Berita Terkini
Kunjungi Kediaman Pak Sutarno, Gus Bupati Serahkan Bantuan Rutilahu BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan MWCNU Kecamatan Trawas
MOJOKERTO — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga. Bupati Mojokerto mengunjungi kediaman Bapak Sutarno, sekaligus menyerahkan bantuan untuk pembangunan rumah yang lebih layak bagi keluarganya.
Sutarno merupakan warga desa Ngoro yang tinggal Desa Srigading, Ngoro tapi kesehariannya bergaul dengan warga desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Ia tinggal bersama istri dan empat anaknya. Kondisi rumah yang ditempati saat ini tergolong sangat tidak layak huni, dengan bangunan sederhana yang menyatu dengan kandang kambing sehingga kondisi lingkungan rumah kurang sehat dan kurang layak untuk ditempati keluarga.
Dalam kunjungan tersebut(19/8/2026), Bupati Mojokerto didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait, di antaranya Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disdukcapil, Kepala DPRKP2, Camat Trawas, Camat Ngoro, serta Kabag Kesra.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan penanganan dilakukan secara bersama-sama sesuai kebutuhan di lapangan.
Untuk membantu pembangunan rumah Sutarmo, BAZNAS Kabupaten Mojokerto memberikan bantuan sebesar Rp25 juta melalui program Rutilahu, yang dilaksanakan bekerja sama dengan MWCNU Trawas.
Tidak berhenti pada bantuan BAZNAS, MWCNU Trawas juga memberikan dukungan bantuan sebesar Rp25 juta. Dengan demikian, kolaborasi tersebut menghadirkan dukungan total sebesar Rp50 juta untuk membantu mewujudkan rumah yang lebih layak bagi keluarga Sutarmo.
Bupati Mojokerto, Gus Barra bersama kepala perangkat daerah juga memastikan bahwa keluarga pak sutarno mendapatkan program-program dari pemerintah terkait hal mendasar dalam bidang kesehatan, sosial dan pendidikan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad menyampaikan “Program Rutilahu ini adalah bentuk nyata bagaimana zakat kembali kepada masyarakat. Namun yang lebih penting, program ini tidak berjalan sendiri. Ketika BAZNAS, MWCNU, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak bersama, bantuan yang diberikan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya semakin besar,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan MWCNU Trawas menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memperkuat peran kelembagaan di tingkat kecamatan.
Kondisi Sutarmo sebelumnya menunjukkan keterbatasan ekonomi yang cukup berat. Ia bekerja sebagai buruh tani dan merawat beberapa kambing milik orang lain, dengan penghasilan yang tidak tetap dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Sutarmo menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada Gus Bupati, BAZNAS, MWCNU, dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Sutarmo.
Kunjungan Bupati Mojokerto bersama jajaran OPD terkait sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tertangani, sementara lembaga seperti BAZNAS dan organisasi masyarakat turut menghadirkan sumber daya serta kepedulian dari masyarakat.
Bagi BAZNAS Kabupaten Mojokerto, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membangun ekosistem zakat yang tidak hanya kuat dalam penghimpunan, tetapi juga nyata dalam menghadirkan manfaat.
Satu rumah mungkin hanya sebuah bangunan. Tetapi bagi keluarga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan, rumah yang layak adalah tempat tumbuhnya kesehatan, kenyamanan, dan harapan baru.
20/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Kambing Bergulir Tumbuh Berkelanjutan, Program Kampung Akhlak Perkuat Kemandirian dan Keagamaan Mustahik
Mojokerto — Program Kampung Akhlak melalui Zakat Community Development (ZCD) terus mendorong peningkatan kesejahteraan penerima manfaat secara menyeluruh, tidak hanya melalui penguatan ekonomi, tetapi juga melalui pendampingan sosial dan keagamaan.
Pada Senin, 10 Agustus 2026, tim pendamping melakukan monitoring perkembangan ternak kambing milik penerima manfaat Program Kambing Bergulir di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan dilakukan kepada Bapak Suwito, salah satu anggota kelompok penerima manfaat program.
Dari hasil monitoring, perkembangan ternak menunjukkan hasil yang cukup baik. Bapak Suwito yang pada awal program menerima 1 ekor kambing indukan, kini telah berkembang menjadi 6 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, 2 ekor telah terjual, sementara 1 ekor kambing betina telah melahirkan 1 cempe dan 2 ekor kambing lainnya dalam kondisi bunting.
Sementara itu, indukan awal yang diterima dari program juga telah berhasil digulirkan kepada penerima manfaat berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme Kambing Bergulir mulai menciptakan efek berantai, di mana manfaat program tidak berhenti pada satu keluarga, tetapi terus diperluas kepada penerima manfaat lainnya.
Selain melakukan monitoring ternak, pendamping juga melakukan silaturahmi dan dialog bersama Bapak Suwito dan keluarga. Pendampingan tersebut mencakup kondisi keluarga serta perkembangan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan Program Kampung Akhlak.
Dalam aspek keagamaan, terdapat perkembangan positif pada Bapak Suwito. Ia menyampaikan bahwa saat ini semakin rutin mengikuti salat berjamaah di masjid dan aktif mengikuti kegiatan belajar mengaji bersama kelompok lansia. Setelah melalui proses belajar secara bertahap, kemampuan membaca Al-Qur'an beliau kini telah berkembang hingga mampu membaca Al-Qur'an.
Bapak Suwito juga aktif mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan di lingkungan masyarakat. Semangat serupa turut ditunjukkan oleh istrinya yang saat ini masih belajar membaca Al-Qur'an melalui buku Iqra'. Meskipun masih berada pada tahap awal, semangat untuk terus belajar menjadi bagian penting dari proses penguatan kehidupan keagamaan keluarga.
Perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa pemberdayaan melalui ZCD tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan penerima manfaat, tetapi juga membangun kemandirian, kepedulian sosial, serta penguatan spiritual keluarga.
Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan melalui monitoring perkembangan ternak, khususnya terhadap dua ekor kambing yang sedang bunting, sekaligus mendorong penerima manfaat untuk menjaga kesehatan ternak, kualitas pakan, dan kebersihan kandang.
Pendamping juga akan melanjutkan pembinaan sosial dan keagamaan keluarga agar semangat mengikuti kegiatan keagamaan serta belajar membaca Al-Qur'an dapat dipertahankan secara konsisten.
Melalui Program Kampung Akhlak, ZCD terus berupaya menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan: ternak berkembang, ekonomi tumbuh, manfaat bergulir, dan akhlak semakin kuat.
14/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni untuk Keluarga Syamsul Ma’arif di Payungrejo
MOJOKERTO — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan dalam pelaksanaan program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) BAZNAS Kabupaten Mojokerto Tahun 2026. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, pembangunan rumah milik Bapak Syamsul Ma’arif dan Ibu Winarti, warga Dusun Blumbang RT 01/RW 07, Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai dilaksanakan.
Rumah yang sebelumnya merupakan bangunan sederhana berbahan bambu tersebut akan dibangun kembali agar keluarga penerima manfaat dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Pembangunan ini mendapatkan dukungan dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto melalui bantuan sebesar Rp25 juta. Namun, pelaksanaannya tidak hanya bertumpu pada bantuan dana. Sejumlah pihak turut mengambil bagian melalui semangat gotong royong.
Relawan BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama Pemerintah Desa Payungrejo, keluarga penerima manfaat, serta warga dan tetangga sekitar terlibat langsung dalam proses awal pembangunan. Mereka bergotong royong membongkar rumah lama dan melakukan penggalian tanah untuk pondasi.
Bahkan, dukungan masyarakat juga hadir dalam bentuk material. Salah seorang warga turut memberikan bantuan lima sak semen untuk mendukung proses pembangunan rumah tersebut.
Keterlibatan masyarakat ini menunjukkan bahwa program Rutilahu bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan. Di dalamnya terdapat kepedulian dan kebersamaan warga untuk membantu sesama agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih baik.
Relawan BAZNAS Kecamatan Kutorejo, Ali Muntoha, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Bukan hanya membantu tenaga, tetapi ada juga yang memberikan material. Ini menunjukkan bahwa ketika ada program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, warga dengan sendirinya ikut merasa memiliki dan ingin membantu,” ungkap Ali.
Menurutnya, gotong royong seperti ini juga membuat bantuan BAZNAS memiliki daya ungkit yang lebih besar. Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada nilai nominal, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat.
Sementara itu, Bapak Syamsul Ma’arif, penerima manfaat program Rutilahu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian BAZNAS serta kepedulian warga sekitar.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan semua warga yang sudah membantu. Tidak menyangka banyak yang ikut membantu, mulai dari membongkar rumah sampai menggali pondasi. Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” tutur Syamsul.
Pembangunan rumah Syamsul Ma’arif dan Winarti menjadi salah satu wujud nyata bahwa zakat yang dihimpun melalui BAZNAS dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat langsung.
Lebih dari sekadar membangun rumah, program Rutilahu juga mempertemukan zakat, kepedulian lembaga, dan kekuatan gotong royong masyarakat dalam satu ikhtiar untuk menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat.
Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir gotong royong. Dan dari gotong royong, sebuah keluarga kembali memiliki harapan.
13/08/2026 | Ayu Isna Khariroh
BAZNAS TV
Makan Z Chicken, Berbagi Berkah!
Penulis: Shinta Lintang Nurillah
Peduli Keselamatan: BAZNAS Kabupaten Mojokerto Salurkan 500 Sekam di Jalur Pacet-Cangar
Penulis: Shinta Lintang Nurillah


