi muzakki,” jelasnya. Total anggaran program mencapai Rp 209,7 juta, berasal dari Baznas RI (Rp 100 juta), UPZ Telkom (Rp 100 juta), dan partisipasi masyarakat (Rp 9,7 juta). Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur, penguatan ekonomi, serta pembinaan akhlak masyarakat. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi program ini. Ia menyatakan bahwa melalui program Kampung Akhlak, potensi lokal dapat diberdayakan secara maksimal. “Dengan adanya pendampingan seperti peternakan kambing dan pembibitan durian, kami optimistis ini bukan sekadar bantuan sesaat, tapi akan berdampak jangka panjang,” ujarnya. Desa Rejosari kini menjadi desa percontohan bagi pengembangan Kampung Akhlak ke wilayah lainnya di Kabupaten Mojokerto. Kolaborasi yang terjalin juga menjadi contoh baik bagaimana dana zakat yang dikelola amanah mampu menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Usai peresmian, Bupati bersama Pimpinan BAZNAS RI meninjau Kelompok Tani “Guyup”, penerima bantuan bibit durian dari Baznas, sebagai bagian dari pemberdayaan berbasis potensi lokal.
BERITA14/08/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Pererat Ukhuwah dan Tingkatkan Ekonomi: KKM Jatirejo Makmur 1 Konsisten Gelar Pertemuan Rutin Bulanan
Pererat Ukhuwah dan Tingkatkan Ekonomi: KKM Jatirejo Makmur 1 Konsisten Gelar Pertemuan Rutin Bulanan
Mojokerto – Kelompok Keluarga Madani (KKM) Jatirejo Makmur 1, kelompok binaan BAZNAS Kabupaten Mojokerto, terus mempererat kebersamaan dan semangat kemandirian ekonomi melalui pertemuan rutin bulanan yang dilaksanakan setiap Minggu pertama. KKM Jatirejo Makmur 1 dibentuk pada tahun 2020 dan kini beranggotakan 20 orang. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang seperti pelaku usaha mikro, petani, hingga pedagang kecil. Dengan semangat gotong royong, para anggota menyisihkan infaq sebesar Rp 50 ribu setiap pertemuan untuk dikelola dalam kegiatan produktif dan sosial. Relawan BAZNAS untuk wilayah Jatirejo, Khusnul Abidin, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan istighosah, dilanjutkan diskusi dan penyampaian informasi seputar perkembangan usaha anggota. “Pertemuan ini menjadi sarana silaturahmi, juga untuk saling memotivasi dan menguatkan usaha yang dijalankan masing-masing anggota,” jelas Khusnul. Ketua KKM Jatirejo Makmur 1, Mujiyami, menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS Kabupaten Mojokerto atas berbagai bentuk dukungan. Mulai dari program Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU), bantuan pendidikan dan PAUD, Program Satu Rumah Satu Sarjana, hingga rantang dhuafa dan bantuan modal usaha, seluruhnya telah memberi dampak nyata bagi para mustahik. “Saya berharap, anggota KKM yang saat ini masih mustahik, kelak akan menjadi muzzaki. Inilah bukti keberhasilan program pembinaan ekonomi umat yang berkelanjutan,” ujar Mujiyami. Harapan yang sama disampaikan oleh anggota baru KKM, Khoirul Bariyah. Ia merasa bersyukur bisa bergabung dan berharap bisa membawa perubahan positif bagi keluarganya. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Semoga saya bisa amanah dan memberikan kontribusi terbaik untuk kelompok ini,” ucapnya penuh semangat. Melalui program pemberdayaan yang konsisten dan partisipatif, BAZNAS Kabupaten Mojokerto terus mendampingi KKM binaan untuk bertransformasi dari mustahik menjadi muzzaki, demi terwujudnya keluarga madani yang sejahtera dan mandiri.
BERITA06/08/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Sambut HUT RI ke-79, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gulirkan Program “Mustahik Merdeka” untuk Kemandirian Umat
Sambut HUT RI ke-79, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gulirkan Program “Mustahik Merdeka” untuk Kemandirian Umat
Mojokerto – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, BAZNAS Kabupaten Mojokerto meluncurkan program bertajuk Mustahik Merdeka, sebagai wujud komitmen membebaskan mustahik dari belenggu kemiskinan melalui program nyata dan berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menjelaskan bahwa terdapat sembilan jenis bantuan dalam program ini yang menyasar ribuan mustahik di berbagai sektor, mulai dari tempat tinggal, pendidikan, ekonomi, hingga spiritualitas. “Program Mustahik Merdeka merupakan kontribusi BAZNAS dalam menebarkan semangat kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu kemerdekaan dari keterbatasan dan ketergantungan,” ungkapnya. Beberapa bantuan dalam program ini meliputi: Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU): untuk 36 penerima, masing-masing Rp 20 juta. Renovasi rumah korban bencana: Rp 5 juta per penerima. Beasiswa anak yatim SD/MI: untuk 800 anak, Rp 40.000 per bulan. BPJS Ketenagakerjaan untuk marbot masjid: bagi 800 orang hingga Desember 2024. Bantuan modal dan peralatan UMKM: untuk 180 pelaku usaha, Rp 2 juta per orang. Pembinaan mualaf: untuk 50 orang, melalui pendampingan keimanan dan pendidikan. Bantuan sembako: untuk 1.000 fakir miskin, masing-masing 5 kg beras. Program Kampung Akhlak: kolaborasi dengan UPZ Telkom di Desa Rejosari, Kec. Jatirejo. Mujahadah 1001 Mustahik: doa bersama antara mustahik dan muzakki untuk kemajuan bangsa. Dengan tema besar kemandirian umat, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap program ini tidak hanya bersifat karitatif sesaat, tetapi mampu membentuk fondasi kuat menuju masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan religius.
BERITA30/07/2024 | Shinta Lintang Nurillah
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mojokerto.

Lihat Daftar Rekening →